Talkshow di Radio SMART FM 88.9 FM.

Ikuti Program Kami tiap hari Kamis jam 17.00 s.d 18.00 Talkshow di Radio SMART FM 88.9 FM."Sukses Bisnis bersama Kekuatan Spirit Tanpa Batas"

Kumpulan Kisah Teladan

Simak kisah teladan yang penuh inspirasi yang akan membuat hidup anda lebih semangat lagi.

Selamatkan Indonesia dengan Syariah dan Khilafah

Hanya dengan kembali tegaknya Khilafah Islamiyah, dunia ini kembali menjadi indah.

Fikrul Mustanir

Membentuk pribadi yang selalu menebar energi positif di dalam kehidupannya.

Karya-karya kami

Kumpulan karya-karya kami yang sudah terjual di toko buku Gramedia, Toga Mas dan lain-lain.

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Monday, July 17, 2017

Jadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup !



Jadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup !
Orang-orang Arab pada zaman jahiliah adalah golongan yang tidak berperadaban.Namun setelah mereka memeluk agama Islam, cara hidup  mereka berubah sehingga  mereka berhasil  membangun sebuah peradaban yang gemilang.  Kegemilangan peradaban itu karena Al-Qur’an dan Islam.

Sobat, maka jika kita ingin cemerlang dan kegemilangan peradaban kita, jadikan Qur’an sebagai landasan dan pedoman hidup. Sumber ilmu yang paling penting bagi umat Islam adalah Qur’an. Kecermelangan tidak dapat  dipisahkan dari  Qur’an  karena Qur’an  adalah petunjuk. Tanpa  petunjuk manusia  akan sesat  dan menyimpang.

“Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih Lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu'min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar,” (QS. Al-Israa’(17) : 9 )
Allah  memberi sifat Qur’an  sebagai  petunjuk  yang aqwam. Imam Qurtubi di dalam tafsirnya Jamik li ahkam Al-Qur’an beliau menjelaskan, “Kalimat aqwam  maksudnya jalan yang paling benar, paling adil dan paling tepat.” Mereka yang  menjadikan Qur’an sebagai sumber rujukan , maka kesejahteraan dan ketenangan  akan menaungi mereka.
Sobat, saat ini sayangnya sebagian besar  kaum muslimin menjadikan Qur’an  sebagai  “kitab berkah” mereka hanya  membaca Qur’an  untuk mendapatkan  berkah, tidak lebih dari itu. Sikap  seperti ini  ditegur Allah dalam surah Al-baqarah ayat 121

“orang-orang yang telah Kami berikan Al kitab kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya[1], mereka itu beriman kepadanya. dan Barangsiapa yang ingkar kepadanya, Maka mereka Itulah orang-orang yang rugi.” (QS. Al-Baqarah (2) : 121)
Abdullah bin Mas’ud menjelaskan, “Demi Allah maksud membaca kitab dengan bacaan yang sebenarnya adalah  menghalalkan  apa  yang  dihalalkan, mengharamkan apa  yang diharamkan, membaca seperti kitab tersebut diturunkan Allah, tidak  mengubah qalam Allah dari tempatnya, dan tidak menakwilkan ayat-ayatnya  secara tidak benar.” ( Said, Hawa, Al-Asas fit Tafsir )
Sobat, Abdullah  bin  Mas’ud berkata, “ Barang siapa  yang  menghendaki  Ilmu  pengetahuan, hendaklah dia  membaca  Qur’an. Di dalamnya  terdapat  ilmu  orang-orang  terdahulu  dan  yang kemudian.”
Abu Hurairah  berkata,  “Sesungguhnya, jika  di dalam  rumah  dibaca Qur’an, maka  akan lapang penghuni rumah tersebut. Banyak kebajikan  di dalam rumah itu, dan akan  datang para malaikat ke rumah itu dan akan keluar  syetan dari rumah itu. Sebaliknya, rumah yang penghuninhya  tidak  membaca Qur’an, maka rumah itu akan mendatangkan  kesempitan bagi penghuninya. Di samping itu kebajikan akan berkurang, para malaikat akan keluar, dan syetan akan masuk ke dalam  rumah itu.”
Sobat. Sahabat Nabi, Ali bin Abi Thalib ra berkata, “ Tiga perkara  yang akan menambah kesehatan badan dan menghilangkan dahak, yaitu menggosok gigi, berpuasa  dan  membaca Qur’an.”

Sobat, Sebuah riset dan penelitian modern Dr Ahmed El Kadi Klinik Akbar di Panama City Florida USA. Beliau  mengadakan penelitian  tentang dampak  mendengarkan bacaan Qur’an  terhadap  denyut jantung, tekanan darah, saraf dan otot. Beliau menemukan siapa saja pasien yang mendengar bacaan Qur’an baik dia muslim atau nonmuslim  ternyata mengalami  perubahan fisiologi positif  dalam diri mereka. ( Islamic Perspectives in medicine, Dr. Shahid Athar).
Sobat, ternyata Qur’an tidak hanya  dikagumi oleh  orang Islam. Qur’an juga dikagumi oleh orang nonmuslim. Bahkan sebagian dari mereka  yang bukan Islam  ini mempelajari  kemudian  memeluk agama Islam setelah  mengkaji dan memahami  maksud ayat-ayat Qur’an. Subhaanallah !
Ingatlah Sobat. Islam tidak  menjadi penguasa dunia dengan cara magic. Hal  tersebut di dapat karena Rasulullah Saw para sahabat  menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, memiliki perencanaan yang  strategis dengan didukung modal Takwa  dan Tawakkal. Nabi Muhammad Saw mendidik umatnya  sampai berhasil  menghasilkan banyak  perencana dan ahli  strategi agung  yang mengagumkan dunia. Para ahli strategi  ini  berhasil membawa Islam  menguasai  dunia  atau  menjadi a global  champion  dalam waktu singkat.

Ingatlah sobat, roda kehidupan kita  akan menyimpang  tanpa adanya rel. Dan rel  itu adalah Syariat. Jadikan  diri kita individu yang paham syariat  untuk mengenal syariat, kita  memerlukan Ilmu. Dan Al-Qur’an lah sumber Ilmu dan petunjuk utama bagi manusia sehingga rahmatan lil ‘aalamin bisa dirasakan dan dinikmat seluruh umat manusia dan alam semesta.
( Spiritual Motivator – DR.N. Faqih Syarif H, M.Si  Penulis Buku The Power of Spirituality – Meraih Sukses tanpa batas. www.faqihsyarif.net )


[1] Maksudnya: tidak merobah dan mentakwilkan Al kitab sekehendak hatinya.

Tuesday, July 11, 2017

Jagalah Allah, maka Allah menjagamu !

Jagalah Allah, maka Allah menjagamu.
“Berkah adalah manfaat dunia dan akherat. Maka seorang yang diberkahi lagi penuh berkah, ke mana pun dia pergi dan di mana pun dia bertempat, pasti akan mendatangkan manfaat dunia dan akherat bagi arah yang dituju, daerah yang didiami, dan orang-orang yang mengitari.” Ibnu Qayyim Al-Jauziah

Sobat, Rasulullah pernah bersabda, “ Jagalah Allah, niscaya Dia menjagamu.” Berarti mulailah dengan menjaga perintah, larangan, batasan dan hak-hak-Nya, sehingga Dia pasti menjagamu dari kepentingan dunia yang melelahkan jiwamu sampai kamu menyia-nyiakan kepentingan akhirat.

Jagalah hak Allah itu artinya pertama, engkau melaksanakan perintah-perintah-Nya dengan santun serta tunduk. “Kami mendengar dan kami taat” itulah ciri orang mukmin terhadap perintah Tuhan-Nya. Kedua, menjauhi larangan-larangan-Nya ; Allah melarangmu berbuat ini dan itu, maka janganlah kau kerjakan dan janganlah kau masuk ke dalamnya serta janganlah bertindak durhaka kepada-Nya dan jangan sampai Allah melihatmu melakukan larangan-Nya. Ketiga, engkau membuat pembatas dan dinding yang tidak mudah dilewati antara dirimu dan apa yang diharamkan Allah. Batas-batas Allah adalah apa yang diizinkan Allah, maka janganlah engkau melewatinya. Batas juga berarti hal-hal yang diharamka. Makna yang terpenting adalah bahwa kita harus berhenti pada batas-batas Allah dengan tidak melanggar batas yang diizinkan menuju apa yang di larang.

Sobat, orang-orang yang menjaga batas-batas Allah itu mendapat pujian Allah dalam kitab-Nya :
    •   •              
32. Inilah yang dijanjikan kepadamu, (yaitu) kepada Setiap hamba yang selalu kembali (kepada Allah) lagi memelihara (semua peraturan-peraturan-Nya)
33. (yaitu) orang yang takut kepada Tuhan yang Maha Pemurah sedang Dia tidak kelihatan (olehnya) dan Dia datang dengan hati yang bertaubat,
34. masukilah syurga itu dengan aman, Itulah hari kekekalan. ( QS. Qaf (50) : 32-34 )

Sobat, mereka adalah orang-orang menjaga perintah-perintah Allah dan orang-orang yang menjaga diri terhadap dosa-dosanya dengan selalu bertobat.
Salah satu sebab Allah menjaga hamba-Nya ialah sang hamba menjaga kepala dan perutnya. Menjaga kepala mencakup juga menjaga pendengaran, penglihatan, dan lidah dari hal-hal yang haram. Menjaga perut dan isinya mencakup menjaga hati dari keinginan melakukan hal haram, seperti dengki, tipu daya, panjang angan-angan terhadap dunia, melampaui batas, munafik, dan penyakit-penyakit lain, seperti ujub, mengikuti nafsu dan berbuat jahat kepada makhluk. Penyakit hati sangatlah banyak, melebihi penyakit tubuh sobat!

Sobat, barangsiapa yang menjaga anggota tubuhnya dari maksiat kepada Allah, niscaya Allah menjaganya. Diantara sebab penjagaan Allah adalah Iman kepada-Nya, agama-Nya, dan taat kepada-Nya.
Rasulullah Saw bersabda, " Barangsiapa menjaganya-yakni sholat lima waktu , sholat-sholat itu menjadi cahaya, penolong dan penyelamat baginya pada Hari Kiamat ". ( HR. Ahmad )
•    • •   
128. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan. (QS. An-Nahl (16) : 128 )

Qatadah menafsirkan, “ Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Allah bersamanya, dia telah ditemani oleh kekuatan yang tidak terkalahkan, penjaga yang tidak pernah tidur dan pemberi petunjuk yang tidak pernah tersesat.”

Sobat, termasuk jagalah hak Allah adalah kita mencintai dan bergaul serta berguru kepada orang-orang yang dicintai oleh Allah mereka itulah orang-orang sholeh. “Ya Allah, kami memohon cinta-Mu, dan cinta orang-orang yang mencintai-Mu, serta cinta kepada apa jua yang mendekatkan kami pada-Mu.”

Sobat, orang-orang sholeh yang kita bersamai, menjaga kita dalam kebaikan dengan teladannya, pengetahuannya, nasihat-nasihat, dan doa-doanya. Merekalah manusia yang kesibukannya asyik memperbaiki diri. Hatinya terjaga dalam dzikir, diamnya muhasabah, bicaranya dakwah, duduknya majelis ilmu, berjalannya jihad fi sabilillah. Lisannya terbiasa berbincang mesra dengan Allah; maka ia terjaga dari melaknat dan mengumpat, menggunjing dan mencela, serta meleceh dan berlucah. Maka terhadap orang sholeh ini; ambillah ilmunya, simaklah nasihatnya, dan mintalah doanya.

Semoga kita terus istiqomah memantaskan diri menjadi hamba-hamba-Nya yang sholeh dan layak mendapatkan syafaat dari baginda Rasulullah Muhammad SAW.

Salam Dahsyat dan luar biasa ! Allahu Akbar !
( Spirutual motivator – DR. N. Faqih Syarif H, Penulis buku The Power of Spirituality – Meraih Sukses tanpa batas. www.faqihsyarif.net )

Next Prev home

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co