Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Tuesday, February 2, 2016

Lima Jurus Jitu Melapanglan Rezeki



Lima Jurus jitu  melapangkan rezeki
Dengan rasa cinta  dan kedekatan, Allah  akan rela memberikan kenikmatan-Nya kepada kita. Kita akan diberi rezeki  yang  lebih dari yang kita inginkan. Karena itu ingatlah bahwa  keimanan dan amal  shalih adalah kekayaan  yang paling utama  bagi Allah SWT. ( The Power of Spiritual, 2016 )

Sobat, Rezeki itu semata-mata datang dari Allah SWT.  Dan setiap makhluk  telah dijamin  rezekinya oleh Allah. Allah tidak  akan  menciptakan  makhluk  tanpa  disertai  rezeki  sebagai  bekal utama  makhluk  tersebut  mempertahankan  eksistensinya di dunia ini. Hal itu ditegaskan oleh Allah dalam firman-Nya :  
“dan tidak ada suatu binatang melata[1] pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya[2]. semuanya tertulis dalam kitab yang nyata.” (Lauh Mahfuzh).
Jadi  semua  rezeki manusia ada dalam kekuasaan Allah. Sebabnya rezeki semata-mata datang  dari Allah SWT. Al-hal ( Keadaan ) Bagaimana kita menjemput rezeki adalah bermacam-macam dan itu pilihan kita dan berlaku hisab Allah. Bagaimana kita menjemputnya dan bagaimana  mendistribusikannya  terkait dengan harta akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT.
Karena rezeki itu semata-mata dari Allah, maka dekati Allah,taati aturan-Nya pasti Allah akan bukakan pintu rezekinya kepada kita. Sobat, berikut ini resep para ulama mengenai amalan-amalan kebajikan ( Ibadah) pelancar rezeki berdasarkan keterangan Al-Qur'an dan hadits Nabi saw :

  1. Jurus Pertama dan utama : Iman dan Taqwa. Allah berjanji kepada hamba-Nya barangsiapa  beriman  dan bertaqwa  Dia akan melapangkan rezeki  kepadanya. Bahkan jika  suatu penduduk  beriman dan bertaqwa, Allah  akan  menurunkan berkah dan rezeki  dari langit  dan bumi  sehingga dapat  memakmurkan  penduduk tersebut.  Jaminan itu diberikan oleh Allah ketika syaratnya memang benar-benar kita penuhi. Sebagaimana  Allah berfirman :R$Ÿ2 tbqç7Å¡õ3tƒ ÇÒÏÈ  

“Jikalau Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, Maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS Al-A’raf : 96)

Mari kita lihat dalam sejarah Islam kondisi penduduk Yastrib (madinah)? Sebelumnya  kehidupan mereka  biasa-biasa saja, tidak ada  yang  menonjol. Kemudian  masuklah kaum muslimin yang dipimpin oleh Rasulullah Muhammad SAW.
Karena mereka beriman  dan bertaqwa  kepada Allah  dengan mengerjakan perintah dan menjauhi larangan-Nya maka Allah  beri mereka kehidupan  yang  sejahtera. Mereka hidup dalam kegotong-royongan, saling  berbagi  kasih dan saling  menyanyangi. Sebagaimana janji Allah dalam QS Ath-Thalaq ayat 2 -3.
Iman  dan Taqwa  akan  membawa   keberuntungan. Keberuntungan yang  tidak bisa  diprediksi  sebelumnya, tidak bisa disangka-sangka. Hal ini sangat mudah bagi Allah  untuk mewujudkannya jika Ia menghendaki-Nya.

2.    Jurus kedua : Berjalan di jalan Allah. Itua rtinya  apa  yang kita perbuat  harus sesuai  dengan  ketentuan  Allah yang termaktub  dalam kitabullah dan sunnah rasul. Berjalan di jalan Allah  berarti  menata kehidupan  sesuai dengan kehendak Allah, yaitu  mewujudkan  kesejahteraan, keadilan, ketenteraman, dan kedamaian. Hidup dan mati kita abdikan  kepada Allah SWT. Allah – lah muara pengabdian. Hidup di jalan Allah  adalah  kehidupan  yang  selalu  memperjuangkan nilai –nilai  kemanusiaan. Menata kehidupan  sesuai dengan kehendak Allah. Peradaban dan budi luhur  menjadi target  sehingga tercipta  kehidupan yang toleran dan damai.
Betapa  banyak  contoh  baik dari bangsa  terdahulu  maupun  masyarakat  di sekitar  kita  yang  mendapat  laknat  Allah  karena  mereka tidak berjalan  di jalan Allah. Sebaliknya  banyak  pula  umat  yang  mendapatkan kenikmatan  yang  luar biasa, mendapatkan kelapangan rezeki karena  mereka  berjalan di jalan-Nya.  Allah berfirman  :
“dan bahwasanya: Jikalau mereka tetap berjalan Lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezki yang banyak).”
(QS Al-Jin :16)

3.      Jurus ketiga : Bersyukur. Kalau kita  bersyukur  kepada Allah  setiap  kita  mendapatkan kenikmatan, Allah  akan  melipatgandakan  pemberian  rezeki berikutnya. Sungguh Allah  akan  menambah  kenikmatan-Nya kepada kita jika kita  mensyukuri setiap pemberian-Nya. Sekecil apa pun  kenikmatan  yang diberikan  kepada  kita  hendaknya kita  selalu  mensyukurinya. Sesuai janji-Nya, Allah pasti  akan  menambah kenikmatan itu kepada  kita.
Allah  berfirman :

“dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". ( QS. Ibrahim : 7 )

Kenikmatan rezeki  yang kita  terima  banyak  ragam  bentuknya. Rezeki  itu tidak selalu  berbentuk  uang. Rezeki tidak selalu  berbentuk  barang. Kita  diberi nikmat sehat itu pun rezeki. Sehingga , dengan kondisi  sehat kita bisa  beraktivitas.
Keinginan  boleh-boleh saja, yang tidak  boleh adalah  tidak mensyukuri  pemberian Allah dan  Tamak selalu merasa kurang. Banyak kisah orang terdahulu yang diadzab  Allah karena  ingkar nikmat Allah. Contoh yang paling populer adalah Qarun.


4.      Jurus keempat : Amal shalih. Orang yang beramal shalih  akan  selalu menjaga  perkataan  dan perbuatannya. Ia  selalu  berusaha terbaik untuk diri  dan keluarganya. Ia tidak berani dan  menjaga  diri dari perbuatan yang tercela  yang  melanggar  aturan  agama  maupun  hukum  positif.
Dalam  memperoleh rezeki  ia  selalu  berusaha  mendapatkannya  dengan  cara  yang  halal. Ia tidak melanggar ketetapan  dan tidak  mengambil  hak orang  lain  kehalalan  menjadi  prioritas. Ia tidak mau  memberi  makan  api  kepada  anggota  keluarganya. Orang yang  beramal shalih  akan berusaha  menjaga  diri dan keluarganya dari api neraka.  Ia  akan  selalu   menjaga  harta yang  dimiliki  dari noda   dan kotoran  akibat perbuatannya, Ia  tidak mau curang, tidak  mau  ngentit,  dan yang lagi marak, ia tidak mau  korupsi. Mereka yakin betul akan janji Allah sebagaiman dalam firmannya :

“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam Keadaan beriman, Maka Sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik. dan Sesungguhnya akan Kami beri Balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS An-Nahl : 97)

Banyak contoh  orang  menjadi buron  karena  tidak  beramal shalih, alias korupsi. Uangnya  miliaran. Rumahnya  berceceran, ada  di mana-mana. Namun, karena  cara  memperoleh  rezekinya  tidak halal, korupsi, mereka harus rela tinggal di hotel prodeo berterali  besi. Bahan ada yang terpaksa  meninggalkan negaranya. Mereka harus petak umpet dengan petugas atau aparat penegah hukum karena tidak mau diadili. Bahagiakah mereka? Sekalipun punya harta melimpah, rumah bak istana, kendaraan super lux, tidak nikmat . kebahagiaan yang dirasakan adalah semu. Semua itu adalah milik Allah. Kalau Allah sang pemilik  mengambil kembali sangatlah mudah bagi Allah, kita akan gigit jari.


5.      Jurus kelima : rajin sedekah.  Sedekah  membawa  berkah sobat. Rezeki yang  kita   sedekahkan  pada  hakikatnya  itulah  simpanan  kita  dan   itulah  milik  kita  yang  sesungguhnya. Antara sedekah dan berkah  tidak bisa  dihitung secara  matematika.
Yakinlah sobat,  bahwa sedekah  akan  menambah  dan  memberi  barokah  terhadap rezeki yang  kita sedekahkan. Keberkahan rezeki  tidak bisa  dihitung  secara  matematis  dan ilmu pasti.  Keberkahan dihitung  dengan  keyakinan  dan  amalan.
Allah  menjamin  bahwa orang  yang gemar  bersedekah  akan dilapangkan rezekinya. Dalam kenyataan  hidup sehari-hari, orang yang  gemar sedekah  hartanya semakin bertambah dan barokah. Ia selalu didoakan oleh malaikat  dan orang  yang diberi  sedekah.

Dengan rasa cinta  dan kedekatan, Allah  akan rela memberikan kenikmatan-Nya kepada kita. Kita akan diberi rezeki  yang  lebih dari yang kita inginkan. Karena itu ingatlah bahwa  keimanan dan amal  shalih adalah kekayaan  yang paling utama  bagi Allah SWT.
Salam Dahsyat dan Luar Biasa ! ( Spiritual Motivator – DR.N. Faqih Syarif H, M.Si.  Penulis Buku The Power  of  Spirituality – Meraih Sukses tanpa batas. www.faqihsyarif.com )


[1]  Yang dimaksud binatang melata di sini ialah segenap makhluk Allah yang bernyawa.

[2] Menurut sebagian ahli tafsir yang dimaksud dengan tempat berdiam di sini ialah dunia dan tempat penyimpanan ialah akhirat. dan menurut sebagian ahli tafsir yang lain maksud tempat berdiam ialah tulang sulbi dan tempat penyimpanan ialah rahim.

Next Prev home

0 comments:

Post a Comment

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co