Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Tuesday, June 28, 2016

Berbagilah Kebahagiaan !



Berbagi Kebahagiaan
Sobat,  kebahagiaan  yang sesungguhnya adalah ketika kita bisa  membahagiakan atau berbagi kebahagiaan  dengan  orang lain. Kebahagiaan yang  hanya  dinikmati sendiri adalah  kebahagiaan semu.

Sobat, bukankah sudah  menjadi sunnatullah, bahwa  semakin  banyak kita  berbagi dengan orang lain, maka  semakin besar  kebahagiaan yang kita dapatkan, serta semakin  berkelimpahan kehidupan kita. Semakin bermakna kita bagi orang lain, semakin nikmat kita  menjalani hidup. Semakin bermanfaat kita bagi  banyak orang, semakin berkah kehidupan kita.

Sebaliknya sobat,  semakin sedikit  kita  berbagi  dengan  orang lain, semakin sulit  kita mendapatkan  kebahagiaan. Semakin  kita tidak memberi manfaat bagi orang lain, semakin sulit  kita  menikmati hidup. Semakin  kita  tidak berarti  bagi  banyak  orang, semakin tidak bermakna kehidupan kita. Intinya, jika kita ingin hidup  bahagia, maka bahagiakanlah  orang  lain. Berbagi kebahagiaan adalah kunci kesuksesan dan kebahagiaan hidup.

Secara empirik telah terbukti, seorang  pengusaha yang mengawali kariernya jadi OB, terus sampai menjadi vice presiden perusahaan asing kemudian pensiun dini punya kebiasaan berbagi dan mengasuh anak yatim piatu  untuk dididik, dibesarkan di rumahnya sampai menikahkan mereka, terus mencari lagi anak  yatim-piatu untuk dididik, dibesarkan seperti anak beliau sendiri sampai hampir seribu anak yatim-piatu yang mampu ia didik dan besarkan menjadi orang yang bermanfaat di tengah-tengah masyarakat. Sehingga kehidupan beliau merasakan kebahagiaan dan keberlimpahan dengan hidup yang sederhana nan bahagia. Di antara pesan beliau kepada semua anak asuhnya adalah , “  Hidup ini adalah antara titik kelahiran dan titik kematian di mana Allah banyak mengundang kebaikan pada diri kita. Maka segera ambil dan hiasi hidup kita dengan berbuat kebajikan dan berbagi kebahagiaan Insya Allah, Allah akan mengangkat derajat dirimu menjadi lebih mulia dan bahagia.”  Saat beliau wafat ribuan pelayat dan ratusan anak asuhnya yang telah berhasil dalam hidupnya mengiringi kepergian dengan penuh haru. Selamat jalan wahai Bapak Anak yatim-piatu ! doa kami mengiringi semoga Allah mengampuni segala dosa dan menerima segala amal ibadahnya, dan kami yang ditinggalnya bisa mengambil hikmah dan pelajaran.

Sobat,  di dalam QS  Adh-Dhuha ayat 11 “ Wa ammaa bini’mati  rabbika  fahaddits – Dan terhadap nikmat Tuhanmu maka hendaklah kamu siarkan (dengan bersyukur).”  Al- maraghi menjelaskan bahwa  yang dimaksud menyebut-nyebut  nikmat Allah  tidak  sekedar  menceritakannnya kepada orang lain tetapi mensyukuri nikmat Allah  dengan berbagi kepada orang lain.  Rezeki  yang Allah  berikan kepada  kita  adalah  titipan Allah  untuk kita bagi  kepada yang membutuhkan. Harta kita bukanlah milik kita  sepenuhnya. Di situ  terdapat hak-hak  fakir  miskin, anak yatim, serta  orang-orang  yang  membutuhkan  uluran tangan kita.

Sobat, zakat  yang tidak ditunaikan, sedekah  yang tidak  dikeluarkan, infaq yang tidak diberikan akan menjadi  sumber  bencana  dalam diri  kita. Karena, pada  hakekatnya zakat, infaq  dan sedekah  adalah  hak-hak  orang lain  yang Allah titipkan  kepada kita. Ketika kita  menahan hak-hak  mereka, maka bersiap-siaplah  jika  pada suatu saat  yang tidak  pernah kita duga, harta  tersebut  akan diambil  oleh Allah  dengan cara-Nya, yang  mungkin jumlah nominalnya jauh lebih  besar  dari jumlah zakat yang harus kita keluarkan.

Sobat, harta  yang  tidak dizakati, tidak disedekahkan dan tidak  diinfakkan, alih-alih  menambah pundi-pundi  kekayaan kita, justru  akan  mempersurut  kekayaan  kita, bahkan  bisa  jadi akan menghilangkan kekayaan kita. Intinya, jika  keran rezeki  yang kita miliki ditutup rapat-rapat, siap-siap saja dengan “bau busuk” harta kita. Maka jadilah  keran rezeki bagi orang lain maka pasti Allah akan beri kelimpahan rezeki.

Sobat, ketika kita istiqomah  menjadi  keran rezeki  bagi  orang lain, maka yakinlah, Allah Pasti akan  menambah  jumlah  keran  rezeki  bagi kita, yang juga  siap kita alirkan kepada orang-orang dalam jumlah  yang lebih banyak dan lebih besar lagi.

Sobat, baginda Nabi Muhammad SAW pernah bersabda, “ Allah akan  selalu  menolong hamba-Nya, selama  hamba-Nya  mau  menolong saudaranya.” ( HR. Muslim ). Dalam riwayat lain Rasulullah SAW juga pernah bersabda, “ Sayangilah  yang ada di bumi, maka yang di langit  akan  menyayangimu. “ ( HR. Bukhari)

Sobat, ada kisah  menarik lagi di Nganjuk tepatnya daerah kertosono dulu ada calak terkenal namanya H. Bisri yang hobinya adalah berbagi dan mengasuh anak yatim sampai bisa mandiri terus mengasuh lagi dan penulis pernah ke pondok beliau yang sekarang dilanjutkan oleh putranya yaitu Gus Iqbal setelah beliau wafat, kebiasaan itu dilanjutkan oleh putra-putranya dan sawah yang luasnya berhektar-hektar itu tidak boleh di jual tetapi harus dirawat dan dikerjakan oleh orang yang ndak punya di desanya yang hasilnya untuk membiayai pendidikan anak yatim. Kebiasaan berbagi inilah yang membuat beliau dan keluarganya berkelimpahan dan keberkahan melingkupinya. Subhaanallah.

Sobat, inilah salah satu bukti bahwa berbagi dengan orang lain yang membutuhkan menjadikan nikmat  semakin bertambah, harta  semakin berlimpah, dan hidup semakin berkah.

Salam dahsyat dan Luar Biasa !  ( Spiritual Motivator – DR.N. Faqih Syarif H, M.Si. Penulis buku The Power Of Spirituality – Meraih Sukses Tanpa Batas. Pengasuh Acara Thank God Tommorow is Friday  setiap kamis jam 17.00 -18.00 hanya di Radio SMART 88.9 FM Surabaya. )

Next Prev home

0 comments:

Post a Comment

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co