Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Tuesday, January 10, 2017

Menjemput Pertolongan Allah SWT.



Menjemput Pertolongan Allah SWT.
Sobat, selama kita  bersama Allah dan semakin dekat dengan-Nya maka yakinlah pasti Allah akan senantiasa  menolong kita.
Sobat, ada secuil hikmah yang bisa kita ambil pada saat perang  yarmuk. Ketika 46 ribu kaum Muslim berhadapan dengan 240 ribu pasukan Romawi di Yarmuk, seorang laki-laki berkata pada Sayidina Khalid ra., “Betapa banyak (pasukan) Romawi dan betapa sedikit pasukan kaum Muslim.” Beliau pun berkata,” Betapa banyak kaum Muslim dan betapa sedikit Romawi! Pasukan itu menjadi banyak dengan pertolongan (Allah) dan pasukan itu menjadi sedikit karena tidak mendapatkan pertolongan (Allah). Bukan karena bilangannya” (Nihâya al-Irb fî Funûn al-Adab, 5/209).
Begitulah para sahabat Rasulullah saw.. Mereka tidak gentar apalagi ciut nyalinya meski musuh di hadapan berlipat ganda jumlahnya. Mengapa? Karena mereka sangat yakin dengan nasrulLâh, pertolongan Allah.
Sobat maka sebagai seorang muslim apalagi pengemban dakwah memang semestinya dalam menjalani kehidupan ini tidak hanya mengandalkan semata apa yang dilihat, dirasa dan dipikirkan, tetapi juga apa yang diyakini. Salah satunya keyakinan pada pertolongan Allah SWT. Dengan cara itu, seorang Muslim akan selalu merasa tetap optimis sesulit apapun keadaan; kokoh dalam pendirian meski cercaan berhamburan, berani bercita-cita dan berjuang dengan istiqamah demi tegaknya kebaikan dan kebenaran meski banyak halangan menghadang.
Sobat, sekarang bagaimana agar kita layak di tolong oleh Allah SWT, maka kita harus terus-menerus  memantaskan diri menjadi hamba-hamba-Nya  yang memang   layak mendapatkan pertolongan-Nya.  Mari kita buka dan pahami QS  Al-Anfaal ayat 45 dan 46.
$ygƒr'¯»tƒ šúïÏ%©!$# (#þqãZtB#uä #sŒÎ) óOçGŠÉ)s9 Zpt¤Ïù (#qçFç6øO$$sù (#rãà2øŒ$#ur ©!$# #ZŽÏWŸ2 öNä3¯=yè©9 šcqßsÎ=øÿè? ÇÍÎÈ   (#qãèÏÛr&ur ©!$# ¼ã&s!qßuur Ÿwur (#qããt»uZs? (#qè=t±øÿtGsù |=ydõs?ur ö/ä3çtÍ ( (#ÿrçŽÉ9ô¹$#ur 4 ¨bÎ) ©!$# yìtB šúïÎŽÉ9»¢Á9$# ÇÍÏÈ  
“ Hai orang-orang yang beriman. apabila kamu memerangi pasukan (musuh), Maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya [1]agar kamu beruntung.
dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”
 ( TQS. Al-Anfaal 45-46)
Dalam  ayat di atas  menunjukkan  bahwa  pertolongan Allah layak kita dapatkan ketika  kita memenuhi dan melakukan  Keteguhan hati dan Istiqomah berjuang di jalan Allah, ketaatan, kedekatan (dzikir dan doa ),menjaga soliditas dan kesungguhan beramal shalih serta kesabaran adalah kunci utama membuka dan menjemput pertolongan Allah SWT.
Sobat, kebenaran ayat di atas secara empirik telah dibuktikan dalam sejarah peradaban Islam saat kaum muslimin mampu mengalahkan pasukan romawi yang jumlah jauh lebih banyak dari pasukan kaum muslimin.
“Dari Abu Ishaq, dia berkata, “Tidak satupun musuh yang dapat duduk tegar di atas untanya ketika berhadapan dengan para sahabat Nabi. Ketika berada di Anthakiyah,Heraklius bertanyakepada para pasukan Romawi yang kalah perang, “Celakalah kalian, beritahukan kepadaku tentang musuh yang kalian perangi. Bukankah mereka manusia seperti kalian juga?”Mereka menjawab, “Ya!” Heraklius kembali bertanya, “Apakah jumlah kalian lebih banyak daripada jumlah mereka atau sebaliknya?” Mereka menjawab, “Jumlah kami lebih banyak berlipat ganda dari jumlah mereka di setiap tempat.” Heraklius bertanya lagi, “Jadi kenapa kalian kalah?”
Maka salah seorang yang dituakan dari mereka menjawab, “Kami kalah disebabkan mereka shalat di malam hari, berpuasa di siang hari, mereka menepati janji, mengajak kepada perbuatan ma’ruf mencegah dari perbuatan mungkar dan saling jujur sesama mereka. Sementara kita gemar meminum khamr, berzina, mengerjakan segala yang haram, menyalahi janji, menjarah harta, berbuat kezhaliman, menyuruh kepada kemungkaran, melarang dari apa-apa yang diridhai Allah dan kita selalu berbuat kerusakan di bumi.”Mendengar jawaban itu Heraklius berkata, “Engkau telah berkata benar.”
      سَعِيدُ بْنُ الْمُسَيِّبِ ، قَالَ : " مَا أَكْرَمَتِ الْعِبَادُ أَنْفُسَهَا بِمِثْلِ طَاعَةِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ ، وَلا أَهَانَتْ أَنْفُسَهَا بِمِثْلِ مَعْصِيَةِ اللَّه وَكَفَى بِالْمُؤْمِنِ نُصْرَةً مِنَ اللَّهِ أَنْ يَرَى عَدُوَّهُ يَعْمَلُ بِمَعْصِيَةِ اللَّهِ "حلية الأولياء لأبي نعيم
Sa’id  ibnu Musayyab berkata :”Hamba Allah tidak memuliakan dirinya selain dengan taat kepada Allah dan tidaklah hamba menghinakan dirinya selain dengan bermaksiyat kepada Allah, Dan cukuplah bagi seorang mukmin memperoleh kemenangan saat melihat musuhnya melaksanakan maksiyat kepada Allah.”
Sobat, keyakinan akan pertolongan Allah SWT dengan menjaga ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya serta menjauhi perbuatan maksiyat yang membuat Muhammad al-Fatih tak surut dalam usahanya menaklukkan benteng Konstantinopel. Pada saat yang sangat menentukan, setelah 51 hari usaha keras Muhammad al-Fatih bersama lebih dari 200 ribu pasukannya belum membuahkan hasil yang diharap, Allah SWT menurunkan pertolongannya berupa ide yang sangat cemerlang sekaligus mencengangkan pihak lawan. Ia menarik 72 kapal melintasi Bukit Galata dalam waktu semalam. Dengan cara ini pasukan Muhammad al-Fatih bisa menerobos masuk ke Teluk Tanduk Emas, dan menyerang benteng Konstantinopel dari arah yang kurang terjaga. Sejarah kemudian mencatat, inilah awal kejatuhan benteng kokoh yang telah bertahan ratusan tahun lamanya dari aneka lawan.
Sobat, demikianlah sejarah mencatat, berkat pertolongan Allah SWT banyak peristiwa-peristiwa besar pada masa lalu bisa terjadi. Yang tampak tidak mungkin menjadi mungkin. Yang sulit menjadi mudah. Yang berat menjadi terasa ringan. Semestinya demikian juga sekarang. Dengan keyakinan akan pertolongan Allah SWT, Aksi Bela Islam harus terus digerakkan. Tidak hanya berhenti pada kasus penista al-Quran, tetapi hingga terwujud kehidupan Islam, yakni kehidupan yang di dalamnya diterapkan syariah secara kâffah. Inilah kehidupan yang kita dambakan dengan tegaknya syariah dan khilafah.
Ayo terus kita memantaskan diri menjadi hamba-hamba Allah yang memang layak di tolong oleh Allah dengan cara : 1. Menjadi hamba yang benar-benar taat kepada Allah SWT dan menjauhi maksiat. Inilah yang berulang diwanti-wantikan oleh Muhammad al-Fatih kepada pasukannya. Bagaimana kita berharap akan mendapatkan pertolongan Allah SWT jika kita jauh dari-Nya. Karena itu Muhammad al-Fatih menekankan pasukannya untuk selalu taat dan menjauhi maksiat.2. : Menjadi hamba yang benar-benar ikhlas, sungguh-sungguh dan istiqamah menolong agama Allah SWT serta gemar menolong saudaranya yang memerlukan pertolongan. Simaklah janji Allah dalam surah Muhammad ayat 7, yang artinya: Hai orang-orang yang beriman, jika kalian menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolong kalian dan meneguhkan kedudukan kalian.
Sobat,  ada   orang  yang  berbuat  dosa  dan lalai  hingga  kematian  mendatanginya. Orang  seperti itulah  yang mati  dalam keadaan akhir  yang buruk – Su’ul khatimah. Sementara  orang  yang  menyadari  maksiatnya  kemudian  bertobat  darinya, ia  telah  mendapat  kebaikan, dan  pertobatannya  itu  merupakan karunia dari  Allah SWT. Sebagaimana Allah SWT berfirman :
z`ƒÏ%©!$#ur (#rßyg»y_ $uZŠÏù öNåk¨]tƒÏöks]s9 $uZn=ç7ß 4 ¨bÎ)ur ©!$# yìyJs9 tûüÏZÅ¡ósßJø9$# ÇÏÒÈ  
“dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar- benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami. dan Sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” ( TQS. Al-Ankabut (29) : 69 )
Dalam ayat  yang  lain Dia  juga  berfirman :
žcÎ) šúïÏ%©!$# (#öqs)¨?$# #sŒÎ) öNåk¡¦tB ×#Í´¯»sÛ z`ÏiB Ç`»sÜø¤±9$# (#r㍞2xs? #sŒÎ*sù Nèd tbrçŽÅÇö7B ÇËÉÊÈ  
“ Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, Maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya.” ( TQS. Al-A’raf (7) : 201 )
Sobat, seorang  mukmin  merasakan  besarnya  dosa-dosa  yang dilakukannya. Dia juga menyadari  dan meyakini  keagungan Allah Sang Pencipta. Di antara rahmat-Nya  Allah  membukakan  pintu taubat  tanpa  menentukan batasan watu  dan tempat. Bahkan  jika ada hamba  yang selama 70 tahun  berbuat  dosa  kemudian bertaubat  kepada Allah  dengan  jujur, niscaya  Allah  akan  menghapuskan  semua dosanya  yang dilakukan selama itu. Lalu bagaimana  mungkin  sesudah Allah  memberikan karunia  tersebut  hamba  masih  melakukan  maksiat?  Mengapa ia berpaling  dari kemurahan  Zat  Yang Maha Pemurah.
Ibnu Athaillah berkata, “ Jika  kau  tidak  memiliki sikap warak kepada Allah  yang dapat  mencegahmu dari maksiat ketika  sendiri, taburkan tanah ke atas kepala.” Keadaan ini di alami oleh kebanyakan kaum muslimin.Sesuai  dengan tabiatnya, manusia  merasa malu  untuk melakukan dosa  di hadapan orang lain. Namun , di saat  sepi dan sendiri, ia  melakukan  berbagai macam dosa.
Sobat, rasa takut  dan  malunya  harusnya  ditujukan  kepada Allah  semata.  Tidak ada  gunanya  mendapatkan pujian  dan celaan  manusia  tetapi  mendapat celaan  dan murka Allah.  Allah SWT dalam salah satu ayatnya  menegur Nabi SAW,
øš Óy´øƒrBur }¨$¨Z9$# ª!$#ur ,ymr& br& çm9t±øƒrB
“ Engkau  takut  terhadap  manusia, padahal  Allah  yang  lebih  berhak  kau takuti.” 
Dalam ayat yang lain Allah Berfirman, “ Hanya  kepada-Ku  hendaknya  kau  takut.”
Melakukan  amal  kebaikan  bukan karena Allah  tetapi berharap   pujian  manusia  tidak akan  menghasilkan  kebaikan apa-apa. Pahala  amal seperti  itu  akan  lenyap  seperti  debu di atas  batu  yang musnah  disiram hujan. Seorang muslim  yang  menyadari  pengawasan Allah tidak  akan pernah  berani  menentang-Nya, baik ketika  berada di tengah-tengah manusia ataupun  di saat  sendiri. Barangsiapa  yang  mengetahui  kedudukan Allah, niscaya  ia  akan takut kepada-Nya  setiap waktu.
Allah Maha Melihat yang daya lihat-Nya tidak terbatas.
Allah Maha mendengar yang daya dengar-Nya tidak terbatas.
Allah Maha Tahu yang daya tahu-Nya tidak terbatas.
Salam Dahsyat dan luar biasa !  Allahu Akbar ! ( Spiritual Motivator – DR.N.Faqih Syarif H, M.Si.  Penulis Buku Al-Quwwah Ar ruhiyyah – Kekuatan Spirit tanpa batas. www.faqihsyarif.com )









[1] Maksudnya Ialah: memperbanyak zikir dan doa.

Next Prev home

0 comments:

Post a Comment

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co