Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Saturday, October 25, 2014

Kenapa Banyak Orang Gagal ?



Kenapa Banyak orang gagal?
Sobat, kegagalan umumnya itu bukan disebabkan oleh kurangnya pengetahuan atau bakat, melainkan kurang gigih. Kata bijak bestari mengatakan,” Man ashlaha nafsahu arghama anfa a’aadiihi – Siapa yang bisa memperbaiki dirinya akan bisa mengalahkan musuhnya. ( N. Faqih Syarif H, 2014)
Sobat, ada kata bijak bestari yang mengatakan, “ Likulli mujtahidin nashiibun – Setiap yang bersungguh-sungguh akan dapat hasil jerih payahnya.” Kesungguhan dan kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas adalah modal dasar untuk meraih kesuksesan. Setiap kali memikirkan “Sakitnya”, seorang pecundang enggan mengarungi dunia kerja keras, hal ini berbeda dengan mereka yang memiliki karakter sebagai pemenang, pemenang bersedia membayar biaya-biayanya.
Apa biaya itu? Biaya itu adalah pengorbanan, kepahitan-kepahitan, kesulitan-kesulitan, kerja keras, kurang tidur, dimarahi oleh orang lain, diejek,dihina, dianggap gila, dan lain-lain. Biaya itu juga bisa berarti uang, tenaga, rasa malu, waktu dan emosi. Para pemenang adalah orang yang berani mencoba dan pengambil resiko serta bersedia membayar itu semua kendati hasilnya belum jelas.

Sobat, Shiv Khera (2007) dalam bukunya yang berjudul You Can Win menyebutkan ada 7 hal yang membuat seseorang menjadi gagal dan inilah yang harus kita hindari.  Apa saja tujuh hal itu yang harus kita waspadai dan jauhi :

  1. Kurang Gigih. Kegagalan umumnya bukan disebabkan oleh kurangnya pengetahuan atau bakat, melainkan kurang gigih. Sekalipun sesuatu dikerjakan oleh orang yang berpengetahuan, selalu saja ada ketidaksempurnaan yang bisa berakibat kegagalan. Tetapi kegagalan bukanlah sesuatu yang harus ditinggalkan, tetapi belajar dari kegagalan dan kegigihan untuk terus memulai, jatuh dan bangkit kembali. Gagal boleh datang berulang, dan datang lagi, tetapi kita bisa menaklukannya. Bukankah banyak orang yang sukses di bidang atau keahlian apa pun adalah orang yang pernah gagal bahkan berkali-kali gagah tetapi mereka semua memiliki kegigihan yang luar biasa. 
  2. Kurang Tekun. Tak ada yang mudah di dunia ini, kecuali sesuatu yang dilakukan dengan tekun sampai menimbulkan kemahiran. Orang-orang yang kurang tekun seringkali terbawa arus, tak punya pendirian yang kokoh. Mereka melakukan sesuatu karena ikut-ikutan, terbawa arus. Mereka ikut karena kurang percaya diri dan tak punya keberanian. Menyetujui pendapat orang lain sekalipun tidak tahu bahwa tindakannya salah.
  3. Menghindari tanggung jawab dan banyak alasan. Manusia yang menghindari tanggung jawab dan banyak alasan untuk tidak melakukan sesuatu seringkali menjadi manusia yang ketinggalan kereta. Berani berbuat harus berani bertanggung jawab. Seorang leader adalah seorang yang berani mengambil resiko dan bertanggung jawab apa pun yang menjadi pilihan dan keputusan yang mereka ambil.
  4. Tidak belajar dari kesalahan. Kesalahan adalah gurunya penemuan. Maka, orang yang telah melakukan kesalahan baiknya diberi kesempatan, karena manusia adalah makhluk yang belajar. Hanya orang-orang bodoh yang tak belajar dari kesalahan-kesalahan di masa lalu. Kesalahan adalah jalan memutar, bukan sebuah jalan akhir atau jalan buntu. Belajarlah dari kesalahan untuk menemukan penemuan yang luar biasa tuk bekal di masa depan.
  5. Tidak berdisiplin. Seorang driver atau leader adalah seorang yang memiliki self discipline silahkan baca artkel saya sebelumnya mengenai melatih disiplin diri di www.faqihsyarif.com . Orang-orang yang disiplin bekerja dengan self control, rela berkorban, dan focus pada pekerjaannya. Mereka tidak terpecah pada aktivitas yang ditekuni. Orang-orang yang berpotensi gagal adalah mereka yang tidak memiliki disiplin diri. Mereka cenderung baru bekerja kalau ditekan atau diarahkan oleh orang lain.
  6. Kurang Pede. Manusia yang menjadi driver atau leader karena memiliki kepercayaan diri, dan manusia yang kurang pede cenderung menjadi passenger saja. Orang-orang yang kurang  pede kurang menghargai dirinya-sendiri sehingga kurang mendapatkan respek. Mereka cenderung masih mencari identitas. Mereka belum menemukan jati dirinya. Jati diri itu pada dasarnya tak bisa dicari dari masa lalu, melainkan harus terus dibangun, diciptakan kembali dari masa ke masa. Kalau manusia kurang pede maka mereka menjadi malas dan menganggur. Malas dan menganggur ibarat karat yang menggerus logam-logam keras.
  7. Memiliki perilaku fatalistik. Manusia fatalistik adalah manusia yang enggan memikul tanggung jawab social dari posisinya dalam masyarakat. Mereka menyalahkan keberadaannya, nasib, alam , lingkungan dan sebagainya. Sedangkan orang-orang yang berhasil dianggap semata-mata karena keberuntungannya bukan karena kerja keras. Orang-orang yang berorientasi pada fatalistic seringkali sulit maju dan bisa tetap dalam kesulitan.

Sobat, di akhir artikel ini saya mau menyatakan kembali bahwa gagal itu bisa kita taklukkan. Bagaimana menaklukkan kegagalan itu? Gagal bisa ditaklukkan dengan SMP (Sikap Mental Positif) dan sikap yang tepat, Gagal bisa ditaklukkan dengan komitmen, Gagal bisa ditaklukkan dengan sikap tidak mau menyerah, Gagal bisa ditaklukkan dengan optimism terhadap masa depan, Gagal bisa ditaklukkan dengan sikap berani mencoba lagi, Gagal bisa ditaklukkan dengan dukungan dan kerja sama.
Never Give up ! Salam Dahsyat dan Luar Biasa! ( Spiritual Motivator – N.Faqih Syarif H, Penulis Buku Never Give Up! Dan Buku Take Action ! www.faqihsyarif.com )

Next Prev home

0 comments:

Post a Comment

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co