Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Tuesday, February 4, 2014

Jangan Sia-siakan umur kita !


Jangan sia-siakan umur kita!
Manusia hanya memiliki satu umur. Jika disia-siakan, maka dia akan rugi besar;baik di dunia maupun di akherat. Pintu taubat senantiasa terbuka. Anugerah Allah selalu dicurahkan, dan kebaikan-Nya senantiasa mengalir pagi dan siang. ((Take Action!, 2014)

Sobat, hidup di dunia ini Cuma sebentar bahkan kalau kita dikasih hidup sampai usia 70 tahun ternyata kalau itu dibandingkan dengan waktu akherat kita hanya hidup 2 menit 1 detik menurut waktu akherat. Tetapi justru momen penentuan apakah kita bahagia dunia – akherat adalah hidup kita di dunia yang sebentar ini. Oleh karena itu jangan sia-sia kan kesempatan hidup di dunia ini untuk menyiapkan bekal amal untuk kehidupan setelah mati. Itulah yang diingatkan oleh baginda Rasulullah SAW pernah bersabda, “Al-Kays man dana nafsahu wa ‘amila li ma ba’da al-mawt, wa al-‘ajiz man atba’a nafsahu hawahu wa tamanna ‘alalLah (Orang cerdas adalah orang yang mampu mengendalikan hawa nafsunya dan beramal untuk bekal setelah mati. Orang lemah [bodoh] adalah orang yang memperturutkan hawa nafsunya, lalu berangan-angan kepada Allah).” (HR at-Tirmidzi, Ahmad, Ibn Majah, al-Baihaqi, al-Hakim dan ath-Thabrani).
Di kisahkan oleh Hasan bin Ali bin Abi Tahlib. Ada seorang pemuda ahli surga. Dia suka duduk dengan orang miskin, dan hanya makan dengan mereka. Ada orang yang menanyakan perbuatannya itu.Ia menjawab,” Aku mendengar Allah berfirman kepada Nabi Dawud,” Wahai Dawud, aku lihat engkau selalu duduk bersama orang-orang kaya, kalau kau tidak mau mendapatkan siksaan-Ku, maka duduklah bersama orang-orang miskin. Makan dan minumlah bersama mereka!” “ Karena itulah setiap kali mau makan, Nabi Dawud berkata, “Tolong kumpulkan seluruh penduduk miskin di kampung ini.”
Kehidupan adalah sebuah kesempatan yang dihadirkan begitu istimewa di depan kita oleh Allah. Diantara dua titik lahir dan mati terbentang kesempatan bagi setiap insan, untuk mengukir manfaat dan prestasi di dalamnya. Teruslah sobat membuat tanda di alam semesta dengan membuat amal kebajikan yang dapat dipetik manfaatnya. Manfaat bagi orang lain dan tabungan amaliah kita untuk bekal di kemudian hari ketika menghadap ke haribaan Allah SWT.

Di manapun dan kapan pun terdapat undangan berbuat kebajikan.Bukalah peluang itu sebesar-besarnya dalam berbagai kesempatan sehari-hari. Beruntung itu adalah mereka yang diberi kesempatan oleh Allah untuk melaksanakan niatnya,memanfaatkan kesempatan dan potensinya untuk kebajikan. Pergunakan kemampuan dan keberdayaan kita dalam menyambut undangan kebajikan itu. Tingkatkan mutu amaliah ibadah kita agar diperoleh manfaat yang lebih luas.
Keberuntungan itu ada bila kita senantiasa tunduk dan patuh pada aturan Allah SWT berada di belakang peluang munculnya kebajikan. Mintalah terus dan berdoa kepada-Nya agar senantiasa diberi petunjuk dan bimbingan dari Allah SWT dalam menjalani kehidupan ini.
Suatu ketika penulis ngajak makan seorang sopir yang sering saya ajak saat saya ke luar kota. Beliau sehari-hari supir angkot Surabaya – sidoarjo. Begitu saya ajak masuk restoran di salah satu hotel bintang empat di jawa timur.  Beliau bertanya, “ Badhe nopo mas Faqih kok kita masuk tempat yang mewah atau hotel ini.” Saya jawab, “ Kita khan mau nginap dan makan di sini karena hari ini saya diminta ngisi training dan Pelatihan di hotel ini.”  Udah njenengan mau makan apa saja silahkan ambil sekali-kali boleh khan, kita merasakan makanan yang biasa disantap orang kaya yang penting halal dan Gratiss lho mas. Ojo sungkan-sungkan Yo.” Jawab saya. Ternyata dia hanya pesan kopi cappuchino dan makanan yang menurut saya sederhana dan biasa kita makan sehari-hari di rumah. “Lho Mas kok ambil makan dan minuman yang sedikit boleh nambah yang lainnya.”  “ Alhamdulillah Mas Faqih ini aja udah cukup dan beryukur sekali karena selama hampir 10 tahun belum pernah merasakan nikmatnya kopi cappuchino, semoga saya bisa menjadi orang yang senantiasa bersyukur, tidak tamak, qana’ah terhadap pemberian Allah SWT.” Jawab dia dengan polosnya. “ Subhaanallah ! Alhamdulillah Ya Allah hari ini aku dapat pelajaran berharga tentang makna syukur dan qana’ah.”

Banyak di antara kita para pejabat, penguasa dan pengusaha sudah punya segalanya tapi tetap tamak dan rakus terhadap dunia bahkan tidak jarang menghalalkan segala cara di negeri si komo ini. Bahkan ada guyonan sindiran yang sempat dimuat di harian kompas melalui karikatur Oom Pasikom bahwa syetan aja di Indonesia Stress minta dimutasi kepada Tuhan , “ Tuhan tolong saya dimutasi aja atau pensiun di negeri ini karena sudah tidak sanggup lagi menggoda orang Indonesia dan pekerjaan saya udah digantikan oleh penguasa negeri ini.” He he he syetan aja stress di negeri ini.

Ada kisah menarik lagi teman seangkatan saya di program S-3 ( Doktoral) UIN Surabaya seorang kakek dan Kyai dari Magetan  yang usianya udah nyampek 60 tahun masih semangat belajar dan kuliah. “Mbah Kyai njenengan kok semangat banget belajar.” Tanya temen-temen yang lainnya. “ Eh Lee anak-anakku kabeh nuntut ilmu itu tidak pandang umur atau usia selama hayat dikandung badan, tetap wajib semangat menutut ilmu itu untuk diamalkan serta diajarkan untuk bekal hidup setelah mati, paham leee.”  Paham Mbah kyai,” sahut kami.

Sobat sebagai penutup dari artikel yang singkat ini saya mengingatkan pada kita semua bahwa untuk bisa merasakan manisnya iman, seseorang harus mencintai Allah dan Rasul-Nya, mencintai orang-orang shaleh, dan tidak suka kembali kufur setelah di selamatkan oleh Allah darinya. Sebagaiman yang pernah disabdakan oleh baginda rasulullah saw. Seorang hamba baru bisa menemukan manisnya iman, jika Allah memberinya taufik dengan disempurnakannya tiga hal ini. Kita memohon kepada Allah SWT agar dimasukkan ke dalam golongan orang-orang yang dapat merasakan manisnya iman di dunia dan tidak menyia-nyiakan usia dan kesempatan hidup di dunia ini.

Salam Dahsyat dan Luar Biasa !  Take Action !

(Spiritual motivator – N.Faqih Syarif H, Penulis Buku Take Action! www.faqihsyarif.com )

Next Prev home

0 comments:

Post a Comment

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co