Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Wednesday, November 4, 2015

Kebiasaan Sukses Menjadi Pribadi Unggul



Kebiasaan  untuk menjadi Pribadi yang Unggul
Spesies  yang  mampu bertahan bukanlah  mereka  yang terkuat, bukan pula  yang tercerdas,  melainkan  yang mampu  beradaptasi  dengan  perubahan. Kita dilahirkan bukan  untuk  menjaga  agar  segala  sesuatu tidak  berubah, melainkan  untuk  membuat segala sesuatu menjadi  lebih baik. ( Mental Reconstruction Training – MRT, 2015)
Sobat, Harvard Business School  pernah melakukan penelitian 1979 para alumni mereka sebelum lulus ditanya  mengenai perihal   IMPIAN  mereka : Mereka yang punya IMPIAN  dan kebiasaan menulis IMPIAN mereka di tempel di tempat yang sering mereka lihat ternyata Cuma 3%,  sedangkan  yang  mereka yang punya  impian dan tidak ditulis atau hanya diangan-angan 14%, ternyata  83 % kebanyakan mereka  tidak  mempunyai impian atau goal dalam hidup mereka. Tahun 1989 Mereka diundang kembali saat temu alumni di Harvard Business School saat ditanya dan hasil mereka selama 10 tahun terhadap  IMPIAN mereka ternyata hasilnya;  mereka yang punya impian dan tidak di tulis (14%) penghasilannya kalau di rata-rata  2  kali lipat dari yang  83% yang mereka tidak punya impian. Sedangkan yang 3% (punya impian dan ditulis)  penghasilannya  10  kali   lipat dari 97 %.

Sobat, kunci untuk  mencapai  keunggulan  terletak  pada  pengembangan  kebiasaan-kebiasan  sukses sebagaimana di antaranya  kebiasaan  memiliki IMPIAN dan Menuliskannya serta di lihat, di ingat, di sebut dalam doa-doa kita.
Tim  Psikologi  Harvard Business School  dalam  penelitiannya  menemukan ada 8 kebiasaan sukses  yang  patut  dikembangkan untuk  melatih  dan  membentuk  karakter  kita  menjadi  seorang  pribadi unggul.
Sobat, lima kebiasaan  yang  pertama difokuskan untuk  pertumbuhan  karakter kita :
1.      Bersikap proaktif, bukan reaktif. Orang yang  proaktif  memiliki kemampuan  untuk memilih suatu sikap yang biasanya  positif, tanpa  dipengaruhi oleh situasi-kondisi eksternal. Sedangkan, orang  yang reaktif, sikapnya  dipengaruhi  oleh  kondisi eksternal.
2.      Berani  Mengambil resiko atau tindakan. Jangan  menunggu kesempatan,  tapi  ciptakanlah  kesempatan. Tidak  menimbulkan masalah, namun  memecahkan masalah. Tidak  mencari  alasan, tapi  mencari solusi. Tidak didorong, namun mendorong.
3.      Selalu  mulai  dengan goal ( Sasaran) yang jelas dalam pikiran.  Memvisualisasikan hasil akhir  sebelum  memulai sesuatu  membuat  kita  fokus. Dan membantu kita  mempertahankan tekad  yang kuat  untuk  meraih tujuan itu.
4.       Mendahulukan  hal-hal  yang utama. ( First thing first). Orang  yang mampu memahami skala prioritas dengan  mendahulukan  yang hal-hal yang  utama akan  menjalankan hidupnya dengan efektif dan efisien.
5.      Mampu  untuk  memulihkan  vitalitas  diri secara konstan. Proses  ini  menuntut  kita  menangani kesehatan fisik, mental, spiritual, dan  emosional  secara  seimbang.
Adapun menurut Tim Psikologi HBS,  tiga kebiasaan selanjutnya  berkaitan  dengan  sikap  kita  terhadap  orang lain :
6.      Selalu  berpikir  “ menang-menang”  mengharapkan  kemenangan bagi diri-sendiri, tanpa mengharapkan  kekalahan  pihak  lain. Win-win solution mengambil  sikap kooperatif, bukan kompetitif.
7.      Memahami ,  berempati, dan  menghargai  orang lain.
8.      Bekerja  dengan sinergi – kerja sama  yang kreatif dalam  segal hal.
Sobat,  di akhir  artikel yang singkat ini saya mengingatkan kembali, Pergaulan yang buruk  merusakkan kebiasaan yang baik, memilih teman adalah memilih masa depan. Bergaullah dengan orang-orang yang memiliki mental positif serta valensi yang lebih tinggi dari kita sehingga semangat dan valensi  yang tinggi tertular pada diri kita. Aristoteles  mengatakan “ Kita adalah apa  yang  berulangkali kita  lakukan.”
Karakter adalah  lebih baik  daripada  asal-usul  keturunan, dan tingkah laku pribadi yang unggul  lebih  penting  daripada   asal-usul  dari  keluarga  yang  paling  terhormat.
Sobat, tidak ada keindahan yang bisa dicapai kecuali oleh mereka yang berani percaya bahwa sesuatu di dalam diri mereka lebih unggul daripada keadaan.
Salam Dahsyat  dan Luar Biasa ! ( Spiritual Motivator – Dr. N. Faqih Syarif H, M.Si. Penulis  Buku The Power  of Spirituality – Meraih sukses tanpa batas. www.faqihsyarif.com )

Next Prev home

0 comments:

Post a Comment

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co