Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Monday, September 1, 2014

Menulis bisa jadi obat lho !



Menulis bisa jadi obat lho!
Jika Anda memiliki persoalan hidup yang pelik, menulis boleh jadi solusi yang perlu dicoba. Menulis dapat dijadikan kegiatan melakukan terapi diri, usaha menyembuhkan dari berbagai luka emosi atau sekedar mengatasi kecemasan yang over dosis. ( Andreas Harefa, 2010)

Sobat, Anda lagi marah atau emosi tuangkan aja dalam bentuk tulisan sampai keluar semuanya kemudian buanglah kertas tulisan itu ke sampah atau bakarlah semoga dengan cara itu kemarahan dan emosi anda bisa mereda. Saya punya klien ketika dia muncul bĂȘte atau perasaan negatif atau persoalan yang menurut dia pelik segera ia tuangkan dalam bentuk tulisan dengan membagi kertas itu jadi dua bagian; bagian kiri dituliskan segala curhatan dan perasaan negative dan persoalan-persoalan yang lagi di hadapinya. Kemudian setelah itu dia memejamkan mata dengan melakukan aturan pernafasan 1-4-2. Dengan membayangkan dirinya seorang konsultan dan motivator berkelas international yang mempunyai klien dengan masalah yang persis yang dihadapi oleh dirinya. Langkah apa yang harus dilakukan oleh klien yang disarankan oleh sang konsultan itu. Setelah ia mampu membayangkan itu semua dengan perlahan-lahan dia buka kedua matanya kemudian segera dia tuliskan langkah positif dan strategis yang harus dilakukan atas saran sang konsultan imajiner itu di bagian kanan kertas yang telah di bagi dua tadi.
Selanjutnya dia sobek bagian kiri yang berisi curhatan dan keluhan perasaan negative dan persoalan yang dia hadapi kemudian di buanglah di tempat sampah. Bagian kanan yang tertinggal di tempel di meja kerja dia untuk dilakukan Program 21 hari Take Action ! dalam perubahan dirinya. Anda berani mencoba! Rasakan nanti sensasinya.
Sobat, berikut ini tips agar menulis bisa menjadi obat atau terapi diri :
1.       Temukan waktu dan tempat yang memungkinkan anda tidak diganggu oleh siapa pun. Hal ini penting sobat, agar proses terapi tidak diganggu dengan interupsi-interupsi yang membubarkan konsentrasi.
2.       Menulislah tanpa berhenti sedikitnya selama 20-30 menit. Biarkan semua yang terasa, terlihat, terdengar dalam diri anda muncul ke permukaan tanpa penilaian, gunakan otak kanan anda.
3.       Jangan pusingkan soal ejaan maupun tatabahasa / EYD. Ingat anda tidak menulis untuk publikasi di media cetak tertentu. Dan anda juga tidak mempersiapkan diri untuk ujian akhir semester mata kuliah bahasa Indonesia.
4.       Menulislah untuk diri sendiri saja. Anda sedang menuliskan sekadar untuk melamiaskan diri, mengeluarkan uneg-uneg, melepaskan, mengikhlaskan atau memasrahkan bukan untuk diberitahukan kepada orang lain, bukan untuk bahan pemikiran.
5.       Tulislah hal yang penting dan bersifat pribadi bagi anda. Jangan menyibukkan diri dengan hal-hal yang sepele namun keluarkan yang benar-benar pribadi dan benar-benar penting bagi anda.
6.       Hadapi kejadian dan peristiwa yang bisa anda atasi saat ini. Untuk masalah-masalah yang mengingatnya saja bisa membuat anda kehilangan diri, singkirkan aja dulu. Tulis dan keluarkan apa yang sudah bisa anda atasi secara emosional.
Sobat, apakah anda mau atau sudah pernah mencobanya?  Atau mungkin ada teman atau kerabat yang mengalami hal di atas bisa disarankan untuk melakukan terapi menulis ini untuk menyembuhkan luka emosi dan bathinnya. Semoga bermanfaat ya….
Salam Dahsyat dan Luar Biasa !  ( Spiritual Motivator- N. Faqih Syarif H, Penulis buku Take Action dan The secret of Happiness, Never give up ! www.faqihsyarif.com )




Next Prev home

1 comments:

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co