Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Wednesday, October 16, 2013

Tips Agar Orang tua tidak memaksakan Anak Berprestasi


Tips Agar Orang tua tidak memaksakan Anak Berprestasi
Sobat, tanpa disadari sikap memaksa ini akan menghambat prestasi anak yang sesungguhnya. Faktor utama dalam belajar adalah minat dan ketekunan yang berasal dari diri sendiri. Jika orang tua bersikap memaksa, tanpa sadar orang tua sedang mematikan minat anak. (Faqih Syarif, 2013)

Sobat, beberapa bentuk sikap memaksa anak berprestasi diantaranya : Memarahi anak ketika nilainya jelek. “ Kamu anaknya siapa sih, Masak matematikamu dapat 2,3,4.” Menyuruh anak belajar dengan tekun seharian tanpa boleh bermain sedikit pun, mengancam anak jika tidak mendapat nilai yang baik, Memadatkan waktu anak untuk les dan sejenisnya tanpa mempertimbangkan waktu untuk bermain sebagai anak, memaksa anak untuk membaca buku-buku tertentu tanpa berdiskusi terlebih dahulu, mengejek dan membandingkan dengan anak lain yang berprestasi tinggi dengan diakhiri paksaan bahwa dia pun harus bisa.

Sobat, kondisi yang muncul ketika anak merasa terpaksa adalah stress pada anak sehingga merasa tertekan, tidak ceria, gugup, dan sebagainya. Dan sikap memaksa juga dapat menimbulkan hubungan yang tidak harmonis antara orang tua dan anak, karena orang tua akan merasa kecewa pada anak dan anak pun bisa jadi kecewa pada orang tuanya.

Sobat, justru yang lebih bahaya demi memenuhi keinginan orang tua atau menghindari marah orang tuanya, anak bisa menghalalkan segala cara dalam meraih prestasi tertinggi, contohnya adalah menyontek. Bahkan demi menyenangkan orang tua, akhirnya anak berani berbohong.  Dia bisa saja menceritakan keberhasilan rekan-rekannya supaya orang tua bangga padanya.
Pertanyaannya sekarang untuk setiap orang tua, maukan Anda, jika Anak anda tumbuh seperti  itu dan setiap kali membohongi Anda?

Sobat, berikut ini Tips  agar orang tua  tidak memaksakan anak untuk berprestasi :
  1. Komunikasikan  secara baik dengan anak. Komunikasi selalu menjadi solusi yang terbaik untuk mendiskusikan apa yang diinginkan orang tua dengan alasannya dan apa yang diinginkan anak dengan alasannya pula, sehingga menimbulkan saling pengertian. Jadi komunikasi yang diambil adalah komunikasi dua arah, di mana orang tua mau mendengarkan keinginan anak dengan sungguh-sungguh kemudian disepakati langkah-langkah apa saja yang terbaik guna mencapai prestasi tertentu. Misalnya di ajak membuat proposal hidup masing-masing kemudian di satukan menjadi Spiritual  komitmen bersama satu keluarga untuk ditanda tangani bersama. Masukan Pigora letakkan di tempat yang paling sering dilihat bersama keluarga.
  2. Kebiasaan memberi  Penghargaan atas prestasi. Menuju Prestasi puncak akan melalui liku=liku prestasi tentunya harus  kita perhatikan sebagai orang tua. “Wah hebat ya si cantik bisa nyapu dan membersihkan kamar.” Ibu akan kasih hadiah mainan masakan-masakan.” Kata bunda. Sekecil apa pun prestasi atau kepintaran yang ditunjukkan kasih pujian dan apresiasi dan hadiah yang sederhana  dan bersifat edukasi.
  3. Membangun motivasi di setiap kesempatan.  Membangun motivasi membutuhkan waktu yang lama dan intensif serta memerlukan keutuhan niat yang tulus untuk anak, sehingga apa yang disampaikan dengan hati tertanam kuat menjadi motivasi abadi. Saya teringat almarhum ibu setiap anaknya mau tidur dia datangi satu-per satu dicium keningnya dibisyikan doa dan di dongengi kisah-kisah orang hebat seperti para Nabi akan kesabaran dan perjuangannya. Membangun motivasi bisa dengan cara sebagai berikut: Bercerita  biografi orang-orang sukses dan terbaik dalam bidangnya. Rutin melakukan kegiatan wisata alam nyata atau outbound, Komunikasi dari hati ke hati pada situasi yang paling berkesan misalnya melalui family outbound. Doakan segala kebaikan dan secara khusus tentang prestasi yang diinginkan anak.
  4. Mengikuti tes Bakat. Test bakat akan sangat membantu untuk mengetahui jalan apa yang akan ditempuh anak dan bidang mana yang  palin cocok untuk anak, sehingga anak menikmati setiap proses dalam meraih prestasi di bidangnya tersebut.
  5. Memberikan teladan. Memberikan teladan bagi anak sangat berpengaruh dalam pola pikirnya sebab dalam proses pertumbuhannya, anak belajar melalui contoh dan pengalaman. Memberi teladan tekun dalam mencapai prestasi, tidak takut gagal, serta berani mencoba merupakan hal penting. Misalnya; Kalau kita ingin anak kita menjadikan senang membaca buku menjadi kebiasaan maka kita harus  memberi  contoh selalu membaca ketika ada kesempatan luang. Setiap mau tidur saya selalu membaca buku dan saya sediakan 1 -3  buku di kamar untuk di baca ternyata si kecil ziyadah  setiap mau tidur minta dibacakan buku cerita 40 Kisah Islami pengantar  anak Tidur terkadang membuat ibunya kelabakan juga. Bahkan seringkali wisatanya minta “ Yah, Ayo ke tempat Buku Toga Mas !”, bilang Ziyadah Anak bungsu saya.Membuat saya tertegun karena mungkin sering saya ajak ke toko buku kali.
 Sobat, anak-anak kita adalah titipan dan amanah Allah SWT yang harus kita jaga dan didik sesuai dengan aturan-Nya. Tidak ada kebahagiaan yang begitu luar biasa bila kita bisa mengantarkan anak-anak kita menjadi anak-anak yang sholeh dan sholehah dengan cara kita pun harus menjadi anak yang sholeh sebagai teladannya.
Salam Dahsyat dan Luar Biasa!

(Spiritual Motivator – N.Faqih Syarif H, Penulis Buku Never Give Up! Dan Thanks GOD , Pengasuh Acara Live Interaktiv Motivation di Radio SMART 88.9 FM Sby tiap Kamis sore jam 17.00 sd 18.00. www.faqihsyarif.com  )

Next Prev home

0 comments:

Post a Comment

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co