Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Monday, March 21, 2016

Bagaimana Anda Memimpin ?



Bagaimana  Anda memimpin ?
“Pemimpin  yang bijak tidak akan  membiarkan  pengikutnya terus-menerus  hidup dalam  mitos. Mereka  harus  diajak melihat apa  yang dilihat  dengan jelas dan belajar hidup dalam alam yang lebih realistis.”

Sobat, sebelum membahas macam-macam cara  memimpin. Kita akan bahas dulu perbedaan antara shaping  dan  controling. Bagaimana  anda  memimpin perubahan? Kalau Shaping à  lebih bersifat  menggerakkan, interaktif, partisipatif; kita  melakukan organisasi  seperti layaknya makhluk hidup  yang  bernafas dan berperasaan; mendorong  orang  terlibat dalam pengambilan keputusan; membantu  menemukan cara  mengatasi  masalah; lebih dekat dengan action dan assumption.
Controllingà Lebih  bersifat  top-down, hierarki; kita  memperlakukan organisasi seperti layaknya  sebuah mesin yang dapat dikendalikan dengan budget dan sistem;  setiap orang  diberi job description, diperintah, diberi peran yang jelas dan dikendalikan untuk mencapai tujuan tertentu.
Sobat, bagaimana kita memimpin harus dipilih dengan macam-macam  kondisi, yaitu apakah kondisi yang kita  hadapi  begitu stabil dan predictable atau sama sekali bergejolak dan unpredictable. Kita akan punya enam jenis leadership style menurut Rhenald Kasali :
  1. Tipe Direktur.  Tipe ini sangat mungkin  diterapkan  pada organisasi tertutup  yang eksekutifnya cenderung otonom, memiliki kapasitas  yang tidak terbatas dalam  melakukan perubahan. Direktur  dapat  menggerakkan  seluruh sumber daya, memberikan arah, visioning, melakukan implementasi, dan  mengendalikannya.
  2. Tipe Motivator - Pelatih. Dalam keadaan yang relatif  terbuka, untuk menghindari terjadinya chaos, dan sekaligus  untuk mengubah budaya, pemimpin dapat saja menerapkan cara yang lebih halus, yaitu dengan pendekatan shaping. Dalam pendekatan ini, pemimpin  menjalankan peran sebagai motivator seperti layaknya seorang pelatih/coach  pada tim olahraga. Ia tidak turun sendirian tetapi dipinggir lapangan  memberi arahan, memberi inspirasi sekaligus menyemangati anggota timnya.
  3.  Tipe Navigator. Di sini lingkungan sedikit kurang  terkendali sehingga hasil  yang dicapai tidak 100% dapat diselesaikan. Oleh karenanya, pemimpin  menggunakan beberapa skenario  dalam  menangani organisasinya. Seperti orang  mengendalikan pesawat atau  kapal besar, maka ia tahu persis bahwa dirinya tidak dapat mengubah arah ingin. Sebagai pemimpin, nakhoda harus  melakukan sesuatu. Kalau arah angin tak bisa  diubah, maka  arah kapal harus  disesuaikan, Kendati  demikian,  kendali ada ditangannya, sehingga masa depan dapat  dikendalikan meski tidak 100%.
  4. Tipe Interpreter – Penerjemah. Di sini pemimpin  menghadapi  persoalan yang sama, hanya  saja ia  mengambil  peran  sebagai  penerjemah, yaitu orang  yang  memberi  tafsiran-tafsiran  terhadap segala sesuatu yang tengah  terjadi, baik di dalam organisasi, maupun di luar. Ia sadar  betul bahwa  dirinya  tidak kuasa penuh, tetapi  ia punya  kecerdasan  membaca “ tanda-tanda zaman” dan  memberikan visi untuk berubah. Selebihnya  anggota tim  harus bekerja  sendiri  untuk menyelesaikannya.
  5. Tipe Caretaker - Pejabat sementara. Menyadari keadaan lingkungan  bergerak liar  dan diwarnai konflik, serta tidak dapat  dikendalikan, pendekatan  kontrol  menjadi  serba salah. Tetapi eksekutif  ini masih dapat  menggerakkan  bawahan-bawahannya  agar  bertindak  lebih entrepreneurial dan  inovatif  sehingga sasaran  menjadi lebih mudah  dicapai. Ia masih  bisa merasakan  bahwa organisasi  sedang berada di mana, dan oleh karenanya dapat dikendalikan  dengan cara yang berbeda-beda.
  6. Tipe Nurturer - Perawat. Seperti  seorang  perawat, pemimpin tipe ini  memposisikan  diri hanya  untuk  menjaga  dan  menemani pasien yang sakit, hidup tanpa  harapan, dan memberi harapan  agar tetap semangat. Karena pasiennya  sedang sakit,  maka ia tidak bisa  bergerak tegas  seperti seorang pelatih. Barangkali tugasnya hanya sekedar  memberi  harapan karena hanya itulah  yang  masih dimiliki  si pasien. Ia mengalami kesulitan  memimpin  karena organisasi  dan lingkungan benar-benar chaos. Tak ada yang bisa menerka seberapoa  besar ia akan berhasil.
Sobat,  pilihan ini  begitu luas dan anda  yang harus menentukan  yang mana kepemimpinan yang anda pilih agar efektif. Dalam mengawali perubahan ke arah yang lebih baik dan lebih baik lagi  menekankan  pentingnya  memimpin  dengan  keberanian, realistis,  berwawasan dan beretika.
Artikel pendek ini  saya tutup dengan  perkataan pakar manajemen dunia John C. Maxwell “Kebanyakan  sikap  kita terhadap  perubahan  lebih ditentukan oleh, ‘Apakah saya yang memeloporinya’ atau ‘orang lain yang memeloporinya’ “
Sobat, kualitas  seorang pemimpin  dapat dilihat  pada kemampuannya dalam  membedakan yang  mana  fakta  dan yang  mana  ilusi.
Salam Dahsyat dan Luar Biasa !
( Spiritual Motivator – DR. N. Faqih Syarif H, M.Si.  Penulis Buku “ The Power of Spirituality – Meraih Sukses Tanpa Batas ! www.faqihsyarif.com. Narasumber tetap Thank God Tommorow is Friday  di Radio SMART  88.9 FM Surabaya )  

Next Prev home

0 comments:

Post a Comment

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co