Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Tuesday, August 16, 2016

Ayo Merdekakan diri dan Bangsa ini !



Ayo Merdekakan diri dan Bangsa ini !
Kemerdekaan yang hakiki itu adalah  memerdekakan diri dari penghambaan terhadap dunia, hawa nafsu dan sesama manusia hanya tunduk dan menghamba  kepada Allah SWT. Kemerdekaan adalah membebaskan  manusia dari  sempitnya  dunia  menuju  luasnya akherat. ( Sahabat Nabi Ruba’i bin Amir )
Sobat,  kita harus terus berjuang untuk  memerdekakan diri dan bangsa ini sekalipun kita sudah merdeka secara fisik. Tetapi ternyata di bidang hukum, ekonomi, budaya dan politik kita masih  terjajah.

Merdeka! Apa benar kita sudah merdeka? ketika Sumber Daya Alam Indonesia di Caplok Asing (Contoh : Kurang Lebih 80% Kilang Minyak Indonesia di kuasai Asing).
Merdeka ! Apa benar kita sudah merdeka ? Ketika Rakyat di Bebani berbagai Macam Pajak (Negara memalak Rakyat).
Merdeka ! Apa benar kita sudah merdeka ? Ketika Negara mencabut Subsidi Buat Rakyatnya (Alasannya biar rakyat bisa mandiri, Rakyat jadi beban APBN, padahal 75% APBN dari Uang hasil Pajak dari Rakyat)
Merdeka ! Apa benar kita sudah merdeka ? Ketika Negara Berlepas diri dari kewajibannya mengurusi Kesehatan Rakyatnya, Sehingga Rakyat di Suruh Iuran sendiri dan dipaksa Ikut BPJS yang Ribawi.
Merdeka ! Apa benar kita sudah merdeka ?  Jika Koruptor di bebaskan, dan maling ayam di bui.
Merdeka ! Apa benar kita sudah merdeka ? Jika densus 88 Menembak mati "Tersangka" yang beragama Islam dan Presiden menjamu Otak pembakaran Masjid ke Istana.
Merdeka ! Apa benar kita sudah merdeka ? Ketika Perusahaan Asing Bertahun tahun Mangkir Pajak di biarkan Namun Listrik rakyat Jelata di putus gara gara 3 bulan belum bisa bayar iuran.
Merdeka ! Apa benar kita sudah merdeka ? Kita sibuk berebut secuil emas OLIMPIADE Namun membiarkan ber juta-juta ton Emas di Papua di Caplok FREEPORT
Merdeka ! Apa benar kita sudah merdeka ? Ketika Pelacuran di Lokalisasi, Miras di legalisasi dan Riba di lindungi.
Merdeka ! Apa benar kita sudah merdeka ? Ketika Hukum Jahiliyah di adopsi bahkan KUHP dan Perdata masih warisan kolonial belanda yang oleh Belanda saat ini sudah dipakai lagi  dan Hukum Islam di Kriminalisasi.

Sobat, dulu ketika masih anak-anak ada lagu dari Nasyida Ria yang layak menjadi renungan makna  kemerdekaan Merdeka itu...."Merdeka itu bersatu membangun,Allah mencintai Umat yang membangun, Allah membenci umat yang berbuat rusak,kita syukuri Rahmat Ilahi dengan bersatu membangun Negeri.....

Sobat,  ada  dua sikap atau karakter dari  para pejuang  yang  bisa  kita ambil  sebagai teladan adalah Berani  dan Sederhana.  Hamka  mengatakan bahwa mereka para pejuang itu layak diberi gelar berani,  ialah yang tiada  merasa gentar  menghadapi bahaya  karena  menghindarkan bahaya  yang lebih besar. Maju  menghadapi  kesulitan, karena di balik  kesulitan itu  akan tercapai  suatu  kebahagiaan jiwa. Tidak undur, walaupun apa  bahaya di  hadapannya.

Sobat, keberanian budi  adalah dibutuhkan dalam setiap perjuangan. Ialah  berani  menyatakan suatu  perkara  yang diyakini  sendiri kebenarannya, walaupun  akan  dibenci orang.  Dalam bahasa  agama adalah amar bil makruf, nahyi anil munkar – menyuruh  berbuat baik, mencegah  berbuat  jahat. Tidaklah  suatu  bangsa  akan tegak, dan suatu  paham dapat  berdiri, kalau  di antara  bangsa  itu  sendiri  tidak ada yang berani  menyatakan  kebenaran.

Sobat, Adapun Islam  sejak  dia  dilahirkan  adalah  membela  dan menegakkan  kebenaran  yang tulen, kebenaran  yang  tidak  bercampur  sedikit juga  dengan keraguan. Setiap penganut  Islam,  wajib  menyuruh berbuat  baik dan  mencegah kemunkaran, sehingga berabad-abad lamanya Islam  menjadi  guru  dunia. Bahkan Seruan Ioslam-lah  yang  membangunkan  eropa dari  kekegelapan  dari kungkungan  para kaisar dan pendeta-pendeta yang  menghambat-hambat  kebenaran.

Sobat, kemerdekaan  itu  bukanlah memperturutkan  hawa  nafsu atau memperturutkan syahwatnya, bukankah kehancuran  manusia bahkan bangsa  karena  memperturutkan syahwatnya, tidak dikekangnya sedikit  juga, sehingga  dikorbankannya  harta benda, nama baiknya,  bahkan  bangsa  dan negaranya. Tidak  peduli hinaan  orang  banyak  atau kena kutukan Tuhan, karena  semata-mata   memperturutkan  seruan syahwat. Maka rusak  binasalah  jasmani  dan rohaninya, jatuh  ke dalam  lembah  kehinaan.

Sobat, mari kita sederhana  mengeluarkan  belanja. Jangan boros  dan jangan bakhil. Sederhana  mengeluarkan  perkataan, tunjukkan kebenaran  dengan tidak ditambah dikuirangi. Sederhana  mengerjakan   pekerjaan. Adakan hari  buat  istirahat. Bahkan sederhanalah  dalam kedudukan  dan  kesukaan. Dalam  kebencian  dan kesayangan. Dalam  kemarahan  dan kasih sayang. Karena  orang  yang sederhana, walaupun  pergi  ke mana  dan dengan  siapa bergaul, tidaklah  merasa   canggung. Dengan  menjaga kesederhanaan, terpeliharalah  kesehatan diri. “Jadilah Pemimpin  yang memiliki karakter kesederhanaan dan  mencintai  rakyatnya, jika pemimpin sudah  hilang kesederhanaanya dan terlena dengan kemewahan dan menghianati rakyatnya maka tunggu kehancuran bangsanya.” Inilah pesan panglima besar jenderal Sudirman.

Merdeka ! Ayo Terus merdekakan diri dan bangsa  ini !

Salam Dashyat dan Luar Biasa !  ( Spiritual  Motivator – DR. N. Faqih Syarif H, M.Si.  Penulis buku The Power of Spirituality – Meraih Sukses Tanpa Batas. www.faqihsyarif.com )

Next Prev home

0 comments:

Post a Comment

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co