Talkshow di Radio SMART FM 88.9 FM.

Ikuti Program Kami tiap hari Kamis jam 17.00 s.d 18.00 Talkshow di Radio SMART FM 88.9 FM."Sukses Bisnis bersama Kekuatan Spirit Tanpa Batas"

Kumpulan Kisah Teladan

Simak kisah teladan yang penuh inspirasi yang akan membuat hidup anda lebih semangat lagi.

Selamatkan Indonesia dengan Syariah dan Khilafah

Hanya dengan kembali tegaknya Khilafah Islamiyah, dunia ini kembali menjadi indah.

Fikrul Mustanir

Membentuk pribadi yang selalu menebar energi positif di dalam kehidupannya.

Karya-karya kami

Kumpulan karya-karya kami yang sudah terjual di toko buku Gramedia, Toga Mas dan lain-lain.

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Thursday, January 30, 2014

Membuka Jendela Pikiran Kita

Sobat, jendela pikiran kita adalah sekujur tubuh kita. Mata, telinga, mulut, dan kulit kita. Proses penanaman sesuatu ke dalam pikiran kita, menurut Dr. Vernon A. Magnesen, melalui :
• 10 % dari apa yang kita baca.
• 20% dari apa yang kita dengar
• 30% dari apa yang kita lihat
• 50% dari apa yang kita lihat dan dengar.
• 70% dari apa yang kita katakan
• 90% dari apa yang kita katakan dan lakukan.

Sobat, apa yang bisa kita simpulkan dari penelitian di atas? Jelas apa pun yang kita baca, dengar, lihat, katakan dan lakukan, menentukan isi pikiran kita, memberikan kontribusi terhadap kualitas berpikir kita.
Kalau kita dengan sadarnya melakukan hal-hal berkut ini :

1. Memilih dengan bijak buku-buku yang kita baca.
2. Mendengarkan hanya hal-hal yang positif, semangat dan membesarkan hati.
3. Menjaga mata kita untuk melihat hal-hal yang memperkaya wawasan.
4. Mengatakan hanya hal-hal positif dan membangkitkan semangat
5. Melakukan sesuatu yang benar-benar bermanfaat baik untuk diri-sendiri maupun untuk sesama dalam rangka mengabdi dan beribadah kepada Allah Swt.

Maka, Insya Allah kita akan menjadi sangat positif. Pikiran yang positif ini akan menavigasi aksi kita ke arah yang positif, akibatnya kita akan membentuk pola kebiasaan yang positif juga dan selanjutnya akan memiliki karakter pribadi yang positif. Dan hidup akan jadi indah dan lebih bermakna.

Salam Dahsyat dan Luar biasa !

(Spiritual motivator - N.Faqih Syarif H, Penulis Buku Take Action ! www.faqihsyarif.com)

Tuesday, January 28, 2014

Lima Bentuk Kristalisasi Kesadaran Umat

Lima Bentuk Kristalisasi Kesadaran Umat


Tahun 2013 telah berakhir. Bagi kita tentu sangat menyusahkan hati, melihat berbondong-bondongnya masyarakat datang ke pusat-pusat keramaian di kota. Datang merayakan pergantian tahun. Berbagai acara yang kental dengan kemaksiatan pun digelar. Bahkan dengan biaya yang sangat mahal. Pemda DKI kabarnya telah menganggarkan 1 milyar untuk menggelar pesta semalam suntuk.

Namun, ada pelajaran penting dari pergerakan masyarakat di malam tahun baru. Berkaitan dengan pentingnya opini umum yang memobilisasi masyarakat. Lihatlah, meskipun tanpa diminta satu persatu, tanpa dikomandoi dan dipaksa, masyarakat bergerak ke pusat-pusat keramaian. Bahkan dengan segala pengorbanannya.

Bayangkan, kalau hal yang sama terjadi. Tentu bukan opini tentang tahun baru, tapi kita berjaya membentuk opini umum tentang kewajiban tegaknya syariah dan Khilafah. Kita bisa bayangkan umat pun kemudian bergerak serantak untuk melakukan gerakan politik, menuntut perubahan. Bentuknya bisa beragam. Bisa dalam pawai politik (masirah), unjuk rasa, atau rapat-rapat politik akbar. Mereka maju dengan tuntutan yang sama yaitu tegaknya Khilafah yang akan menerapkan seluruh syariah Islam.

Namun opini umum (ra’yul ‘amam) yang ingin kita bangun ditengah masyarakat, bukanlah didasarkan kepada dorongan syahwat atau hawa nafsu. Tapi kesadaran umum (wa’yul ‘am) untuk sebuah perubahan yang berbasis pada Islam. Kesadaran akan kewajiban menerapkan seluruh syariah Islam sebagai konsekuensi dari kepada aqidah Islam. Kesadaran tentang wajib dan pentingnya khilafah untuk menerapkan syariah Islam.

Agar opini umum yang berbasis kesadaran ini terjadi kita perlu meningkatkan dakwah tanpa henti. Ada beberapa bentuk kesadaran yang perlu kita bangun. Pertama, kesadaran bahwa umat ini sedang bermasalah. Perubahan tidak akan terjadi kalau, umat tidak menyadari bahwa ada yang salah dalam kehidupan mereka. Disinilah letak penting kita menyampaikan kepada umat berbagai problematika yang melilit umat saat ini seperti kemiskinan, kebodohan, perampokan kekayaan negara, kemaksiatan,korupsi, kriminalitas dan lain-lain.

Kedua, kesadaran tentang apa penyebab dari persoalan umat yang multikompleks itu. Yaitu kesadaran bahwa penerapan ideolog kapitalisme dan tidak diterapkannya seluruh syariah Islam-lah yang menjadi pangkal persoalan dari berbagai derita umat. Mengetahui akar persoalan ini sangatlah penting, untuk memberikan solusi yang tepat. Salah menentukan penyakit, salah pula menentukan obat. Alih-alih penyakit akan hilang, malah bisa bertambah parah.

Ketiga, kesadaran tentang apa solusinya. Yaitu menerapkan syariah Islam dalam naungan negara Khilafah-lah. Perubahan menuju ke arah yang lebih baik tidak akan terjadi kalau kita hanya mengkritik tapi tidak memberikan solusi. Umat harus terus menerus disadarkan bahwa syariah Islam adalah solusi berbagai masalah mereka. Sementara Khilafah merupakan institusi politik satu-satunya yang sah secara syar’i untuk bisa menerapkan seluruh syariah Islam, mempersatukan dan melindungi umat. Sehingga umat sampai pada satu titik , bahwa tidak ada solusi yang lain kecuali syariah dan khilafah.

Namun kesadaran ini tidak cukup. Umat perlu diberikan kesadaran yang keempat, yaitu bagaimana jalannya. Tahu tujuan tapi tidak tahu jalan, akan gampang tersesat. Atau bahkan tidak pernah sampai pada tujuan. Jalan itu untuk menegakkan Khilafah tentu saja wajib merujuk kepada thoriqoh (metode) Rosulullah SAW. Tidak boleh menyimpang sedikitpun. Karena hanya dengan mengikuti Rosulullah SAW-lah kita akan berhasil dan meraih kemenangan.

Perlu kita tegaskan sistem demokrasi tidak akan pernah akan bisa menghantarkan kepada penegakan syariah Islam secara menyeluruh, apalagi menghantarkan pada tegaknya Khilafah. Mengingat sistem demokrasi ini merupakan sistem kufur yang justru wajib ditolak oleh kaum muslimin.

Jalan demokrasi pun penuh tipu daya yang tidak akan pernah berpihak kepada kaum muslimin. Seperti yang terjadi di Mesir , meskipun presiden Mursi telah menang secara demokratis, partainya menguasai mayoritas parlemen, namun Barat tetap saja lewat kaki tangannya jenderal as Sisi menjatuhkannya. Bahkan mencap Ikhwan sebagai teroris. Tuduhan yang mengada-ada. Hal yang sama terjadi pada partai FIS di Aljazair.

Jalan satu-satunya adalah dengan da’wah politik. Mencetak para kader da’wah, membangun opini umum yang dibangun dari kesadaran umat tentang wajibnya syariah dan Khilafah. Disertai dengan amal tholabun nushroh dengan cara mendakwahkan Islam yang sesungguhnya kepada ahlul quwwah (yang memiliki kekuasaan yang ril) seperti militer. Hingga lewat kesadaran yang muncul dari keimanan dan ketaqwaan, mereka menjadikan kekuasaan yang mereka miliki bagi penegakan Khilafah.

Kesadaran yang kelima yang tak kalah penting adalah kewajiban untuk ikut dalam perjuangan dan kerelaan berkorban. Perubahan tidak akan terjadi kalau tidak ada yang memperjuangkannya. Sementara perjuangan pastilah membutuhkan pengorbanan. Karena itu, seluruh komponen umat, siapapun mereka harus terlibat dalam perjuangan ini. Tidak boleh sekedar menjadi penonton apalagi menjadi penghalang.

Dengan kristalisasi lima kesadaran ini, kita optimis di tahun 2014 ke depan perjuangan akan semakin mengarah pada keberhasilan. Tentu saja semua ini sangat tergantung kepada nashrullah (pertolongan Allah). Sebagai seorang muslim tentu saja kita berharap dan senantiasa berharap saatnya pertolongan Allah akan datang.

Kita berharap dengan keyakinan bahwa janji Allah dalam surat an Nur:55 yang akan memberikan kekuasaan dan kemenangan kepada umat Islam pasti terwujud. Bagi kita persoalan pentingnya, bukanlah bertanya kapan pertolongan Allah akan datang. Namun bertanya pada diri kita: apa yang sudah kita lakukan untuk perjuangan ini. Karenanya, yang kita harus lakukan adalah berjuang terus berjuang sesuai hingga kemenangan itu datang. Allahu Akbar !(Farid Wadjdi)

Thursday, January 16, 2014

Kehidupan adalah sebuah kesempatan utk berbuat kebajikan

Kehidupan adalah sebuah kesempatan yang dihadirkan begitu istimewa di depan kita oleh Allah. Diantara dua titik lahir dan mati terbentang kesempatan bagi setiap insan, untuk mengukir manfaat dan prestasi di dalamnya.
Teruslah sobat membuat tanda di alam semesta dengan membuat amal kebajikan yang dapat dipetik manfaatnya. Manfaat bagi orang lain dan tabungan amaliah kita untuk bekal di kemudian hari ketika menghadap ke haribaan Allah SWT.
Di manapun dan kapan pun terdapat undangan berbuat kebajikan.Bukalah peluang itu sebesar-besarnya dlm berbagai kesempatan sehari-hari
Beruntung itu adalah mereka yg diberi kesempatan oleh Allah untuk melaksanakan niatnya,memanfaatkan kesempatan dan potensinya utk kebajikan
Pergunakan kemampuan dan keberdayaan kita dalam menyambut undangan kebajikan itu. Tingkatkan mutu amaliah ibadah kita agar diperoleh manfaat yang lebih luas.
Keberuntungan itu ada bila kita senantiasa tunduk dan patuh pada aturan Allah SWT berada di belakang peluang munculnya kebajikan.
MIntalah terus dan berdoa kepada-Nya agar senantiasa diberi petunjuk dan bimbingan dari Allah SWT dalam menjalani kehidupan ini.
Salam Dahsyat dan luar biasa. www.faqihsyarif.com

Saturday, January 11, 2014

UMROH dan HAJI bersama BAYARIQ

Untuk sobat, Bapak atau Ibu yang Tahuni ini merencanakan Berangkat Umrah dan Haji . Mari Umrah bersama Kami - BAYARIQ - Sahabat meraih Mabrur. Kenyamanan dalam ibadah Pembimbingan yang bersahabat dan Follow up Pasca Haji dan Umrah. Umrah Cinta Rasul paket gold mulai USD 2100, Umrah Cinta Rasul Paket Platinum mulai USD 2250 dan Umrah Plus dua pilihan plus Istanbul atau Plus Amman- Aqsha. mulai USD 3400. Utk Wilayah Sidoarjo dan sekitarnya bisa kontak langsung N.Faqih Syarif H di 081.330.447814.
Bayariq adalah sahabat safar dan pembimbing Ibadah Anda yang menyenangkan, serta bersama-sama Anda meraih kemabruran dan keberkahan Ibadah.Untuk wilayah Sidoarjo dan sekitarnya kontak langsung N.Faqih Syarif H 081.330.447814. Letsgo Umrah dan Haji.

Thursday, January 9, 2014

Milikilah Hasrat yang menyala-nyala !


Milikilah Hasrat yang menyala-nyala!
Setiap orang yang menang dalam upaya apa pun harus rela membakar kapalnya dan memutus semua jalan mundur. Hanya dengan berbuat begitu orang bisa mempertahankan kondisi pikiran yang dikenal sebagai hasrat membara untuk menang, yang sangat penting bagi kesuksesan. Ada sebuah kualitas yang harus dimiliki setiap orang untuk menang, dan itu adalah kepastian tujuan,pengetahuan akan apa yang seorang inginkan, dan hasrat membara untuk memilikinya dan meraihnya. Take Action ! Salam Dahsyat dan luar biasa! (Faqih Syarif,2014)

Sobat,langkah pertama untuk menggapai keberhasilan adalah percaya bahwa diri Anda orang hebat yang berhak memperoleh keberhasilan. Berikut ini sobat beberapa latihan yang membantu anda menciptakan kesan yang hebat dan membantu membangun atmosfer sukses dalam kehidupan Anda :
  1. Bayangkan diri Anda sukses : Selalu gambarkan diri anda berhasil. Bayangkan orang yang ingin anda contoh. Sisihkan waktu untuk menyendiri dan rileks. Bagi kita seorang muslim melakukan ini saat selesai sholat malam. Pejamkan mata Anda dan berkonsentrasilah pada hasrat dan cita-cita anda awali dengan kalimat syukur Alhamdulillah Ya Allah ……Lihat diri anda dalam lingkungan baru ini, mampu dn pecaya diri.
  2. Bercermn pada kesuksesan Anda di masa lalu. Setiap keberhasilan, besar atau kecil, adalah bukti bahwa anda mampu meraih lebih banyak kesuksesan. Rayakan setiap keberhasilan. Anda dapat mengungatnya ketika anda mulai kehilangan keyakinan diri.
  3. Tetapkan tujuan yang pasti. Tetapkan arah yang jelas yang ingin anda tuju. Segera sadar begitu anda mulai melenceng dari tujuan-tujuan tersebut dan segera ambil tinakan untuk memperbaikinya.
  4. Tanggapi kehidupan secara positif. Kembangkan citra diri yang positif. Citra anda, reaksi anda yang positif terhadap kehidupan, dan keputusan-keputusan anda sepenuhnya ada dalam kendali Anda,
Sobat, ingatlah selalu, bahwa tidak ada sesuatu pun yang mustahil bagi orang yang mendukung hasrat dengan keyakinan yang kuat. Milikilah hasrat yang menyala-nyala untuk meraih keberhasilan hidup Anda. Take Action !
(Spiritual Mtivator – N. Faqih Syarif H, Penulis buku TAKE ACTION ! www.faqihsyarif.com )

Tuesday, January 7, 2014

Muhasabah diri-lah setiap hari !

Menghisab Diri Setiap Hari

Menjelang pergantian tahun, baik tahun baru masehi maupun hijriyah, ada kecenderungan baru di sebagian kalangan Muslim. Itulah muhasabah. Muhasabah (menghisab diri)—yang biasanya dibarengi dengan zikir dan doa—mulai menjadi ritual tahunan sebagian umat Islam belakangan ini. Tentu saja, ritual muhasabah, zikir dan doa di penghujung tahun amatlah positif.

Namun demikian, sejatinya muhasabah tidak harus menunggu datangnya pergantian tahun. Bahkan muhasabah selayaknya dilakukan setiap hari, bahkan setiap waktu. Baginda Nabi Muhammad saw. pernah bersabda, sebagaimana dituturkan oleh Syaddad bin Aus ra., ”Orang yang cerdas  adalah orang yang selalu mengendalikan hawa nafsunya dan beramal untuk kehidupan setelah kematian.” (HR at-Tirmidzi; hadis hasan).

Dikatakan bahwa di antara pengertian ”orang yang mengendalikan hawa nafsunya” (mân dâna nafsahû) dalam hadis di atas adalah orang yang selalu menghisab dirinya di dunia sebelum dirinya dihisab pada Hari Kiamat. Terkait dengan hadis ini, Umar bin al-Khaththab ra. pernah berkata, ”Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab oleh Allah SWT kelak. Bersiaplah menghadapi Hari Perhitungan yang amat dahsyat. Sesungguhnya hisab pada Hari Kiamat akan terasa ringan bagi orang yang selalu menghisab diri ketika di dunia.” (Lihat: Al-Mubarakfuri, Tuhfah al-Ahwadzi bi Syarh Jamî’ at-Tirmidzi).

Muhâsabah (menghisab diri) sangatlah penting dilakukan oleh setiap Muslim. Dengan sering melakukan muhâsabah, ia akan mengetahui berbagai kelemahan, kekurangan, dosa dan kesalahan yang ia lakukan. Dengan itu, ia akan terdorong untuk selalu melakukan perbaikan diri. Dengan itu pula, dari tahun ke tahun, dari bulan ke bulan, dari hari ke hari, bahkan dari waktu ke waktu ia menjadi semakin baik. Imannya makin kuat; ketakwaannya makin kokoh; shalatnya makin khusyuk; amal shalihnya makin bertambah dan dosa-dosanya makin berkurang karena semakin jarangnya ia bermaksiat; semangat dakwahnya makin bergelora; pengorbanannya makin besar; akhlaknya makin terpuji—ia makin ikhlas, makin tawaduk, makin wara’, makin menjaga setiap amanah dan makin taqarrub kepada Allah SWT.

Tentu, jarangnya seorang Muslim melakukan muhâsabah merupakan musibah. Betapa tidak. Dengan jarangnya ber-muhâsabah (menghisab diri), seorang Muslim sering merasa tidak ada yang kurang pada dirinya; ia merasa dirinya baik-baik saja. Padahal boleh jadi, imannya makin rapuh, ketakwaannya makin terkikis, shalatnya tidak lagi khusyuk, amal shalihnya sudah jauh berkurang, dosa-dosanya makin bertambah, semangat dakwah hampir-hampir padam, pengorbanannya makin menipis, akhlaknya makin jauh dari islami—mulai sering muncul ketidakikhlasan, ketidaktawadukan, ketidak-wara’-an, ketidakamanahan dan makin jauh dari Allah SWT. Namun, semua itu sering tidak ia sadari karena kepekaan spiritual memang telah hilang dari dirinya akibat jarangnya ia melakukan muhâsabah.
Akibat lebih jauh, ia sering merasa tidak berdosa atau bersalah saat shalatnya lalai dan tidak khusyuk, saat amal shalihnya semakin berkurang, saat melalaikan banyak amanah dan saat melakukan banyak dosa; seperti sering melihat hal-hal yang haram, mendengar hal-hal yang sia-sia, melakukan hal-hal yang syubhat, dll. Ia pun tidak lagi merasa menyesal saat sering meninggalkan shalat berjamaah, saat jarang melakukan shalat malam, saat shalat subuhnya suka terlambat, saat tidak mampu lagi berpuasa sunnah, saat jarang membaca al-Quran, saat tidak lagi bisa menangis ketika berdoa, dll. Tentu, semua itu, sekali lagi karena jarangnya ia melakukan muhâsabah.

Abu Bakar ash-Shiddiq ra. pernah memuntahkan kembali makanan, yang baru belakangan beliau ketahui, bahwa makanan itu ternyata merupakan pemberian dari tukang ramal. Saat beliau ditanya, mengapa berlaku demikian, beliau menjawab, ”Andai untuk memuntahkan makanan itu saya harus menebusnya dengan nyawa saya, saya pasti akan melakukannya. Sebab, saya pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda, ’Badan yang tumbuh dengan makanan yang haram maka api neraka lebih baik baginya.’” (Kanz al-’Umal).
Hal yang sama dilakukan oleh Umar bin al-Khaththab ra. Beliau pernah memuntahkan kembali air susu yang beliau minum, karena baru belakangan beliau tahu, bahwa ternyata air susu itu berasal dari unta sedekah (Imam Malik, Al-Muwaththa).

Secuil kisah di atas—yang benar-benar nyata—mungkin bagi kita semacam kisah-kisah ’manusia langit’ yang sepertinya mustahil kita teladani. Asumsi semacam itu sesungguhnya hanyalah menunjukkan, bahwa kita benar-benar sudah sangat jauh dengan keteladanan Baginda Nabi saw., para Sahabat dan generasi salafush-shalih dulu. Mengapa? Karena mungkin—salah satunya—kita jarang melakukan muhâsabah.

Kalaupun kita melakukannya, mungkin itu kita lakukan setahun sekali, saat pergantian tahun atau saat ’berulang tahun’, atau mungkin saat terkena musibah. Padahal dosa dan kemaksiatan kita lakukan setiap hari, bahkan mungkin setiap waktu. Tentu, semua dosa dan kemaksiatan itu sangat mudah kita lupakan, karena muhâsabah setahun sekali tak mungkin bisa mendeteksi seluruh dosa setiap hari, apalagi setiap waktu. Dosa setiap hari atau setiap waktu hanya akan mudah dideteksi jika kita melakukan muhâsabah setiap hari atau setiap waktu.
Wa mâ tawfîqî illâ billâh wa ’alayhi tawakkaltu wa ilayhi unîb. [] abi

Next Prev home

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co