Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Wednesday, December 6, 2017

Merdekakan Jiwa dan Hati Nuranimu!

Merdekakan Jiwa dan Hati Nuranimu!

Tawakal adalah kepercayaan yang utuh kepada Allah SWT yang terpatri di dalam hati; bersandar kepada Allah, berlapang dada, serta tidak mencemaskan segala yang akan terjadi. Tunjukkan kepercayaanmu yang utuh kepada Allah dan bangun kepercayaan itu di atas hati yang bersih. Yakini bahwa Allah Maha Pengasih, sehingga engkau akan menyadari bahwa anugerah yang engkau terima berasal dari pemberian-Nya, dan musibah yang engkau derita terjadi atas izin-Nya. Fudhail bin Iyadh berkata,” Orang yang bertawakal dan berserah diri kepada Allah takkan pernah menuduh Allah tidak adil. Dia juga tidak risau akan disia-siakan oleh-Nya begitulah sikap mutawakil.

Sobat, hidup bahagia berarti memiliki hati yang terbuka dan merdeka seperti bayi. Maka, kemerdekaan berarti ketentraman hati dan kelapangan jiwa. Sebaliknya , penjajahan berarti hidup yang terjepit oleh pikiran yang sempit, seperti rasa takut tidak kebagian atau tidak mendapatkan yang diinginkan. Rasa takut itu akibat kesalahan berpikir sehingga lupa akan janji dan kebaikan-Nya karena diri kita dikuasai oleh informasi yang benar menurut kata orang lain dan bukan kebenaran yang dirasakan oleh hati kita sendiri.

Tanpa kesadaran , manusia mudah terjajah ketakutan – yang kita lakukan baik terhadap diri sendiri maupun orang lain – dan, sulit mengikuti aturan dan memahami apa yang baik untuk dilakukan.

Sobat, banjir informasi membuat orang mudah merasa lebih tahu, merasa lebih benar, dan merasa berhak memaksakan meskipun tahu bahwa semua sikap itu memiliki sinyal RASA yang buruk (negatiiv feeling) di tubuh. Sebaliknya, sikap terbuka dan hati-hati yang mendorong saling pengertian dan tenggang rasa memiliki sinyal gelombang RASA yang baik (positive feeling) dan menenangkan hati.

Oleh karena itu, kita harus mampu menjaga diri dari hantaman informasi yang merusak kesadaran. Sebab, hanya dengan kesadaran yang utuh kita bisa berpikir jernih dan tenang tentang hidup yang ingin dijalani. Hidup yang gaduh atau teduh. Hidup yang menang sendiri atau menang bersama. Hidup yang bersabung nyawa atau bersambung rasa.

Sobat. Dengan kesadaran RASA, kita bisa menetukan apa yang benar-benar ingin kita rasakan dan mampu menjauhkan diri dari penyimpangan.
• Hidup seperti apa yang ingin kita ciptakan? Bahagiakah kita dengan kesuksesan yang menyebabkan orang lain menderita.
• Kemajuan seperti apa yang ingin kita ciptakan? Bahagiakah kita dengan kemajuan yang menyebabkan bumi kita menderita.
• Kecerdasan seperti apa yang ingin kita ciptakan? Bahagiakah kita dengan kecerdasan yang menyebabkan saudara kita menderita.
• Karakter seperti apa yang ingin kita ciptakan? Bahagiakah kita dengan perilaku yang menyebabkan tetangga kita menderita.

Sobat, dengan kesadaran yang utuh, kita bisa menciptakan kemajuan bagi diri-sendiri dan seluruh kehidupan. Dengan karakter manusia yang lengkap, kita mengembangkan layar kebahagiaan dalam rajutan karsa, rasa, dan cipta.
Abdullah bin Mas’ud berkata, “ Kemuliaan dan kekayaan selalu berusaha keras mencari tawakal. Ketika berhasil mendapatkannya, maka tenanglah keduanya.” Umar bin Khaththab meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “ Apabila kalian bertawakal kepada Allah dengan benar, Dia pasti memberimu rezeki laksana burung, pergi pagi hari dengan keadaan lapar, dan pulang sore dalam keadaan kenyang. ( HR. Tirmidzi ).

Sobat, tawakal adalah tidak menggantungkan diri kepada sebab-sebab duniawi, menghilangkan rasa tamak dan serakah, serta tidak berharap apa-apa kepada manusia. Mutawakil hanya memusatkan perhatian pada anugerah yang tersedia di hadapannya, lalu bersikap ridho dengan keputusan Allah terhadap dirinya. Mereka sadar bahwa dia tidak dapat menyegerakan sesuatu yang Allah tangguhkan, dan tak dapat menangguhkan sesuatu yang Allah tentukan. Atas dasar inilah, mutawakil tidak pernah merasa kecewa, tergesa-gesa, apalagi berputus asa. Jiwanya merasa tenang berkat pengetahuan yang terpatri di dalam kalbu. Dia tahu bahwa semua yang ditakdirkan Allah pasti terjadi.

Sobat, rasa tenang untuk meraih kemenangan, rasa sehat untuk meraih kekuatan, rasa sabar untuk meraih kecerdasan, rasa syukur untuk meraih kemakmuran, dan rasa bahagia untuk meraih kesejahteraan.
Salam Dahsyat dan Luar Biasa !

( Spiritual Motivator – N.Faqih Syarif H, Penulis buku-buku motivasi dan pengembangan diri. Narasumber tetap Thank God Tommorow is Friday Radio SMART 88.9 FM Surabaya. Pengurus Komnasdik Jatim. www.faqihsyarif.net )

Next Prev home

0 comments:

Post a Comment

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co