Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Wednesday, September 21, 2016

Memilih Teman memilih masa depan.



Memilih Teman memilih masa depan
“ Seseorang  itu akan  ikut  temannya. Karenanya  hendaklah  di antara kamu  memperhatikan  siapa  yang  menjadi  temanmu ( HR Tirmidzi & HR Abu Dawud)

Sobat,  orang-orang  yang  menjadi  teman  terdekat  kita  akan  sangat  memberikan efek  pada  bagaimana kita  melihat sesuatu  dan bagaimana  tingkat  kesuksesan kita. Bagaimana perasaan anda  ketika sedang  berada  di lingkungan  orang-orang positif? Apakah  anda  merasa lebih antusias  dan  mendapat  support?
Pasti ! ... ketika kita  berada di lingkungan  orang-orang positif, kita  akan merasa lebih termotivasi . Kita  akan  memiliki  kekuatan baru  untuk  mencoba  lagi dan lagi, ketika kita mengalami kegagalan. Kita  akan bisa merasakan   kuatnya  dorongan  untuk maju  lebih baik lagi  dari kondisi kita saat ini.
Sobat, kalau kita berguru dan bergaul dengan orang-orang   yang  memiliki valensi dan semangat  yang lebih tinggi dari kita.  Kita  akan lebih terinspirasi untuk berbuat lebih kreatif  dan  mencari cara  baru  mencapai  keberhasilan. Kita akan  memiliki hasrat  yang  menggebu-gebu  untuk maju lagi. Inilah  efeknya jika kita sering  bergaul dengan orang-orang positif.  Keberhasilan mereka , suatu saat  akan benar-benar  menjadi  keberhasilan kita. Sobat  semua itu terserah kepada kita untuk menentukan  dengan siapa kita  banyak  menghabiskan waktu, orang-orang positif  ataukah orang-orang negatif. Tapi ingatlah memilih Teman adalah memilih masa depan sebagaimana judul artikel ini.
Sobat, namun faktanya, orang-orang  negatif  tersebar banyak sekali di lingkungan kita berada. Hampir  di setiap sudut  tempat  yang  kita  datangi  selalu saja  ada  mereka  dengan berbagai  bentuknya. Bagaimana  seharusnya  sikap kita  terhadap orang-orang semacam itu?  Salah satu cara yang paling mudah adalah  dengan  berlaku seperti orang –orang  tuli yang tidak pernah  mendengar hal-hal negatif atau kalau bahasa jakartenya EGP ( Emang gue Pikirin ) sehingga jalan kita  untuk terus maju  dan  mencapai keberhasilan  akan terbuka  semakin lebar  tanpa  terpengaruh  orang-orang negatif.
Sobat, sekarang coba  pikirkan  1 orang  yang anda  kenal baik, yang pernah mengalami  kegagalan besar  dalam  hidupnya  dan kemudian  ia bisa berbalik menjadi orang sukses. Cari tahu  dan pelajari  bagaimana ia  bisa  membalikkan keadaan tersebut, dan kemudian berusahalah untuk menduplikasinya.
Tentukan paling  sedikit  3 orang  teman yang memiliki valensi yang lebih tinggi dari anda yang memiliki semangat positif  jadikan kawan akrab, berusahalah  untuk  mendekat  sedekat-dekatnya  dengan ketiga  orang tersebut. Usahakan  untuk berbicara  dari  hati ke hati  dengan  mereka  satu per satu, dan ungkapkan maksud baik anda ini. Berusahalah  untuk menerapkan  prinsip “Give   and  Take “ bukan prinsip “ Take and Give.”
Sobat, secara spiritual macam Teman menurut Athaillah, “Ketahuilah  bahwa  kau memiliki tiga macam  teman : (1) Harta  yang  akan kau tinggalkan saat kau mati. (2) Keluarga, yang akan meninggalkanmu  setelah kau dikubur.( 3 ) Amal perbuatanmu, yang tidak akan pernah berpisah  denganmu. Karena  itu bertemanlah dengan  teman  yang setia menemanimu ke dalam kubur. Orang berakal  adalah  yang memperhatikan  perintah  dan larangan Allah.”
Jangan sampai  amal kita  sedikit  sementara  kita sibuk  dengan  isteri dan anak, dan harta. Ketahuilah, hanya  amal yang  akan  menyertai kita  hingga negeri akherat, sementara isteri, anak dan harta  kita akan meninggalkan kita  ketika kita mati. Setelah mati, satu-satunya  yang tetap  terhubung  dengan kita  adalah amal perbuatan kita. Kita akan di hisab ketika di hari kiamat.
Harta  merupakan ujian. Karena itu, berhati-hatilah  jangan  sampai  ujian  itu  melalaikan  kita  dari Allah. Isteri dan anak  juga merupakan ujian  seperti yang jelaskan dalam QS  at-taghabun Surat ke-64 ayat-64 : “ Di antara  isteri dan anak-anakmu ada  yang menjadi musuh bagimu.”  Berhati-hatilah  jangan  sampai  ujian  itu  membuat  kita  melupakan kematian, alam kubur  dan pertanyaan dua malaikat. Teruslah  berupaya  melakukan amal sholeh  agar Allah Ridho  di dunia, juga agar amal sholeh  itu  menjadi  teman kita di kubur dan hari kiamat.
Hal ini diperkuat oleh Hadits Rasulullah SAW  yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.     “ Ada  tiga kelompok  yang mengikuti mayat: keluarga, harta  dan  amal. Dua kembali  dan yang hanya  satu mengikuti. Keluarga  dan harta  kembali,  sementara  yang  tersisa  bersamanya hanya amal perbuatannya.”
Di penghujung artikel ini saya kembali mengingatkan pada diri kita bahwa memilih teman adalah memilih masa depan. “Jangan bersahabat dengan orang yang ahwal (kondisi) nya tidak membangkitkan semangatmu dan perkataannya tidak mengantarmu kepada Allah.” ( Ibnu Athaillah )
Sobat. Bersahabat dengan Al-Quran dan sunnah dilakukan dengan cara mengamalkan keduanya. Bersahabat dengan langit dilakukan dengan cara merenungkannya dan bersahabat dengan bumi dilakukan dengan cara mengambil pelajaran darinya. Persahabatan dengan Allah bukan untuk meraih kesejajaran, melainkan untuk menaati Allah dalam semua perintah-Nya, mesyukuri segala nikmat-Nya, bersabar menghadapi ujian dari-Nya, dan Ikhlas menjalani seluruh ketetapan-Nya. Kedekatan Allah kepada hamba terwujud dalam bentuk pembelaan dan pertolongan-Nya.
Salam Dahsyat dan Luar Biasa !
(Spiritual Motivator – DR. N. Faqih Syarif H, M.Si. Penulis Buku The Power of Spirituality – Meraih Sukses Tanpa Batas. www.faqihsyarif.com )

Next Prev home

0 comments:

Post a Comment

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co