Talkshow di Radio SMART FM 88.9 FM.

Ikuti Program Kami tiap hari Kamis jam 17.00 s.d 18.00 Talkshow di Radio SMART FM 88.9 FM."Sukses Bisnis bersama Kekuatan Spirit Tanpa Batas"

Kumpulan Kisah Teladan

Simak kisah teladan yang penuh inspirasi yang akan membuat hidup anda lebih semangat lagi.

Selamatkan Indonesia dengan Syariah dan Khilafah

Hanya dengan kembali tegaknya Khilafah Islamiyah, dunia ini kembali menjadi indah.

Fikrul Mustanir

Membentuk pribadi yang selalu menebar energi positif di dalam kehidupannya.

Karya-karya kami

Kumpulan karya-karya kami yang sudah terjual di toko buku Gramedia, Toga Mas dan lain-lain.

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Tuesday, January 31, 2017

Temukan Cinta dalam Pekerjaan Anda !



Temukan Cinta dalam Pekerjaan Anda !
Kerja adalah wujud nyata cinta. Bila kita tidak dapat bekerja dengan kecintaan tapi hanya dengan kebencian, lebih baik tinggalkan pekerjaan itu. ( Kahlil Gibran). Ayo temukan passionmu wahai para pemuda ! untuk berkarya demi kemaslahatan dan kemajuan umat. Allahu Akbar!

Sobat, kalau kita mau perhatikan mereka orang-orang genius, penemu-penemu  besar dan seniman-seniman  besar sepanjang  sejarah  bukanlah  mereka  yang mempunyai IQ tinggi, melainkan mereka  yang mempunyai dedikasi yang tinggi dan mencintai  apa yang mereka kerjakan, ketangguhan, dan disiplin diri.

Sobat, apa saja  yang bisa kita lakukan  agar mencintai pekerjaan yang kita lakukan. Pertama sobat, pilih pekerjaan yang  sesuai  dengan  hobi  dan passion kita. Apabila ini kita lakukan, kita tidak pernah merasa  bekerja. Kita seperti sedang  menjalankan hobi kita tapi dibayar mahal seru khan. Coba anda perhatikan para olahragawan seperti messi dan ronaldo di sepak bola, Tiger wood di golf, Valentino Rossi di balapan Motor, dan Nadal di Tennis. Mereka menjalankan hobi  yang sesuai  passion-nya  dan hebatnya mereka  mendapatkan bayaran mahal. Hal itu pula berlaku di dunia kerja.  Jadikan hobi kita itu menghasilkan  agar  kita  tak pernah  merasa  sedang  bekerja.

Sobat .Kedua, menurut Arvan Pradiansyah  bekerjalah karena  panggilan jiwa.  Bekerjalah karena  kita  ingin  memberi manfaat kepada  banyak orang. Bekerjalah karena  kita sedang  mengejar  visi  hidup kita. Bekerjalah  karena  ada sesuatu  yang akan kita tinggalkan di muka bumi  sebagai tanda di alam semesta. Dengan cara ini sobat, energi kita  tidak akan pernah  habis bahkan  semakin berlimpah. Bukan hanya itu, terkadang kita rela  mengerjakannya tanpa  bayaran sekalipun karena  memang kita sudah benar-benar  hanyut  di dalamnya istilah  kerennya adalah flow.  Dan ajaibnya, semakin  kita  flow  dalam pekerjaan  karena panggilan jiwa, bayaran  kita pun  semakin meroket. Kita tidak merasa sedang bekerja.

Sobat, adapun yang ketiga adalah Jadikan kerja itu ladang amal sholeh.  Betapa banyak orang  bekerja hanya  mengejar rupiah atau duit-duit. Saya sering sobat menemukan  orang-orang  dibayar mahal  tapi hati nuraninya  tersiksa. Hal ini tentu kerugian besar. Sebab, bila hati nuraninya  telah mati, akan sulit  menerima kebenaran yang hakiki dan hati menjadi  sering resah dan gelisah. Yakinlah bahwa selain  mendapatkan rupiah, kerja kita pun bernilai ibadah. Dunia dapat  akherat pun selamat. Apabila  kita   menemukan  pekerjaan yang  demikian,kita akan sangat enjoy  dan happy  menjalani kehidupan ini.

Sobat , di penghujung tulisan ini saya akan kemukakan langkah-langkah apa saja yang membuat kita bisa menemukan dan memanfaatkan peluang sehingga menjadi “jalan”  kita memperbaiki nasib :
1.      Sadarilah begitu banyak peluang yang terhampar disekitar kita setiap waktunya dan disetiap tempat.
2.      Buka pikiran dengan berpikir positif bahwa dengan mengambil peluang ini hidup kita akan  semakin meningkat kualitasnya
3.      Buka Hati, dengan mengelola emosi untuk bersabar menghadapi proses, karena mengerjakan sebuah peluang belum tentu mulus dan lancar prosesnya, pasti ada penghalang dan rintangannya
4.      Buka Tangan, untuk segera mengambil dan mengerjakan peluang yang ada. Tidak menunda-nunda untuk memulai dengan seribu macam alasan.
5.      Orientasi untuk belajar dan sebagai tabungan kesuksesan nantinya yang bisa kita petik diakhirnya ketika mengerjakan peluang yang ada. Jangan terburu-buru mengharapkan hasil materi yang besar diawal-awal
6.      Carilah lingkungan positif yang selalu mensupport kita agar tetap konsisten menyelesaikan peluang ini. Lingkungan positif ini bisa berupa guru atau mentor, atau komunitas, bisa juga anggota keluarga yang sudah kita kondisikan.

Sobat, Ingatlah selalu akan Allah dan Bersama-Nya. Sesungguhnya  kesuksesan  dan keberhasilan  tidak akan  pernah kita  capai  tanpa izin-Nya. Tugas kita  melakukan segala sesuatu  dengan strategi  dan cara  yang terbaik. Kita tidak boleh besar kepala  saat pencapaian  kita luar biasa. Kita tidak boleh takabur  saat  yang kita  lakukan  berbuah  banyak pujian.
Salam Dahsyat dan luar biasa!
(Spiritual Motivator – DR.N.Faqih Syarif H, M.Si. Penulis buku The Power of Spirituality- Meraih Sukses tanpa batas. www.faqihsyarif.com . Pengasuh acara Thank God Tommorow is Friday di Radio SMART 88.9 FM Surabaya tiap kamis sore jam 17.00 – 18.00 )

Tuesday, January 24, 2017

Menjadi Entrepreneur Tangguh



Menjadi wirausahawan tahan bantingan.
Sobat, jadilah  yang  terbaik di mana pun Anda  berada. Dalam segala profesi  selalu pikirkan untuk memberikan  kontribusi  yang terbaik, bukan sumbangsih  yang sekadarnya !

Sobat, peningkatan SDM  harus terus kita tingkatkan dan  yang  masih  potensial  yang  harus terus  dikembangkan  oleh pemerintah adalah  jumlah entrepreneur di Indonesia  yang  angka 2 % dari jumlah penduduk belum tercapai. Sesungguhnya  masih banyak  ruang  untuk  terlibat  dan  menjadi  bagian  dari  profesi ini.
Sobat, kali ini  kita  akan  membahas  kiat  menjadi Entrepreneur -  belajar dari para wirausahawan  yang telah sukses dan berhasil  menjalankan usahanya. Diantaranya  sebagai berikut :
1.      Memiliki niat  dan visi  yang  kuat  untuk mewujudkan  motivasi  berwirausaha  yang teguh.
2.      Jaringan  atau  networking  adalah  dukungan  utama bagi  sebuah bisnis.
3.      Mental yang tahan bantingan  menjadi syarat mutlak  dalam usaha.
4.      Bukan hanya  berani  sukses, namun berani gagal karena  pengalaman ini  akan  memberikan  pengalaman  berharga bagi para  entrepreneur.
5.      Aburizal bakrie  membagikan  pengalamannya dalam berbisnis, untuk sukses dalam  bisnis  tak  bisa  diperoleh  dari bangku  kuliah  saja. Mengapa  karena  sekolah identik  dengan  teori. Yang diperlukan  adalah mereka  yang tertarik untuk  selalu  belajar  dan  menambah pengetahuan  terus-menerus  di sepanjang usia.
6.      Ical melanjutkan ,awali  dengan  sebuah Impian. Jangan pernah  berharap  dapat  mencapai keberhasilan  jika  tak pernah divisualisasikan di dalam pikiran  sebagai impian.
7.      Ketika  terjaga dari tidur, pikirkan  impian  anda dan segera lanjutkan dengan  langkah berikutnya  yaitu  membuat  rencana  dan perhitunga  usaha. Segera jalankan  rencana tersebut. Perencanaan  akan  membuat ide  terlaksana  secara runut  dan masalah terselesaikan  dengan baik.
8.      Tidak selalu uang  yang diperlukan  untuk mewujudkan  impian. Ada beragam  cara  yang dilakukan asal halal, bisa  dengan  bermitra  atau kerja sama. BODOL – Berani Optimis gunakan Duit Orang Lain.  BOBOL – Berani Optimis  gunakan Bisnis Orang Lain. BOTOL – Berani Optimis gunakan Tenaga Orang Lain.
9.      Jangan  pernah  menyatakan  tidak punya  uang. Karena  sesungguhnya  uang akan datang  ketika  ide besar  ada. Bukan  sebaliknya.
10.  Ketika  usaha  anda  telah berjalan, bukan  tak mungkin  masalah akan datang. Hadapi  saja masalah tersebut, karena  menjadi bagian  dari  pembelajaran  hidup yang terus berulang. Mereka yang  sukses  adalah  mereka  yang  tak  pernah menyerah  terhadap  keadaan.
11.  Setelah  mengalami  masa sulit, jangan  terpaku dan terbuai, tetapi bangkitlah  kembali. Selalu  ada banyak jalan  menuju  Roma, selalu  ada  banyak  cara  untuk keluar  dari  permasalahan  sebesar  dan sekecil apa pun.
12.  JK dalam Forum Entrepreneur  pernah mengatakan  “ Just Do it”  kebanyakan  orang  ketakutan  dan  terlalu banyak  pertimbangan  ketika  akan  memulai usaha. “ Lakukanlah dan jangan takut. Karena  secara prinsip  usaha  akan berjalan  jika berani dimulai. Titik!   Selain itu, JK  mempertegas pentingnya  mengintegrasikan  seluruh  elemen  penguat  sebelum  memulai usaha, antara lain: Semangat,  kemauan,  tekad  dan  kerja  keras.
Sobat,  networking  adalah  daya dukung  penting  bagi  seorang  wirausahawan jalin pertemanan, pergaulan,  dan hubungan  sosial  seluas-luasnya  sejak masih  muda. Kita  tak  pernah tahu  masa depan, namun yang pasti  mereka semua  akan kembali  dipertemukan  kelak.
Sobat,  seorang  wirausahawan  akan sukses  hanya  ketika  dirinya  memiliki kemauan, tekad, kesungguhan,  dan kreativitas. Modal  semangat  itu adalah  berharga  dan  tak  terbatas!  Sekali lagi  jangan  semata-mata  berbicara  mengenai uang  saja. Karena  justru  uang  memiliki  keterbatasan!
Sobat.  Kembali  rendahkan hati  kepada Allah SWT dan banyak bersyukur  karena kehendak Dialah  segala  sesuatu  bisa  terjadi dan Allah akan memberi keajaiban dan keberlimpahan bagi kita.
Salam Dahsyat dan Luar Biasa !
( Spiritual Motivator – DR.N. Faqih Syarif H, M.Si.  Penulis buku The Power Of Spirituality – Meraih Sukses Tanpa Batas. www.faqihsyarif.com)

Mewujudkan Islam Rahmatan lil al-'Alamin



Mewujudkan  Islâm Rahmat[an] li al-‘Alamîn


Islam adalah agama yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad[1] untuk mengatur interaksi manusia dengan Tuhannya, diri dan sesamanya.[2]Karena itu, Islam adalah agama yang sempurna, dan mengatur seluruh aspek kehidupan umat manusia. Kita pun diperintahkan oleh Allah SWT agar memeluk Islam secara kaffah, tidak setengah-setengah:

﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ[سورة البقرة: 208]

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.(Q.s. al-Baqarah [02]: 208)

Sebagai agama yang diturunkan oleh Allah SWT, Dzat yang Maha Sempurna, maka Islam diturunkan untuk menjadi rahmat bagi alam semesta. Allah SWT menegaskan dalam kitab suci-Nya:

﴿وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلاَّ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ[سورة الأنبياء: 107]

“Kami tidak mengutus Kamu [Muhammad], kecuali untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam.” (Q.s. al-Anbiya’ [21]: 107)

Ayat ini, menurut al-‘Allamah Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani, rahimahu-Llah menjelaskan, bahwa tujuan diutusnya Rasulullah saw. adalah agar risalahnya menjadi rahmat bagi manusia. Konsekuensi menjadi “rahmat bagi manusia”, maka risalah ini diturunkan untuk mewujudkan kemaslahatan [jalb al-mashalih] mereka, dan mencegah kemafsadatan [dar’u al-mafasid] dari mereka.[3]

Meskipun tampak ayat ini menjelaskan, bahwa menjadi “rahmat” [rahmat[an]] adalah tujuan [ghayah], namun tujuan syariat Islam untuk mewujudkan kemaslahatan [jalb al-mashalih] bagi manusia, dan mencegah kemafsadatan [dar’u al-mafasid] dari diri mereka dalam konteks ayat ini tidak terletak pada satu per satu hukum, melainkan syariat Islam sebagai satu kesatuan. Karena itu, terwujudnya kemaslahatan [jalb al-mashalih], dan tercegahnya kemafsadatan [dar’u al-mafasid] dalam konteks ini tidak bisa disebut sebagai ‘illat[alasan hukum] disyariatkannya hukum syariah.

Dengan kata lain, terwujudnya kemaslahatan [jalb al-mashalih], dan tercegahnya kemafsadatan [dar’u al-mafasid] merupakan hasil dari penerapan syariat Islam secara kaffah, bukan ‘illat[alasan hukum] disyariatkannya hukum syariah. Hasil [natijah] jelas berbeda dengan alasan [sabab] disyariatkannya hukum. Sebab, hasil merupakan konsekuensi dari penerapan syariah, sedangkan alasan disyariatkannya hukum ada sebelum hukum tersebut disyariatkan dan menyertainya setelah hukum itu ada. Bukan hasil yang menjadi konsekuensi dari penerapannya.[4]

Terjaganya agama [hifdz ad-din], jiwa [hifdz an-nafs], akal [hifdz al-‘aql], harta [hifdz al-mal], keturunan [hifdz an-nasl], kehormatan [hifdz al-karamah], keamanan [hifdz al-amn] dan negara [hifdz ad-daulah] yang nota bene merupakan kemaslahatan bagi individu dan publik, misalnya, bisa disebut sebagai hasil penerapan syariah. Semuanya itu juga tidak bisa diwujudkan sendiri-sendiri, tetapi harus diwujudkan dalam sistem syariah secara kaffah. Sebagai contoh, hukum potong tangan tidak bisa diterapkan sendiri, agar harta terjaga, sementara problem kemiskinan dan ketimpangan ekonomi tidak diselesaikan dengan sistem ekenomi syariah. Sedangkan sistem ekonomi syariah, dan hukum potong tangan tidak bisa dijalankan, kecuali di dalam Negara Khilafah.

Karena itu, kerahmatan Islam bagi alam semesta [Islâm rahmat[an] li al-‘âlamîn] merupakan konsekuensi logis dari penerapan Islam secara kaffah dalam seluruh aspek kehidupan manusia. Bukan Islam yang hanya diambil sebagai simbol, slogan, asesoris dan pelengkap “penderita” yang lain. Bukan Islam yang hanya diambil ajaran spiritual dan ritualnya saja, sementara ajaran politiknya ditinggalkan. Saat yang sama, paham politiknya diambil dari Kapitalisme maupun Sosialisme, yang nota bene bertentangan dengan Islam.

Inilah Islâm rahmat[an] li al-‘âlamînyang sesungguhnya. Islam sebagaimana yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi-Nya, Muhammad saw. Islam yang benar-benar pernah diterapkan selama 14 abad di seluruh dunia. Memimpin umat manusia, dari Barat hingga Timur, Utara hingga Selatan. Di bawah naungannya, dunia pun aman, damai dan sentausa, dipenuhi keadilan. Muslim, Kristen, Yahudi, dan penganut agama lain pun bisa hidup berdampingan dengan aman dan damai selama berabad-abad lamanya.

Oleh karena itu sudah waktunya kita berpaling dari sistem kapitalis-sekuler yang diterapkan dan dipaksakan oleh penjajah dan antek-anteknya kepada kaum muslimin, kembali  kepada Islam yang telah Allah jadikan  sebagai solusi  bagi setiap  permasalahan kaum muslimin. Hal ini  ditegaskan  dalam ayat berikut :
tPöqtƒur ß]yèö7tR Îû Èe@ä. 7p¨Bé& #´Îgx© OÎgøŠn=tæ ô`ÏiB öNÍkŦàÿRr& ( $uZø¤Å_ur šÎ/ #´Íky­ 4n?tã ÏäIwàs¯»yd 4 $uZø9¨tRur šøn=tã |=»tGÅ3ø9$# $YZ»uö;Ï? Èe@ä3Ïj9 &äóÓx« Yèdur ZpyJômuur 3uŽô³ç0ur tûüÏJÎ=ó¡ßJù=Ï9 ÇÑÒÈ  
89. (dan ingatlah) akan hari (ketika) Kami bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri dan Kami datangkan kamu (Muhammad) menjadi saksi atas seluruh umat manusia. dan Kami turunkan kepadamu Al kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri. (QS an-Nahl (16) : 89 )

Menurut Al-Jazairi (II/84), frasa  tibyan(an) li kulli syay(in)  bermakna menjelaskan  segala sesuatu  yang  dibutuhkan oleh umat. Ayat di atas juga  menegaskan bahwa Al-Quran merupakan petunjuk ( hud(an) ),  rahmat (rahmat(an) ),  dan  Sumber kegembiraan (busyra) bagi umat.

Begitulah Islâm rahmat[an] li al-‘âlamîn, yang telah terbukti membawa kerahmatan bagi seluruh alam. Inilah Islam yang dirindukan oleh umat manusia untuk kembali memimpin dunia. Membebaskan umat manusia dari perbudakan dan penjajahan oleh sesama manusia. Menebarkan kebaikan, keadilan dan kemakmuran di seluruh penjuru dunia. Islam yang hidup sebagai peradaban di tengah umat manusia, diterapkan, dipertahankan dan diemban oleh umat manusia di bawah naungan Khilafah Rasyidah.
( Spiritual Motivator – DR.N. Faqih Syarif H, M.Si  Penulis Buku Al-Quwwah ar ruhiyyah – Kekuatan Spirit Tanpa Batas. www.faqihsyarif.com )



[1]     Prof. Dr. Muhammad Rawwas Qal’ah Jie, Mu’jam Lughat al-Fuqaha’: ‘Arabi-Injelisi-Inransi, Dar an-Nafa’is, Beirut, cet. I, 1426 H/1996 M, hal. 48.
[2]     Al-‘Allamah Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani, Nidzam al-Islam, Dar al-Ummah, Beirut, edisi Muktamadah, cet. VI, 1422 H/2001 M, hal. 70.
[3]     Al-‘Allamah Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani, as-Syakhshiyyah al-Islamiyyah al-Juz’u at-Tsalits, Dar al-Ummah, Beirut, edisi Muktamadah, cet. III, 1426 H/2005 M, hal. 381.
[4]     Al-‘Allamah Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani, as-Syakhshiyyah al-Islamiyyah al-Juz’u at-Tsalits, Dar al-Ummah, Beirut, edisi Muktamadah, cet. III, 1426 H/2005 M, hal. 381.

Next Prev home

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co