Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Wednesday, May 31, 2017

AL-MALUL HALAL adalah salah satu kunci kebahagiaan dan Akar Kebaikan



AL-MALUL HALAL adalah  salah satu kunci kebahagiaan dan Akar Kebaikan
N.Faqih Syarif H
Sobat, ketidakhati-hatian dalam soal halal-haram inilah  muasal segala  bencana bagi masa depan kita dan diri keluarga kita. Mari  menata ulang pementingan hal yang penting dalam hidup kita. Sebab dalam setetes rezeki halal adalah akar prasyarat  dari semua kebaikan. Bahkan Abdullah ibn Umar ra pernah berkata,” Demi Allah, memastikan halalnya satu suapan  ke mulutku, lebih aku sukai daripada bershodaqoh seribu dinar.”

Sobat, bukan banyaknya harta tapi halalnya harta yang dimiliki. Harta yang halal akan menjauhkan setan dari hati. Hati menjadi bersih, suci dan kokoh sehingga memberi ketenangan dalam hidup.
Sobat, apa  hubungannya antara  perbaikan makanan  dengan mustajabnya doa. Inilah dulu yang ditanyakan oleh Sa’ad ibn Abi waqqash , “ Mintakanlah pada Allah, Ya Rasulullah  agar doaku mustajab!”. Rasul tersenyum  mendengar pinta  yang sungguh cerdas itu. Lalu  beliau bersabda,” Bantulah aku Hai Sa’ad  dengan memperbaiki makanan. Jangan sampai makanan yang masuk ke dalam tubuhmu dari sesuatu yang haram atau pekerjaan yang diharamkan oleh Allah SWT. Suatu hari Rasulullah dihadapan para sahabatnya  membacakan ayat-ayat yang agung yang menyebutkan pilar kehidupan  manusia.
 
168. Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu. (QS. 2 : 168)

172. Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah.(QS 2: 172)

51. Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya aku Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.( QS  23: 51)

Sobat, Inilah perintah bagi para Rasul  dan semua insan, terlebih lagi  bagi yang beriman, untuk memakan  rezeki Allah  yang halal lagi baik.
Selanjutnya baginda Rasulullah  bercerita  tentang seorang musafir. Dia berada di tengah padang pasir, dalam keadaan berpuasa, dengan  bekal yang terampas, dan tersesat jalan; lalu dia  mengangkat tangannya ke langit  untuk berdoa,” Ya Rabb !  Ya Rabb!
“ Namun, bagaimana mungkin doanya akan dikabulkan,”  Ujar Rasul  memperingatkan, “ Sedangkan  yang dimakannya haram, yang dikenakannya pun haram.”  Padahal orang yang disebut dalam kisah, memiliki empat keutamaan yang  menjamin doanya dikabulkan: safar, berpuasa, didzalimi dan mengangkat tangannya kepada Ar-Rahman. Namun perkara haram yang masuk dan melekati tubuh, telah menghalangi sampainya doa itu ke sisi Allah SWT.
Sobat, “Sesungguhnya Allah itu Thayyib dan tidak menerima kecuali yang thayyib.” Itulah hadits Rasul yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. Allah yang Maha Suci, Baik dan Indah tidaklah patut  menerima kecuali amal  yang suci, baik dan indah,dari hamba  yang juga berupaya  menjaga kesucian, kebaikan, dan keindahan dirinya. Pertama-tama adalah soal makanan, apa yang diasup tuk jadi tenaga ke dalam  tubuhnya.
Sobat, bersihnya saluran pencernaan dari hal-hal yang haram, menjadi penghantar sampainya rintihan doa-doa kita  kepada Allah Azza wa jalla. Ibnu qayyim mengatakan sebab dengan makanan yang halal lagi thayyib zat-zat yang masuk ke tubuh  menjadi ramah  kepada fitrah, ia turut mensucikan darah, lalu hati yang menjadi pusat  peredarannya terbasuh sudah. Qalbu yang senantiasa mendapatkan gizi dari unsur –unsur yang sehat halal dan thayyib maka hati yang semacam ini akan  mudah  mengingat Allah sebab tiap butir makanan yang halal lagithayyib sesungguhnya senantiasa berdzikir kepada Allah. Demikian Ibn Qayyim dalam kitabnya Ath-Thibbun Nabawi.
Sobat, baginda Rasulullah Saw pernah memberi wasiat kepada menantunya. “Wahai Ali  orang yang mengasup makanan yang halal, agamanya akan bersih, hatinya  menjadi lembut, dan doanya  tidak ada penghalang. Barangsiapa yang yang mengasup makanan syubhat, agamanya  menjadi samar-samar  dan hatinya  menjadi kelam. Dan barangsiapa  yang mengasup makanan yang haram, maka hatinya akan mati, agamanya  menjadi goyah, keyakinannya melemah, dan ibadahnya semakin berkurang.”
Sobat, betapa indahnya ketika suami berangkat bekerja pamit kepada  isteri dan anak-anaknya  mengecup dahi mereka  dan mereka semua masing-masing mendoakan suami dan ayahnya agar Allah senantiasa menjaga. “ Sayang berangkatlah dengan asma Allah. Bekerjalah dengan niat karena Allah. Bertawakkallah atas setiap hasilnya juga karena Allah. Janganlah pulang kecuali hanya  membawa yang halal dan thayyib untuk kami. Demi Allah kami semua lebih bersabar  untuk menahan lapar. Daripada  harus menanggung  siksa dalam panasnya neraka. Selamat berjuang sayang dan cintaku, doa kami selalu mengiringimu.”
Subhaanallah betapa indahnya  hidup bersama Allah dengannya tubuh kesadaran, bahwa kehalalan adalah  akar kebaikan  dan keberkahan hidup.
Salam Dahsyat dan Luar Biasa !
( Spiritual Motivator – DR.N.Faqih Syarif H,M.Si, Penulis buku The Power of Spirituality – Meraih Sukses tanpa batas. 6 Ramadhan 1438 H bertepatan tanggal 1 juni 2017)

Next Prev home

0 comments:

Post a Comment

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co