Talkshow di Radio SMART FM 88.9 FM.

Ikuti Program Kami tiap hari Kamis jam 17.00 s.d 18.00 Talkshow di Radio SMART FM 88.9 FM."Sukses Bisnis bersama Kekuatan Spirit Tanpa Batas"

Kumpulan Kisah Teladan

Simak kisah teladan yang penuh inspirasi yang akan membuat hidup anda lebih semangat lagi.

Selamatkan Indonesia dengan Syariah dan Khilafah

Hanya dengan kembali tegaknya Khilafah Islamiyah, dunia ini kembali menjadi indah.

Fikrul Mustanir

Membentuk pribadi yang selalu menebar energi positif di dalam kehidupannya.

Karya-karya kami

Kumpulan karya-karya kami yang sudah terjual di toko buku Gramedia, Toga Mas dan lain-lain.

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Wednesday, October 29, 2014

Why Winner Win ?


Why Winner Win?

Sobat, menjadi pemenang membutuhkan kesabaran, kalau kita tidak bisa melatih kesabaran, kita akan cepat bosan dan selalu kalah, Ingatlah selalu bahwa kemenangan akan menunggu di depan, yaitu mereka yang telah benar-benar mempersiapkan diri.

Sobat, kali ini penulis akan membahas mengapa Sang Pemenang memang layak menang? Sebagaimana judul artikel ini. Winner (pemenang) selalu membuat program, Loser selalu membuat banyak alasan. Pemenang tidak mendiamkan masalah tetap tinggal sebagai masalah. Mereka mengurai masalah itu ke dalam blok-blok kecil, mengakuinya sebagai masalah, dan membuat langkah-langkah sistematis untuk mengatasinya. Mungkin tahun-tahun awal ketika suatu hal baru dilakukan, hampir pasti kita bisa saja dihina atau diolok-olok, dianggap tidak berhasil, dan sebagainya. Tetapi tahun-tahun berikutnya orang melihat kemajuan dari program yang kita canangkan.

Sobat, Winner selalu mengatakan,"Mari saya bantu anda, Loser mengatakan, "Itu bukan jobdesc saya." Pemenang adalah orang yang cepat kaki dan ringan tangan. Ia tidak hanya bekerja dengan telunjuk dan pikirannya saja, melainkan juga dengan contoh, otot yang bergerak dan siap membantu siapa saja. Bila ada hal baru yang harus dikerjakan, atau ada kesulitan yang dialami orang lain, maka ia siap membantu. Ia bukanlah orang yang perhitungan dengan gaji, imbalan, atau jam kerja.

Sobat, Winner melihat jawaban pada setiap masalah, sedangkan Loser melihat masalah pada setiap jawaban. Seorang pemenang selalu melihat solusi, dan mencoba menemukan jalan keluar dari masalah yang ada. Bagi pemenang setiap dinding selalu ada pintnya. Tugasnya adalah mencari dan menemukan pintu-pintu itu. Sedangkan loser selalu berpikir pada setiap pintu yang ia buka selalu akan ditemui dinding-dinding tembok. Jadi buat apa mencari pintu? Mereka selalu terkunci dan merasa jalannya buntu sehingga malas banget mencari dan menemukan pintu ke luar.

Sobat, Winner mengacu pada pendapatan karena produktivitas, Loser mengacu pada upah dan lembur. Winner memiliki jaringan yang luas, Loser tak membangun jejaring. Pemenang memiliki jaringan yang luas, yang ia bangun sedari muda. Baginya jaringan penting untuk mengatasi masalah dan dapat menjadi sumber pengetahuan. Winner memelopori perubahan, Loser merasa segala sesuatunya telah sempurna. Pemenang cepat melihat hal-hal yang sudah tidak relevan sehingga perlu diperbarui. Sedangkan bagi seorang loser, perubahan adalah gangguan bagi rasa nyamannya dan dapat mengganggu kenikamatan-kenikmatannya.Winner melihat dan bergerak,loser menunggu dan menahan perubahan.

Sobat, Winner mempelajari biografi orang-orang sukses dan buku-buku penting, Loser hanya bergelut dengan karya-karya murahan,picisan dan mudah dibaca aja. Seorang Winner menyederhanakan hal-hal sulit menjadi mudah dipahami, dimengerti dan diterapkan, Loser membuat hal-hal sederhana menjadi rumit dan sulit dijalankan.
Kalau Anda menghormati pemenang, dan mengakui orang lain juga berhak untuk menang, maka Anda pun akan hidup tenang. Kekalahan bukanlah akhir dari hidup, melainkan pelajaran yang membuat diri lebih siap dalam menghadapi kejatuhan. Jangan biarkan rasa takut, menaklukkan keinginan anda mencapai sasaran-sasaran besar, jangan berfokus pada rintangan. Pemenang adalah orang yang tak mudah mati akal. karena selalu mau mencoba hal-hal baru & berani keluar dari selimut rasa nyaman.

Sobat, Ada 2 tipe manusia: Mereka yang mau berpikir terus-menerus dan menjadi manusia panjang akal, serta mereka yang malas berpikir dan mati akal. Ada kata bijak bestari yang menyatakan,” Idzaa hasunat siyaruka Laa takhaafu ghayraka - Jika baik rekam jejakmu, tak seorang pun perlu ditakuti. Idzaa shadaqa al-"azmu wadhaha al-sabiilu - JIka tekad sudah benar, terbukalah jalan.”

Sobat, setidaknya ada lima hal kualitas pribadi yang disukai, dan inilah kualitas pribadi sang pemenang :
1. Ketulusan : Orang yang tulus selalu mengatakan kebenaran, tidak suka mengada-ada, pura-pura, mencari-cari alasan atau memutarbalikkan fakta. Akan lebih ideal bila ketulusan yang selembut merpati itu diimbangi dengan kecerdikan seekor ular. Dengan begitu, ketulusan tidak menjadi keluguan yang bisa merugikan diri-sendiri.
2. Kerendahan hati : Orang yang rendah hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain. Ia bisa membuat orang yang di atasna merasa oke dan membuat orang yang di bawahnya tidak merasa minder.
3. Kesetiaan : Orang yang setia selalu bisa dipercaya dan diandalkan. Dia selalu menepati janji, punya komitmen yang kuat, rela berkorban dan tidak suka berkhianat.
4. Positive Thinking : Orang yang selalu berusaha melihat segala sesuatu dari kacamata positif, bahkan dalam situasi yang buruk sekalipun. Dia lebih suka membicarakan kebaikan daripada keburukan orang lain, lebih suka bicara mengenai harapan daripada keputusasaan, lebih suka mencari solusi daripada frustasi, lebih suka memuji daripada mengecam, dan sebagainya.
5. Keceriaan : Orang yang ceria adalah orang yang bisa menikmati hidup, tidak suka mengeluh dan selalu berusaha meraih kegembiraan. Dia bisa menertawakan situasi,orang lain, juga dirinya sendiri. Dia punya potensi untuk menghibur dan mendorong semangat orang lain.

Sobat, sebagai penutup artikel ini, Apa pun hasil yang dicapai dan seberapa berhasil orang lain meninggalkan kita di belakang, janganlah sering-sering berkata sinis. Sinisme bukanlah cerminan dari orang yang kritis. Sinisme adalah ungkapan psikologis dari ketidakmampuan mengontrol diri. Dan sinisme hanya membuat kita menjadi kerdil dan semakin tertinggal. Tetaplah Optimis, karena waktu akan berpihak pada orang-orang yang bersungguh-sungguh. Man Jadda wajada.

Salam Dahsyat dan Luar Biasa ! Never give Up ! ( N.Faqih Syarif H – Spiritual Motivator , Penulis Buku Take Action! www.faqihsyarif.com )

Saturday, October 25, 2014

Keutamaan Ilmu dan Akhlak

Ilmu adalah harta yang amat berharga, bahkan lebih berharga daripada kekayaan berupa materi. Paling tidak, begitulah di mata Qadhi Jalaluddin al-Qifthi. Beliau adalah ulama Halab yang memiliki perhatian besar terhadap kitab para ulama. Beliau gemar mengumpulkan kitab para ulama, terutama yang ditulis langsung oleh penulisnya. Tak aneh jika beliau pun menjadi rujukan para ulama pada zamannya.
Suatu saat Qadhi Jalaluddin memperoleh kitab Al-Ansab yang ditulis tangan oleh penulisnya sendiri, yakni Imam as-Sam’ani. Hanya saja, kitab yang diperoleh kurang satu jilid. Qadhi Jalaluddin terus berusaha mencari naskah yang satu jilid itu, namun gagal.
Setelah beberapa hari Qadhi Jalaluddin mulai berputus-asa. Namun, tak lama ada beberapa sahabat beliau menemukan lembaran kertas di pasar peci Kota Halab yang sama dengan naskah yang dimiliki Qadhi Jalaluddin. Mereka menyampaikan informasi itu kepada Qadhi Jalaluddin. Qadhi Jalaluddin pun mendatangi pasar itu. Ia menemui pembuat peci untuk bertanya mengenai kertas-kertas itu, yang ternyata merupakan bagian dari kitab as-Sam’ani yang ia cari-cari itu. Pembuat peci itu berkata, “Saya membeli ini bersama kertas-kertas lainnya, lalu saya jadikan lapisan peci.”
Mendengar jawaban pembuat peci itu, Qadhi Jalaluddin merasa sangat bersedih (I’lam an-Nubala, IV/426).
Karena amat berharga, generasi Muslim pada masa lalu selalu memiliki hasrat yang tinggi untuk menguasai ilmu. Untuk itu, mereka senantiasa berupaya sungguh-sungguh dalam belajar. Terkait kesungguhan dalam belajar ini, Ja’far al-Maraghi mengisahkan: Aku memasuki pemakaman di Tustar, lalu aku mendengar ada teriakan, “Al-A’masy, dari Abu Shalih, dari Abu Hurairah; Al-A’masy, dari Abu Shalih, dari Abu Hurairah,” terus diulang-ulang dalam waktu yang lama. Aku mencari tahu dari mana asal suara itu. Akhirnya, aku melihat Ibnu Zuhair sedang belajar sendiri menghapal hadis Al-A’masy.” (Al-Jami’ al-Akhlaq ar-Rawi, hlm. 407).
Kesungguhan dalam belajar juga ditunjukkan oleh Imam Abu Ishaq asy-Syiraji. Beliau adalah salah seorang ulama mazhab asy-Syafii yang terkenal dengan hapalannya yang kuat. Hal itu tidak mengherankan karena mujahadah Imam asy-Syirazi dalam belajar pun amat kuat. Mengenai mujahadah beliau dalam belajar, beliau pernah bertutur, “Aku biasa mengulangi setiap masalah qiyas sebanyak seribu kali. Jika aku selesai, aku menghapal qiyas yang lainnya. Demikianlah, aku mengulangi setiap palajaran seribu kali!” (Thabaqat asy-Syafi’iyyah al-Kubra, IV/218).
*****
Selain membuat seseorang menjadi faqih, ilmu sejatinya melahirkan akhlak mulia. Para ulama terdahulu benar-benar telah membuktikan keduanya: faqih sekaligus berakhlak mulia.
Contohnya adalah Imam Abu Hanifah. Beliau memiliki murid bernama Imam Abu Yusuf. Suatu saat Imam Abu Yusuf menghadiri majelis ilmu Imam Abu Hanifah. Namun, ayahnya melarang, “Engkau tidak usah pergi kepada Abu Hanifah. Ia bukan orang kaya, sedangkan engkau membutuhkan bekal harta.”
Sejak itu Imam Abu Yusuf mulai jarang menghadiri majelis Imam Abu Hanifah. Imam Abu Hanifah pun merasa kehilangan. Suatu saat beliau bertanya mengenai seringnya Imam Abu Yusuf tidak hadir di majelis beliau. Imam Abu Yusuf menjawab, “Saya sibuk bekerja dan menaati apa yang dikatakan ayah saya.”
Mendengar itu Imam Abu Hanifah segera memberi Imam Abu Yusuf uang 100 dirham (kira-kira Rp 7 juta) seraya berkata, “Gunakan ini dan tetaplah mengikuti halaqah. Jika telah habis, sampaikan saja kepadaku.”
Akhirnya, Imam Abu Yusuf aktif kembali dalam halaqah. Imam Abu Hanifah pun terus memberi Imam Abu Yusuf uang dan tidak pernah terlambat. Hal itu terus berlangsung selama 29 tahun sampai Imam Abu Yusuf memperoleh banyak ilmu dan harta dari Imam Abu Hanifah (Muwaffaq al-Khawarizmi, Manaqib Abi Hanifah, 1/469).
Akhlak mulia juga ditunjukkan oleh Imam Abdurrahman. Salah seorang ulama mazhab Syafii ini terkenal dengan sifat wara’-nya. Khurrah binti Abdurrahman as-Sinjawi, istrinya, menyampaikan, bahwa suaminya pernah tidak makan nasi sekian lama. Pasalnya, penanaman padi membutuhkan banyak air. Saat itu, di wilayah tempat tinggalnya, yakni Marwa, air tidak banyak sehingga menjadi bahan rebutan. Akibatnya, banyak petani yang melakukan kezaliman terhadap petani lainnya demi memperoleh air untuk mengairi lahannya. Inilah yang menjadi alasan mengapa Imam Abdurrahman tidak makan nasi sekian lama (Lihat: Thabaqat asy-Syafi’iyyah al-Kubra, V/102).
Akhlak mulia juga ditunjukkan oleh Syaikh ad-Damiri ad-Darini, juga salah seorang ulama besar mazhab Syafii. Suatu saat ulama yang hidup pada abad ke-8 Hijrah ini melakukan perjalanan di wilayah Mesir dengan mengenakan sorban yang telah usang yang telah berubah warnanya hingga terlihat kebiru-biruan, seperti warna sorban yang dipakai oleh para pendeta Qibthi (Kristen Koptik). Karena itulah ada seorang yang tertarik mendekati beliau untuk mendakwahi beliau. Ia menyuruh Syaikh ad-Damiri masuk Islam dan bersyahadat, “Katakanlah aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad Rasulullah.”
Tanpa sedikitpun tersinggung, apalagi marah, beliau segera mengucapkan kalimat syahadat. Kemudian orang itu berkata, “Pergilah kepada Qadhi untuk bersyahadat di hadapan beliau.”
Syaikh ad-Damiri pun pergi dengan diarak oleh banyak anak kecil di belakang beliau, sebagaimana yang biasa terjadi pada orang yang hendak masuk Islam.
Setelah Syaikh ad-Damiri sampai ke tempat Qadhi, sang Qadhi yang cukup mengenal Syaikh ad-Damiri pun terheran-heran, “Ada apa ini, wahai Syaikh?”
Syaikh ad-Darimi menjawab, “Dia menyuruh aku untuk mengucapkan dua kalimat syahadat. Aku pun mengucapkannya. Lalu dia menyuruh aku pergi menghadap Anda untuk mengucapkan kalimat syahadat di hadapan Anda. Karena itu aku pun datang kepada Anda.” (Thabaqat asy-Syafi’iyyah al-Kubra, VIII/200).
Akhlak mulia pun ditunjukkan oleh Imam Asy-Sya’bi. Suatu saat beliau dicela oleh seseorang. Namun, beliau tidak risau apalagi marah. Beliau hanya menanggapi si pencela dengan berkata, “Jika aku seperti yang engkau katakan, semoga Allah mengampuni aku. Namun, jika aku tidak seperti yang engkau katakan, semoga Allah mengampuni engkau.” (Imam al-Mawardi, Adab ad-Dunya’ wa ad-Din, hlm. 216).
Wa ma tawfiqi illa bilLah.[Arief B. Iskandar]

Kenapa Banyak Orang Gagal ?



Kenapa Banyak orang gagal?
Sobat, kegagalan umumnya itu bukan disebabkan oleh kurangnya pengetahuan atau bakat, melainkan kurang gigih. Kata bijak bestari mengatakan,” Man ashlaha nafsahu arghama anfa a’aadiihi – Siapa yang bisa memperbaiki dirinya akan bisa mengalahkan musuhnya. ( N. Faqih Syarif H, 2014)
Sobat, ada kata bijak bestari yang mengatakan, “ Likulli mujtahidin nashiibun – Setiap yang bersungguh-sungguh akan dapat hasil jerih payahnya.” Kesungguhan dan kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas adalah modal dasar untuk meraih kesuksesan. Setiap kali memikirkan “Sakitnya”, seorang pecundang enggan mengarungi dunia kerja keras, hal ini berbeda dengan mereka yang memiliki karakter sebagai pemenang, pemenang bersedia membayar biaya-biayanya.
Apa biaya itu? Biaya itu adalah pengorbanan, kepahitan-kepahitan, kesulitan-kesulitan, kerja keras, kurang tidur, dimarahi oleh orang lain, diejek,dihina, dianggap gila, dan lain-lain. Biaya itu juga bisa berarti uang, tenaga, rasa malu, waktu dan emosi. Para pemenang adalah orang yang berani mencoba dan pengambil resiko serta bersedia membayar itu semua kendati hasilnya belum jelas.

Sobat, Shiv Khera (2007) dalam bukunya yang berjudul You Can Win menyebutkan ada 7 hal yang membuat seseorang menjadi gagal dan inilah yang harus kita hindari.  Apa saja tujuh hal itu yang harus kita waspadai dan jauhi :

  1. Kurang Gigih. Kegagalan umumnya bukan disebabkan oleh kurangnya pengetahuan atau bakat, melainkan kurang gigih. Sekalipun sesuatu dikerjakan oleh orang yang berpengetahuan, selalu saja ada ketidaksempurnaan yang bisa berakibat kegagalan. Tetapi kegagalan bukanlah sesuatu yang harus ditinggalkan, tetapi belajar dari kegagalan dan kegigihan untuk terus memulai, jatuh dan bangkit kembali. Gagal boleh datang berulang, dan datang lagi, tetapi kita bisa menaklukannya. Bukankah banyak orang yang sukses di bidang atau keahlian apa pun adalah orang yang pernah gagal bahkan berkali-kali gagah tetapi mereka semua memiliki kegigihan yang luar biasa. 
  2. Kurang Tekun. Tak ada yang mudah di dunia ini, kecuali sesuatu yang dilakukan dengan tekun sampai menimbulkan kemahiran. Orang-orang yang kurang tekun seringkali terbawa arus, tak punya pendirian yang kokoh. Mereka melakukan sesuatu karena ikut-ikutan, terbawa arus. Mereka ikut karena kurang percaya diri dan tak punya keberanian. Menyetujui pendapat orang lain sekalipun tidak tahu bahwa tindakannya salah.
  3. Menghindari tanggung jawab dan banyak alasan. Manusia yang menghindari tanggung jawab dan banyak alasan untuk tidak melakukan sesuatu seringkali menjadi manusia yang ketinggalan kereta. Berani berbuat harus berani bertanggung jawab. Seorang leader adalah seorang yang berani mengambil resiko dan bertanggung jawab apa pun yang menjadi pilihan dan keputusan yang mereka ambil.
  4. Tidak belajar dari kesalahan. Kesalahan adalah gurunya penemuan. Maka, orang yang telah melakukan kesalahan baiknya diberi kesempatan, karena manusia adalah makhluk yang belajar. Hanya orang-orang bodoh yang tak belajar dari kesalahan-kesalahan di masa lalu. Kesalahan adalah jalan memutar, bukan sebuah jalan akhir atau jalan buntu. Belajarlah dari kesalahan untuk menemukan penemuan yang luar biasa tuk bekal di masa depan.
  5. Tidak berdisiplin. Seorang driver atau leader adalah seorang yang memiliki self discipline silahkan baca artkel saya sebelumnya mengenai melatih disiplin diri di www.faqihsyarif.com . Orang-orang yang disiplin bekerja dengan self control, rela berkorban, dan focus pada pekerjaannya. Mereka tidak terpecah pada aktivitas yang ditekuni. Orang-orang yang berpotensi gagal adalah mereka yang tidak memiliki disiplin diri. Mereka cenderung baru bekerja kalau ditekan atau diarahkan oleh orang lain.
  6. Kurang Pede. Manusia yang menjadi driver atau leader karena memiliki kepercayaan diri, dan manusia yang kurang pede cenderung menjadi passenger saja. Orang-orang yang kurang  pede kurang menghargai dirinya-sendiri sehingga kurang mendapatkan respek. Mereka cenderung masih mencari identitas. Mereka belum menemukan jati dirinya. Jati diri itu pada dasarnya tak bisa dicari dari masa lalu, melainkan harus terus dibangun, diciptakan kembali dari masa ke masa. Kalau manusia kurang pede maka mereka menjadi malas dan menganggur. Malas dan menganggur ibarat karat yang menggerus logam-logam keras.
  7. Memiliki perilaku fatalistik. Manusia fatalistik adalah manusia yang enggan memikul tanggung jawab social dari posisinya dalam masyarakat. Mereka menyalahkan keberadaannya, nasib, alam , lingkungan dan sebagainya. Sedangkan orang-orang yang berhasil dianggap semata-mata karena keberuntungannya bukan karena kerja keras. Orang-orang yang berorientasi pada fatalistic seringkali sulit maju dan bisa tetap dalam kesulitan.

Sobat, di akhir artikel ini saya mau menyatakan kembali bahwa gagal itu bisa kita taklukkan. Bagaimana menaklukkan kegagalan itu? Gagal bisa ditaklukkan dengan SMP (Sikap Mental Positif) dan sikap yang tepat, Gagal bisa ditaklukkan dengan komitmen, Gagal bisa ditaklukkan dengan sikap tidak mau menyerah, Gagal bisa ditaklukkan dengan optimism terhadap masa depan, Gagal bisa ditaklukkan dengan sikap berani mencoba lagi, Gagal bisa ditaklukkan dengan dukungan dan kerja sama.
Never Give up ! Salam Dahsyat dan Luar Biasa! ( Spiritual Motivator – N.Faqih Syarif H, Penulis Buku Never Give Up! Dan Buku Take Action ! www.faqihsyarif.com )

Friday, October 17, 2014

Melatih Disiplin Diri



Melatih disiplin diri.
Berjuanglah, jangan malas, dan jangan lalai, orang malas akan menyesal di kemudian hari. Imam Syafi’iy pernah mengatakan “ bi qadri al kaddi tuktasabu al-ma’aalii – Sebesar perjuang sebesar itu pula keluhuran yang akan di dapat. Never give up! Jangan Pernah Putus Asa. Take Action ! ( N.Faqih Syarif H, 2014)

Sobat, Setidaknya ada tiga jenis disiplin yang perlu kita kenali untuk membentuk diri menjadi seorang driver atau leader. Dan ketiga jenis disiplin itu menimbulkan akibat yang berbeda-beda, dan tentu saja sumbernya juga berbeda.

  1. Forced discipline. Disiplin yang digerakkan dari luar oleh lembaga tempat anda kerja, orang tua, guru, trainer, atau coach Anda.
  2. Self Dicipline. Disiplin yang berasal dari dalam diri masing-masing yang dibentuk secara bertahap melawan ketidaknyamanan-ketidaknyamanan diri.
  3. Indisiplin. Adalah Perilaku yang tidak disiplin. Tentara yg bertindak di luar perintah komandannya, pegawai yg bertindak di luar jam yg sudah ditetapkan, mahasiswa yang tidak menyerahkan tugas, dst.

Maka anda  mempunyai pilihan apakah berdisiplin diri (self discipline) atau didisiplinkan oleh orang lain (forced discipline). Atau di luar kedua bentuk disiplin itu anda akan menjadi manusia indisiplin, yaitu manusia yang tidak mendapatkan tempat dalam masyarakat. Orang seperti ini akan terkurung selama-lamanya menjadi  bad passenger menurut istilah Rhenald Kasali, yang lebih senang mengantuk dan tertidur daripada berpikir dan taat terhadap waktu. Ia memilih menjadi passenger bukan karena tidak bisa mengemudikan kendaraannya melainkan karena enggan merawat mesinnya.

Namun sobat, manusia cenderung memilih sikap yang tak memerlukan disiplin, yang mudah, yang murah, disubsidi besar-besaran, dan seterusnya. Datang dan pulang sesuka hati, menyelesaikan pekerjaan tanpa target dan tenggat waktu, namun ingin mendapatkan fasilitas semewah-mewahnya dengan gaji yang besar tentu saja tidak banyak orang yang bisa melakukan hal ini, namun tak banyak atasan yang membiarkan bawahannya indisipliner. Sudah pasti manusia akan lebih banyak memilih hal-hal yang tak banyak menuntut disiplin. Sebab disiplin itu menyakitkan, memerlukan banyak pengorbanan, tidak enak, dan tentu tidak mudah.

Manusia yang berdisiplin diri akan mendapatkan alat kontrol yang disebut self control. Kita bisa membedakan dalam hal ini ada dua titik ekstrem, yaitu manusia yang hanya hidup untuk dirinya (selfish) dan manusia hidup untuk orang lain (altruistic).

  • ·         Selfish - Segalanya untuk diri sendiri, 100% keuntungan untuk saya, kontrol diri lemah.
  •          Altruistic - Segalanya untuk orang lain, Sosial entrepreneur 100% untuk berkegiatan sosial, kontrol diri begitu kuat.

Bukankah Rasul pernah bersabda," Sebaik-baik manusia adalah manusia yang paling bermanfaat bagi sesama."
Manusia yang hanya hidup untuk dirinya sendiri cenderung lemah dalam mengendalikan tuntutan-tuntutan kesenangan yang datang dari dalam maupun dari luar dirinya. Ingatlah sobat, dalam setiap kepala manusia selalu terdapat seekor “kuda liar” dan “ seorang penunggangnya”. Manusia disiplin adalah manusia yang berusaha keras dan akhirnya berhasil mengendalikan kuda liar itu menjadi kuda yang jinak dan mudah dikendalikan.

Namun sobat, tentu saja self discipline terbentuk karena latihan. Mulanya anda melakukan hal-hal yang anda tidak sukai karena desakan orang lain untuk mencapai sesuatu yang mungkin tidak anda inginkan. Anda melatihnya dengan menjauhkan segala kenikmatan. Sampai akhirnya anda pun mendapatkan kebiasaan dan menjadi suatu kenikmatan baru. Anda mendapatkan kenikmatan dari hasil yang diperoleh, dan itu mengalahkan kepahitan-kepahitan dalam proses yang anda lewati.
Sobat, berikut ini tips bagaimana melatih disiplin diri , Karena disiplin dibentuk melalui latihan , maka penting bagi orang-orang yang ingin bertransformasi dari passenger menjadi driver untuk segera memulai.

  1.  Mulailah sedini mungkin. Bila itu menyangkut kedatangan dalam mendapatkan sesuatu, maka datanglah lebih awal, jauh sebelum orang lain dating mengambilnya. Untuk anda perlu bangun lebih dini, mandi lebih cepat, dan berangkat lebih awal sebelum orang lain mendahului anda.
  2.  Mulai saat ini juga. Jangan sekali-kali anda menggunakan kata ‘entar’ , ‘besok’, nanti, ‘kalau sudah selesai’, ‘bila udah pensiun’, dan seterusnya. Bila anda melakukan sekarang, maka anda dapat memanennya suatu saat di hari esok.
  3.  Mulailah dari hal-hal yang kecil. Jangan membuat diri anda  menjadi takut memulai dengan segala hal yang berlebihan.
  4.  Tetapkan sasaran, pelajari aturan-aturanya, buang perilaku buruk dan jadilah manusia yang bertanggung jawab. 
  5.  Orang-orang yang memiliki disiplin diri mengelola sebaik mungkin deadline atau batas waktu yang tidak dapat ditoleransi. 
  6.  Jadikanlah disiplin sebagai gaya hidup dan jangan biarkan hidup dalam kebiasaan-kebiasaan membuat banyak alasan, menunda-nunda pekerjaan, bekerja tanpa prioritas.
  7.  Jika anda mampu melakukannya, segeralah kerjakan (DO IT). Bila tidak bisa dan ada orang lain yang mampu mengerjakannya maka delegasikanlah pekerjaan itu kepada orang lain ( Delegate It). Namun, bila anda tak mungkin melakukan kedua hal itu, jangan ambil resiko untuk menerima pekerjaan itu (Dump It). Inilah Manejemen 3 D.

Maka sebagai penutup dari artikel ini sobat, Maka mulailah sedini mungkin, sekarang juga, dari diri sendiri, dengan impian yang besar, namun dari hal-hal yang kecil yang bisa anda lakukan. Maka anda akan mendapatkan disiplin, dan tubuh anda akan terbiasa merespons, mata anda terbiasa membaca sesuatu yang tidak dilihat orang lain. Anda cepat membaca peluang, risiko, dan segala masalah.
Salam Dahsyat dan Luar Biasa! ( Spiritual Motivator – N. Faqih Syarif H, Penulis Buku Take Action ! dan buku Never Give Up! www.faqihsyarif.com )

Wednesday, October 15, 2014

Jadilah "Driver" bukan " Passenger" !

Jadilah ‘Driver’ bukan “Passenger’ !
Hidup itu mesti bertumbuh dan berani Berubah. Berubah berarti memperbaiki diri dan memperbaiki kehidupan. Menurut Rhenald kasali gunakan prinsip seorang "Driver" adalah :
1.       Inisiatif . bekerja tanpa ada yang menyuruh. Berani mengambil langkah beresiko, responsif, dan cepat membaca gejala.
2.       Melayani. Orang yang berikir tentang orang lain, mampu mendengar, mau memahami, peduli dan berempati.
3.       Navigasi. Memiliki keterampilan membawa gerbong ke tujuan, tahu arah, mampu mengarahkan,memberi semangat, dan menyatukan tindakan. Memelihara "kendaraan" untuk mencapai tujuan.
4.       Tanggung Jawab.Tidak menyalahkan orang lain, tidak berbelit-belit atau menutupi kesalahan diri-sendiri,

Sobat,  untuk menjadi seorang driver, maka andalah yang sangat menentukannya. Andalah orang yang pertama-tama menentukan masa depan hidup anda. Anda harus menentukan apakah ingin terperangkap sebagai passenger atau penumpang dengan segala masalahnya, atau keluar dengan menjadi driver atau pemimpin.

Sobat, Inilah ciri-ciri mentalitas penumpang : Sudah puas dengan keadaan sekarang, tidak menyukai tantangan baru, menyerahkan masalah kepada atasan atau orang lain, menunggu perintah dengan menjawab ‘Siap dan!”, Takut menghadapi masalah, takut melakukan kesalahan dan tidak berani menghadapi resiko, sangat mencintai jabatan/kekuasaan, menyandera organisasi sebagai alat untuk “menumpang hidup”.

Adapun cirri-ciri mentalitas driver adalah : Sangat tidak puas dengan status quo, menyukai tantangan-tantangan baru, memecahkan masalah bersama, menginspirasi orang lain, bekerja dengan hati, mencintai sesame, menjaga hubungan baik, memiliki kepedulian, sangat mencintai perubahan, namun rendah hati, dan penuh empati, dikendalikan oleh creative thinking, selalu belajar tentang hal-hal yang baru, memberikan arah jalan yang jelas, merangkul orang-orang yang berbeda paham dengannya, membebaskan para sandera dari penumpang yang membajak organisasi.
Bagaimana apakah kita ingin menjadi Driver atau Passenger? Kalu kita ingin menjadi Driver atau pemimpin. Berikut ini tahapan-tahapan yang harus kita lakukan :
Pertama, Ayo kita mulai Drive yourself!  Seorang driver perlu melakukan investasi diri layaknya seorang pengusaha. Dan mereka membentuknya dengan ; Disiplin diri, menghadapi resiko, bermain untuk menang, kekuatan berpikir simple, menggunakan 2 C ( Critical & Creative Thinking) dan mindset yang terus tumbuh.
Kedua, Drive Your People.  Seorang driver mengembangkan orang lain dengan berbagai pendekatan : Goal seeting dan mengambil keputusan, memimpin dengan hatinya, kekuatan member-The powwr of giving, menumbuhkan myelin, menggunakan leadership 360 derajat – ke atas, ke bawah, dan ke samping yang solid.
Ketiga, Drive Your Organization. Seorang driver tidak membiarkan organisasinya kerdil tidak tumbuh. Anda perlu memperbaharui organisasi atau perusahaan anda menjadi Growth company. Perusahaan yang tumbuh adalah sumber inspirasi, sumber inovasi, dan tentu saja tempat kita mendapatkan calon pemimpin. Untuk mendrive your company, seorang driver memerlukan : Berpikir strategis, berpikir perubahan dan adaptif, bekerja dengan tata nilai dan etika, ketangkasan gerak, berbagai teori klasikm konsep-konsep dasar, dan pandangan-pandangan baru, pemahaman tentang competitiveness dan klaster yang didukung oleng pentingnya complementarity.
Keempat, Drive your Nation.  Akhirnya sobat driver yang baik akan tumbuh subur dalam sebuah driving society. Kita memerlukan system politik dan leadership yang  baik yang mendukung tumbuh dan berkembangnya kekuatan rakyat, pegawai,pengusaha, pejabat, atau bahkan mahasiswa sebagai “driver” yang memajukan bangsa dan ulah para politisi dan pemimpin yang populis biasanya hanya akan menghasilkan pengemis-pengemis elite yang koruptif dan mendorong tumbuhnya sikap mental passenger.

Hanya bangsa yang memiliki kekuatan menjadi drivers-lah yang mampu mengalahkan ego pada dirinya sendiri, yang akhirnya mampu menjadi juara.Ayo wahai bangsaku kita harus bisa menjadi Driver bukan passenger! Drive yourself. Drive your People. Drive your Organization/ Company. Driver Your Nation.
Salam Dahsyat dan Luar Biasa ! ( Spiritual Motivator – N. Faqih Syarif H, Penulis Buku Never Give Up dan Buku TAKE ACTION! www.faqihsyarif.com )

Tuesday, October 7, 2014

ANGGUR ( Anggota Gemar Bersyukur )


Anggur (Anggota Gemar Bersyukur)
“Bersyukur mengubah hidup saya dan secara ajaib hidup saya berubah. Syukur satu-satunya kata magis yang dapat mendatangkan keajaiban dan mengubah segalanya dalam waktu yang singkat.” ( The Secret, Rhonda Byrne)

Sobat, ternyata dalam kehidupan ini ada banyak orang kaya raya, tapi justru hidupnya resah dikejar-kejar utang di Bank bahkan KPK pun mengejarnya. Ada artis atau selebritis dipuja-puja tapi kehidupannya penuh dengan kepalsuan dan berurai air mata.
Ada orang yang tinggal di rumah yang besar nan mewah, memiliki mobil mewah pula, namun hatinya selalu dirundung duka dan galau. Inikah yang dinamakan kebahagiaan itu?  Kalau begitu di manakah letak kebahagiaan itu? Kalimat bijak mengajarkan kepada kita :  “ Kebahagiaan itu bukan terletak pada sebesar apa yang kita miliki, tetapi sebesar apa yang kita syukuri.”
Sobat, dikisahkan ada seorang pemuda yang masih sehat dan gagah tetapi setiap hari pekerjaannya senantiasa mengeluh dan mengeluh dalam menjalani kehidupan ini. Kegagalan demi kegagalan telah bertubi-tubi mendera dirinya. Suatu hari ketika dia terus mendumel dengan keluhannya. Dia ketemu dengan seorang kakek tua yang bunting kedua tangannya tapi si kakek tetap bekerja dengan penuh riang gembira dan menikmati kehidupannya dengan penuh rasa syukur.
Mendengar si oemuda yang terus mengeluh, si kakek bertanya, “ Wahai Anak Muda, kalau misalnya ada orang minta satu tanganmu, dan engkau dikasih 1 Milyar. Apakah engkau berikan?” Tentu tidak, kek.” Jawab anak muda itu. Kemudian si kakek melanjutkan pertanyaannya, “ kalau ditambah lagi 1 milyar tapi kedua tanganmu diambil jadi 2 Milyar. Kamu kasihkan apa tidak?” Tidak!” sahut pemuda tersebut. “ Kalau ditambah lagi semuanya jadi 10 milyar tapi kedua tanganmu, kedua kakimu, dan kedua mata dan telingamu diambil. Engkau berikan apa tidak?”  Ya, Pasti tidak, Apa saya gila?”
Lha, wahai anak muda coba berpikirlah dan renungkan teryata kau masih punya segalanya. Bandingkan dengan saya yang tidak punya kedua tangan. Maka bersyukurlah! Jangan putus asa!.” Kata si kakek sambil berlalu melanjutkan pekerjaannya jual Koran dan minuman softdrink. Pemuda tadi terbengong dan sadar akan modal yang berharga yang telah diberikan oleh Allah SWT. Sejak saat itu ia tidak lagi mengeluh dan keluh kesah, setiap mau putus asa, dia ingat nasehat si kakek buntung.
Sobat, jelaslah sudah bahwa bila kita belum mampu bersyukur, maka dipastikan kita tidak akan bisa menemukan kebahagiaan yang sesungguhnya. Orang yang belum bersyukur akan mudah mengeluh dan menyalahkan orang lain. Jadilah hidup semakin kacau dengan keluh kesah dan ratapan kesedihan. Tentu hal itu akan membuat hidup semakin terpuruk.
Ingatlah selalu sobat, bahwa kebahagiaan tak akan dating dari mengeluh! Keberkahan tidak akan muncul dari ketamakan!Kelimpahan tidak  bisa diharapkan dari sikap mengemis! Keberuntungan tidak akan berpihak dari kemalasan! Kenikmatan tidak akan bisa diraih dengan kedengkian!  Kesuksesan tidak akan menyambangi orang yang berhenti di jalur kegagalan!
Ternyata kebahagiaan, kelimpahan, keberuntungan, kesuksesan, dan keberkahan hanya bisa diperoleh dengan rasa syukur. Rahasia keberkahan hidup terletak pada kemampuan menjalani kehidupan dengan penuh kesyukuran, karena di sanalah kita akan memperoleh kelimpahan dan keberkahan.
Sobat, Mari kita tanyakan pada jiwa dan pikiran kita.
Apakah kita masih bebas menghirup oksigen?
Apakah kita masih bisa melihat?
Apakah kita masih bisa mendengar?
Apakah kita masih bisa membaca?
Apakah kita masih bisa berjalan?
Apakah kita masih bisa tersenyum?
Apakah kita masih sehat?
Akah kita masih bisa makan?
Apakah kita masih memiliki seseorang yang kita cintai?
Apabila sebagian besar jawaban di atas adalah Ya, Ya, dan Ya Ya Ya…. Maka selamat dan bersyukurlah! Karena masih banyak yang lain tak seberuntung kita. Tersenyumlah dan bergembiralah sobat pada segala karunia hari ini. Biasakan setiap mau tidur dan saat berbaring sebelum berdoa, Ambil nafas dalam-dalam, tempelkan tangan anda di dada anda, masukkan kalimat syukur , “ Alhamdulillah ya Allah …….sebut setidaknya 10 kebaikan yang Anda layak bersyukur kepada Allah SWT.”  Lalu ucapkanlah Alhamdulillah ala kulli hal dengan penuh penghayatan.  “ Ya Allah, Engkau Mahabaik, terima kasih Ya Allah! Terima kasih! Jadikanlah hamba-Mu ini termasuk golongan hamba-Mu yang mau bersyukur.” Lakukan berulang-ulang setiap akan tidur Insya Allah anda akan merasakan perubahan yang ajaib dalam diri Anda.

Sobat, jika anda ingin mengubah hidup anda menjadi lebih bermakna dan membahagiakan, maka mulailah mengucapkan kata-kata syukur dalam hidup anda. Syukurilah bahwa hidup anda jauh lebih beruntung dari kebanyakan saudara-saudara kita yang lain. Bila anda sudah mendapatkan keajaiban syukur, maka Anda adalah orang yang paling beruntung di dunia, karena anda telah mampu menarik segala kelimpahan rezeki. Syukur adalah ilmu tingkat tinggi, karena latihannya harus setiap saat dan belajarnya harus seumur hidup.

Rasulullah SAW mengikat makna syukur dalam ungkapannya,” Afalaa akuna ‘abdan syakuura. Tiadalah aku ini melainkan ingin menjadi hamba yang bersyukur.” Beliau juga mengajarkan doa, “ Allahummaj ‘alni minas sajidin wassyakirin. Ya Allah, jadikanlah aku daripadaa hamba-hamba-Mu yang bersyukur dan orang-orang yang bersujud.”

Salam Dahsyat dan Luar Biasa ! ( Spiritual Motivator – N. Faqih Syarif H, Penulis Buku Take Action dan Buku Never Give up! www.faqihsyarif.com )

Next Prev home

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co