Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Thursday, December 12, 2013

Road to JICMI 2013 Belajar dari Para ulama atau ahli Ilmu di masa kekhilafahan

Road to JICMI 2013
Belajar dari Para ulama atau ahli Ilmu di masa kekhilafahan
Oleh. N.Faqih Syarif H,M.Si.[1]


Sobat, sampai hari ini khasanah keilmuan para ilmuwan muslim belum tertandingi oleh ilmuwan barat di dunia saat ini. Hanya saja banyak diantara kaum muslimin saat ini tidak menyadari akan peradaban Islam yang  begitu luar biasa. Silau dengan kemajuan dan peradaban barat yang sejatinya membawa kehancuran bagi umat manusia. Dan Ilmuwan barat sendiri mengakui bahwa barat punya utang peradaban dengan Islam di masa kejayaan Islam dan kekhilafahan Islam. Robert Briffault dalam bukunya  “The Making of Humanity” memuji umat Islam dengan mengatakan, “Renaissance sebenarnya sudah terjadi di tangan orang-orang arab dan Islam spanyol, bukannya di tangan orang-orang Eropa.” Pandangan Robert Briffault dipertegas lagi oleh Philip K.Hitti dalam The History of The Arabs beliau mengatakan, “ Orang Islam spanyol berhasil mengukir sejarah intelektualitas yang besar pada zaman pertengahan dahulu. Mereka sebenarnya pembawa obor budaya dan peradaban maju bagi seluruh dunia, terutama abad ke-8 dan ke-13 Masehi.


Sobat, dalam tulisan ini akan memaparkan bagaimana karakter para penuntut ilmu yang sukses sehingga menghasilkan ahli ilmu dan ulama yang  tafaqquh fiddien.  Akal seorang mukmin tidak akan berhenti berpikir, penglihatannya tak akan berhenti mencari hikmah, lidahnya tak akan berhenti bersyukur, dan tekadnya akan selalu membaja. Itulah beberapa karakter  seorang mukmin didikan Rasulullah SAW dan para sahabat Nabi  yang harus terus menerus kita warisi dan ajarkan kepada generasi setelah kita.


Sobat Hendaklah setiap hari kita tak lupa bertasbih, membaca selembar al-Qur’an, membaca tiga lembar buku, menulis artikel, dan melafalkan surat al-Ikhlas sebanyak tiga kali.Sebagai upaya melanggengkan kebiasaan para salafusshalih dulu.


Berikut ini sobat, beberapa karakter atau sifat penuntut ilmu yang sukses yang bisa kita ambil dari para ulama atau ahli ilmu di masa kekhilafahan :
•          Selalu bersemangat dan antusias terhadap ilmu.
•          Mengetahui besarnya manfaat ilmu.
•          Menyadari bakat diri dan mendalami bidang yg sesuai dgn bakatnya.
•          Menuntut ilmu secara bertahap, kalimat per kalimat, hadits per hadits dan bab per bab.
•          Memperbanyak hafalan di waktu muda.
•          Memanfaatkan berbagai cara dan sarana belajar yg tersedia. Misalnya; mendengarkan langsung dari seorang guru,membaca buku,mendengar ceramah-ceramah, mengikuti training atau seminar, melakukan penelitian dan juga diskusi.
•          Mengulang-ulang pelajaran yang diterima, menelusuri keakuratannya, mencermati permasalahan-permaslahannya, dan mendalami bidang keilmuannya.
•          Berusaha untuk menciptakan inovasi baru, dan membuang jauh-jauh semangat taklid dan sikap latah.
•          Memperhatikan bidang-bidang lain untuk sekedar mengambil inti gagasannya dan mengikuti perkembangan zaman.
•          Berusaha menuliskan, mengajarkan, dan mengevaluasi ilmu dan pengetahuan yang diperolehnya.
•          Mengamalkan ilmunya untuk hal-hal yang berguna dan disyariatkan.


Ahli Tarikh banyak mengisahkan bagaimana semangat belajar dan menutut  ilmu para ulama salafushshalih. Imam ahmad bin Hanbal harus berjalan kaki 30.000 mil untk mencari hadits, hafal satu juta atsar, dan mewariskan 40.000 musnad. Imam Asyafi’I ketika masih muda belia belajar ke Imam Maliki dan sebelum bertemu sang guru beliau sudah hafal ribuan hadits yang ada di kitab al-muwatho’ tulisan Sang guru. Imam Muzanni mengulang-ulang kita Risalah Asy-Syafi’I hingga 500 kali, dan Alim Andalusi mengulang-ulangi kitab Shahih Bukhari hingga 700 kali.
Ibnu ‘Uqail mengarang berbagai bidang keilmuan hingga 800 jilid, dan ia hanya makan satu krupuk bersama roti untuk membaca 50 ayat. Ibnu Taimiyah menghabiskan empat buku dalam sehari untuk menulis, pernah menyelesaikan salah satu karangannya hanya dalam waktu seminggu, dan menulis satu karangan hanya dalam sekali duduk, dan lebih dari seribu ulama’ mengutip karangannya.
Ibnu Hajar menulis karangannya berikut mukaddimahnya ketika usianya baru 32 Tahun, dan beliau tulis kitab Al-gharib karangan Abu Ubaidah ketika baru berumur 40 Tahun, dan kitab Al-Ghani karangan Isfahani ketika berumur lima puluh tahun. Imam Ahmad pernah mengatakan,” Aku akan terus bersahabat dengan pena, hingga liang kubur.”  Subhaanallah !


Sobat berikut ini beberapa ilmuwan muslim yang luar biasa yang itu adalah bukti bahwa Islam itu udah maju ketika eropa masih dalam zaman kegelapan.
•          Ibnu Rusyd (1126-1198) terkenal di barat Averous adalah filosof,dokter, ahli Fiqih Andalusia
•          Az-Zahrawi org yg pertama memperkenalkan teknik pembedahan manusia
•          Abu al-Qasim al-Majrithi pencetus kebangkitan ilmu astronomi
•          Al- Khawarizmi, penemu salah satu cabang ilmu matematika, Algoritma Buku geografinya berjudul surat-al-Ard yang membuat peta dunia jadi rujukan hingga abad ke-16 peerguruan tinggi di Eropa.
•          Jabir ibnu Hayyan, Pakar Kimia dunia yg bukunya jadi rujukan diantara kitab al-Kimya dan as-Sab’een diantaranya diterjemahkan oleh org Inggris Robert Chester th 1444 dgn judul The Book of the Composition of Alchemy.
•          Al-Idris(1099-1166) dikenal oleh Barat Dreses sebagai org ahli Geografi yg telah membuat pertama kali bola dunia atau Globe dilengkapi pula kitab ar-Rujari ( Roger’s Book )
•          Nashiruddin Ath-Thusi, Pakarnya ilmu astronomi dan perbintangan. Ibnu al-Haitsam jagoannya ilmu alam dan pasti dia yg menemukan ilmu optik.
•          Ibnu Sina, Orang barat menyebut Avicenna, pakar kedokteran, meninggalkan sekitar 267 buku. Bukunya yg terkenal di bidang kedokteran Al-Qanun fi ath-Thibb.
•          Al-Kindi, jempolan dalam ilmu Fisika dan Filsafat beliau mewariskan sekitar 256 jilid buku. Dan masih banyak lagi.
•          Menurut Montgomery, orientalis barat cukup beralasan jika kita menyatakan bahwa peradaban Eropa tidak dibangun oleh proses regenerasi mereka sendiri tanpa dukungan peradaban Islam yg menjadi “dinamo”-nya. Barat bukanlah apa-apa. Wajar jika Barat berutang budi pada Islam.


Sebagai penutup sobat, Ilmu di hafal dengan mengamalkannya, mengajarkannya dan menuliskannya, Barangsiapa menghafal,mengulang, dan mempelajari kembali ilmunya dan diajarkan, maka ilmunya itu akan menetap dalam hatinya.


“Aku berlindung kepada Allah dari keinginan yang hina, tekad yang tidak berguna, tujuan yang tidak mulia, watak yang bebal, dan jiwa yang dungu.”


Salam Dahsyat dan Luar Biasa ! Allahu Akbar !!! Bangkitlah para Inteletual Muslim untuk membangun kembali Peradaban Islam.!   Sampai ketemu di   JICMI  2013 14- 15 Desember 2013 Jakarta Indonesia.



[1] Lektor- Dosen Komunikasi Dakwah di STAIL hidayatullah Surabaya, penulis Buku TAKE ACTION !www.faqihsyarif.com

Next Prev home

0 comments:

Post a Comment

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co