Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Wednesday, January 13, 2016

Cara Tepat Memantaskan diri



Ayo Pantaskan Dirimu !
Cintailah Apa yang Anda kerjakan atau kerjakanlah apa yang Anda cintai. Temukan cara untuk membuat pekerjaan Anda menyenangkan. Jika Anda berhasil membuat pekerjaan Anda menyenangkan, bukan saja akan menyelesaikannya, Anda juga akan jauh lebih menikmati hidup ini dan menjadi bahagia.

Sobat, Cara paling tepat memantaskan diri adalah dengan cara menyesuaikan apa yang kita pinta dengan upaya terbaik yang akan kita lakukan bila hal itu menjadi kenyataan.
Jika ingin mendapatkan pasangan yang shalih atau shalihah , maka berusahalah sekuat tenaga menjadi orang yang shalih/shalihah dan carilah di majelis-majelis ta'lim, masjid atau pesantren bukan di diskotik atau klub-klub malam.
Jika ingin Sukses, perbanyaklah membaca dan bergaul dengan orang-orang yang sukses.
Jika Ingin Cerdas, maka bergurulah kepada orang cerdas yang banyak pengetahuan dan pengalaman.
Jika ingin meraih kekayaan belajrlah kepada orang kaya yang sudah berpenglaman.

Jadi nilai kepantasan harus menyesuaikan antara keinginan dengan kemampuan. Bila besarnya keinginan tidak disesuaikan dengan kenyataan, maka tak lebih dari sekedar khayalan semata. Namun bila keinginan itu terus-menerus dikawal dan diupayakan, maka ia meningkat menjadi sebuah harapan yang akan menjadi kenyataan.
Di dalam kehidupan kita ini sering kali kita menemui masalah yang besar yang sangat pelik dan rumit, bahkan mustahil untuk diselesaikan. Namun seiring dengan berjalannya waktu, ternyata "masalah besar" itu bukan perkara yang besar, melainkan masalah kecil.
Masalah terbesarnya adalah diri kita sendiri. Masalahnya terletak pada sudut pandang kita terhadap masalah itu sendiri. Bila kita sendiri bermasalah, maka semua orang yang berhubungan dengan diri kita akan menjadi pangkal masalah.
Sobat, Nilai suatu perbuatan, bahkan juga nilai pelakunya, terkait erat dengan hakikat pikiran yang ada di akal dan perasaan yang ada di jiwa. Bila kita berpikir bahagia maka kita akan bahagia, dan bila kita dikuasai pikiran sedih maka kita pun akan berduka. Bila kita diselimuti pikiran-pikiran mengerikan, kita akan menjadi penakut dan pengecut. Bila kita dikalahkan oleh pikiran terancam sakit, kota biasanya akan terserang penyakit. Demikian seterusnya." Hidup kita ini dibentuk oleh pikiran kita sendiri."
Sobat, Sejatinya, perasaan bahagia atau sedih, cemas atau tenang, bersumber dari diri kita sendiri. Diri kitalah yang memberi warna kesedihan atau kebahagiaan dalam hidup, seperti air yang akan mengikuti wadahnya.
" Barangsiapa ridha atas ujian yang menimpanya maka baginya keridhaan Allah. Barangsiapa tidak ridha maka baginya kemurkaan-Nya." ( HR. al-Tirmidzi)
Sobat, di akhir artikel ini saya  mengingatkan pada diri kita sendiri, Sekali-kali Allah tidak pernah meninggalkan kita, justru kita yang seringkali meninggalkan-Nya. Kitalah yang sesungguhnya bandel. Beribu-ribu kali memohon maaf. Berjuta-juta kali mengulangi kesalahan yang sama. Bahkan semakin terbiasa dengan kesalahan yang lebih besar.
Berkali-kali  kita  dijewer  dengan musibah, namun  seakan tanpa  dosa  kita  menuding  kepada Tuhan, “Ya  Tuhan mengapa  Aku  mendapatkan  musibah seperti ini Apakah salahku?” Mari kita beristighfar dan segera bertaubat kepada Allah SWT.
“ Pohon Tak pernah  membenci  angin  yang  menerbangkan  dedaunannya. Pohon  sadar  dedaunan tak  mungkin  jatuh  kecuali  telah layu  waktunya. Tuhan punya  alasan untuk  menguji kita dan kita tidak  punya  alasan  untuk mempertanyakannya  mengapa Tuhan harus  menguji  seperti kehendak-Nya.”
Salam Dahsyat dan Luar Biasa ! ( Spiritual motivator – Dr. N. Faqih Syarif H, M.Si  Penulis Buku The Power of Spirituality – Meraih Sukses Tanpa Batas. www.faqihsyarif.com )

Next Prev home

0 comments:

Post a Comment

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co