Talkshow di Radio SMART FM 88.9 FM.

Ikuti Program Kami tiap hari Kamis jam 17.00 s.d 18.00 Talkshow di Radio SMART FM 88.9 FM."Sukses Bisnis bersama Kekuatan Spirit Tanpa Batas"

Kumpulan Kisah Teladan

Simak kisah teladan yang penuh inspirasi yang akan membuat hidup anda lebih semangat lagi.

Selamatkan Indonesia dengan Syariah dan Khilafah

Hanya dengan kembali tegaknya Khilafah Islamiyah, dunia ini kembali menjadi indah.

Fikrul Mustanir

Membentuk pribadi yang selalu menebar energi positif di dalam kehidupannya.

Karya-karya kami

Kumpulan karya-karya kami yang sudah terjual di toko buku Gramedia, Toga Mas dan lain-lain.

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Monday, December 28, 2015

Bikin Hidup Lebih Hidup Bro !



Bikin  Hidup  lebih Hidup !
“Pergunakanlah  hidupmu  sebelum datang kematian. Hidup di dunia hanyalah sebentar janganlah di sia-siakan tanpa punya makna yang berarti. Kalau kita dikasih hidup sampai usia 70 tahun. Padahal 1 hari di akherat  adalah 50.000 tahun. Maka hidup di dunia  hanya 2 menit 1 detik menurut waktu akherat.”

Sobat,  mari  kita renungkan. Sudah berapa lama  kita  mendiami  bumi ini, 20, 30, 40, 50, 60, 70  tahun atau  lebih?   Lalu  apa yang  kita  lakukan  dalam  waktu selama  itu?  Apakah  kebaikan  yang  kita  lakukan ‘nilainya’  lebih  banyak  daripada  keburukan?  Setiap  detik dalam hidup ini  amatlah  berharga.  Orang  barat sering   menggambarkan sebagai uang. Time is  money. Padahal  uang  bisa  disimpan  apakah  waktu bisa disimpan. Bukankah sehari semalam setiap kita dikasih kesempatan yang sama  oleh Allah yaitu 24 jam. Bisakah kita  menyimpan waktu, dengan mengatakan, “ alhamdulillah  hari ini saya punya simpanan waktu 4 jam.” Tidak bisa kawan, kalau udah lewat ya lewat tidak bisa waktu itu diulang kembali.  Saydina Ali ra  mengatakan bahwa  waktu  laksana  pedang. Jika  kita  tidak bisa  memanfaatkannya, maka  waktu  tersebut  akan  menebas  ( umur ) kita. Waktu  terus berjalan  dan usia  pun tidak semakin  bertambah  tapi  berkurang. Lamban  tapi  pasti  kita akan  menuju  masa  tua.

Sobat, imam  al-Ghazali pernah  memberi  pertanyaan  kepada  muridnya, “ Apa  yang paling  jauh dari  diri  kita di dunia ini?”   para  muridnya  menjawab, “ Negeri cina, bulan, matahari,  dan bintang-gemintang.”  Imam  Ghazali  menjelaskan  bahwa  semua  jawaban  itu benar. Tapi yang  paling benar  adalah  masa  lalu.  Dengan cara  apa  pun  kita  tidak pernah  akan  dapat  kembali  ke  masa  lalu. Sebab itu  jagalah  hari  ini dan hari-hari  yang  akan  datang  agar  menjadi  lebih  baik dari  hari  sebelumnya.

Sobat, bukankah  Allah  sendiri  telah  bersumpah  bahwa  merugilah  manusia  yang  tidak  memberdayakan  waktunya  saat  hidup  di  dunia. Silahkan baca  dan renungkan dalam-dalam QS Al-Ashr.

" Demi masa.Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.”

Dalam  hidup,  Allah  telah  memberi  nikmat  yang begitu  banyak  dan luar biasa. Mulai dari  bangun  tidur  hingga  tidur lagi. Jika  di hitung, tidak  akan mampu  kita  tulis  secara  manual karena  terlalu banyak nikmat yang Allah berikan kepada kita. Orang  yang sakit dan masuk ICU  biaya per jamnya  mencapai  ratusan ribu. Satu misal saya tunjukkan berapa  subsidi yang  diberikan oleh Allah  saat  kita bernafas menghirup oksigen, kita  bisa  menghitunya dengan analogi  orang yang sakit asma, 1 botol oxycan  obat asma harganya 21.500  cara pemakaiannya  sekali hirup 2 detik. 75 kali pemakaian habis jadi butuh 2,5 menit untuk menghabiskannya. Itu artinya setiap 2,5 menit kita di subsidi oleh Allah 21.500. kalau 1 jam maka biaya yang dikeluarkan 516.000 lha kalau sehari  menjadi 12.384.000,-  bagaimana  kalau 1 tahun katakan  di buat lebih bulat 360 hari kali 12.384.000,-  maka  total  subsidi oksigen yang  Allah berikan kepada kita 4.484.240.000,- ( Milyar rupiah).  Kemudian  silahkan dikalikan  dengan berapa usia kita selama di dunia?  Misalnya  50 tahun  maka menjadi 224.221.000.000,- ( Sekitar 224 Milyar) ini baru nikmat Allah berupa bernafas. Subhaanallah!
Maka  sudah sepantasnya  kita  bersyukur  dan berusaha sekuat tenaga  memberikan prestasi yang terbaik yang  menjadikan Allah Ridho dan Bangga  serta layak mencintai dan menolong kita, bahkan kedua orang tua kita bangga  punya  anak seperti kita. Selagi  muda, gunakan  untuk  mengukir  prestasi. Selagi  memiliki harta, berdayakan  untuk  mengembangkan ekonomi, diri, keluarga,  dan masyarakat. Selagi masih sehat  eksplorasikan diri  untuk kegiatan sosial. Selagi nyawa  masih dikandung badan tingkatkan Iman dan perbanyak kebajikan untuk bekal hidup setelah mati, menghadap  ke haribaan Allah SWT  dalam keadaan khusnul khatimah.

Sobat, Rasulullah saw mengajarkan kepada umatnya agar selalu memanfaatkan waktu secara optimal. Dalam petikan shahih Bukhari dikatakan, ....." Pergunakanlah hidupmu sebelum datang kematianmu." seolah-olah dikatakan, jadikanlah waktu hidup dalam setiap detiknya memiliki nilai, terlebih jika kita masih memiliki kekuatan fisik, ekonomi, dan kesempatan untuk berkarya. Agar semua aktivitas kita bernilai akherat, semuanya niatkan sebagai ibadah. Kalau kita bekerja, niatkan sebagai ibadah, mencari ilmu niatkan sebagai ibadah, jika makan dan tidur pun niatkan sebagai ibadah, bahkan saat berjimak dengan isteri (suami) niatkan untuk ibadah. Dengan demikian tiap detik dalam hidup ini memiliki ' nilai' kebaikan di sisi Allah.
Itulah yang membuat hidup kita semakin hidup.
Salam Dahsyat dan Luar Biasa ! ( Vila de Palma - Manis mata kalbar, Penghujung tahun 2015, DR. Faqih Syarif M.Si,Spiritual Motivator – Penulis buku-buku motivasi spiritual dan Pengembangan diri. www.faqihsyarif.com)

Ingatlah Allah , niscaya Allah selalu menolong- Mu !



Ingatlah Allah, niscaya Allah selalu menolong-Mu.
Sobat, orang  yang selalu  mengingat Allah, seolah-olah ia telah  berkata, “ Ya  Allah, tolonglah hamba-Mu yang  lemah ini. Sesungguhnya  Engkaulah  Yang Maha Menolong  setiap  hamba  yang  membutuhkan.”

Sobat, mari coba kita perhatikan sehari-hari kita berbicara ribuan  bahkan jutaan  kata-kata. Coba kita  hitung, berapa  banyak  kata  yang  kita gunakan  untuk  selalu  menyebut, mengagungkan,  memuji  asma  Allah? Jika dihitung, mungkin sangat tidak seimbang. Bisa jadi kita  lebih  banyak  berbicara masalah  dunia dan topik yang  kurang bermanfaat lainnya  daripada   menyebut  dan  mengingat-Nya. Kita  mampu berjam-jam  dengan  orang lain  untuk  membocarakan  berbagai  topik, tapi  mengapa  lidah ini  tidak dibiasakan  mengucapkan sesuatu  yang  mengandung pahala dan manfaat dunia akherat, dengan  membaca tasbih, tahmid, takbir, dan tahlil misalnya.

Sobat, baginda Rasul saw adalah  sosok yang  paling  banyak  mengingat  dan  menyebut  nama Allah. Tidak hanya  kala  duduk  dan berbaring  bahkan dalam  tidurnya pun -  yang  jiwa  beliau tidak pernah tidur -  beliau  selalu ingat Allah.  Menurut Aisyah ra., Rasululllah saw  adalah  manusia  paling  banyak  mengingat  Allah  di segenap keadaan.  Ketika  Muadz ra  bertanya  kepada  Rasulullah, amalan  apa  yang  paling  disukai  Allah. Beliau  menjawab, “ Hendaklah engkau   mati  dalam keadaan  lidahmu  basah dengan  dzikrullah.”

Sobat, pada era zaman yang semakin canggih saat ini  banyak kita  temukan  orang  yang  mengalami  pergolakan jiwa , labil,  dan terombang-ambing  oleh belitan  berbagai  masalah. Dampaknya  beragam. Ada yang stres ringan, ada pula  yang  stres  berat  hingga nyaris  menghilangkan  nyawa  sendiri. Jiwa  mereka kering  dari  cahaya  Ilahi sehingga  mencari solusi  masalah  dengan beragam  cara  yang  keliru  dan salah kaprah.

Sobat, Rasulullah saw  mengajarkan  kita  cara  sederhana  untuk  merelaksasi  segala  problem  kehidupan,  yaitu  dengan  menyebut  dan  memuji  nama Allah (Dzikrullah).  Orang  yang  selalu  mengingat Allah, secara  tidak  langsung  ia  memohon  dan  menggantungkan  harapannya  kepada Dzat  Yang Maha Segalanya. Seolah-olah ia telah  berkata, “ Ya  Allah, tolonglah hamba-Mu yang  lemah ini. Sesungguhnya  Engkaulah  Yang Maha Menolong  setiap  hamba  yang  membutuhkan.”  Jika  Rasulullah saw  memberi  teladan  kepada  umatnya  agar  selalu  mengingat    Allah, tentu  bukan sekadar  anjuran  biasa, tapi  karena  manfaatnya   yang  begitu luar biasa. Sebagaimana  yang  disebutkan   dalam  Al-Qur’an :
tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä ûÈõuKôÜs?ur Oßgç/qè=è% ̍ø.ÉÎ/ «!$# 3 Ÿwr& ̍ò2ÉÎ/ «!$# ûÈõyJôÜs? Ü>qè=à)ø9$# ÇËÑÈ  
” (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” ( TQS. Ar-Ra’d :28)

Sobat, hati  yang  tenteram  karena   mengingat  Allah  akan   mengingat   Allah  akan   membuat  akal  kita  jernih  dalam  mengambil  keputusan,  sehingga  aktivitas  yang  kita  lakukan  akan  semakin  cermat  dan  terkontrol.  Saat  kita  menyadari  bahwa  hidup  ini   milik Allah  dan   kembali  hanya  kepada-Nya, kita  akan  mudah  menjalani  roda  kehidupan  dengan  kepasrahan  yang  tinggi  kepada Sang Pencipta.

Sobat, mengingat Allah yaitu  dengan  Al-Quran   sebagai  pedoman hidup yang  menjelaskan  bergam  aturan, dari  hal yang  terkecil  hingga  terbesar, agar  manusia  dapat   meniti  jalan  hidupnya  dengan  kemuliaan  dan  kebahagiaan. Ingatlah selalu  bahwa  Al-Quran  adalah  sumber hukum, sumber  ilmu, sumber inspirasi,  dan  motivasi  yang  akan menuntun  setiap  kita  meraih kemuliaan  dan kebahagiaan  dunia  akherat.  Bukankah ini  adalah tujuan hidup  tertinggi  dalam  setiap  pribadi muslim?
Begitu  besarnya  mukjizat  Al-Quran,  jika  diturunkan  di atas  gunung-gunung  niscaya  akan hancur  karena takut  kepada Allah SWT.
öqs9 $uZø9tRr& #x»yd tb#uäöà)ø9$# 4n?tã 9@t6y_ ¼çmtF÷ƒr&t©9 $Yèϱ»yz %YæÏd|ÁtFB ô`ÏiB ÏpuŠô±yz «!$# 4 šù=Ï?ur ã@»sVøBF{$# $pkæ5ÎŽôØtR Ĩ$¨Z=Ï9 óOßg¯=yès9 šcr㍩3xÿtGtƒ ÇËÊÈ  
21. kalau Sekiranya Kami turunkan Al-Quran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah. dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir. ( TQS. Al- Hasyr :21 )

Rasulullah saw menjamin bahwa ketakutan seorang hamba kepada Allah akan menyelamatkannya dari siksa neraka. " Tidak akan masuk ke dalam neraka, seseorang yang pernah menangis karena takut kepada Allah, sehingga air susu kembali ke putingnya. dan tidak akan dapat bersatu debu saat berjihad fisabilillah dengan asap neraka jahannam." ( HR. Tirmidzi).

Dengan  cara  banyak  mengingat Allah swt  dan  menjadikan Al-Quran  sebagai  pedoman hidup serta Rasulullah saw  sebagai  suri tauladan,  langkah  untuk  menyelesaikan  setiap  masalah  dan  keinginan  meraih  kesuksesan  hidup  akan  semakin  mudah. Andai  diberi  nikmat, kita  akan selalu  bersyukur  dan  tidak  berlagak  sombong.  Andai  Allah  memberi  musibah, kita  akan  diberi  kekuatan  dan  kesabaran  menghadapinya.

Salam  Dahsyat  dan  Luar  Biasa !   (  Spiritual  Motivator - DR.N.Faqih Syarif  H, M.Si.  di tulis saat  di tengah hutan kelapa sawit - Manis mata - Kalbar. www.faqihsyarif.com )

Next Prev home

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co