Talkshow di Radio SMART FM 88.9 FM.

Ikuti Program Kami tiap hari Kamis jam 17.00 s.d 18.00 Talkshow di Radio SMART FM 88.9 FM."Sukses Bisnis bersama Kekuatan Spirit Tanpa Batas"

Kumpulan Kisah Teladan

Simak kisah teladan yang penuh inspirasi yang akan membuat hidup anda lebih semangat lagi.

Selamatkan Indonesia dengan Syariah dan Khilafah

Hanya dengan kembali tegaknya Khilafah Islamiyah, dunia ini kembali menjadi indah.

Fikrul Mustanir

Membentuk pribadi yang selalu menebar energi positif di dalam kehidupannya.

Karya-karya kami

Kumpulan karya-karya kami yang sudah terjual di toko buku Gramedia, Toga Mas dan lain-lain.

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Tuesday, June 28, 2016

Berbagilah Kebahagiaan !



Berbagi Kebahagiaan
Sobat,  kebahagiaan  yang sesungguhnya adalah ketika kita bisa  membahagiakan atau berbagi kebahagiaan  dengan  orang lain. Kebahagiaan yang  hanya  dinikmati sendiri adalah  kebahagiaan semu.

Sobat, bukankah sudah  menjadi sunnatullah, bahwa  semakin  banyak kita  berbagi dengan orang lain, maka  semakin besar  kebahagiaan yang kita dapatkan, serta semakin  berkelimpahan kehidupan kita. Semakin bermakna kita bagi orang lain, semakin nikmat kita  menjalani hidup. Semakin bermanfaat kita bagi  banyak orang, semakin berkah kehidupan kita.

Sebaliknya sobat,  semakin sedikit  kita  berbagi  dengan  orang lain, semakin sulit  kita mendapatkan  kebahagiaan. Semakin  kita tidak memberi manfaat bagi orang lain, semakin sulit  kita  menikmati hidup. Semakin  kita  tidak berarti  bagi  banyak  orang, semakin tidak bermakna kehidupan kita. Intinya, jika kita ingin hidup  bahagia, maka bahagiakanlah  orang  lain. Berbagi kebahagiaan adalah kunci kesuksesan dan kebahagiaan hidup.

Secara empirik telah terbukti, seorang  pengusaha yang mengawali kariernya jadi OB, terus sampai menjadi vice presiden perusahaan asing kemudian pensiun dini punya kebiasaan berbagi dan mengasuh anak yatim piatu  untuk dididik, dibesarkan di rumahnya sampai menikahkan mereka, terus mencari lagi anak  yatim-piatu untuk dididik, dibesarkan seperti anak beliau sendiri sampai hampir seribu anak yatim-piatu yang mampu ia didik dan besarkan menjadi orang yang bermanfaat di tengah-tengah masyarakat. Sehingga kehidupan beliau merasakan kebahagiaan dan keberlimpahan dengan hidup yang sederhana nan bahagia. Di antara pesan beliau kepada semua anak asuhnya adalah , “  Hidup ini adalah antara titik kelahiran dan titik kematian di mana Allah banyak mengundang kebaikan pada diri kita. Maka segera ambil dan hiasi hidup kita dengan berbuat kebajikan dan berbagi kebahagiaan Insya Allah, Allah akan mengangkat derajat dirimu menjadi lebih mulia dan bahagia.”  Saat beliau wafat ribuan pelayat dan ratusan anak asuhnya yang telah berhasil dalam hidupnya mengiringi kepergian dengan penuh haru. Selamat jalan wahai Bapak Anak yatim-piatu ! doa kami mengiringi semoga Allah mengampuni segala dosa dan menerima segala amal ibadahnya, dan kami yang ditinggalnya bisa mengambil hikmah dan pelajaran.

Sobat,  di dalam QS  Adh-Dhuha ayat 11 “ Wa ammaa bini’mati  rabbika  fahaddits – Dan terhadap nikmat Tuhanmu maka hendaklah kamu siarkan (dengan bersyukur).”  Al- maraghi menjelaskan bahwa  yang dimaksud menyebut-nyebut  nikmat Allah  tidak  sekedar  menceritakannnya kepada orang lain tetapi mensyukuri nikmat Allah  dengan berbagi kepada orang lain.  Rezeki  yang Allah  berikan kepada  kita  adalah  titipan Allah  untuk kita bagi  kepada yang membutuhkan. Harta kita bukanlah milik kita  sepenuhnya. Di situ  terdapat hak-hak  fakir  miskin, anak yatim, serta  orang-orang  yang  membutuhkan  uluran tangan kita.

Sobat, zakat  yang tidak ditunaikan, sedekah  yang tidak  dikeluarkan, infaq yang tidak diberikan akan menjadi  sumber  bencana  dalam diri  kita. Karena, pada  hakekatnya zakat, infaq  dan sedekah  adalah  hak-hak  orang lain  yang Allah titipkan  kepada kita. Ketika kita  menahan hak-hak  mereka, maka bersiap-siaplah  jika  pada suatu saat  yang tidak  pernah kita duga, harta  tersebut  akan diambil  oleh Allah  dengan cara-Nya, yang  mungkin jumlah nominalnya jauh lebih  besar  dari jumlah zakat yang harus kita keluarkan.

Sobat, harta  yang  tidak dizakati, tidak disedekahkan dan tidak  diinfakkan, alih-alih  menambah pundi-pundi  kekayaan kita, justru  akan  mempersurut  kekayaan  kita, bahkan  bisa  jadi akan menghilangkan kekayaan kita. Intinya, jika  keran rezeki  yang kita miliki ditutup rapat-rapat, siap-siap saja dengan “bau busuk” harta kita. Maka jadilah  keran rezeki bagi orang lain maka pasti Allah akan beri kelimpahan rezeki.

Sobat, ketika kita istiqomah  menjadi  keran rezeki  bagi  orang lain, maka yakinlah, Allah Pasti akan  menambah  jumlah  keran  rezeki  bagi kita, yang juga  siap kita alirkan kepada orang-orang dalam jumlah  yang lebih banyak dan lebih besar lagi.

Sobat, baginda Nabi Muhammad SAW pernah bersabda, “ Allah akan  selalu  menolong hamba-Nya, selama  hamba-Nya  mau  menolong saudaranya.” ( HR. Muslim ). Dalam riwayat lain Rasulullah SAW juga pernah bersabda, “ Sayangilah  yang ada di bumi, maka yang di langit  akan  menyayangimu. “ ( HR. Bukhari)

Sobat, ada kisah  menarik lagi di Nganjuk tepatnya daerah kertosono dulu ada calak terkenal namanya H. Bisri yang hobinya adalah berbagi dan mengasuh anak yatim sampai bisa mandiri terus mengasuh lagi dan penulis pernah ke pondok beliau yang sekarang dilanjutkan oleh putranya yaitu Gus Iqbal setelah beliau wafat, kebiasaan itu dilanjutkan oleh putra-putranya dan sawah yang luasnya berhektar-hektar itu tidak boleh di jual tetapi harus dirawat dan dikerjakan oleh orang yang ndak punya di desanya yang hasilnya untuk membiayai pendidikan anak yatim. Kebiasaan berbagi inilah yang membuat beliau dan keluarganya berkelimpahan dan keberkahan melingkupinya. Subhaanallah.

Sobat, inilah salah satu bukti bahwa berbagi dengan orang lain yang membutuhkan menjadikan nikmat  semakin bertambah, harta  semakin berlimpah, dan hidup semakin berkah.

Salam dahsyat dan Luar Biasa !  ( Spiritual Motivator – DR.N. Faqih Syarif H, M.Si. Penulis buku The Power Of Spirituality – Meraih Sukses Tanpa Batas. Pengasuh Acara Thank God Tommorow is Friday  setiap kamis jam 17.00 -18.00 hanya di Radio SMART 88.9 FM Surabaya. )

Tuesday, June 21, 2016

Menjadi Pribadi yang besar.



Menjadi Pribadi yang besar
Pribadi yang besar adalah pribadi yang memiliki disiplin diri. Simbol kesiapan mental  seseorang menghadapi tantangan  yang terus berlaku dan berliku. Dan tantangan  hidup  adalah  untuk  dihadapi, bukan dikeluhkan. Berkeluh  tidak berfungsi apa-apa, jika tidak dilanjuti kesiapan  menghadapinya. ( The power of spiritual, 2016)
Sobat, disiplin diri  adalah  penolakan  akan  kegembiraan  sesaat demi  memperoleh  sesuatu yang  jauh lebih baik. Disiplin  berarti  menolak  menikmati  kesenangan  dan kepuasan sesaat  demi  tercapainya  peluang baik  atau  penghargaan yang jauh lebih  penting dan  lebih berharga di masa  depan. Disiplin diri  adalah  kemampuan  mengatasi  sulitnya  mengulangi  sebuah  aktivitas  secara  terus-menerus  sampai keahlian  atau  kemampuan  anda  meningkat.

Sobat, pribadi yang besar itu adalah pribadi yang senantiasa memupuk rasa syukur dalam kehidupannya. Rasa  syukur itu ditunjukkan dengan  meningkatkan kinerja kita. Kita terus mengembangkan usaha kita  dengan tetap besandar  kepada nilai-nilai  ajaran agama. Harapan kita,  Allah  terus menambah  nikmat kita,  sehingga kita bisa  berbuat lebih banyak kepada  sesama. Imam Al-ghazali  menjelaskan bahwa syukur itu  meliputi tiga hal : Pertama. Syukur qalbi, mengakui  nikmat-nikmat Allah  dan  mencintai-nya. Kedua. Syukur  lisan,  memuji Allah  atas  segala  karunia-Nya. Dan ketiga. Syukur Jawarih, menggunakan  nikmat  dalam  rangka  memperoleh  keridhoan-Nya.

Sobat, adapun ciri-ciri pribadi yang  besar selanjutnya adalah sebagai berikut :
·         Siap  menghadapi tantangan  hidup.  Keruwetan dan tantangan bukan ia  hindari, tapi  ia hadapi. Ia selesaikan, bukan  sekedar ia keluhkan. Memang adakalanya  berkeluh, tapi  keluh  itu dibarengi  sharing, dialog,  dan tukar  pikiran  untuk  menemukan  jalan  penyelesaian.
·         Mau  menghadapi  resiko.  Level tinggi dalam agama maupun  karier, selalu  berbanding   lurus  dengan  resiko  yang  semakin  tinggi. Itulah  rahasia para nabi  dan utusan, selalu  menghadapi resiko yang tinggi. Zakaria  digergaji, Yahya  disembelih, Isa  diburu, untung Allah  menyelamatkan, Nabi Muhammad dikatakan  tukang  sihir  dan pemecah belah umat dan kaum Quraisy,  gigi  serinya  dipatahkan, dan seterusnya. Demikian  pula dalam  bisnis, jualan kecil-kecilan, resikonya tidak besar, namun  untungnya  juga kecil-kecilan.
·         Toleran  terhadap  kegagalan. Gagal adalah biasa. Yang tidak biasa  ialah gagal  kemudian tidak bangkit lagi.  Mula-mula Rasulullah  gagal  dakwah  di Makkah, hingga  beliau hijrah ke madinah. Gagal di thaif, hingga ia  panjatkan doa  agar Allah  munculkan   keislaman  dari cucu-cucu  kaum  yang didakwahinya.  Dalam  bisnis juga demikian, tak  selamanya  bisnis  untung. Untung rugi  adalah biasa.  Yang menjadi tragedi  ialah  jika  sekali bangkrut, kemudian trauma, lantas  tak  mau  berbuat.
·         Mempunyai  Visi, Misi dan cita-cita yang besar.  Kata saydina Ali , “ Siapa  yang cita-citanya mulia, kualitasnya agung.” Jadilah  seseorang  yang kakinya di sebuah bintang dan impiannya di bintang lain. Tidaklah manusia  menjadi  beda , selain  karena impiannya. Siapa yang impiannya tinggi, martabatnya berakhir tinggi. Tentu bukan  sekedar   cita-cita  semata, namun  terus memantaskan diri  dengan  amaliah nyata, dengan  penuh  kesungguhan, kegigihan,  berkali-kali  dan tak  patah  arang.
·         Suka  dialog  dan  bergaul   dengan  orang-orang yang  berjiwa  besar. Kegemaran  bergaul  dengan  orang  yang berjiwa besar, menjadikannya  termotivasi  untuk  menaklukkan  tantangan. Bukan  menghindari tantangan. Dan itulah  rahasia  mengapa Nabi  menganjurkan untuk  duduk  dengan  orang shalih. Umar bin Khattab mengatakan, “Kalau  bukan  karena  tiga hal, aku lebih baik mati saja, pertama, aku  berjihad fi sabilillah, kedua,  aku  tundukkan  kepalaku  untuk  bersujud, ketiga,  bergaul   dengan  orang shalih dan  mendengarkan majelis  mereka.

Sobat, di penghujung  tulisan  yang singkat ini, kami kemukakan nasehat  Malik bin Anas ra, “ Jagalah  moralitas  mulia dan kemuliaan, dan hindari moralitas  rendahan  yang  murahan, sebab Allah  menyukai moralitas  mulia dan  membenci  segala kerendahan.”  Syukuri  waktu  yang  masih  diberikan Allah  kepada  kita untuk tetap bisa  menjalani serta melanjutkan aktivitas kehidupan.

Sobat, yakinlah, bahwa  setiap  momen kehidupan  yang kita  alami, jalani, dan rasakan  adalah  momen  penting  yang  memiliki nilai dan makna. Baik  ataupun  buruk  momen kehidupan  yang kita lalui, di dalamnya  tersimpan pelajaran  berharga  bagi  kehidupan kita  selanjutnya. Hanya dengan cara  seperti  ini, yaitu  menikmati  setiap momen  dalam hidup kita, perasaan  bersyukur  akan  dapat  kita wujudkan.
Salam Dahsyat dan Luar Biasa !
( Spiritual Motivator – DR. N. Faqih Syarif H,M.Si. Penulis buku The Power of Spirituality-Meraih Sukses Tanpa Batas. www.faqihsyarif.com )

Tuesday, June 14, 2016

Pantaskan diri menjadi Ulul Albab !



Pantaskan diri menjadi Ulul Albab !
Orang yang  mengajari  kebaikan, setiap binatang  melata memintakan ampunan baginya hingga ikan-ikan di lautan, begitulah penjelasan Abdullah bin Abbas. Ilmu adalah sahabat akrab  seorang mukmin, kesantunan  sebagai pengiringnya, kecerdasan sebagai petunjuknya, amal  sebagai  buahnya, sabar  sebagai ketua regunya, kelembutan sebagai ayahnya. ( The Power of Spiritual, 2016)

Sobat, Bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an maka tulisan kali ini saya mengajak membahas mengenai ulul albab yang di dalam Al-Qur’an Allah, menyebutnya dengan penuh penghargaan di enam belas tempat. Ulul Albab adalah sebutan indah  untuk para pemikul pengetahuan yang hakiki. Imam Ibnu katsir menjelaskan bahwa ulul albab adalah para pemilik akal  yang  sempurna  dan bersih, yang memahami hakikat  berbagai hal secara nyata dan benar, yang mengambil sikap secara jelas  dan terang, serta bertindak  secara tepat dan bermanfaat. Mereka yang mempunyai hati yang berdzikir dan berpikir, secara terus-menerus lagi mendalam.
Sobat, bagaimana ciri-ciri ulul albab menurut Al-Qur’an , Ulul albab para pemilik kedalaman pikir, beriman kepada Allah, mereka takut akan adzab Allah yang menimpa kaum pendurhaka. Rasa takut itu menjaga mereka agar tak jatuh di dalam durhaka yang mengundang murka-Nya. 

"Allah menyediakan bagi mereka azab yang keras, Maka bertakwalah kepada Allah Hai orang-orang yang mempunyai akal; (yaitu) orang-orang yang beriman. Sesungguhnya Allah telah menurunkan peringatan kepadamu,” ( QS Ath-thalaaq (65) : 10 )

Mereka Ulul Albab adalah  Orang-orang yang beriman yang takut dan tunduk kepada Allah SWT. Rasa tunduk  itu  menjaga  agar  mereka tak meremehkan  kebenaran yang mungkin saja datang  melalui  sesama. Al-Qur’an turun, senantiasa  menjadi pengingat bagi mereka. Ayat-ayatnya selalu  menyentuh hatinya, menggugah jiwanya,  menyalakan semangatnya,  dan  menegakkan  keteguhannya.
Sobat, ciri-ciri berikutnya adalah Ulul Albab bersemangat  menyimak  sejarah dan kisah masa lalu, sebagaimana wahyu Allah  yang banyak mengandung kisah-kisah teladan. Mereka  menjadikannya  pelajaran penting bagi hari-hari yang mereka hadapi. Tentang Iman dan ingkar, perkara taat dan maksiat, hingga teladan dan akhlaq dan adab. Semua potret karakter manusia yang baik dan mulia, yang dimurkai bahkan yang sesat ditunjukkan Allah dalam Al-Qur’an.
Sebagaimana yang disebutkan dalam QS. Yusuf ayat 111 :

 
“ Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.” (QS. Yusuf (12) :111)

Imam Ibnu Katsir  menjelaskan bahwa  dalam kisah para rasul  dan kaum mereka serta bagaimana Allah  telah menjayakan orang-orang  beriman dan  merendahkan orang-orang  yang  ingkar, terdapat pelajaran bagi para pemilik kedalaman pikir, mereka itulah ulul albab.
Sobat, ulul albab  belajar dari Adam dan Hawa; dari kecermelangannya, ketergelincirannya, taubatnya, dan hari-hari awalnya di bumi yang tak mudah. Ulul Albab belajar dari NUH,HUH, SHALIH, dan LUTH : keteguhannya, pengabdiannya, dakwah siang-malamnya, cintanya, tangisnya, kepasrahannya kepada Allah SWT. Ulul Albab  belajar dari IBRAHIM, ISMAIL, ISHAQ, HAJAR, dan SARAH : Ketabahannya, ujian dahsyatnya, kebapakan, ketaatannya, kemanusiaannya dan penataan cintanya. Dan masih banyak lagi kisah para rasul lainnya.

Sobat, Ulul Albab  adalah  ahli  dzikir dan  ahli tafakkur.  Dalam berdiri, duduk, maupun berbaringnya lisan mereka tak lepas  dari asma Allah SWT Sang Pencipta, menggetar di hatinya, mengalun pada aliran darahnya,  menggerakkan  otot dan tulangnya. Jenih pikiran sang ulul albab  tentang segala ciptaan  Allah; tiada  yang sia-sia  sebab dibaca dalam nama-Nya, didayagunakan  untuk maslahat semesta. Silahkan simak da pahami QS. Ali Imran (3) ayat 190-191.

Sobat, Ulul albab itu mereka yang selalu memperkokoh pemahaman tauhidnya; bahwa Ilahnya itu Allah yang satu, tiada putra dan tanpa sekutu. Tiada hari yang mereka lalui, melainkan Al-Qur'an terus ditadabburi. Dengan itu, dada mereka terang oleh paparan wahyu, jiwa mereka lega oleh penjelasannya. Dengan itu, akal mereka takluk oleh nasihatnya, dan pikir mereka tunduk oleh peringatannya. Simak dan baca QS Ibrahim (14) ayat 52.

Semoga Allah senantiasa memberi kita kekuatan untuk terus istiqomah memantaskan diri menjadi hamba-Nya yang memiliki karakter mulia nan hebat  sebagai Ulul Albab yang dijamin keberkahan dan kebahagiaannya baik di dunia maupun di akherat.

Salam Dahsyat Dan Luar Biasa !
( Spiritual Motivator – DR.N.Faqih Syarif H, M.Si. Penulis buku The Power of Spirituality – Meraih Sukses Tanpa Batas. Narasumber tetap Thank God Tommorow is Friday  SMART 88.9 FM Surabaya. www.faqihsyarif.com )


Next Prev home

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co