Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Thursday, June 15, 2017

Meniti Jalan yang lurus



Meniti  Jalan yang lurus
Sobat, kisah terbaik adalah kisah  yang berliku-liku. Cerita terbaik  adalah hidup yang berwarna-warni. Jalan lurus  itu diikat  oleh satu hakekat yakni beribadah  hanya  kepada Allah satu-satunya, tiada sekutu bagi-Nya. Bahwa di dalamnya ada  nestapa dan derita, ia hanya penggenap  bagi kebersamaan dan cinta. Bahwa di dalamnya  ada kehilangan dan duka, ia hanya penguat bagi sikap syukur dan menerima. Bahwa di dalamnya ada  pedih dan  siksa, ia hanya  penyempurna bagi rasa nikmat  dan mulia.

Sobat, penjelasan tentang jalan  yang lurus itu dalam surat al-fatihah itu berada di ayat berikutnya. Jalan lurus itu adalah , “Jalan orang-orang  yang telah Kau beri nikmat. Bukan jalan orang-orang yang Kau murkai, dan bukan pula jalan  mereka yang sesat.” Siapa orang –orang yang diberi nikmat oleh Allah dijelaskan dalam QS an-Nisa’ (4) : 69  yaitu para Nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang 
  
“ dan Barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, Yaitu: Nabi-nabi, Para shiddiiqiin[1], orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. dan mereka Itulah teman yang sebaik-baiknya.(QS 4:69)

Sobat, Al Qur’an membentangkan sepanjang 113 surat setelah Al-Fatihah  untuk memaparkan kepada kita  jalan orang-orang yang telah diberi nikmat itu. Ialah jalan Adam dan Hawa; jalan Nuh, jalan Hud, dan Shalih. Jalan Ibrahim; hingga Ya’qub sekeluarga. Jalan Musa dan saudaranya; jalan Dawud dan putranya; Jalan Ayyun dan Yunus; jalan Zakariyya  dan Yahya, serta Maryam dan Isa. Jalan yang indah itu sesekali ditingkahi jalan  mereka yang dimurka dan sesat; jalan Iblis dan Fir’aun hingga  Samiri dan Qarun.
Sobat, cerita kehidupan Nabi Adam  hingga Nabi Isa  itulah jalan menuju keberkahan hidup. Kisah mereka bertautan, melahirkan artian-artian yang menguatkan iman  dan perjuangan Sang Penutup rangkaian kenabian beserta para pengikutnya.
Sobat, Ibnu Abbas menyatakan, “Al Qur’an  ini, 6000 ayatnya adalah kisah, 600 ayatnya berupa tanda  kebesaran Allah, 60 ayatnya aturan mu’amalah, dan 6 ayatnya  berisi hukum-hukum hudut. Maka  semua ulama  sepakat bahwa  bagian terbesar  dari kandungan  Al-Qur’an  adalah kisah. Kisah yang  menjadi  penjelasan  bagi kita tentang jalan yang lurus. Kisah yang menjadi petunjuk bagi kita  untuk meniti jalan yang lempeng.Kisah  yang  menjadi pembeda   bagi kita  untuk memisahkan jalan yang shahih dari jalan yang sesat. Kisah yang menjadi kabar gembira  dan peringatan  untuk teguh di jalan Allah. Kisah  menjadi cahaya  ketika mata batin kita terkaburkan debu yang hinggap di jalan kebenaran. Kisah yang menjadi penyembuh luka-luka kala hati kita dirancah duri di jalan kebajikan.
Ya Allah, susurkan  dan susulkan kami di jalan mereka yang kau beri nikmat itu. Ya Allah walau tak Kau kayakan kami seberlimpah Nabi Sulaiman As; karuniahi kami syukur  dan tawadhu’nya, yang hormati  semut serta burung hud-hud.
YA Allah, walau tak Kau beri kami daya raga dan keajaiban seperkasa Nabi Musa As, curahi kami  keberanian dan keteguhannya  memimpin kaum yang sering membuat kecewa.
Ya Allah, walau usia tak sepanjang nabi Nuh As, tegarkan kami dengan kegigihan dakwah  dan tekad bajanya  untuk terus menyampaikan  kebenaran dengan aneka cara.
Ya Allah, walau paras setampan Nabi Yusuf, kuatkan diri kami  menahan semua goda dan derita, tajamkan nuraninya hingga  mampu  membaikkan  negeri.
Ya Allah, walau keajaiban  tak selalu  menyertai perjalanan, penuhi hati kami dengan kasih mesra seperti Nabi Isa As hingga tunduklah  musuh dalam cinta.
Ya Allah, walau tak perlu ditelan ikan di gelapnya lautan, hiasi  jiwa kami  dengan kepasrahan  Nabi Yunus  yang rintih doanya Kau dengarkan. Ya Allah, walau tak usah  mengalami kehilangan, dicekik sakit, miskin dan musibah; sejukkan  hati kami  dengan sabar  dan dzikir  seperti Nabi Ayyub yang tabah.
Ya Allah, walau ujian cinta tak seberat Nabi Ibrahim, bunda Hajar dan Sarah; limpahi  keluarga kami  dengan sakinah, mawaddah, dan rahmah, dengan  keturunan  yang shalih dan shalihah.
Ya Allah, walau ibadah  tak seterpelihara Nabi Zakaria dan kesucian  tak seterjaga Maryam; nikmatkan bagi  kami  bakti  anak  mulia  seperti Yahya dan Isa.
Ya Allah, walau  belum  pernah  mencicipi surga bak Nabi Adam dan bunda Hawa; jadikan rumah kami  terasa surga  sebelum surga, terimalah taubat  atas segala dosa. Ya Allah, walau hidup  tak sepedeas-pedih warna-warni  hayat Nabi Ya’qub, jadikan kami  hanya mengadu pada-Mu semata, hingga  menampilkan kesabaran cantik  yang mencahaya.
Ya Allah, walau  tak harus lari  dan bersembunyi  sebagaimana para Ashabul Kahfi, beri kami  keberanian dan  perlindungan  saat tegas  mengatakan Al-Haq di depan  tirani. Ya Allah, walau kerajaan tak  seluas  Dzul Qarnain, curahi kami akhlaq pemimpin; yang senantiasa menyeru pada Iman, membebaskan ummat serta  menebar manfaat.
Ya Allah, walau  jangan  sampai Kaukaruniahi pasangan mirip Fir’un, teguhkan kami bagai Asiyah yang mukminah, anugerahkan rumah di sisi-Mu di dalam surga.
Ya Allah, walau  persoalan hidup  tak sepelik  yang dialami Ibunda Musa, bisikkan selalu  kejernihan-Mu di firasat kami saat menghadapi musykilnya hari-hari.
Ya Allah, walau Ilmu dan kebijaksanaan  tak seutuh Luqman Al-Hakim; tajamkan  pikir  dan rasa  kami  untuk  mengambil ibrah di setiap kejadian.
Sobat, tugas hidup kita  adalah  mengemudi hati  menuju Allah di jalan yang lurus. Dan Pangkal kelurusan itu adalah hati  yang tak pernah berbelok dari Allah sebagai sesembahan yang haq. Lurus, sebab hanya pada Allah tunduknya, taatnya dan tenteramnya. Lurus, sebab hanya untuk Allah yakinnya, pasrahnya dan kebajikannya. Lurus, sebab hanya bersama Allah gigil takutnya, gerisik harapnya, dan getar  cintanya.
Salam dahsyat dan Luar biasa !
( Spiritual Motivator – DR.N.Faqih Syarif H,M.Si. Penulis Buku The Power of Spirituality  dan Inspirasi Surat Al-Fatihah. www.faqihsyarif.net )



[1] Ialah: orang-orang yang Amat teguh kepercayaannya kepada kebenaran rasul, dan Inilah orang-orang yang dianugerahi nikmat sebagaimana yang tersebut dalam surat Al Faatihah ayat 7.

Next Prev home

0 comments:

Post a Comment

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co