Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Sunday, January 11, 2015

Catatan Perjalanan Dakwah di Bumi Kyai Gede Kotawaringin Lama



Catatan Perjalanan Dakwah di Kotawaringin Lama.(1)
Sobat, perjalanan dakwah di awal januari tepatnya tanggal 9 – 15 januari 2015 kami menyusuri jejak-jejak penyebaran Islam pertama di Kalimatan Tengah. Sekitar jam !0.15 saya telah mendarat di Bandara Iskandar pangkalan bun dari bandara juanda Surabaya. Di depan pintu keluar sudah menunggu sahabat dan murid saya ust. Kokoh dan ust. Gatot kemudian kami meluncur ke hotel Andhika  kami melakukan Istirahat sejenak terus menuju masjid untuk sholat jumat, setelah makan siang kami  melakukan kontak dan silaturahim dakwah ke tokoh-tokoh masyarakat Pangkalan Bun diantaranya H. Dariyat terus dilanjutkan ke PP Dar ar –Raudah menemui Habib Muhammad yang memiliki santri sekitar 300 (Pa-Pi) dan beliau bersyukur kalau saya sebelum kembali ke Surabaya berkenan memberikan moivasi spiritual kepada para santri beliau. Malamnya saya memberikan Motivasi dakwah di Kumai Kalteng dihadapan sekitar 50 orang da’i. Keesokan harinya kami bersama ust. Gatot dijemput oleh Pak Lurah Kotawaringin hulu H. Nusriyadi karena malamnya saya memberikan Ceramah Peringatan Maulid Nabi. Sekitar jam 15.30 setelah melalui perjalanan darat hampir 2 jam dengan medan jalan makadam yang bergelombang seperti ombak. Kami disambut oleh pihak kecamatan kotawaringin lama dalam hal ini Bpk Sekcam H. Nahwani di rumah beliau. Setelah istirahat dan Mandi kami di ajak oleh Pak Lurah dan Pak Camat ziarah ke makam auliya’ Kyai Gede ( Maulana Sayyid Abdus Salam) Dai utusan Kesultanan Islam Demak yang ditugaskan ke banjar kemudian membuka lahan dakwah Islam di kotawaringin lama. Di makam Kyai Gede, kami disambut oleh salah satu Tokoh masyarakat H. Nafis kami diajak berkunjung ke Istana kesultanan lama dan masjid Jamik Kyai Gede

MASJID Kyai Gede terletak di Ibukota Kecamatan Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat. Pengunjung makam dan masjid Kyai Gede tidak hanya warga lokal, tetapi juga dari Pulau Jawa. Untuk mencapai ke lokasi ini, ada beberapa alternatif. Dari Kota Pangkalan Bun bisa menggunakan transportasi air dengan waktu tempuh satu setengah jam. Bisa juga diakses melalui jalur darat, namun kondisi jalan belum beraspal.
Namun saat ini sebagian besar pengunjung lebih memilih jalur darat yang berjarak sekitar 40 kilometer dari Kota Pangkalan Bun. Masjid yang dibangun pada 1023 Hijriah ini berukuran 16 x 16 meter persegi. Bentuknya tidak seperti arsitektur masjid-masjid di Kalimantan pada umumnya, tetapi lebih menyerupai gaya arsitektur masjid-masjid di Jawa, khususnya Masjid Agung Demak.

Kemiripan dengan Masjid Agung Demak dapat dilihat dari bentuk atapnya yang bersusun menyerupai pura. Tiang-tiangnya tidak ditanam, melainkan hanya diletakkan di atas tumpuan menyerupai mangkuk yang terbuat dari kayu ulin. Konon, nama Kyai Gede sendiri adalah nama seorang ulama asal Demak, yang diutus menyebarkan agama ke wilayah Kalimantan Tengah.
Jasanya yang begitu besar bagi perkembangan Islam, membuat nama Kyai Gede diabadikan pada masjid tersebut. Masjid tertua di Provinsi Kalteng ini hanya mampu menampung antara 200 hingga 300 jemaah, karena ukurannya memang tidak besar. Semua bangunan tampak masih utuh dan masih belum berubah dari posisi semula. Hanya ada penambahan plafon dan tempat wudhu.

Meski 100 persen dari kayu ulin, namun tidak ada paku dalam bangunan ini. Antara kayu satu dengan yang lainnya dikunci dengan pasak. “Memang masih asli, dan masyarakat memang sengaja tidak mengubah atau merehab bangunan tersebut,” ungkap tokoh masyarakat setempat yang juga Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kotawaringin Lama Sueb saat dibincangi beberapa waktu lalu.

Seperti masjid lainnya, masjid ini setiap hari dimanfaatkan warga untuk beribadah. Selain itu, sebagai pusat kegiatan-kegiatan sosial masyarakat. “Kalau imam salat di masjid ini bergantian, kadang saya juga. Banyak sesepuh atau para tokoh di sini karena mayoritas penduduknya adalah Islam,” beber Sueb.
Sekretariat Camat Kotawaringin Lama menambahkan, masjid Kyai Gede adalah aset sejarah yang perlu dilestarikan dan dijaga keberadaannya. Jika akses jalan darat dari Pangkalan Bun menuju Kotawaringin Lama benar-benar mulus, dia memprediksi akan banyak yang mengunjungi kecamatan tertua di Kotawaringin Barat ini.
Selain mempunyai Masjid Kyai Gede, Kotawaringin Lama juga terdapat makam Kyai gede yang sering menjadi tujuan ziarah sekaligus wisata religi. “Banyak kelebihan yang dimiliki Kecamatan Kotawaringin Lama, selain masjid tertua tersebut, juga ada Istana Al Nursari,” ulasnya.

Makam Kyai Gede berbeda dengan makam pada umumnya. Ada yang mengatakan bahwa makam Kyai Gede terpanjang di dunia karena panjangnya sekitar enam meter. Ini juga menjadi pertanyaan bagi setiap peziarah yang datang. Ketua pengurus makam Kyai Gede, H Navis, menambahkan, terdapat beberapa versi sejarah tentang Kyai Gede. Ada yang mengatakan bahwa memang sosok Kyai Gede tinggi besar sehingga makamnya mencapai enam meter. Ada juga yang mengatakan orangnya biasa saja, tetapi ada benda lain yang diletakkan sehingga makam memanjang. “Sampai saat ini, makam juga masih utuh tidak pernah diotak-atik, hanya memang sedikit berubah untuk lingkungannya,” urai H Navis.
Selain masjid dan makam, kata Nafis, jejak peninggalan Kyai Gede sudah tidak diketahui. Ketua pengurus makam Kyai Gede selama 18 tahun ini juga tidak bisa melacak tentang murid atau keturunan Kyai Gede secara gamblang.
Pada Malam peringatan Maulid nabi di desa kotawaringin hulu, kami menyampaikan bahwa kita harus terus melanjutkan dan mensyiarkan Islam di kalimatan tengah ini sebagai penerus para wali atau auliya’ termasuk Kyai Gede atau Maulana Sayyid Abdus Salam yang merupakan waliyullah  yang menyebarkan Islam pertama dan Peletak dasar Islam di Kalimantan tengah. Bukankah Para Ulama adalah Pewaris Nabi dan Menelandani Rasulullah  Muhammad SAW dan mengamalkan ajarannya adalah kunci utama tuk meraih kemuliaan dan keberkahan hidup.

Sobat, Puncak dari kesemua orang shalih adalah para Nabi dan Rasul Allah. Dan pucuk tertinggi dari semua puncak itu adalah Rasulullah Muhammad SAW. Maka sungguh, tentang diri Rasulullah adalah sebaik-baik kisah, seindah-indah cermin, semulia-mulia jalan, dan semurni-murni teladan. Maka sungguh pada diri Rasulullah ada sebening-bening hati, sejernih-jernih jiwa, sedalam-dalam ilmu, dan setepat-tepat fahaman.
Maka, sungguh dalam tindak Rasulullah ada seikhlas-ikhlas niat, seihsan-ihsan amal, seteguh-teguh prinsip, dan sejelas-jelas ikutan. Maka sungguh, di tiap langkah Rasulullah ada seagung-agung akhlaq, seluhur-luhur budi, segenap-genap syukur dan seutuh-utuh sabar.
SEmoga Allah teguhkan kita beriman dan beramal dalam segala keadaan; berbagi tanpa menanti penuhnya pundi-pundi, bersedekah tanpa usah menunggu berlimpah. Bersabar tanpa harus terkena musibah; bersyukur sebab nikmatnya tak berhenti mengucur. Jika miskin serta kaya adalah dua jalu jalan raya, dan jika sabar serta syukur adalah dua kendaraannya; maka seperti ungkapan Umar Ibn Khattab, tak usahlah peduli harus mengendarai yang mana, sebab jurusan akhirnya sama-sama surga dan ridha-Nya.
Salam Dahsyat dan Luar Biasa !
( Spiritual Motivator –N. Faqih Syarif H, Penulis buku-buku Motivasi Spiritual dan Buku Komunikasi Bisnis Islam Kontemporer. www.faqihsyarif.com )

Next Prev home

0 comments:

Post a Comment

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co