Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Tuesday, September 30, 2014

JERUK ( Jangan Berbuat Buruk )

Jeruk
(Jangan Berbuat Buruk)

Sobat, diantara cobaan yang kita hadapi masyarakat kaum muslimin di zaman sekarang ini adalah banyaknya kemaksiatan dan perbuatan dosa serta tersebar luasnya kemungkaran dengan berbagai macam bentuknya.

Judul bab ini adalah Jangan berbuat buruk maksudnya adalah jangan berbuat maksiat. Sebab kemaksiatan-kemaksiatan itu merusak hati seperti racun yang merusak badan dengan berbagai macam tingkat kerusakan yang ditimbulkannya. Seluruh kejahatan dan penyakit yang ada di dunia dan di akherat penyebabnya adalah kemaksiatan dan dosa. Bukankah karena kemaksiatan dan dosa yang menyebabkan Ibu bapak kita (Nabi Adam dan Hawa) dikeluarkan dari surga, tempat berbagai kenikmatan dan kebahagiaan menuju tempat yang penuh dengan rasa sakit, kesedihan dan musibah? Siapa yang mengeluarkan Iblis dari kerajaan langit hingga Allah mengusirnya dan melaknatnya serta mengganti rahmat dengan laknat, keimanan dengan kekufuran? Siapa yang menenggelamkan seluruh penduduk bumi hingga air mencapai puncak-puncak gunung? Siapa yang menundukkan angin kepada kaum ‘Adz hingga mereka menemui kematian bergelimpangan seperti pohon kurma yang tumbang? Siapa yang mengirimkan suara yang demikian keras kepada kaum tsamud hingga memotong hati mereka dan mereka pun tewas seketika? Siapa yang menenggelamkan Fir’aun dan balatentaranya lalu memindahkan ruh-ruh mereka ke neraka jahannam, jasadnya ditenggelamkan sedangkan ruhnya dibakar? Siapa yang membuat Qarun ditelan bumi beserta rumah dan seluruh hartanya? Penyebab semua itu adalah kemaksiatan dan dosa !

Sobat, sebagian orang menganggap remeh perbuatan maksiat dan dosa. Dia berkata,” Selama saya melaksanakan rukun Islam dan kewajiban yang lain, maka dosa itu masalah kecil, Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang.” Sikap seperti ini kelihatannya rohani tapi sebenarnya roh halus karena bisyikan syetan

Sobat,Memang benar Allah itu Maha Pengampun dan Penyayang, akan tetapi Allah SWT juga Maha Pedih siksanya bagi siapa pun yang bermaksiat kepada-Nya dan melanggar perintah-Nya.

“Kabarkanlah kepada hamba-hamba-Ku, bahwa Sesungguhnya Aku-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,” dan bahwa Sesungguhnya azab-Ku adalah azab yang sangat pedih.” (QS. Al-Hijr :49-50)
Allah SWT pun mengingatkan kita untuk tidak melakukan maksiat dengan firman-Nya :

“ Janganlah kamu jadikan panggilan Rasul diantara kamu seperti panggilan sebahagian kamu kepada sebahagian (yang lain). Sesungguhnya Allah telah mengetahui orang-orang yang berangsur- angsur pergi di antara kamu dengan berlindung (kepada kawannya), Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah-Nya takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih.” (QS. An-nuur :63)

“ (ingatlah) di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga, dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal Dia pada sisi Allah adalah besar.” (QS An-Nuur : 15).

Sobat, Inagtlah satu kemaksiatan telah mengeluarkan Adam dari surga. Seorang penyair berkata :
Engkau terus melakukan dosa demi dosa.
Lalu engkau berharap mendapat surga.
Lupakah engkau bahwa Rabbmu mengeluarkan Adam dari surga hanya karena satu dosa.

Satu kemaksiatan telah menjadi sebab kekalahan para sahabat di perang uhud. Yaitu ketika Nabi Muhammad SAW memerintahkan mereka untuk tidak turun dari gunung apapun yang terjadi. Namun mereka melanggarnya dan tetap turun gunung tergiur harta yang ditinggalkan musuh. Maka terbunuhlah 70 orang shahabat sebagaimana diceritakan dalam kita shohih bukhari.

Sobat, jangan melihat pada kecilnya kemaksiatan, tapi lihatlah keagungan Dzat yang engkau durhakai. Ibnul qayyim menyebutkan dalam kitabnya Al Jawaabul Kaafi liman Sa’ala anid- Dawa’sy Syaafi bahwa hukuman bagi kemaksiatan itu jumlahnya banyak diantaranya adalah :

1. Menyebabkan kehinaan bagi pelakunya. Imam Ahmad meriwayatkan dalam musnat hadits dari Ibnu Umar bahwa Nabi SAW bersabda : “ Dijadikan kehinaan dan kerendahan bagi orang yang menyelisihi perintahku.” ( HR Imam Ahmad). Imam Ahmad pun berkata, “ Ya Allah, Muliakan kami dengan ketaatan dan jangan hinakan kami oleh kemaksiatan.”
Demikian juga Allah berfrman :
“Sesungguhnya orang-orang yang menjadikan anak lembu (sebagai sembahannya), kelak akan menimpa mereka kemurkaan dari Tuhan mereka dan kehinaan dalam kehidupan di dunia. Demikianlah Kami memberi Balasan kepada orang-orang yang membuat-buat kebohongan.” (QS. Al A’raaf:152)
Sobat, Ibnul Mubarak berkata: “ Saya melihat dosa itu mematikan hati. Timbulnya kehinaan adalah akibatnya. Meninggalkan dosa akan menghidupkan hati. Akan berakibat bagi jiwamu jika engkau melawannya.”

2. Kemaksiatan itu menyebabkan kerisauan dan kemurungan. Meskipun terhimpun ada diri seseorang hamba berbagai kenikmatan dunia, tidak akan sanggup menghilangkan kerisauan tersebut. Abdullah bin Abbas berkata, “ Sesungguhnya kebaikan itu menyebabkan timbulnya sinar di wajah, cahaya di dalam hati, keluasan rezeki,kekuatan badan, dan rasa cinta di hati makhluk. Sedangkan keburukan itu menyebabkan kemurungan di wajah, kegelapan di hati dan kubur, kelemahan badan, kekurangan rezeki, dan rasa benci di hati makhluk.” Dan itu senada dengan apa yang difirmankan Allah SWT :
“ Dan Barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, Maka Sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam Keadaan buta".
berkatalah ia: "Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam Keadaan buta, Padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?" (QS. Thaahaa: 124-125)

Sebaliknya Allah memberikan jaminan dan garansi kepada Orang-orang yang beriman dan beramal sholeh baik laki-laki maupun wanita di beri kehidupan yang baik dan pahala yang berlipat ganda. Sebagaimana firman-Nya :

“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam Keadaan beriman, Maka Sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan Sesungguhnya akan Kami beri Balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An-Nahl:97).

Sobat, mari kita tutup artikel ini dengan doa yang diajarkan oleh Imam Ahmad.
“ Ya Allah, Muliakan kami dengan ketaatan dan jangan hinakan kami oleh kemaksiatan.”
Salam Dahsyat dan Luar Biasa !!! www.faqihsyarif.com ( Spiritual Motivator - N.Faqih Syarif H, Penulis Buku Take Action ! dan buku Never Give Up !)

Next Prev home

0 comments:

Post a Comment

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co