Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Wednesday, December 10, 2014

Menarik Rezeki Ilahi dan Keberkahan Hidup.



Menarik Rezeki Ilahi dan Keberkahan hidup.
Khalifah Umar ibn ‘Abdil Azis pernah mengatakan, “ Barangsiapa memperbagus hal-hal tersembunyinya, niscaya Allah jelitakan apa yang tampak dari dirinya. Barangsiapa memperbaiki hubungannya dengan Allah, niscaya Allah baikkan hubungannya dengan sesama. Barangsiapa disibukkan oleh urusan agamanya, maka Allah yang akan mencukupinya dalam perkara dunia.

Sobat, perkataan Umar Ibn ‘Abdil ‘Azis bukan isapan jempol belaka  dan tanpa dalil atau nash yang kuat melandasi pemahaman beliau ini. Sehingga kita pun layak meyakininya pula sebab Allah memang telah banyak berjanji baik melalui Al-Qur’an maupun As-sunnah. Kita pun bisa baca QS Ath-Thaalaaq ayat 2-3 : “ Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya, dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.”

Imam Ibnu Katsir menjelaskan dalam Tafsirnya, “ Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah dengan melakukan apa yang diperintahkan-Nya dan meninggalkan apa yang dilarang-Nya, niscaya Dia akan memberinya jalan keluar dari kebuntuan serta mengaruniakan rezki dari arah yang tidak terduga-duga, yakni dari arah yang tidak terlintas dalam benaknya.”

Bahkan dalam hadits qudsi yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dan Ibnu Majah ketika Rasulullah SAW menyebutkan firman Rabbnya, “ Wahai anak Adam, beribadahlah kepada-Ku sepenuhnya, niscaya akan Kupenuhi hati kalian dengan kekayaan dan kupenuhi kedua tangan kalian dengan rezki. Wahai Anak Adam, jangan menjauh dari-Ku sehingga akan Kupenuhi hati kalian dengan kefaqiran dan Kupenuhi kedua tangan kalian dengan kesibukan.”

DR. Fadhl Ilahi dalam bukunya Mafatihur Rizki, mengatakan “ Siapa yang hatinya dikayakan oleh Allah, Dzat Yang Maha Kaya lagi Maha Memberi kekayaan, niscaya tidak akan disentuh kemiskinan selama-lamanya.”  Sebaliknya Siapa yang hatinya dipenuhi oleh Dzat Yang Maha Kuasa dengan kefaqiran, niscaya tak seorang pun yang mampu membuatnya merasa cukup. Dan siapa yang tangannya disibukkan oleh Dzat Yang Maha Perkasa lagi Maha Memaksa, niscaya tak aka nada yang mampu membuatnya luang.”
Maka tidaklah heran sampai-sampai Imam Ahmad mengatakan, “Jadikan senantiasa Taqwa sebagai bekalmu. Dan dan letakkan selalu akherat di depan matamu.” Bukankah juga di dalam Al-Qur’an, beberapa kali Allah bicara pada kita tentang ibadah. Kemudian, selalu dan selalu, ujungnya dipungkasi dengan kata-kata “Agar kalian bertaqwa.”

Sobat, maka sungguh keliru orang-orang yang mencari kemuliaan dengan apa yang mereka miliki di dunia ini. “Sebab kemuliaan dan kekuatan, ketinggian dan keperkasaan semuanya adalah milik Allah SWT. Ia hanya akan dicapai dengan ucapan yang baik dan amal shalih yang diangkat ke haribaan-Nya, lalu berjawab karunia mulia sebab Dia telah mencintai sang hamba.” Demikian yang dikatakan Imam Al-Qurtubi. Silahkan kita baca QS Faathir ayat 10 :
“ Barangsiapa yang menghendaki kemuliaan, maka milik Allah-lah semua kemuliaan itu. Kepada-Nyalah naik perkataan-perkataan yang baik dan amal shalih mengangkatnya.” (QS. (35):10).

Penjelasan cukup bagus dikemukakan oleh Imam Ibn Katsir, “ Di antara ucapan yang baik adalah dzikir kepada Allah, Ilmu, Dakwah, serta saling berwasiat dalam kebenaran, kesabaranm dan kasih sayang.”

Sobat, betapa indahnya insan yang mengingat Allah, sebab kata-kata yang dia lafalkan ada di sisi Allah untuk mengingat-ingat pengucapnya. Lebih mulia lagi, sebab siapa yang berdzikir pada Allah dalam jiwanya, maka Allah pun akan mengingat sang hamba pada Diri-Nya. Jika para hamba berdzikir pada-NYa dalam kumpulan berduduk-duduk, maka Allah akan mengingat mereka dalam majelis yang lebih mulia dan qudus.

Sobat, akan tetapi kata-kata yang baik memerlukan kawan yang akan membantunya untuk mendaki menembus langit dan merajuk kemuliaan di sisi Allah apa itu tidak ada lain adalah “Amal Shalih”  itulah yang dijelaskan pula oleh Imam Hasan Bashri dan Qatadah, “Suatu perkataan takkan dapat naik untuk di terima di sisi Allah, kecuali dengan amal shalih yang menjadi buktinya.”

Sobat ada keberkahan yang harus kita kejar dalam amal dengan terus merajuk memohon pertolongan Allah, agar dimampukan beramal kemudian dishalihkannnya amal itu. Lalu diridhoi-Nya amal shalih tersebut. Hingga dimasukkan-Nya ke dalam golongan hamba-Nya yang shalih. Beramal, berkeshalihan, berkeikhlasan dan berendah hati memang amat berat tapi ia tetap harus dimulai.
Kututup artikel ini dengan syair yang rendah hati dari Imam Asy-Syafi’i :
“ Aku mencintai para shalihin. Meski aku bukan bagian dari mereka. Semoga dengan cinta itu, kan kuraih syafaat.”

Sobat ! Mari kita cemburu pada mereka yang selalu bercumbu dengan ilmu, berlimpah dengan dakwah serta bermesra dengan Allah SWT.

Salam Dahsyat dan Luar Biasa ! ( Spiritual Motivator – N. Faqih Syarif H, Penulis Buku Take Action dan KOmunikasi Bisnis Islam Kontemporer. www.faqihsyarif.com )

Next Prev home

0 comments:

Post a Comment

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co