Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Sunday, May 4, 2014

Dekati Allah dan Hanya beribadah kepada-Nya, maka segalanya akan jadi Indah.


Dekati Allah dan hanya beribadah kepada-Nya, maka segalanya akan jadi Indah.

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk yang diciptakan-Nya, dan dari kejahatan apa yang turun dari langit, dari kejahatan yang naik ke langit, dan dari kejahatan fitnah malam dan siang serta dari setiap jalan kejahatan kecuali jalan yang menghantarkan pada kebaikan wahai Zat yang Maha Pengasih.”


Sobat, banyak diantara kita kepingin hidupnya mulia dan berkah tapi justru cara-cara dan tindakan yang kita lakukan jauh dari keberkahan. Barokah itu adalah bertambahnya kebaikan karena ketaatan kita kepada Allah dan Rasul-Nya.  Ilmu yang kita peroleh menjadi berkah ketika semakin bertambah ilmu kita semakin meningkat amal ibadah kita, semakin bermanfaat ilmu kita, semakin dekat dengan Allah dan Rasul-Nya, semakin semangat dalam mengemban dakwah. Demikian juga Harta kita semakin barokah, ketika semakin bertambah kebaikan dan ketaatan kita kepada Allah SWT. Usia kita pun menjadi barokah ketika semakin bertambah usia, semakin arif dan bijaksana dan semakin matang dan semangat dalam mengakkan kalimat Allah. Demikian pula tubuh yang Allah anugerahkan ini menjadi barokah ketika semakin sehat dan menggunakannyauntuk beribadah kepada Allah SWT.

Sobat, Bagaimana agar hidup kita menjadi mulia dan berkah? Syarat pertama dan utama dekati Allah dan hanya beribadah kepada-Nya, Perbaiki hubungan bisnis kita dengan Allah maka yakinlah bisnis-bisnis kita yang lainnya akan jadi mudah dan segalanya akan jadi indah. Subhaanallah!. Mengabdi dan beribadah berarti menjalani kehidupan sesuai dengan aturan Allah dan Rasul-Nya, bukan sekedar melakukan ritual semata. Manusia diciptakan hanya untuk menyembah Allah, bukan untuk menyembah barang-barang mewah bermerk, wanita cantik, rumah besar, jabatan tinggi, ataupun atasan. bukan pula untuk menyembah keglamoran, kemasyhuran, ilmu,makanan dan semacamnya. Menyembah Allah berarti tunduk, takut, syukur, taat, dan cinta kepada-Nya. ( Al Quwwah ar ruhiyah -Kekuatan Spirit tanpa batas, 2009,hal.48)

Sobat, yang kedua adalah jalani hidup ini dengan penuh keikhlasan. Ikhlas berarti sengaja bersandar kepada Allah sang Khalik. Ikhlas juga berarti ikhtiar tanpa mengharap hasil dengan perasaan sudah mendapat hasil. Ikhlas juga berarti memberi dengan senang, seolah tidak ada hartanya yang berkurang. Giat meraih sesuatu tanpa ngotot karena merasa cukup dengan yang sudah didapat. Atau tekun mengejar yang lepas atau hilang tanpa harap kembali karena tetap merasa cukup dengan yang masih ada. (Quantum Ikhlas, 2008).

Sobat, Allah adalah segala-galanya, karena semua yang ada, termasuk alam semesta ini, datang dari-Nya. Karenanya, kekuatan yang seharusnya diutamakan dan dimiliki oleh umat Islam adalah iman dan takwa, bukan  sains dan teknologi. Kenapa demikian? Karena iman dan takwa mengajarkan pada kita tentang Allah, termasuk bagimana tunduk kepada-Nya. Sehingga apabila iman  dan takwa tumbuh subur dan terus mekar di dalam hati kita, maka secara otomatis akan lahir sikap dan cara berpikir yang benar. Bukankah telah terbukti? Dengan berbekal aqidah yang kuat umat Islam berhasil memerintah dunia dan menyelamatkannya sekaligus melejitkan ilmu-ilmu sains.

Sobat, Berikut ini tips dalam upaya mendekatkan diri kita kepada Allah SWT melalui optimasi asma’ul husna : Pertama, Mengenal Allah lebih dekat lagi melalu nama dan sifat-sifat-Nya. Allah secara kasat mata tidak bisa kita lihat dan tidak bisa kita raba. Jalan satu-satunya untuk mengenal Allah adalah dengan cara diberi tahu oleh Allah siapa Dia melalui asma’-nya dan melalui serangkaian informasi yang diwahyukan kepada Rasul-Nya. Allah SWT memperkenalkan diri-Nya melalui seluruh ciptaan dan makhluk-Nya, yang harus ditafakkuri dan ditadabburi oleh kita sang makhluk.

Kedua, Memohon. Dengan Do’a asmaul husna kita memohonkan segala kebutuhan kita kepada Allah karena Dia adalah Al-Sami’ dan Al-Bashir, Tuhan yang Maha Mendengar dan lagi Maha Meliohat segala kebutuhan hamba-Nya.  Silahkan baca QS Al-A’raf(7) : 180 :  ……” Allah memiliki asma’ul husna, maka memohonlah kepada-Nya dengan (menyebut) nama-nama yang baik itu…”

Ketiga, Mengadukan. Kita dapat mengadukan segala keluh –kesah dan penderitaan karena Dia begitu lembut dengan sifatnya yang al-Lathif . Allah bersedia mendengarkan keluh kesah kita karena Dia-lah a very good listener.

Keempat, Meminta perlindungan dari segala kekhawatiran dan bahaya. Allah Tuhan yang mampu member perlindungan penuh (full protection) atas segala bahaya dan kedzaliman hamba-hamba-Nya yang jahat, karena Dia-lah Allah yang Al-Qowiyy, Tuhan yang Mahakuat, Al-Matin Tuhan yang Mahakokoh, Al Azis Tuhan yang Maha Perkasa dan Al-Qahhar Tuhan yang mampu memaksakan kehendaknya. Dia juga Zat yang sangat senang menolong hamba-Nya karena Dia lah Allah Al-Waliyy (yang Maha Melindungi).

Kelima, Tingkat tertinggi sobat, yang mampu dicapai oleh seorang hamba terhadap Allah melalui Asma’ul husna adalah belajar dari sifat-sifat-Nya yang mulia dan berakhlak mulia serta meneladani karakter-Nya yang terpuji. Diharapkan dari proses belajar ini manusia akan sadar bahwa dirinya bukanlah siapa-siapa di hadapan Tuhannya Al- Khaliq (yang Maha pencipta), Al-Bari’ ( yang Maha Mengadakan dari tidak ada) dan Al-Mushawwir (yang Maha Membentuk reka). Semua insane harus berlaku adil karena Tuhannya Yang Mahaadil (Al-Adl). Manusia tidak boleh cepat marah dan naik pitam karena Tuhannya yang Mahasabar 9Al-Shabur). Manusia juga harus berlaku lembut kepada sesame karena Tuhannya Yang Mahalembut (Al-Lathif).

Demikian sobat, tulisan singkat ini semoga menambah iman dan takwa kita serta teruslah kita berusaha dan berupaya meraih keberkahan dan kemuliaan hidup baik di dunia maupun di akherat.

Jangan gagal Melihat . Tidak sedikit dari kita yang tidak mampu melihat peluang dan kesempatan, sehingga peluang dan kesempatan berlalu begitu saja. Inilah yang disebut gagal melihat.

Jangan gagal Melakukan. Dalam perjalanannya, banyak juga orang yang berhasil melihat peluang dan kesempatan, tetapi tidak memiliki semangat untuk mengambil dan melakukan tindakan nyata. Ini yang disebut gagal melakukan.

Jangan gagal Menyelesaikan . Dan yang ketiga, bisa jadi mereka sudah melakukan, tetapi kegagalan membuat mereka berhenti, frustasi, dan tidak menyelesaikan.

Jangan gagal mensyukuri. Keempat. Apa pun yang Anda terima saat ini patut disyukuri, dinikmati, dan menjadi pemicu Anda untuk melakukan perbaikan terus-menerus.

Itulah 4 M ( Melihat, Melakukan, Menyelesaikan dan Mensyukuri) yang merupakan kunci membuka gembok " dalih nasib" saya pernah tulis hal ini di Buku saya yang berjudul "Al Quwwah ar ruhiyah Kekuatan Spirit Tanpa Batas" Terbitan imprint gramedia hal. 132.

Sukses untuk kita semua. Salam Dahsyat dan Luar Biasa ! ( N.Faqih Syarif H – Spiritual Motivator Penulis Buku Take Action ! www. Faqihsyarif.com )

Next Prev home

0 comments:

Post a Comment

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co