Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Wednesday, January 7, 2015

Ayo Pantaskan Diri Menjadi Ulul Albab !



Ayo Pantaskan Diri Menjadi Ulul Albab!
Ilmu adalah pengikat terkuat bagi keberkahan yang ingin kita sesap sepanjang hayat. Ilmu adalah pengapit terkukuh bagi irisan-irisan makna kebajikan. Rasul bersabda, " Jika Allah menghendaki kebaikan bagi seorang hamba, maka Dia fahamkan yang bersangkutan dalam agama." Ingatlah selalu sobat, gairah kita untuk ilmu adalah semangat agar hidup kita diperbaiki. Gelora kita untuk  ilmu adalah hasrat agar perjalanan kita di dunia dijelitakan. Segala puji bagi Allah, Rabb Yang Mencipta dan Memberi pengajaran.

Ulul Albab itu mereka yang selalu memperkokoh pemahaman tauhidnya; bahwa Ilahnya itu Allah yang satu, tiada putra dan tanpa sekutu. Tiada hari yang mereka lalui, melainkan Al-Qur'an terus ditadabburi. Dengan itu, dada mereka terang oleh paparan wahyu, jiwa mereka lega oleh penjelasannya. Dengan itu, akal merka takluk oleh nasihatnya, dan pikir mereka tunduk oleh peringatannya. Silahkan Baca QS Ibrahim ayat 52.

Ulul albab menjaga taqwanya, maka Allah karuniakan furqan bagi mereka; pembeda yang haq dari bathil, yang suci dari nista, yang terpuji dari yang tercela. Bukan hanya kemampuan membedakan, melainkan juga kemampuan mengikuti yang benar lagi meninggalkan yang keliru, mengambil yang rancak serta membuang yang boyak, meraih yang thahir dan menyisihkan yang nista.

Ulul Albab memahami bahwa semua orang dan segala kejadian adalah pelajaran. Diikutinya kalimat baik walau berat, dijalaninya nasihat walau pahit. Jadilah mereka makhluk yang membumbung tinggi sembari tetap rendah hati. Berulang kali ulul albab dipuji sebagai insan yang berilmu dan berkhikmat. Merekalah gemintang bercahaya, yang hanya dengan memandang wajahnya pun para sesama mendapatkan ilham untuk berkeshalihan. Apa rahasia mereka? Silahkan baca QS Az-zumar ayat 9.

Sayydina Ali RA pernah menyatakan, " Hal yang paling aku takutkan diantara yang paling aku khawatirkan atas kalian,adalah panjang angan dan memperturutkan hawa nafsu. Panjang angan itu melalaikan dari akherat, sedang menuruti hawa nafsu akan memalingkan dari kebenaran."

Dikisahkan Imam Asy-Syafi'i, ke mana-mana menghela tongkat ketika berjalan kaki meski usianya masih muda dan amat sehat secara jasmani. Maka beliau ditanya, " Mengapa engkau bertongkat padahal umurmu belum tua dan tubuhmu bugar adanya." Beliau tersenyum. " Untuk mengingatkan diri," kata beliau, " Bahwa aku hanya musafir yang mampir. Tidak punya apa-apa. Tidak tinggal selamanya."

Apa yang kita punya di dunia ini sebenarnya; jika diri kita ini pun milik Allah dan akan kembali kepada-Nya? Kita membaca kalimat Inna lillahi wainna ilaihi Raaji'un setiap kali musibah menimpa, ketika salah seorang yang kita kenal maupun tidak Allah panggil ke sisi-Nya. Namun, kita kesulitan menginsyafinya ketika nafas lancar dan badan segar, sebab bermegah-megahan telah merancuni jiwa.

" Kemudian kalian akan ditanya pada hari itu tentang nimat-nikmat." (QS At-Takaatsur 9102):8) . " Pada Hari Itu, kalian akan benar-benar ditanya tentang syukur kalian terhadap nikmat yang telah Dia anugerahkan." Penjelasn Ibn Katsir. Syukur itu memuji Pemberi karunia, menggunakannya dalam ketaatan, dan menjadikannya kemanfaatan. Maka atas tiap nikmat sekecil apa pun; sehirup nafas, sedetak jantung, seberkas cahaya, sesuap makan, seteguk minum, sehelai kain; ketiga unsur itu akan disoalkan.

Sobat, ingatlah selalu Nikmat Allah itu jauh lebih banyak daripada keluhan kita.. Hidayah-Nya jauh lebih mahal daripada kehilangan kita.. Ampunan-Nya jauh lebih besar daripada dosa-dosa kita..

Sobat, Mari kita cemburu pada mereka yang selalu bercumbu dengan Ilmu, Berlimpah dengan dakwah, dan bermesra dengan Allah.

SEmoga Allah teguhkan kita beriman dan beramal dalam segala keadaan; berbagi tanpa menanti penuhnya pundi-pundi, bersedekah tanpa usah menunggu berlimpah. Bersabar tanpa harus terkena musibah; bersyukur sebab nikmatnya tak berhenti mengucur. Jika miskin serta kaya adalah dua jalu jalan raya, dan jika sabar serta syukur adalah dua kendaraannya; maka seperti ungkapan Umar Ibn Khattab, tak usahlah peduli harus mengendarai yang mana, sebab jurusan akhirnya sama-sama surga dan ridha-Nya.

Salam Dahsyat dan luar biasa ! ( Spiritual Motivator – N. Faqih Syarif H, Penulis buku-buku Motivasi Spiritual dan Buku Komunikasi Bisnis Islam Kontemporer. www.faqihsyarif.com )

Next Prev home

0 comments:

Post a Comment

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co