Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Saturday, January 31, 2015

Paradigma "Menjadi" bukan " Memiliki"



Paradigma “Menjadi” bukan “Memiliki”
Sobat, agar hidup benar-benar ada di tangan kita, ada beberapa paradigma yang perlu kita ubah.
1. Dalam menghadapi masalah dan kesulitan cobalah untuk menanyakan " Apa" bukannya "mengapa". Menanyakan " Apa" akan membuat diri kita lebih berdaya, sementara menanyakan " Mengapa" akan membuat kita semakin merasa tak berdaya. Bertanyalah pada diri Anda sendiri, " Apa yang bisa saya lakukan dalam situasi ini?" bukannya, "Mengapa situasi ini terjadi?"
2. Sadarilah bahwa yang paling sering membuat segala sesuatunya runyam bukanlah peristiwa dan masalah yang kita hadapi melainkan respon kita terhadap situasi tersebut. Kualitas seseorang bukanlah ditentukan oleh stimulus yang datang kepadanya tetapi oleh respon yang ia berikan terhadap stimulus tersebut.
3. Kita perlu menyadari bahwa walaupun kita tak selalu dapat memilih lingkungan kita, kita senantiasa dapat memilih respon dan tindakan kita sendiri. Kita memiliki kemampuan untuk melakukan respon terhadap situasi apa pun.
4. Walaupun kita dapat memilih tindakan apa pun yang kita lakukan tetapi kita tidak dapat memilih akibat dan konsekuensinya. semua itu diatur oleh hukum alam yang berlaku dimana saja, kapan saja dan untuk siapa saja. Karena itu kita perlu selalu menyesuaikan segala tindakan kita dengan hukum alam.
5. Kita perlu merubah paradigma kita dari "Memiliki" menjadi "Menjadi". Dalam paradigma memiliki, kebahagiaan kita tergantung dari apa yang kita miliki. Padahal apa pun yang kita miliki mudah hilang. Lantas, apa yang akan terjadi dengan kita kalau semua yang kita miliki itu hilang. Kita akan terombang-ambing dan kehilangan pegangan.
Paradigma "Menjadi" amatlah berbeda dengan paradigma "Memiliki". Dalam Paradigma "Menjadi" kita menggantungkan kebahagiaan tersebut pada apa yang ada di dalam. Ini akan membuat kita benar-benar merdeka yaitu lepas dari ketergantungan terhadap apa pun yang ada di luar. Kunci kebahagiaan hidup adalah apa yang di dalam. Karena itu apapun yang terjadi di luar tidaklah akan terlalu menggelisahkan kita.
Salam Dahsyat dan Luar Biasa ! ( Spiritual Motivator – N. Faqih Syarif H, Penulis buku-buku Motivasi Spiritual dan pengembangan diri , Buku Komunikasi Bisnis Islam Kontemporer. www.faqihsyarif.com )

Next Prev home

0 comments:

Post a Comment

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co