Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Monday, September 14, 2015

Membangun Karakter di saat Krisis.



Membangun Karakter  di  saat krisis
Lakukanlah  selalu  dengan  benar. Hal Ini akan memuaskan beberapa orang dan  mencengangkan beberapa orang lainnya. (Mark Twain)

Sobat, untuk  mendapatkan segala  sesuatu yang  terbaik  memerlukan  kesabaran, sebab Allah bukan  tukang sulap. Ada halhal  yang dapat  anda  percepat, tetapi  ada yang tidak. Tetaplah  percaya, Allah pasti  memberi yang  terbaik.
Sobat, agar dapat  tetap  kompeten  walau  sedang dilanda krisis, kita harus mampu  mengendalikan  mood  kita. Sebab krisis adalah  masa  pembentukan karakter. Di masa  krisis, karakter manakah yang akan mencuat dan berkembang; karakter  positif  atau negatif?
Sobat, kompetensi  membuat kita dihormati; namun karakterlah yang  membuat  kita  dipercaya. Dengan kepercayaan, kita  memperoleh kesempatan; dalam kesempatan ada  benih keberhasilan; akhirnya, dengan  konsistensi anda akan  membentuk kesuksesan jangka panjang.
Dalam  situasi  kehidupan yang semakin berat, krisis yang terjadi di lingkungan  sekitar  maupun  krisis  yang  terjadi  dalam diri jangan sampai membuat kita kusut dan kerdil. Sebaliknya, kita harus  berusaha  agar bisa tetap “cerah luar-dalam”, jiwa raga. Profesionalitas dan  kompetensi kita haruslah tetap  terjaga.
Pada  hakekatnya, semua  manusia  ingin agar cita-citanya dapat terwujud  persis seperti apa yang  diinginkan, tetapi, banyak di antara  manusia  melupakan  syarat  yang diperlukan untuk mewujudkan hal tersebut. Masalah utama  adalah  karena  mereka tidak memiliki cukup  kemauan untuk  berjuang mewujudkannya menjadi  kenyataan. Mereka begitu terbuai oleh mimpi-mimpi indah, tidak disiplin dan  malas  untuk  melalui satu  demi satu rintangan yang  menerpa.
Sobat, target  hidup  yang bagus dan rinci saja tidak cukup  untuk bisa  mencapai suatu target tertentu, diperlukan  lebih dari itu. Diperlukan hasrat, disiplin,  dan komitmen  tertinggi  untuk mewujudkan target tersebut  menjadi kenyataan.
Sobat,Masa krisis  adalah  proses pembentukan karakter. Berikut ini  adalah tips  menghadapi  krisis  dan  menjadikan  masa  krisis  sebagai  pembentukan  karakter yang  positif, sambil  tetap  mempertahankan kinerja  tetap  berkualitas.
1.      Tidak  memfokuskan pikiran pada  krisis.  Bila pikiran terlalu  larut  pada persoalan-persoalan, kita bisa  menjadi bete, down, dan dikuasai mood. Jiwa yang tak  tenang  akibatnya  mempengaruhi kinerja  kita. Lebih  baik  kita  me,mandang  krisis dari sudut  pandang  yang  positif.
2.      Identifikasi krisis  atau  perjelas krisis yang kita alami. Krisis menuntut kita  untuk menemukan solusi.  Krisis adalah  ujian  bagi kreativitas kita. Solusi atas  krisis  bisa  kita dapatkan melalui  diskusi  dengan  yang lebih  berpengalaman, atau  dengan  melakukan diskusi kelompok, FGD. Terkadang, orang  lainlah yang  dapat  memberikan  solusi atas  krisis kita. Kita  juga  perlu  melakukan riset dan perbandingan-perbandingan  yang kita lakukan  sendiri.
3.      Tetap Fokus  pada tujuan.  Krisis  yang  terjadi  pada  lingkungan  di mana kita hidup, baik dalam keluarga, kantor, bidang bisnis yang kita tekuni, kota, negara, hingga  krisis  global  sebaiknya jangan sampai  menggoyahkan  fokus  kita pada  tujuan atau visi  yang  hendak kita raih.
4.      Tidak  harus mendengarkan berita. Setiap hari kita  disodori  dengan  berita-berita  tentang beratnya hidup  di tengah  krisis. Jika  Anda  merasa  bahwa  berita  semacam itu  menurunkan  semangat  dan  mengakibatkan  kinerja  merosot, sebaiknya  putuskan  untuk  tidak usah  mendengarkan bahkan melihat berita  tentang krisis  dan fokuskan hati  dan pikiran pada tanggung jawab, tugas, atau kegiatan kita sehari-hari.
5.      Krisis  adalah ujian bagi karakter kita.  Sobat, krisis  mengasah kepekaan kita. Situasi krisis  menuntut  kita  untuk  semakin rajin, bekerja pintar,  dan mengasah  kepekaan  kita  untuk  mencari  kesempatan, entah  besar  ataupun  kecil, di tengah  kesulitan.
6.      Krisis  menuntut  kita  untuk introspeksi. Luangkan  waktu untuk  merenung. Kalau dulu kita tak punya  waktu  untuk berpikir. Di masa  krisis, tentukan waktu khusus untuk  melihat peluang apa saja  yang dapat kita masuki. Krisis  adalah ujian  bagi profesionalitas kita. Krisis  memberi kita  kesempatan untuk revitalisasi adalah menata diri agar menjadi semakin kuat. Reorientasi  yaitu melihat  dn  menata  kembali  tujuan-tujuan kita.

Sobat, orang yang terbiasa  hidup  dalam  kesulitan  menjadi  terbiasa  untuk  beradaptasi  dengan  lingkungannya. Tak peduli sebesar apa pun tantangan di hadapan anda, selama anda masih hidup, anda masih punya harapan!  Jangan pernah  goyah  dengan  apa pun  yang terjadi, Allah dapat membalik kejadian apa pun.

Sobat, sekali lagi, target hidup anda  hanya bisa diwujudkan jika  anda  memiliki  hasrat yang begitu menggebu-gebu  di dalam  hati anda untuk mewujudkannya. Dengan hasrat  yang begitu menggebu-gebu,  maka  anda  akan  selalu  siap untuk Disiplin  dan Komitmen  dengan apa yang telah  anda canangkan  di dalam  kehidupan  anda.

Salam Dahsyat dan Luar Biasa !  ( Spiritual Motivator – Penulis Buku The Power  of Spirituality – Meraih Sukses tanpa batas. Pengasuh acara Thank God Tommorow is Friday Radio SMART 88.9 FM Surabaya. www.faqihsyarif.com )

Next Prev home

0 comments:

Post a Comment

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co