Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Thursday, December 25, 2014

TOMAT ( BerTobat dan Tidak kembali Maksiat)



Sobat, diantara hikmah yang selalu melekat pada setiap musibah adalah pertanyaan,“ Apa kesalahanku sehingga cobaan ini menimpa?” Selanjutnya sobat, memang kepekaan hatilah yang menentukan jawab dan tindakan yang aka diambil. Maka berbahagialah yang segera merundukkan diri di hadapan keagungan Allah, serta berlirih-lirih mengadukan kelemahan, kesilapan, dan kehinaan.
“Allah mencitakan manusia dengan menggariskan baginya bahwa berbuat keliru dan jatuh dalam kesalahan adalah perkara yang mungkin, bahkan niscaya.” Demikian kata Dr. Abdul Karim Zaidan dalam bukunya Al-Mustafad min Qashashil Qur’an. Tapi dengan kasih-Nya. Allah juga membukakan pintu agar dosa-dosa menjadi jalan kembali dan pelarian suci, tempat bersimpuh dan sandaran berteduh, mahligai yang syahdu bagi bermesra, meminta, dan beroleh karunia.

Maka demikianlah sobat, yang dilakukan oleh Nabi Yunus AS. Di perut ikan Nun, dalam gelap yang mencekik hingga ke hati, dia menangisi kelemahannya, menekuni hari-harinya, dan mengaku telah berbuat aniaya. Lisan beliau tak pernah berhenti berucap ,” Laa ilaaha illaa Anta, Subhaanaka, innii kuntu minadhzaalimiin. Tiada Ilah sesembahan yang haq selain Engkau. Maha suci Engakau; sungguh aku termasuk orang yang berbuat aniaya.” Ucapan beliau ini diabadikan dalam QS Al-Anbiyaa’ (21) : 87.
Sobat, doa  Nabi Yunus AS begitu sederhana. Tapi indah dan mesra. Akrab dan hormat. Takdzim dan syahdu. Tak ada di sana pinta untuk mengeluarkannya dari perut ikan, apalagi desakan agar segera. Tak ada di sana rajuk-rajuk manja, iba-iba memelas, apalagi kalimat perintah yang pongah. “ Doa Dzun Nun, ‘Alaihissalam adalah diantara seagung-agung doa dalam Al-Qur’an.” Begitulah menurut Ibn Taimiyah.  Doa itu mengandung dua hal saja, merunduk-runduk mengakui keagungan Allah SWT dan berlirih-lirih mengadukan kelemahan diri.

“Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas[1].” ( QS. Al-A’raaf (7):55)

Maka doa Yunus, yang tidak rinci, yang tidak dibayang-bayangkan bahkan tak tergambar apa yang dimintanya, dijawab oleh Allah SWT dengan kelimpahan karunia yang membawa kejayaan. Dia hanya mengakui ketidakberdayaan dan laku aniayanya pada diri sendiri; maka Allah yang Maha kuat, Maha gagah, Maha perkasa, mengulurkan pertolongan-Nya, pembelaan-Nya, dan bantuan-Nya.  Yunus bukan hanya dikeluarkan dari perut ikan. Dia bahkan tak perluh berpayah-payah berenang karena diantar oleh sang ikan sampai tepian. Dan tempatnya didamparkan bukanlah sembarang daratan, bahwa Yunus dibaringkan di hamparan tanah yang kemudian ditumbuhi suatu tanaman dari jenis labu. Demikian penjelasan Imam Ibn Katsir riwayat dari Ka’ab Al-Ahbar dan Ibn ‘Abbas.

“ kemudian Kami lemparkan Dia ke daerah yang tandus, sedang ia dalam Keadaan sakit.
 dan Kami tumbuhkan untuk Dia sebatang pohon dari jenis labu.” ( QS. Ash-Shaaffaat (37) : 145-146)

Sobat, sebagaimana lazimnya seorang yang terkurung dalam gelap di kedalaman laut selam waktu yang panjang, maka Yunus pun sakit. Beliau bagaikan bayi yang baru dilahirkan; ringkih, tak terlindung, rumih, dan rentan.” Menurut Ibn ‘Abbas.  Ketika Yunus siuman, secara naluriah dia menggapai buah yang ada di dekatnya kemudian memakannya. Buah tanaman itu, yang mengandung air, gizi, dan zat-zat yang bermanfaat, amat mudah dicerna oleh tubuhnya. Khasiatnya menjalari seluruh pembuluh dan sendi, merasuki semua sumsum dan pori, memulihkan tenaga dan kesentausaannya. Sakit, payah, dan terganggunya faal badan akibat berpuluh hari di dalam perut ikan dan di dasar lautan, kini mulai pulih kembali sehat wal afiat.

Sobat, Nabi yunus pun bugar kembali, bersemangat, dan berjanji kepada Allah untuk nanti teguh, istiqomah, dan tak menyerah dalam berdakwah kepada kaumnya; apa pun yang akan terjadi di hadapannya. Subhaanallah, alangkah takjub dan penuh syukur beliau ketika kembali ke kaumnya, seluruh kaumnya justru telah beriman kepada Allah SWT dan menantikan kedatangan Nabi Yunus, jumlah mereka lebih dari 100 ribu orang.

Sobat, betapa berkah doa Yunus. Bukan hanya menjadi karunia keselamatan dirinya, doa itu bahkan menjadi anugerah hidayah bagi begitu banyak manusia dari kaumnya. Dakwh Yunus Berjaya, tepat pada saat dia merasa dan mengaku bahwa dirinya berdosa di hadapan Allah Yang Maha Kuasa. Dakwah Yunus Berjaya, ketika dia mengakui dirinya aniaya dan hatinya tunduk memuliakan Allah SWT. Dakwah Yunus Berjaya, ketika dia merasa tak berdaya di hadapan Allah Yang Maha Perkasa.  Berjayalah hamba yang merasa tak berdaya tanpa-Nya. Maka Maha Suci Dzat yang menjadikan berhina pada-Nya sebagai kemuliaan, berfaqir kepada-Nya sebagai kekayaan, tunduk pada-Nya sebagai keluhuran, dan bersandar pada-Nya sebagi kecukupan.

Semoga kita bisa mengambil pelajaran yang berharga dari kisah Nabi Yunus tuk mengarungi samudera kehidupan dengan menjadikan Hayatul Islam adalah Hayatuddakwah tuk meraih keberkahan hidup dan mengundang pertolongan Allah SWT.
Salam Dahsyat dan Luar Biasa ! ( Spiritual Motivator – N. Faqih Syarif H Penulis Buku The secret of  Happiness dan Buku Never Give Up ! www.faqihsyarif.com )



[1] Maksudnya: melampaui batas tentang yang diminta dan cara meminta.

Next Prev home

0 comments:

Post a Comment

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co