Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Sunday, September 18, 2016

Jagalah Hati Jangan Kau kotori !



Jagalah Hati Jangan Kau Kotori!
Berkaratnya hati disebabkan oleh dua hal yaitu LALAI dan DOSA. Dan juga ada dua cara untuk membersihkan karat hati yaitu ISTIGHFAR dan DZIKIR. Rasulullah SAW pernah bersabda, " Hendaklah lisanmu senantiasa basah dengan dzikir mengingat Allah." ( Faqih Syarif, 2016)

Sobat, beberapa waktu yang lalu kita sudah bahas hati yang sehat itu adalah hati yang tunduk, hati yang tenang, hati  yang bertakwa, hati yang suci dan hati yang kembali. Dalam tulisan kali kita akan bahas  mengenai hati yang rusak atau yang sakit. Ibnu Athaillah berkata, “ Siapa yang ingin  melihat sejumlah perumpamaan hati, perhatikanlah rumah. Ada rumah  yang  seperti  rumah rusak sehingga  menjadi tempat buang air kecil. Ada hati yang seperti rumah  bagus, dan  ada juga  hati  yang seperti rumah hancur.”
Sobat, Hati yang rusak adalah  hati  yang dipenuhi sifat  munafik, amarah, kesat, lalai dan dengki. Semua penyakit hati itu  disebabkan  oleh rasa cinta  kepada  dunia. Berikut ini beberapa contoh keadaan  hati yang sakit beserta penjelasannya :
1.      Hati  yang  yang  berpenyakit, yaitu  yang mengidap  penyakit syirik, kufur, nifak, dan lalai. Allah  memberikan  gambaran  tentang  orang  munafik dengan  mengatakan, “ Dalam hati  mereka  terdapat penyakit (sehingga)  Allah  menambah penyakitnya. Bagi mereka  terdapat siksa  yang pedih karena mereka berdusta.” (TQS. Al-Baqarah(2) :10).
2.      Hati Munafik, yaitu  hati  yang menyembunyikan  sesuatu  sehingga berbeda  dengan  yang ditampilkannya. Misalnya, ia tampil  sebagai orang  beriman tetapi  hatinya dipenuhi  keufuran, ia tampil  sebagai orang  yang tulus, padahal hatinya dipenuhi kedengkian.
3.      Hati  yang menyimpang, yaitu  yang mengetahui  kebenaran, tetapi meninggalkannya  karena  sombong  dan munafik.  Allah berfirman  dalam QS Ali Imran (3) ayat 7 :
uqèd üÏ%©!$# tAtRr& y7øn=tã |=»tGÅ3ø9$# çm÷ZÏB ×M»tƒ#uä ìM»yJs3øtC £`èd Pé& É=»tGÅ3ø9$# ãyzé&ur ×M»ygÎ7»t±tFãB ( $¨Br'sù tûïÏ%©!$# Îû óOÎgÎ/qè=è% Ô÷÷ƒy tbqãèÎ6®KuŠsù $tB tmt7»t±s? çm÷ZÏB uä!$tóÏGö/$# ÏpuZ÷GÏÿø9$# uä!$tóÏGö/$#ur ¾Ï&Î#ƒÍrù's? 3 $tBur ãNn=÷ètƒ ÿ¼ã&s#ƒÍrù's? žwÎ) ª!$# 3 tbqãź§9$#ur Îû ÉOù=Ïèø9$# tbqä9qà)tƒ $¨ZtB#uä ¾ÏmÎ/ @@ä. ô`ÏiB ÏZÏã $uZÎn/u 3 $tBur ㍩.¤tƒ HwÎ) (#qä9'ré& É=»t6ø9F{$# ÇÐÈ  
“ Dia-lah yang menurunkan Al kitab (Al Quran) kepada kamu. di antara (isi) nya ada ayat-ayat yang muhkamaat[1], Itulah pokok-pokok isi Al qur'an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat[2]. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, Maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyaabihaat daripadanya untuk menimbulkan fitnah untuk mencari-cari ta'wilnya, Padahal tidak ada yang mengetahui ta'wilnya melainkan Allah. dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: "Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyaabihaat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami." dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal.”

4.      Hati  yang  murka, hati  yang dipenuhi perasaan  sangat marah  karena tidak  menyukai sesuatu  atau seseorang. Ini  termasuk salah satu  sifat orang  munafik dan  kafir. Mereka marah  terhadap  kaum beriman  dan tidak  menginginkan  kebaikan bagi mereka.
5.      Hati yang  tertutup, yaitu  hati yang telah Allah tutup  karena  sekian lama berada dalam keadaan  nifak, kufur, lalai, tanpa  mau berobat. Itu Merupakan hukuman Allah  lantaran sikap  hamba yang  terus bermaksiat.  Allah berfirman dalam QS An-Nahl (16) ayat 108 :
šÍ´¯»s9'ré& šúïÏ%©!$# yìt7sÛ ª!$# 4n?tã óOÎgÎ/qè=è% óOÎgÏèôJyur öNÏd̍»|Áö/r&ur ( šÍ´¯»s9'ré&ur ãNèd šcqè=Ïÿ»tóø9$# ÇÊÉÑÈ  
“mereka Itulah orang-orang yang hati, pendengaran dan penglihatannya telah dikunci mati oleh Allah, dan mereka Itulah orang-orang yang lalai.”
6.       Hati  yang kesat . Ini  merupakan  hukuman  Allah  bagi  orang yang  mengenal kebenaran, tetapi  menyimpang  darinya. Kekesatan  hati  juga  menjadi  hukuman  bagi  orang  yang  melihat mukjizat  dan  tanda  kekuasaan Allah tetapi  iman  mereka tidak bertambah. Ini  merupakan penyakit  berbahaya  dan termasuk sifat  orang muinafik dan kafir. Dan seperti kondisi kaum Yahudi yang digambarkan oleh Allah dalam QS al-maidah (5) ayat 13 :
$yJÎ6sù NÍkÅÕø)tR öNßgs)»sVÏiB öNßg»¨Zyès9 $oYù=yèy_ur öNßgt/qè=è% ZpuÅ¡»s% ( šcqèùÌhptä zOÎ=x6ø9$# `tã ¾ÏmÏèÅÊ#uq¨B   (#qÝ¡nSur $yàym $£JÏiB (#rãÏj.èŒ ¾ÏmÎ/ 4 Ÿwur ãA#ts? ßìÎ=©Üs? 4n?tã 7poYͬ!%s{ öNåk÷]ÏiB žwÎ) WxÎ=s% öNåk÷]ÏiB ( ß#ôã$$sù öNåk÷]tã ôxxÿô¹$#ur 4 ¨bÎ) ©!$# =Ïtä šúüÏZÅ¡ósßJø9$# ÇÊÌÈ  
“(tetapi) karena mereka melanggar janjinya, Kami kutuki mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. mereka suka merobah Perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya [3], dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya, dan kamu (Muhammad) Senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka kecuali sedikit diantara mereka (yang tidak berkhianat), Maka maafkanlah mereka dan biarkan mereka, Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.”

Sobat,  apabila  hati  kosong  dari rasa  takut dan risau, hati  itu  akan  menjadi  hati  yang rusak. Iblis  memenuhinya  dengan  bisikan  yang mengandung  berbagai  harapan  terhadap dunia, rasa takut miskin, panjang angan-angan, sikap  berpaling  dari Allah,  serta tidak  takut dan  malu  kepada-Nya.
Sobat, ketika hati seseorang  dipenuhi  dengan  kebaikan, iblis  bersembunyi  dan lari. Ia tidak  mendapatkan  tempat  di dalamnya  serta tidak menemukan pintu masuk.  Pasalnya, hati itu dipenuhi rasa takut, risau, dan tafakkur  kepada Allah sehingga  bercahaya dan  bersinar. Dengan cahaya hatinya,  hamba  bisa  melihat pintu masuk iblis. Maka ia lempari sang iblis  disertai sikap  mengingkari ajakannya. Ia  berepegang  pada  cahaya  yang Allah limpahkan  dalam hatinya  sehingga ia bisa  mengalahkan  bisikan iblis.  Pada cahaya  terdapat dzikir  kepada Allah. Karenanya, dalam hadits  disebutkan bahwa “ syetan  akan langsung  lari  terbirit-birit  ketika  mendengar  hamba  melafalkan dzikir  kepada Allah.” ( HR Bukhari – Muslim).

Sobat. Berkaratnya hati disebabkan oleh dua hal yaitu LALAI dan DOSA. Dan juga ada dua cara untuk membersihkan karat hati yaitu ISTIGHFAR dan DZIKIR. Rasulullah SAW pernah bersabda, " Hendaklah lisanmu senantiasa basah dengan dzikir mengingat Allah."

Salam Dahsyat Dan Luar Biasa !  ( Spiritual motivator – DR. N. Faqih Syarif H, M.Si. Penulis Buku The Power of Spirituality – Meraih Sukses Tanpa Batas. www.faqihsyarif.com )



[1]  Ayat yang muhkamaat ialah ayat-ayat yang terang dan tegas maksudnya, dapat dipahami dengan mudah.

[2] Termasuk dalam pengertian ayat-ayat mutasyaabihaat: ayat-ayat yang mengandung beberapa pengertian dan tidak dapat ditentukan arti mana yang dimaksud kecuali sesudah diselidiki secara mendalam; atau ayat-ayat yang pengertiannya hanya Allah yang mengetahui seperti ayat-ayat yang berhubungan dengan yang ghaib-ghaib misalnya ayat-ayat yang mengenai hari kiamat, surga, neraka dan lain-lain.


[3] Maksudnya: merobah arti kata-kata, tempat atau menambah dan mengurangi.


Next Prev home

0 comments:

Post a Comment

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co