Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Friday, October 17, 2014

Melatih Disiplin Diri



Melatih disiplin diri.
Berjuanglah, jangan malas, dan jangan lalai, orang malas akan menyesal di kemudian hari. Imam Syafi’iy pernah mengatakan “ bi qadri al kaddi tuktasabu al-ma’aalii – Sebesar perjuang sebesar itu pula keluhuran yang akan di dapat. Never give up! Jangan Pernah Putus Asa. Take Action ! ( N.Faqih Syarif H, 2014)

Sobat, Setidaknya ada tiga jenis disiplin yang perlu kita kenali untuk membentuk diri menjadi seorang driver atau leader. Dan ketiga jenis disiplin itu menimbulkan akibat yang berbeda-beda, dan tentu saja sumbernya juga berbeda.

  1. Forced discipline. Disiplin yang digerakkan dari luar oleh lembaga tempat anda kerja, orang tua, guru, trainer, atau coach Anda.
  2. Self Dicipline. Disiplin yang berasal dari dalam diri masing-masing yang dibentuk secara bertahap melawan ketidaknyamanan-ketidaknyamanan diri.
  3. Indisiplin. Adalah Perilaku yang tidak disiplin. Tentara yg bertindak di luar perintah komandannya, pegawai yg bertindak di luar jam yg sudah ditetapkan, mahasiswa yang tidak menyerahkan tugas, dst.

Maka anda  mempunyai pilihan apakah berdisiplin diri (self discipline) atau didisiplinkan oleh orang lain (forced discipline). Atau di luar kedua bentuk disiplin itu anda akan menjadi manusia indisiplin, yaitu manusia yang tidak mendapatkan tempat dalam masyarakat. Orang seperti ini akan terkurung selama-lamanya menjadi  bad passenger menurut istilah Rhenald Kasali, yang lebih senang mengantuk dan tertidur daripada berpikir dan taat terhadap waktu. Ia memilih menjadi passenger bukan karena tidak bisa mengemudikan kendaraannya melainkan karena enggan merawat mesinnya.

Namun sobat, manusia cenderung memilih sikap yang tak memerlukan disiplin, yang mudah, yang murah, disubsidi besar-besaran, dan seterusnya. Datang dan pulang sesuka hati, menyelesaikan pekerjaan tanpa target dan tenggat waktu, namun ingin mendapatkan fasilitas semewah-mewahnya dengan gaji yang besar tentu saja tidak banyak orang yang bisa melakukan hal ini, namun tak banyak atasan yang membiarkan bawahannya indisipliner. Sudah pasti manusia akan lebih banyak memilih hal-hal yang tak banyak menuntut disiplin. Sebab disiplin itu menyakitkan, memerlukan banyak pengorbanan, tidak enak, dan tentu tidak mudah.

Manusia yang berdisiplin diri akan mendapatkan alat kontrol yang disebut self control. Kita bisa membedakan dalam hal ini ada dua titik ekstrem, yaitu manusia yang hanya hidup untuk dirinya (selfish) dan manusia hidup untuk orang lain (altruistic).

  • ·         Selfish - Segalanya untuk diri sendiri, 100% keuntungan untuk saya, kontrol diri lemah.
  •          Altruistic - Segalanya untuk orang lain, Sosial entrepreneur 100% untuk berkegiatan sosial, kontrol diri begitu kuat.

Bukankah Rasul pernah bersabda," Sebaik-baik manusia adalah manusia yang paling bermanfaat bagi sesama."
Manusia yang hanya hidup untuk dirinya sendiri cenderung lemah dalam mengendalikan tuntutan-tuntutan kesenangan yang datang dari dalam maupun dari luar dirinya. Ingatlah sobat, dalam setiap kepala manusia selalu terdapat seekor “kuda liar” dan “ seorang penunggangnya”. Manusia disiplin adalah manusia yang berusaha keras dan akhirnya berhasil mengendalikan kuda liar itu menjadi kuda yang jinak dan mudah dikendalikan.

Namun sobat, tentu saja self discipline terbentuk karena latihan. Mulanya anda melakukan hal-hal yang anda tidak sukai karena desakan orang lain untuk mencapai sesuatu yang mungkin tidak anda inginkan. Anda melatihnya dengan menjauhkan segala kenikmatan. Sampai akhirnya anda pun mendapatkan kebiasaan dan menjadi suatu kenikmatan baru. Anda mendapatkan kenikmatan dari hasil yang diperoleh, dan itu mengalahkan kepahitan-kepahitan dalam proses yang anda lewati.
Sobat, berikut ini tips bagaimana melatih disiplin diri , Karena disiplin dibentuk melalui latihan , maka penting bagi orang-orang yang ingin bertransformasi dari passenger menjadi driver untuk segera memulai.

  1.  Mulailah sedini mungkin. Bila itu menyangkut kedatangan dalam mendapatkan sesuatu, maka datanglah lebih awal, jauh sebelum orang lain dating mengambilnya. Untuk anda perlu bangun lebih dini, mandi lebih cepat, dan berangkat lebih awal sebelum orang lain mendahului anda.
  2.  Mulai saat ini juga. Jangan sekali-kali anda menggunakan kata ‘entar’ , ‘besok’, nanti, ‘kalau sudah selesai’, ‘bila udah pensiun’, dan seterusnya. Bila anda melakukan sekarang, maka anda dapat memanennya suatu saat di hari esok.
  3.  Mulailah dari hal-hal yang kecil. Jangan membuat diri anda  menjadi takut memulai dengan segala hal yang berlebihan.
  4.  Tetapkan sasaran, pelajari aturan-aturanya, buang perilaku buruk dan jadilah manusia yang bertanggung jawab. 
  5.  Orang-orang yang memiliki disiplin diri mengelola sebaik mungkin deadline atau batas waktu yang tidak dapat ditoleransi. 
  6.  Jadikanlah disiplin sebagai gaya hidup dan jangan biarkan hidup dalam kebiasaan-kebiasaan membuat banyak alasan, menunda-nunda pekerjaan, bekerja tanpa prioritas.
  7.  Jika anda mampu melakukannya, segeralah kerjakan (DO IT). Bila tidak bisa dan ada orang lain yang mampu mengerjakannya maka delegasikanlah pekerjaan itu kepada orang lain ( Delegate It). Namun, bila anda tak mungkin melakukan kedua hal itu, jangan ambil resiko untuk menerima pekerjaan itu (Dump It). Inilah Manejemen 3 D.

Maka sebagai penutup dari artikel ini sobat, Maka mulailah sedini mungkin, sekarang juga, dari diri sendiri, dengan impian yang besar, namun dari hal-hal yang kecil yang bisa anda lakukan. Maka anda akan mendapatkan disiplin, dan tubuh anda akan terbiasa merespons, mata anda terbiasa membaca sesuatu yang tidak dilihat orang lain. Anda cepat membaca peluang, risiko, dan segala masalah.
Salam Dahsyat dan Luar Biasa! ( Spiritual Motivator – N. Faqih Syarif H, Penulis Buku Take Action ! dan buku Never Give Up! www.faqihsyarif.com )

Next Prev home

0 comments:

Post a Comment

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co