Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Wednesday, May 25, 2016

Bersiap Menuju Ramadhan



Bersiap  Menuju Ramadhan
Sobat, Ramadhan. .Bulan yang dirindukan hampir tiba.. Marhaban Ya Ramadhan.. Selamat datang wahai Ramadhan. Ramadhan adalah bulan nan penuh berkah, maghfirah dan pembebasan dari api neraka, yang di dalamnya Allah menurunkan kitab mulia, petunjuk dan cahaya, di dalamnya pula Allah memberikan kemenangan besar bagi hambaNya pada saat perang Badar. Ramadhan adalah bulan istimewa, sungguh merupakan nikmat yang sangat besar adalah berjumpa bulan Ramadhan untuk memakmurkannya dengan berbagai amal saleh demi mencapai ridha Allah.
( Faqih Syarif, 2016)
Sobat, ketika ramadhan  tiba, kita  seharusnya  bertanya pada  diri  kita, di mana posisi saya  terhadap  bulan ramadhan?  Siapakah  yang  datang  dan  siapa  yang didatangi? Siapa  yang  menjadi guest  dan  siapa  yang menjadi host?  Kalau saya  memasuki ramadhan  maka saya  menjadi guest. Apa  kewajiban  saya  sebagai  tamu ? Kalau saya  yang didatangi oleh bulan nan mulia ini, maka  apa yang  seharusnya saya  lakukan sebagai tuan rumah  untuk  memuliakan  tamu.
Sobat, apa  pun  dan  di mana pun  posisi kita  terhadap  bulan ramadhan kita  tetap  mempunyai kewajiban  dan hak-hak yang tidak  boleh kita langgar.
Sobat, seandainya Ramadhan adalah utusan Allah  buat saya  untuk membersihkan  dan  mengangkat  derajat saya di sisi-Nya, maka saya  harus  memperlakukan Ramadhan  sebagai tamu  kehormatan dan  harus saya  berikan  service lebih dari tamu-tamu biasa. Jauh-jauh hari  saya  sudah mempersiapkan  penyambutan  tamu agung yang tidak  lain adalah utusan Allah itu. Sangat  tidak sopan kalau  tidak  menyambutnya, dan  sebuah penghinaan terhadap Pengutus bila utusan-Nya  tidak dihormati.
Sobat, seandainya  saya  yang memasuki Ramadhan, maka  saya  sebagai  tamu  harus menghormati hak-hak  tuan rumah. Saya  harus  mengikuti  aturan  main tuan rumah itu. Saya tidak  bisa  berbuat sesuka hati saya, Sebuah penghinaan terhadap  tuan rumah  kalau seandainya saya  berbuat  semena-mena di rumahnya.
Sobat, apa saja yang harus kita lakukan saat menyambut kedatangan bulan Ramadhan? Berikut beberapa perkara yang harus kita perhatikan : Membayar hutang puasa (apabila mempunyai hutang) sebelum masuk bulan Ramadhan.Memperbanyak puasa dan membaca Al-Qur’an serta amal saleh lainnya pada bulan Sya’ban untuk persiapan Ramadhan. Mempersiapkan diri (lahir dan batin / jasmani dan rohani) secara matang.
Sobat, Ramadhan…Membuka Lembaran Baru Yang Putih Bersinar…Ramadhan adalah kesempatan untuk memperbaiki diri dan membuka lembaran baru dalam kehidupan ini…Lembaran yang putih, bersih, jernih, bening, bersinar dan bercahaya…
Bersama Allah…Dengan Taubatan Nasuha dan memperbanyak amal saleh yang ikhlas serta kaaffah (total) dalam berIslam…Bersama Rasulullah –Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam…Dengan semakin berpegang teguh kepada Sunnah Beliau…Bersama Kedua Orang Tua, Suami, Isteri, Anak-Anak, Karib Kerabat dan Sanak Famili…Dengan menyambung tali silaturrahmi dan berbuat baik kepada mereka…Bersama Sesama…Dengan menjadikan hidup semakin bermanfaat…Rasulullah –Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda: “Manusia terbaik adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.” (Hadis Sahih).
Sobat, Ramadhan…Bulan Pendidikan Ruhaniah. Ramadhan mengantarkan kita lebih dekat kepada Allah. Dengan puasa kita menjadi orang yang paling dicintai Allah. Puasa melatih kita meninggalkan sikap egois kita dan bukan memperkuatnya. Puasa dengan penuh keimanan dan pengharapan, dapat memenuhi kebutuhan spiritual kita. Sebuah penelitian di Barat menyebutkan bahwa orang yang berpuasa akan lebih tajam pikirannya sehingga mampu menangkap pesan-pesan moral wahyu Ilahi. Orang dewasa adalah orang yang selalu berusaha memenuhi kebutuhan-kebutuhan ruhaniahnya, bukan kebutuhan-kebutuhan jasmaniahnya. Itulah orang yang sudah sangat dewasa…
Sobat, bukanlah  kaya  itu  karena  banyaknya  harta, akan  tetapi kaya itu adalah kaya jiwa. Kekayaan jiwa  tidak akan  pernah  bisa  diperoleh  tanpa ilmu. Dengan  ilmu, seseorang  dapat  meningkatkan  kualitas  hidupnya, terutama secara emosional  dan spiritual. Dengan Ilmu, seseorang dapat  meningkatkan kualitas imannya. Dengan ilmu,  seseorang  dapat  meningkatkan  kedekatannya  pada Sang Pencipta, pemberi  ketenangan jiwa.
Oleh karenanya,  mereka  yang kaya jiwa  biasanya  adalah  orang  yang berusaha  untuk terus menambah ilmunya, baik dari pengalaman diri  sendiri, dari orang lain dan dari lingkungannya. Ilmu di sini  tidak  sebatas  ilmu  formal  yang diperoleh  di bangku  sekolahan, tetapi ilmu  di sini adalah  ilmu  yang di dapat  dari pengalaman  kehidupan. Itulah ilmu yang luas, yang bertambahnya amat  cepat dan tinggi  bak kurva eksponensial. Inilah ilmu  yang didapat  langsung  dari universitas  kehidupan.
Sobat, Mari  kita jadikan Ramadhan tahun ini adalah Ramadhan terakhir bagi hidup kita.Sehingga kita akan sekuat tenaga mengisi hari-hari Ramadhan kita dengan amalan-amalan wajib dan Sunnah serta terus memperkaya jiwa kita sehingga tercapainya tujuan puasa ramadhan yaitu menjadi Insan yang bertaqwa nan mulia.
Salam Dahsyat Dan Luar Biasa !
(Spiritual Motivator -  Dr.N. Faqih Syarif H, M.Si. Penulis Buku The Power of Spirituality – Meraih Sukses Tanpa batas. www.faqihsyarif.com )


Next Prev home

0 comments:

Post a Comment

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co