Talkshow di Radio SMART FM 88.9 FM.

Ikuti Program Kami tiap hari Kamis jam 17.00 s.d 18.00 Talkshow di Radio SMART FM 88.9 FM."Sukses Bisnis bersama Kekuatan Spirit Tanpa Batas"

Kumpulan Kisah Teladan

Simak kisah teladan yang penuh inspirasi yang akan membuat hidup anda lebih semangat lagi.

Selamatkan Indonesia dengan Syariah dan Khilafah

Hanya dengan kembali tegaknya Khilafah Islamiyah, dunia ini kembali menjadi indah.

Fikrul Mustanir

Membentuk pribadi yang selalu menebar energi positif di dalam kehidupannya.

Karya-karya kami

Kumpulan karya-karya kami yang sudah terjual di toko buku Gramedia, Toga Mas dan lain-lain.

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Thursday, June 15, 2017

Meniti Jalan yang lurus



Meniti  Jalan yang lurus
Sobat, kisah terbaik adalah kisah  yang berliku-liku. Cerita terbaik  adalah hidup yang berwarna-warni. Jalan lurus  itu diikat  oleh satu hakekat yakni beribadah  hanya  kepada Allah satu-satunya, tiada sekutu bagi-Nya. Bahwa di dalamnya ada  nestapa dan derita, ia hanya penggenap  bagi kebersamaan dan cinta. Bahwa di dalamnya  ada kehilangan dan duka, ia hanya penguat bagi sikap syukur dan menerima. Bahwa di dalamnya ada  pedih dan  siksa, ia hanya  penyempurna bagi rasa nikmat  dan mulia.

Sobat, penjelasan tentang jalan  yang lurus itu dalam surat al-fatihah itu berada di ayat berikutnya. Jalan lurus itu adalah , “Jalan orang-orang  yang telah Kau beri nikmat. Bukan jalan orang-orang yang Kau murkai, dan bukan pula jalan  mereka yang sesat.” Siapa orang –orang yang diberi nikmat oleh Allah dijelaskan dalam QS an-Nisa’ (4) : 69  yaitu para Nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang 
  
“ dan Barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, Yaitu: Nabi-nabi, Para shiddiiqiin[1], orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. dan mereka Itulah teman yang sebaik-baiknya.(QS 4:69)

Sobat, Al Qur’an membentangkan sepanjang 113 surat setelah Al-Fatihah  untuk memaparkan kepada kita  jalan orang-orang yang telah diberi nikmat itu. Ialah jalan Adam dan Hawa; jalan Nuh, jalan Hud, dan Shalih. Jalan Ibrahim; hingga Ya’qub sekeluarga. Jalan Musa dan saudaranya; jalan Dawud dan putranya; Jalan Ayyun dan Yunus; jalan Zakariyya  dan Yahya, serta Maryam dan Isa. Jalan yang indah itu sesekali ditingkahi jalan  mereka yang dimurka dan sesat; jalan Iblis dan Fir’aun hingga  Samiri dan Qarun.
Sobat, cerita kehidupan Nabi Adam  hingga Nabi Isa  itulah jalan menuju keberkahan hidup. Kisah mereka bertautan, melahirkan artian-artian yang menguatkan iman  dan perjuangan Sang Penutup rangkaian kenabian beserta para pengikutnya.
Sobat, Ibnu Abbas menyatakan, “Al Qur’an  ini, 6000 ayatnya adalah kisah, 600 ayatnya berupa tanda  kebesaran Allah, 60 ayatnya aturan mu’amalah, dan 6 ayatnya  berisi hukum-hukum hudut. Maka  semua ulama  sepakat bahwa  bagian terbesar  dari kandungan  Al-Qur’an  adalah kisah. Kisah yang  menjadi  penjelasan  bagi kita tentang jalan yang lurus. Kisah yang menjadi petunjuk bagi kita  untuk meniti jalan yang lempeng.Kisah  yang  menjadi pembeda   bagi kita  untuk memisahkan jalan yang shahih dari jalan yang sesat. Kisah yang menjadi kabar gembira  dan peringatan  untuk teguh di jalan Allah. Kisah  menjadi cahaya  ketika mata batin kita terkaburkan debu yang hinggap di jalan kebenaran. Kisah yang menjadi penyembuh luka-luka kala hati kita dirancah duri di jalan kebajikan.
Ya Allah, susurkan  dan susulkan kami di jalan mereka yang kau beri nikmat itu. Ya Allah walau tak Kau kayakan kami seberlimpah Nabi Sulaiman As; karuniahi kami syukur  dan tawadhu’nya, yang hormati  semut serta burung hud-hud.
YA Allah, walau tak Kau beri kami daya raga dan keajaiban seperkasa Nabi Musa As, curahi kami  keberanian dan keteguhannya  memimpin kaum yang sering membuat kecewa.
Ya Allah, walau usia tak sepanjang nabi Nuh As, tegarkan kami dengan kegigihan dakwah  dan tekad bajanya  untuk terus menyampaikan  kebenaran dengan aneka cara.
Ya Allah, walau paras setampan Nabi Yusuf, kuatkan diri kami  menahan semua goda dan derita, tajamkan nuraninya hingga  mampu  membaikkan  negeri.
Ya Allah, walau keajaiban  tak selalu  menyertai perjalanan, penuhi hati kami dengan kasih mesra seperti Nabi Isa As hingga tunduklah  musuh dalam cinta.
Ya Allah, walau tak perlu ditelan ikan di gelapnya lautan, hiasi  jiwa kami  dengan kepasrahan  Nabi Yunus  yang rintih doanya Kau dengarkan. Ya Allah, walau tak usah  mengalami kehilangan, dicekik sakit, miskin dan musibah; sejukkan  hati kami  dengan sabar  dan dzikir  seperti Nabi Ayyub yang tabah.
Ya Allah, walau ujian cinta tak seberat Nabi Ibrahim, bunda Hajar dan Sarah; limpahi  keluarga kami  dengan sakinah, mawaddah, dan rahmah, dengan  keturunan  yang shalih dan shalihah.
Ya Allah, walau ibadah  tak seterpelihara Nabi Zakaria dan kesucian  tak seterjaga Maryam; nikmatkan bagi  kami  bakti  anak  mulia  seperti Yahya dan Isa.
Ya Allah, walau  belum  pernah  mencicipi surga bak Nabi Adam dan bunda Hawa; jadikan rumah kami  terasa surga  sebelum surga, terimalah taubat  atas segala dosa. Ya Allah, walau hidup  tak sepedeas-pedih warna-warni  hayat Nabi Ya’qub, jadikan kami  hanya mengadu pada-Mu semata, hingga  menampilkan kesabaran cantik  yang mencahaya.
Ya Allah, walau  tak harus lari  dan bersembunyi  sebagaimana para Ashabul Kahfi, beri kami  keberanian dan  perlindungan  saat tegas  mengatakan Al-Haq di depan  tirani. Ya Allah, walau kerajaan tak  seluas  Dzul Qarnain, curahi kami akhlaq pemimpin; yang senantiasa menyeru pada Iman, membebaskan ummat serta  menebar manfaat.
Ya Allah, walau  jangan  sampai Kaukaruniahi pasangan mirip Fir’un, teguhkan kami bagai Asiyah yang mukminah, anugerahkan rumah di sisi-Mu di dalam surga.
Ya Allah, walau  persoalan hidup  tak sepelik  yang dialami Ibunda Musa, bisikkan selalu  kejernihan-Mu di firasat kami saat menghadapi musykilnya hari-hari.
Ya Allah, walau Ilmu dan kebijaksanaan  tak seutuh Luqman Al-Hakim; tajamkan  pikir  dan rasa  kami  untuk  mengambil ibrah di setiap kejadian.
Sobat, tugas hidup kita  adalah  mengemudi hati  menuju Allah di jalan yang lurus. Dan Pangkal kelurusan itu adalah hati  yang tak pernah berbelok dari Allah sebagai sesembahan yang haq. Lurus, sebab hanya pada Allah tunduknya, taatnya dan tenteramnya. Lurus, sebab hanya untuk Allah yakinnya, pasrahnya dan kebajikannya. Lurus, sebab hanya bersama Allah gigil takutnya, gerisik harapnya, dan getar  cintanya.
Salam dahsyat dan Luar biasa !
( Spiritual Motivator – DR.N.Faqih Syarif H,M.Si. Penulis Buku The Power of Spirituality  dan Inspirasi Surat Al-Fatihah. www.faqihsyarif.net )



[1] Ialah: orang-orang yang Amat teguh kepercayaannya kepada kebenaran rasul, dan Inilah orang-orang yang dianugerahi nikmat sebagaimana yang tersebut dalam surat Al Faatihah ayat 7.

Sunday, June 11, 2017

Al-Qur'an adalah sumber keberkahan



Al-Qur’an  adalah sumber keberkahan

Sobat, dalam keberkahan, seisi bumi  adalah  tempat bersujud, samudera raya adalah air wudhunya, dan debu-debu  menjadi tayamum penggantinya. Setiap serba-serbi di seisi bumi mengandung kebaikan  yang bertingkat-tingkat. Ada yang umum, ada pula yang khusus.


Sobat,  kita semua  akan  mengalami tiga tahapan : Hari di mana kita dilahirkan, Hari di mana kita wafat dan Hari di mana kita akan dibangkitkan dan hidup abadi di akherat. Sebagaimana di sebutkan dalam QS Maryam ayat 33 :

“ dan Kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaKu, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali".( QS  19 : 33)

Dan  momen penentuan apakah kita selamat di dunia dan di akherat adalah sangat ditentukan amal kita diantara Titik di mana kita dilahirkan dan titik di mana kita wafat itulah hidup di dunia yang singkat dan fana. Kalau 1 hari di akherat selama 50.000 tahun maka kalau kita dikasih umur 70 Tahun itu sama dengan 2 menit 1 detik menurut waktu akherat. Undangan kebaikan dari Allah di antara dua titik itu sangat banyak tinggal bagaimana kita meresponnya? Apalagi Allah telah memberikan manual book berupa petunjuk dan penjelas yaitu Al-Qur’an dan As-sunnah.

Sobat, Allah SWT adalah  sumber  dari segala  sumber  kebaikan, kelanggengan, dan berkembangnya nikmat dalam keberkahan hidup. Demikian pula firman-Nya  adalah gapaian tertinggi  manusia dalam  memburu  berkah. Allah sendiri yang menyebut Al-Qur’an  sebagai mubarak, yakni yang diberkahi  dan penuh keberkahan.  Ada 4 tempat penyebutan Mubarak untuk Al-Qur’an dalam pewahyuan.

Tempat pertama dan kedua  ada di QS  al-An’aam ayat 155 dan 92 :

“ dan Al-Quran itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, Maka ikutilah Dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat.” ( QS 6 : 155)

“ dan ini (Al Quran) adalah kitab yang telah Kami turunkan yang diberkahi; membenarkan Kitab-Kitab yang (diturunkan) sebelumnya[1] dan agar kamu memberi peringatan kepada (penduduk) Ummul Qura (Mekah) dan orang-orang yang di luar lingkungannya. orang-orang yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat tentu beriman kepadanya (Al Quran) dan mereka selalu memelihara sembahyangnya.” ( QS 6 :92)

Sobat, Al-Qur’an  menjelaskan  segala  sesuatu  yang dihajatkan manusia  bagi kemaslahatannya, secara duniawi maupun ukhrawi. Sungguh ia adalah wujud  rahmat Allah bagi hamba-hamba-Nya. Ia  menjadi  obat  penyembuh bagi penyakit hati maupun jasmani. Ia adalah  ruh yang  mengisi tiap  hidup yang penuh makna lagi bermanfaat.

Sobat, Imam Al-Alusi dalam tafsir Ruhul Ma’ani beliau menjelaskan “Al-Qur’an disebut Mubarak yaitu banyak  faedah  dan manfaatnya, yang berguna bagi  manusia dalam urusan dunia dan akheratnya, serta  mengandung ilmu dari orang yang terdahulu dan terkemudian.” Ibnu Qayyim mengatakan “ Al-Qur’an lebih berhak untuk menyandang nama Mubarak , yang penuh berkah karena disebabkan sempurnanya kebaikan di dalamnya dan berlimpah manfaat yang  mengalir darinya dalam berbagai segi.”

Tempat ketiga ada di QS Al-Anbiyaa’ ayat 50
 
“ dan Al Quran ini adalah suatu kitab (peringatan) yang mempunyai berkah yang telah Kami turunkan. Maka Mengapakah kamu mengingkarinya?” (QS  21 : 50)

Benarlah wahai sobat, Al-Qur’an  menjadi sarana  Allah membimbingkan hidup yang paling hidup bagi hamba-Nya. Sejauh apa hati  kita akrab  dengan Al-Qur’an, sebesar itu pula daya hidup ruhnya  menghadapi berbagai ujian. Ruh  yang kurang asupan Al-Qur’an akan  sakit, dan yang tak pernah  mendapat  makanan dari sang firman akan sekarat. Maka Rasulullah adalah sehebat-hebat manusia dalam menanggung  beban  ujian untuk diri, dan bahkan beban-beban umatnya. Sebab di dalam dadanya, Al-Qur’an  itu hidup memesrai ruh  pengabdiannya. Subhaanallah!

Sobat, apakah kita tidak  mentadabburi Al-Qur’an? Sedangkan Abu bakar Ash-Shiddiq  pernah mengatakan “ Jika tali kekang untaku hilang, niscaya kan kutemukan  jawabnya di dalam kitabullah.”  Maka  apakah kita tidak  mentadabburi  Al-Qur’an ? padahal Umar Al-Faruq  menegaskan bahwa ialah penjawab  setiap tanya, penghapus segala syak, dan penepis  semua keraguan dalam dada.

Sobat, apakah kita  tidak  mentadabburi Al-Qur’an?  Sedangkan Ustman bin Affan menasihatkan, “ Seandainya hati kita bersih  dan berkesucian, takkan pernah kenyang  dan bosan kepada Al-Qur’an.” apakah kita  tidak  mentadabburi Al-Qur’an?   Sedangkan saydina Ali pintu kota ilmu  menyebutnya sebagai sebenar-benar ucapan, sedalam-dalam makna, sefasih-fasih kalam dan seindah-indah  ungkapan.

 
Tempat ke-empat ada di QS  Shaad ayat 29 :
“ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatNya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.” ( QS 38 : 29)

Inilah Al-Qur’an  induk dari segala serba-serbi  kebaikan  dan keberkahan  seisi bumi. Kebenaran yang turun dan datang dengan benar, dan mengajak kepada kebanaran. Ia membedakan mana yang haq dan bathil. Cahaya yang menyingkap segala gelap dan menjelaskan semua hakekat. Inilah Al-Qur’an  yang jika suatu kaum  membaca dan  mengkajinya di rumah Allah; maka rahmat dicurahkan, malaikat menaungkan sayap-sayapnya, sakinah turun kedalam hati mereka dan Allah mengampuni segala dosanya.

Sobat, Inilah Al-Qur’an  yang al-Fatihahnya  menjadi pengasas  roka’at sholat kita, Al-Baqarahnya  gemerlap tak tertandingi oleh para penyihir, Ali ‘imrannya  bersinar, Al-Kahfinya  memberi cahaya, Al-Mulknya  memelihara  dari fitnah kubur, hingga al-ikhlas, al-falaq, dan An-naasnya  menjadi penjaga paripurna.

Salam Dahsyat dan Luar Biasa ! Allahu Akbar !
( Spiritual motivator – DR.N.Faqih Syarif H,M.Si. Penulis buku The power of Spirituality – Meraih Sukses tanpa batas. www.faqihsyarif.net )  




[1] Ialah kitab kitab dan shahifah shahifah yang diturunkan sebelum Al Quran.


Next Prev home

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co