Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Tuesday, September 16, 2014

MENTIMUN

Mentimun (Menuntut Ilmu tidakbanyak Melamun)
Sobat, dunia begitu cepat berubah, dan banyak haldiganti oleh sesuatu yang sama sekali baru. Perubahan Struktur social,perubahan trend, perubahan teknologi, perubahan peta persaingan, banyak jugamenghilangkan bisnis tertentu. Karyawan terkena imbasnya. Ratusan ribu jenispekerjaan lebih mengandalkan mesin, computer dan teknologi daripada ketrampilantangan manusia, sehingga semakin banyak bidang usaha yang semakin sedikitmemerlukan tenaga manusia. Akibatnya banyak orang tidak bisa bekerja danmenjadi pengangguran. Di tengah arus perubahan besar itu kita menghadapi apayang disebut 5 C yaitu, Critis, Competition, Challenge, Change dan Complicated.Maka untuk dapat bertahan hidup saja diperlukan upaya keras untuk selalubelajar dan memiliki pikiran terbuka, apalagi untuk kaya raya dan Berjaya.

Sobat, oleh karena itu kita harus lebih banyakdituntut untuk terus belajar dan membuka pikiran terhadap apa yang terjadi didunia. Kita dituntut untuk belajar dari yang terbaik di dunia. Dan ketika zamanberubah, kita harus terus belajar agar mampu berubah, mengikuti atau bahkanmemimpin kemajuan zaman.

Bagaimana cara belajar yang efektif ? Pertama, Belajar dari pengalaman –learning by doing adalah proses belajar yang paling berkesan. Kita akan jauhlebih ingat kalau kita mengalami. Kedua,Belajarlah sesuatu apa pun yang bernilai kebaikan dengan cara untuk segeradiamalkan, dan diajarkan kepada orang lain dengan cara demikian akan membuatdaya ingat terhadap pelajaran itu menjadi jangka panjang dan tidak mudah lupa.Ketiga, belajar melalui prosesmenganalisis, berpikir dan kemudian menyimpulkan. Ke-empat, belajar secara langsung dari para mentor ataupembimbing.

Berikut ini cara yang paling cepat dan mudah untukmenekuni satu bidang keahlian tertentu menurut Mr. Tung Desem Waringin :
1.     80% waktu belajar kita harus kita pakaiuntuk belajar dari orang yang terbaik di bidang yang hendak kita ingin kuasaidan pelajari, baik melalui seminar, workshop, bimbingan secara formal atauinformal bahak bisa juga secara pertemanan.
2.     20% waktu yang kita alokasikan kitapakai untuk belajar dari siapa pun termasuk dari orang yang gagal, mengapamereka gagal? Sehingga bisa menjadi pelajaran yang berharga bagi kita untuktidak mengulangi kesalahan yang sama.
3.     80% waktu yang kita alokasikan untukbelajar, harus kita pakai untuk mempelajari bidang di mana kita ingin sukses.Coba anda bayangkan, jika kita belajar setiap hari 3 jam mengenai sebuah bidangtertentu maka dalam 2 tahun, kita akan menjadi master dalam bidang tersebut,dan dalam 5-10 tahun kita akan menjadi expert setingkat Doktor dalam bidangtersebut.
4.     20% waktu yang kita alokasikan untukbelajar harus kita pakai untuk mempelajari bidang apa pun, termasuk bidang yangtidak kita sukai, untuk membuka wawasan pikiran kita.

Cara belajar ke-lima, belajar secara tidak langsungdari buku, kaset, internet, dsb. Ini adalah cara belajar yang membuat kitamendapatkan paling banyak. Coba anda perhatikan pengarang atau penulis bukuyang bermutu rata-rata sudah berumur 30-35 tahun waktu menulis bukunya. Daningat ketika mereka menulis, pengalamannya yang sudah sekian puluh tahun ikutmewarnai tulisannya. Kalau misalnya kita anggap rata-rata orang menulis bukuberumur 35 tahun. Itu berarti bahwa satu buku senilai dengan 35 tahunpengalaman orang. Ketika saya membaca 1000 buku, pembelajaran saya setaradengan 35.000 tahun pengalaman orang. Subhaanallah!!!
Sekarang sobat, marisejenak kita belajar cara-cara belajar para ilmuwan muslim pada zaman dahulu.Semoga kita bisa mengambil pelajaran dan inspirasi dari mereka.

Sobat, dikisahkanbagaimana kesungguhan belajar Ibnu Taimiyyah. Beliau seringkali menyuruhmuridnya untuk membacakan buku dari luar, saat beliau sedang berada di kamarmandi. Sewaktu beliau masuk kamar mandi, beliau berkata kepada salah seorangmuridnya. “ Bacakan buku ini dan keraskanlah suaramu agar aku bisa mendengarnyadari dalam kamar mandi!”

Ibnu uqail pernahberkata, “ Saya tidak rela waktu saya berlalu begitu saja. Kalaupun lidah sayasudah capek membaca dan mata saya tidak mampu lagi menahan kantuk, sambilberbaring istirahat saya gunakan akal saya untuk  berpikir. Saya tidak bangun kecuali sudahterkonsep semua yang saya pikirkan waktu istirahat. Lebih dari itu, semangat dankesriusan saya pada usia 80 tahunan lebih besar daripada waktu saya berusia 20tahunan.”

Imam Nawawi meninggalpada usia berkisar 45 tahun dan meninggalkan warisan yang sangat besar beliaumeninggalkan ratusan jilid buku dari berbagai cabang ilmu hadits, fiqih,tafsir, dan sebagainya. Waktunya habis untuk menuntut ilmu, bahkan di jalanpun, beliau tetap membaca. Ribuan kitab ia lahab. Ratusan kitab iapersembahkan. Darah air mata, ia curahkan segala kemampuannya untuk kemuliaanislam. Kitab Al-Adzkar, Riyadhus-Shalihin, Arbain Nawawiyyah dan syarahnyaadalah karyanya yang sampai saat ini dibaca dan dikaji oleh kaum musliminbenar-benar menyejarah dan jadi berkah dan amal jariyyah. Karyanya melebihiusianya. Subhaanallah!

Malam kian larut. Hawa dinginmenyeruak masuk bersama angin malam yang dingin. Namun, ia masih tak bergeserdari tempat duduknya ia sedang sibuk menumpahkan ide dan gagasannya padalembaran kertas dihadapannya. Sudah ada puluhan kertas bertumpuk dari hasilcoretan-coretan tangannya. Tiba-tiba, semilir angin meniup lilin yang sedangmenerangi ruangan. Lilin itu padam. Seketika ruangan menjadi gelap gulita. Terpaksadia harus berhenti menulis sejenak, kemudian bangkit menyalakan lilin tersebut.Lampu lilin kembali menyala dan ia pun kembali asyik menulis. Terhitung 40 kalilebih angin memadamkan lilinnya dan kembali pula dia menyalakan dan meneruskanmenuliskan buah pikirannya dengan penuh semangat seakan tak mengenal lelah.Tahukah sobat siapakah anak muda ini?
Beliau adalah Imam mudayang menjadi gurunya para ulama di masjidil haram. Siapa lagi kalau bukan ImamIdris As-Syafi’i. Tak kita ragukan lagi, karya-karya besarnya berpuluh-puluhjilid jumlahnya.

Sobat, mungkin sudahmengetahui diantara karya monumentalnya tentang ilmu ushul fiqh Ar-Risalah danAl-Umm menjadi bukti kehebatan ilmunya. Pada usia 10 tahun beliau sudah hafalAl-Qur’an. Pada usia 12 tahun sudah hafal kitab hadits Muwatha yang berjumlah1720 hadits. Dan pada usia 15 tahun beliau sudah menjadi mufti di kota Madinah.Subhaanallah.

Lantas, apa rahasia dibalik kesuksesan mereka di atas? Ternyata rahasia kesuksesan mereka terletakpada semangat belajar yang luar biasa, kemampuan manajemen dan menghargaiwaktu. Sederhana bukan? Pasti kita bisa mengambil teladan dari mereka asalkankita mau dan sungguh-sungguh. Salam Dahsyat dan Luar Biasa ! ( Spiritual Motivator - N.Faqih Syarif H, Penulis Buku Take Action! Never Give up ! The Secret of Happiness. www.faqihsyarif.com)

Next Prev home

0 comments:

Post a Comment

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co