Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Saturday, August 27, 2016

Qolbu yang sehat .

Membeningkan Hati sehingga menjadi hati yang sehat
Hati  bagaikan  sebatang  pohon yang disirami air  ketaatan. Keadaan hati  mempengaruhi  buah  yang dihasilkan anggota  tubuh. Buah dari  mata  adalah  perhatian  untuk mengambil  pelajaran. Buah dari telinga adalah  perhatian  terhadap Al-Qur’an. Buah dari lidah  adalah dzikir. Kedua tangan dan kaki  membuahkan amal-amal  kebajikan. Sementara, bila hati  dalam keadaan  kering, buah-buahnya pun  akan  rontok dan  manfaatnya hilang. Karena itu, ketika hatimu kering, siramilah  dengan  memperbanyak dzikir. ( Ibnu Athaillah, Tajul ‘Arus )

Sobat,  Hati atau qalbu memiliki tiga pengertian yang berbeda. Ada qalbu yang berarti akal, bisa pula berarti otot atau organ tubuh yang ada di belakang rusuk bagian kiri manusia. Hati juga berarti emosi seperti rasa cinta, takut  dan hormat. Jelasnya, perasaan  untuk melakukan sesuatu, tidak melakukan sesuatu, dan mengagungkan sesuatu.

Sobat, hati bagaikan  sebatang pohon. Jika  banyak terkena maksiat, pohon itu akan  menjadi kering  dan tak  memberi manfaat. Maka , siapa  yang ingin melakukan berbagai kewajiban, tinggalkanlah segala  yang diharamkan. Siapa  yang meninggalkan sesuatu yang makruh maka ia  aka dibantu  untuk meraih berbagai kebaikkan. Siapa yang  meninggalkan  segala  yang mubah, ia  akan diberi  keluasan  yang terjangkau akal  dan diizinkan  untuk  menghadap  kepada-Nya. Dan Siapa yang tidak  mendengarkan segala  yang diharamkan, pasti  akan diperdengarkan kalam-Nya.
Sobat,  hati-hatilah  terhadap  nafsu,  karena  nafsu akan  menghitamkan  dan mengotori hatimu. Jangan sampai  kau lupa  membersihkan dan  membeningkan hatimu dari noda  hitam. Caranya adalah  dengan  bertobat kepada Allah SWT, Taat,  dan  melaksanakan semua perintah-Nya.

Sobat, Ibnu Athaillah rahimahullah memberi kita bimbingan  dan nasihat  bahwa  kita bisa membersihkan dan membeningkan hati kita dari maksiat dan segala macam cacat  dengan melakukan empat hal : Pertama. Dzikir atau mengingat Allah. Hati  yang mudah berdzikir adalah  hati yang  mengenal iman, mengenal nikmat ibadah, mengetahui manisnya ketaatan dan  memiliki rasa takut.  Kedua. Memperbanyak diam. Abu Hurairah ra. Meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “ Siapa  yang beriman kepada Allah dan hari akhir, tidak boleh menyakiti tetangga. Siapa yang beriman kepada Allah dan Hari akhir, hendaklah memuliakan tamu. Siapa  yang beriman kepada Allah  dan hari akhir, hendaklah mengatakan yang baik atau diam. Ketiga. Memperbanyak khalwat atau menyendiri duduk merenungkan penghambaan  dan kewajibannya kepada Allah SWT. Ia  merasa  lemah di hadapan Sang Pencipta.

Sobat, karena  keadaan  dan pergerakkan hati tak dapat diduga-duga. Maka Nabi kerab berdoa  dan mengajarkan kepada kita  berdoa. “ Wahai yang membolak-balik hati, teguhkan hatiku di atas agama-Mu.”  Setiap mukmin juga dianjurkan berdoa sebagaimana firman Allah SWT.
$oY­/u Ÿw ùøÌè? $oYt/qè=è% y÷èt/ øŒÎ) $oYoK÷ƒyyd ó=ydur $uZs9 `ÏB y7Rà$©! ºpyJômu 4 y7¨RÎ) |MRr& Ü>$¨duqø9$# ÇÑÈ  
8. (mereka berdoa): "Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau jadikan hati Kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada Kami, dan karuniakanlah kepada Kami rahmat dari sisi Engkau; karena Sesungguhnya Engkau-lah Maha pemberi (karunia)".

Sobat, keempat. Mengurangi  makan dan minum. Syahwat  perut  akan  memicu munculnya syahwat kemaluan  dan hasrat  terhadap kekayaan sehingga pada akhirnya, perpaduan  semua itu  menyebabkan  kerusakan dan kehancuran. Hati yang bening, lembut, dan halus  bisa  diperoleh  dengan mengurangi makan dan minum.
Sobat, Hati selalu  dalam keadaan  bertarung antara lintasan  nafsu dan  lintasan Taqwa. Amal kebaikan  akan melahirkan cahaya dalam hati,  kekuatan pada tubuh, sinar pada wajah, kelapangan  rezeki, serta kecintaan  di hati  makhluk. Sebaliknya , amal keburukan  melahirkan  kegelapan  dalam hati, kelam pada wajah,  kelemahan badan, merasa  kekurangan  dalam urusan  rezeki, serta kebencian di hati makhluk. Hal ini diperkuat  oleh sabda Nabi Muhammad SAW, “ Jika seorang  mukmin berbuat  dosa, terdapat goresan hitam di hatinya. Jika bertobat, sadar,  dan meminta ampunan, hatinya  kembali  bersih. Namun jika dosanya  bertambah maka bertambah pulalah  goresan  tersebut hingga  mendominasi hati. Itulah hijab  yang disebutkan oleh Allah, Sekali-kali tidak ( demikian), Sebenarnya  apa yang  selalu mereka kerjakan telah  menutupi hati mereka.” ( HR. Ibnu majah,Ahmad )

Sobat, Hati yang sehat adalah ; hati  yang tunduk, hati yang tenang, hati yang bertakwa, hati yang suci  dan hati yang kembali. Hati yang tunduk adalah hati yang  selalu berdzikir  kepada Allah. Silahkan Baca QS  al-Hadid (57) : 16. Hati yang  tenang adalah  hati yang tidak ragu  dan tidak goyah dan Ia  senantiasa mengembalikan  semua urusan kepada Allah. Tidak akan takut  kepada siapa pun kecuali kepada Allah SWT.  Hati yang bertakwa yaitu senantiasa menyadari  pengawasan Allah  dalam  setiap  urusan  dan  mengagungkan semua syiar-syiar- Nya. Hati yang suci  yaitu hati  yang bersih dari segala  keburukan dan noda syahwat. Hati  yang kembali yaitu kembali kepada Allah seraya menyadari  kelalaiannya sekaligus bertobat darinya.

Sobat, di akhir  penulisan, saya sampaikan hadits Rasulullah SAW, “ Siapa  yang perhatiannya  tertuju kepada dunia, Allah membuatnya merasa  fakir dan  Allah cerai-berikan kekuatannya. Ia hanya  mendapatkan  dari dunia  sesuai dengan apa yang digariskan untuknya.

Salam Dahsyat dan Luar biasa ! ( Spiritual Motivator -  DR. N. Faqih Syarif H. M.Si. Penulis Buku The Power of Spirituality , www.faqihsyarif.com )


Next Prev home

0 comments:

Post a Comment

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co