Talkshow di Radio SMART FM 88.9 FM.

Ikuti Program Kami tiap hari Kamis jam 17.00 s.d 18.00 Talkshow di Radio SMART FM 88.9 FM."Sukses Bisnis bersama Kekuatan Spirit Tanpa Batas"

Kumpulan Kisah Teladan

Simak kisah teladan yang penuh inspirasi yang akan membuat hidup anda lebih semangat lagi.

Selamatkan Indonesia dengan Syariah dan Khilafah

Hanya dengan kembali tegaknya Khilafah Islamiyah, dunia ini kembali menjadi indah.

Fikrul Mustanir

Membentuk pribadi yang selalu menebar energi positif di dalam kehidupannya.

Karya-karya kami

Kumpulan karya-karya kami yang sudah terjual di toko buku Gramedia, Toga Mas dan lain-lain.

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Monday, August 25, 2014

Biro Jasa Perijinan, Konsultan dan Pendampingan hukum





Biro Jasa Perijinan, Konsultan
Dan Pendampingan Hukum

- Pengurusan Pendirian PT, CV, UD, Yayasan, Lembaga, Ormas
- Pengurusan Tanda Daftar Industri (TDI), Pengurusan Tanda Daftar Perusahaan (TDP)
- Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP)
- Ijin Kesehatan/Laik Hygiene Sanitasi Rumah Makan dan Restoran, TDP dari Dinas Kesehatan
- Pengurusan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
- Pengurusan Pengusaha Kena Pajak ( PKP )
- Pembuatan Surat Tanah
- Pembuatan SKRK, Ijin Mendirikan Bangunan ( IMB )
- Ijin Gangguan (HO), Ijin Konstruksi / izin usaha kontruksi,Ijin Lokasi
- Ijin Lokasi Pergudangan dan Ruko
- Pengurusan Perijinan Reklame
- Pembuatan UKL & UPL ( Usaha Kelola Lingkungan & Upaya Pemantuan Lingkungan )
- TDUP / Izin Usaha Hiburan ( Restoran, Hotel, Travel, Dll )
- Ijin Usaha Industri (IUI)
- Perijinan RekomLalin dan Drainase
- LPPOM MUI, BPPOM
- Rekom Ijin Umroh dan Haji Khusus
- Pengurusan Hak Paten Product, SNI
-Konsultan Bisnis, Keluarga, Masyarakat
-Pendampingan masalah Hukum
- Dan Ijin-ijin yang lainnya

Biro Jasa Perijinan bersama M. Nur Rakhmad,SH, Konsultan bersama DR. N.Faqih Syarif
dan Pendampingan Hukum bersama Advokat M. Nasiq,SH&Rekan
Hubungi: 08114227042 (Call Only),  081330447814
                08991595324 (Call&SMS)

Saturday, August 23, 2014

HAKEKAT TAQWA

Hakekat Taqwa

Ramadhan telah berlalu. Puasanya pun telah usai. Takwa, sebagai buah dari puasa Ramadhan, sejatinya bisa mewujud dalam diri orang-orang Mukmin yang berpuasa. Bukankah agar bertakwa orang-orang Mukmin diperintahkan untuk berpuasa? (QS al-Baqarah [2]: 183).

Tentang takwa, Ibn Abbas ra. pernah berkata, “Orang yang bertakwa adalah orang yang takut terhadap kesyirikan, dosa-dosa besar (kaba’ir) dan ragam kekejian (fawahisy).”

Secara bahasa, takwa makna asalnya adalah “penghalang” atau “pemisah” di antara dua perkara. Karena itu orang bertakwa seolah-olah telah menjadikan upayanya mengikuti perintah Allah SWT dan meninggalkan larangan-Nya sebagai “penghalang” atau “pemisah” antara dirinya dengan azab-Nya.

Umar bin al-Khaththab ra. pernah berkata kepada Ubay bin Kaab, “Aku pernah ditanya tentang takwa.” Kaab bertanya, “Pernahkah engkau berjalan di jalanan penuh duri?”

“Tentu saja,” jawab Umar ra.

“Apa yang engkau lakukan di jalanan penuh duri?”

“Tentu aku akan berhati-hati dan waspada,” jawab Umar lagi.

Kaab berkata, “Yang demikian itulah takwa.”

Tentang takwa pula, Syahr bin Husyaib berkata, “Orang bertakwa itu adalah orang yang meninggalkan banyak perkara yang halal (tetapi tidak bermanfaat, pen.) karena khawatir terjerumus pada perkara yang haram.”

Tentang takwa, Umar bin Abdul Aziz juga berkomentar, “Takwa adalah meninggalkan apa saja yang telah Allah haramkan dan menunaikan apa saja yang telah Allah wajibkan.”

Dinyatakan pula bahwa takwa adalah meneladani Nabi Muhammad SAW. Di dalam sebuah hadits dinyatakan, “Takwa terhimpun dalam sebuah ungkapan firman Allah SWT: Sesungguhnya Allah memerintahkan kalian untuk berlaku adil; berbuat baik (ihsan); memberi kepada kerabat dekat; serta mencegah kekejian, kemungkaran dan kelaliman (QS an-Nahl [16]: 90).”

Pengertian lain dari takwa dinyatakan oleh Ibn Umar ra., “Takwa itu adalah kamu tidak melihat dirimu lebih baik daripada orang lain.” (Al-Baghawi, Ma’alim at-Tanzil, I/60).

Dalam riwayat lain disebutkan, bahwa menurut Ibn Abbas, orang bertakwa adalah orang yang waspada terhadap azab Allah saat meninggalkan petunjuk-Nya yang mereka ketahui dan mereka selalu mengharapkan rahmat-Nya saat membenarkan apa saja yang datang dari Allah SWT.

Ibn Hatim menuturkan riwayat dari Muadz bin Jabal ra bahwa ia pernah ditanya, “Siapa orang yang bertakwa?” Ia menjawab, “Suatu kaum yang takut terhadap kesyirikan dan penyembahan terhadap berhala serta senantiasa memurnikan ibadah hanya kepada Allah SWT.”

Dalam riwayat lain pula dinyatakan bahwa Abu Hurairah ra, sebagaimana dituturkan oleh Ibn Abi ad-Dunya’, pernah ditanya oleh seseorang, “Apakah takwa itu?” Abu Hurairah ra balik bertanya, “Pernahkah kamu mendapati jalan yang penuh duri?” Orang itu menjawab, “Tentu saja.” Abu Hurairah ra bertanya lagi, “Lalu apa yang kamu lakukan?” Orang itu menjawab, “Jika saya melihat ada duri di jalanan yang saya lalui, saya akan berusaha menghindari duri itu.” Abu Hurairah ra lalu berkata, “Itulah takwa.”

Di dalam Kitab az-Zuhd, Imam Ahmad menuturkan riwayat dari Abu ad-Darda’. Dinyatakan, “Kesempurnaan takwa adalah saat seorang hamba takut kepada Allah SWT hingga dalam perkara terkecil sekalipun, yakni saat dia meninggalkan sebagian perkara yang dia pandang halal semata-mata karena takut terjatuh pada keharaman. Sikap demikian menjadi penghalang dirinya dengan perkara-perkara haram.”

Apa yang diyatakan oleh Abu ad-Darda’ juga dinyatakan oleh sekelompok orang dari kalangan tabi’in.

Ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW, “Seorang hamba tidak akan bisa mencapai derajat orang yang bertakwa hinga dia meninggalkan banyak perkara halal semata-mata karena khawatir terjatuh pada perkara haram.” (Hadits ini dikeluarkan oleh Imam Ahmad, Abdun bin Humaid dan Imam al-Bukhari di dalam Tarikh-nya; oleh at-Tirmidzi yang sekaligus menilai hadits ini hasan; oleh Ibn Majah, Ibn Abi Hatim dan al-Hakim yang sekaligus menilai hadits ini sahih; juga oleh Al-Baihaqi dalam Sya’b al-Iman, dari ‘Athiyah as-Sa’di).

Dengan demikian mengamalkan makna hadits ini adalah wajib. Menurut Iman asy-Syaukani, makna takwa ini merupakan makna syar’i yang lebih spesifik dibandingkan dengan pengertian takwa yang dikemukakan oleh pengarang Kitab al-Kasyaf (Az-Zamakhsyari) (Asy-Syaukani, Fath al-Qadir, I/24).

Dari definisi di atas, kita sesungguhnya dapat menakar sejauh mana atau seberat apa kadar ketakwaan kita. Tolok-ukurnya bukanlah sekadar sejauh mana kita meninggalkan perkara-perkara haram, tetapi lebih dari itu adalah sejauh mana kita meninggalkan banyak perkara halal (yang tidak bermanfaat) semata-mata karena kita khawatir terjatuh pada perkara-perkara yang haram.

Jika perkara-perkara haram saja masih sering kita lakukan, bagaimana mungkin kita bisa meninggalkan perkara-perkara syubhat apalagi perkara-perkara halal yang tidak bermanfaat? Jika demikian kondisi kita, selayaknya kita khawatir: jangan-jangan kadar ketakwaan kita belumlah seberapa.

Wa ma tawfiqi illa bilLah wa ‘alayhi tawakkaltu wa ilayhi unib. [] abi

Amalan Pelipat Ganda Pahala



Amalan Pelipat Pahala.
Amalan yang paling dicintai di sisi Allah Ta’ala adalah yang paling kontinu meskipun sedikit.” (HR Muslim)
Berikut ini sobat, beberapa amalan pelipat ganda pahala:
 
1. Sholat Berjamaah sholat fardhu. " Sholat jamaah lebih unggul dibandingkan sholat sendirian sebanyak dua puluh tujuh derajat." ( HR Bukhari dari Abdullah bin Umar ). dalam riwayat lain Rasulullah bersabda, " Barangsiapa menghidupkan sunnahku, sungguh ia telah mencintaiku. Dan siapa mencintaiku, ia akan bersamaku di surga." (HR. Thabrani).

2. Sholat sunnah saat tidak dilihat orang. " Sholat sunnah seseorang yang dikerjakan tanpa dilihat manusia (secara sembunyi) setara dengan dua puluh lima kali sholat yang ia kerjakan pada saat dilihat manusia." (HR Abu Ya'la). Rumah yang dihidupkan dengan nuansa ibadah akan senantiasa "disinggahi" oleh para malaikat yang mendoakan keberkahan bagi penghuninya, sedangkan syetan akan lari tunggang langgang.

3. Qiyamul lail saat Lailatul Qadar. " Barangsiapa mengerjakan qiyamul lail saat lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala, diampuni segala dosa yang pernah ia perbuat." ( HR Bukhari dari Abu hurairah ra)
Ayo kita lanjutkan bahasan kita amalan yang pelipat ganda pahala. Hak Allah atas setiap hamba adalah supaya mereka mengimaninya dengan sepenuh penyerahan diri mereka. dan wajib bagi setiap hamba mendahulukan orientasi kepada Allah SWT. dan Ibadah qiyamul lail haruslah dilandasi dengan iman kepada-Nya.

4. Menyempurnakan adab-adab sholat jum'at. " Barangsiapa mandi pada hari jum'at hingga dirinya bersih, kemudian berusaha menuju ke masjid seawal mungkin dan benar-benar sampai di sana pada awal waktu, ia berjalan kaki dan tidak memakai kendaraan, lalu ia berada pada posisi dekat imam, ia mendengar khutbah dengan seksama dan tidak melakukan perbuatan sia-sia, maka dengan setiap satu langkah kakinya, ia mendapatkan pahala yang setara dengan amal puasa dan sholat selama setahun." ( HR Abu Daud dari Aus bin Aus ats-Tsaqafi).
Hadits ini mengajarkan kepada kita nilai kebersihan, kedisiplinan dan pengorbanan. Subhaanallah !!!
" Sesungguhnya pada hari jumat terdapat suatu waktu, yang jika pada waktu itu seorang muslim berdoa memohon kebaikan kepada Allah maka Allah akan mengabulkannya." ( HR Muslim )

5.Menepati Shaf sholat paling depan. Dituturkan oleh Irbadh bin sariyah bahwa Rasulullah SAW senantiasa memohonkan ampunan sebanyak tiga kali untuk (orang-orang yang ada di ) shaf paling depan, sedangkan yang ada di shaf berikutnya hanya sekali." ( HR Ibnu Majah). Hadits ini memotivasi pentingnya kita saling berlomba untuk mendapatkan posisi paling baik dalam konteks ibadah. dan nilai pahala berbanding lurus dengan kesungguhan.

6. Melanggengkan atau rutin Tilawah Al-Qur'an. " Siapa membaca satu huruf kitabullah (Al-Qur'an) maka dengan itu ia mendapat satu kebaikan, sedangkan satu kebaikan itu berlipat ganda menjadi sepuluh kebaikan yang serupa. Aku tidak mengatakan alif lam mim itu satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf." ( HR Turmudzi dari Abdullah bin Mas'ud). Kalam teragung adalah Al-Qur'an yang berasal dari Allah Dzat Yang Maha Agung dan membacanya merupakan ibadah.

7.Menjalin Tali Silaturahim. " Siapa yang suka rezekinya diluaskan dan umurnya dipanjangkan maka hendaklah ia menyambung silaturahmi." ( HR Bukhari dari Anas bin Malik ra). Silaturahmi adalah salah satu jalan untuk membuka lebar pintu rezeki.

8. Bersedekah jariah, memiliki ilmu yang bermanfaat dan mendidik anak-anak kita menjadi anak yang sholeh dan sholehah. " Apabila manusia menemui ajal kematian, terputuslah amalannya kecuali dari tiga (hal), yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak sholeh yang mendoakannya." ( HR Muslim dari Abu hurairah ra).

9. Belajar dan mengajar ilmu di masjid. " Barangsiapa berangkat ke masjid dengan tidak memiliki tujuan lain selain untuk mempelajari kebaikan atau mengajarkannya, ia mendapatkan balasan seperti pahala orang berhaji yang sempurna hajinya." ( HR Thabrani dari Abu umamah ra). Peradaban yang kuat dan berkarakter dibangun dengan landasan iman dan ilmu. Islam adalah peradaban tersebut.

10. Melakukan amar ma'ruf dan nahi munkar atau berdakwah di jalan Allah SWT. "Barangsiapa menyeru kepada petunjuk, ia mendapatkan pahala setara dengan semua pahala orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun." ( HR Muslim dari Abu Hurairah ra ). Melihat pengaruh dakwah yang dahsyat bagi diri manusia, mampu menguhkan keimanan dan mewarnai dunia dengan kebaikan, sebuah panggilan bagi kita semua untuk turut serta memberikan sumbangsih bagi aktivitas dakwah ini. Ingatlah sobat, potensi nilai pahala yang bisa kita dapat tidak terbatas. Selama dakwah kita diamalkan orang selama itu pula aliran pahala terus masuk ke "rekening" pahala kita.
Dan masih banyak lagi amalan-amalan yang bisa menjadi pelipat pahala. Selamat berjuang dan mengamalkannya semoga hidup kita semakin mulia dan berkah.

Salam Dahsyat dan Luar biasa!  
( Spiritual Motivator – N.Faqih Syarif H, Penulis buku-buku motivasi islam;  Al-Quwwah ar ruhiyah, Never Give Up! Thanks God, Menjadi dai Yang dicinta. www.faqihsyarif.com)

Friday, August 15, 2014

MENULISLAH !!!!!



Menulislah !
“ Jika Ingin namamu abadi tulislah sesuatu yang bernilai, atau lakukan sesuatu yang bernilai sehingga layak ditulis.” ( Benyamin Franklin).
Sobat, syarat mutlak untuk bisa menjadi penulis apalagi menjadi seorang writerpreneur ialah harus rajin membaca. Dengan rajin membaca, wawasan kita akan bertambah. Sulit rasanya sobat, membayangkan bagaimana seseorang menjadi writerpreneur kalau wawasannya sangat sempit. Bukankah ide-ide akan mengalir deras karena luasnya wawasan. Kita bisa berbagi ilmu dengan orang lain ( pembaca) kalau kita sendiri memiliki cukup ilmu untuk dibagi.

Sobat, menulis mendorong kita untuk terus-menerus menambah ilmu, kemudian membagi ilmu itu kepada orang lain melalui karya-karya kita. Di dunia pesantren salaf ada ungkapan , “ Mengajarlah maka engkau akan pandai,” bahkan  rasul pernah bersabda, “ Man ‘Allama ‘ilman ‘allamahullahu ma lam ya’lam – Barangsiapa mengajarkan ilmu maka Allah akan mengajarkan kepadanya hal-hal yang belum ia ketahui.” Jadi dengan menjadi writerpreneur kita bukan hanya akan kaya harta tapi juga kaya ilmu.

Sobat, keuntungan lain kalau kita menjadi writerpreneur ialah orang lain mengambil manfaat dari karya-karya kita. Setiap buku memiliki riwayatnya sendiri, kita tidak tahu siapa yang membaca buku kita, dan bagaimana buku itu memberi pengaruh kepadanya – tentunya di sini pengaruh yang baik. Bahwa kita akan memperoleh penghasilan material itu sudah jelas, tapi dampak yang tak terukur dari karya kita adalah inspirasi yang ditimbulkan.

Sobat, semua itu akan menjadi pahala yang terus mengalir. Karena buku itu menembus ruang dan waktu. Coba bayangkan orang-orang seperti plato, Socrates, aristoteles, Ibnu Khaldun, Ibnu Rusdy, Imam Syafi’I, Imam Ghazali, dan lain-lain yang buku-buku mereka masih dibaca hingga sekarang padahal sudah ribuan tahun lamanya karya-karya itu dibuat. Tidakkah itu akan menjadi pahala bagi mereka, para penulisnya? Selain itu, nama mereka juga tetap harum dan di kenang sepanjang masa.

Sobat, berikut ini apa manfaatnya bagiku Membaca, maka secara otomatis akan menjadikan membaca sebagai kebiasaan bagi kita. Diantaranya AMBAK membaca:
·         Menjadi sangat lancar dalam berbicara.
·         Mudah jika ingin menjelaskan sesuatu lewat lisan.
·         Dapat mengatasi kegagapan.
·         Omongan jadi cukup berisi.
·         Mudah mengeksplorasi dan mengembangkan materi yang ingin dibicarakan.
·         Bisa memperpanjang dan memperlebar pembicaraan.
·         Lebih mudah merumuskan ide-ide.
·         Bahasa yang dimiliki semakin berkualitas
·         Mudah menggali dan mengeluarkan pikiran dan gagasan berkualitas.
Sedangkan  AMBAK Menulis :
·         Mengikat : merekam. Menyimpan dan mendokumentasikan.
·         Mengonstruksi : mengait-ngaitkan serta menyusun dan membangun
·         Menata : menyeleksi dan menentukan mana yang harus diperhatikan dan diabaikan
·         Memproduksi : menghasilkan sesuatu yang bermanfaat
·         Menampakkan : merumuskan yang ingin dikomunikasikan
·         Menggali : Memunculkan sesuatu yang tersembunyi atau terselubung;orisinilitas, keunikan,jati diri.
·         Membuang : membersihkan kotoran yang mengganggu ; kekecewaan, sakit hati, frustasi
·         Menjabarkan : Merumuskan dan menguraikan hal-hal yang tidak dipahami.
·         Mengeluarkan : membersihkan sumbatan yang menghalangi
·         Membagikan : Menyebarkan manfaat

Sobat, Mas Hernowo pernah memberikan tips agar potensi Menulis kita mencuat : Menulis untuk menyingkap diri,Menulis untuk menjelajah diri dan  Menulis untuk mengungkapkan diri.
Kalau itu sudah bisa dan biasa kita lakukan. Maka Insya Allah akan mudah sukses menulis untuk Orang lain. Syaratnya :
1. Memadukan kegiatan membaca dan menulis. Menulis memerlukan membaca  dan Membaca itu juga memerlukan menulis.
2. Menemukan model atau teladan dalam menulis.Anda bisa cari model atau teladan dari penulis terkenal lakukan ATM ( Amati , Tiru dan Modifikasi)
3. Memiliki sikap dalam menulis. sikap yang perlu dibangun dalam menulis adalah terbuka, jujur dan bertujuan; senantiasa diarahkan untuk mendapatkan manfaat dan melakukan pencerahan kepada sesama.

Ayo menulislah untuk membangun kembali peradaban Islam guna menyelamatkan dunia dari kehilangan peradaban yang Agung. Allahu Akbar!
Salam Dahsyat dan Luar biasa!

( Spiritual Motivator – N.Faqih Syarif H, S.Sos.I, M.Si, Penulis Buku Al Quwwah Ar ruhiyah Kekuatan Spirit Tanpa Batas dan Buku Menjadi Dai Yang Dicinta. www.faqihsyarif.com email mumtaz.oke@gmail.com )

Next Prev home

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co