Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Monday, December 29, 2014

Catatan Dakwah saat ngisi Refleksi Akhir Tahun 2014 di Turen Kab. Malang



Dakwah = BISNIS ,karena kita sedang bertransaksi dengan Allah SWT.
Sobat, Ibn Qayyim Al-Jauziyah menjelaskan cukup bagus mengenai Jihadum Nafs yang bermakna terhadap jihad terhadap diri. Beliau membaginya ke dalam 5 hal jihad terhadap diri yang meliputi : Mengimani petunjuk Allah dan agama kebenaran, mengilmuinya, mengamalkannya, mendakwahkannya, dan bersabar dalam mengimani, mengilmui, mengamalkan, dan mendakwahkannya.

Beriman adalah jihad, sebab Iman kadang adalah mata yang harus terbuka, mendahului datangnya cahaya. Ia adalah keyakinan hati yang menyusur jalan bukti. Berilmu adalah jihad, sebab ia menghajatkan kesungguhan mengerahkan waktu, tenaga, pikiran, harta, dan kesabaran untuk berpayah memahami. Beramal adalah jihad. Sebab setiap ilmu yang ada pada diri mengejar-ngejar jiw dan raga yang kadang disergap lelah dan malas agar ia dikerjakan dan dibaktikan. Berdakwah adalah jihad. Sebab menyampaikan ilmu, membawakan kebenaran, memerintahkan yang baik, serta mencegah yang mungkar, kesemuanya itu acapkali membawa bahaya.

Sobat, Bersabar dalam mengimani, mengilmui, mengamalkan, serta mendakwahkan petunjuk dan agama kebenaran adalah jihad.  Sebab ke-empat hal itu hanya bisa ditanggung oleh jiwa-jiwa yang kokoh.Dakwah Jaringan.Dakwah = Bisnis “ Sesungguhnya Allah telah membeli diri-diri dan harta-harta orang-orang beriman bahwa bagi mereka adalah Surga!” ( At-Taubah 111)
“Siapa saja yg menyeru manusia pada petunjuk(Islam), dia pasti akan mendapatkan pahala sebagaimana pahala yg diperoleh orang yg mengikuti petunjuk itu tanpa mengurangi sedikitpun pahalanya. ( HR. Ahmad, Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa’I dan Ibnu Majah ). Diantara materi yang saya sampaikan saat acara Refleksi dan kontemplasi Akhir tahun bersama para syabab dakwah di Masjid Turen kabupaten Malang Jawa Timur.

Bersabar dalam mengimani adalah jihad. Sebab ujian iman yang saking beratnya kadang membuat hamba harus memejamkan mata. Seperti Nabi Ibrahim ketika diperintahkan menyembelih sang putra. Seperti Rasulullah Muhammad saw dipadang Badar saat berhadapan dengan kekafiran nan jemawa.

Bersabar dalam mengilmui adalah jihad. Seperti Imam Al-Bukhari harus mengembarai ratusan negeri untuk mendapatkan hadits yang kelak kebanyakan harus dia gugurkan. Seperti Imam Asy-Syafi'i menjaga hafalan, merumuskan Fiqh, mengistimbath ahkam, dan menghadapi fitnah cobaan.

Bersabar mengamalkan adalah jihad. Seperti Abdullah Ibn 'Amr Ibn Al'Ash berpuasa Dawud dalam menghatamkan Al-Qur'an tiap 3 hari meski usia telah lanjut hingga akhir hayat beliau. Seperti Sa'id ibn Al-Musayyib tak pernah ketinggalan Takbiratul ihramnya imam sholat fardhu di Masjid Nabawi dan tak meninggalkan qiyamullail selama 40 tahun. Subhaanallah !

Bersabar dalam mendakwahkan Islam adalah jihad. Seperti Mush'ab ibn 'Umair mendekati satu demi satu pemimpin 'Aus dan Khazraj dengan siasat demi mengislamkan Madinah. Seperti Ibn Al- Jauzy yang di majelisnya nan agung, ribuan ahli kitab mengucap syahadat. Seperti para penebar dan pengemban dakwah Islam di Nusantara yang luar biasa. Amat sukar menemukan capaian dakwah seperti yang mereka catatkan.

Sebuah pernyataan yang cukup bagus sebagai renungan dan pelajaran bagi kita dari Ibn Abbas , "Setiap sesuatu itu ada bencananya. Bencana ilmu adalah lupa. Bencana ibadah adalah kemalasan. Bencana kecerdasan adalah ujub (merasa bangga terhadap kecerdasan yg dimilikinya). Bencana penampilan menarik adalah bualan. Bencana dagang adalah bohong. Bencana dermawan adalah keborosan. Bencana keindahan adalah kesombongan. Bencana agama adalah riya'. Bencana Islam adalah hawa nafsu”Selalu berhati-hati dan semoga kita terhindar darinya. Aamiin

Sobat, Pastikan setiap hari-hari kita  selalu membayangkan orang-orang yang kita presentasikan Islam dan kebenaran ajarannya kepadanya, akan menerima dengan antusias tawaran  kita.Rasulullah SAW dan para sahabat  mencotohkan teladan yang hebat bahwa Hayatul Islam adalah hayatuddakwah.
Banyak mengingat Allah SWT di setiap langkah kita dan yakini bahwa Allah SWT telah mentakdirkan kita menjadi seorang Pengemban Dakwah sukses dunia dan akherat, tinggal seberapa cepat kita mengejarnya. Penuhi yang wajib dan kerjakan yang sunnah dengan terus berdo’a.
Salam Dahsyat dan Luar Biasa ! ( Spiritual Motivator – N.Faqih Syarif H, Penulis Buku-buku Motivasi Spiritual dan Buku KOmunikasi Bisnis Islam Kontemporer. www.faqihsyarif.com )

Next Prev home

0 comments:

Post a Comment

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co