Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Monday, October 28, 2013

JAngan Bandingkan Si Anak dengan Teman bermainnya !



Jangan Bandingkan si Anak dengan teman bermainnya !
Sobat,diantara penyebab orang tua sering melakukan hal tersebut adalah: Untuk mengetahui daya saing sang anak dengan teman-teman sebayanya, khawatir anaknya menjadi anak yang tertinggal dibandingkan dengan anak-anak seusianya, Tuntutan keluarga untuk memiliki anak yang paling hebat di segala bidang, khawatir mendapat celaan sosial dari orang lain yang membanding-bandingkan anaknya dengan anak yang lain.
Sobat,Jangan sering membandingkan si Anak dengan teman bermainnya. Dampaknya sobat di antaranya adalah :
1. Anak kecewa pada orang tua. Ungkapan orang tua bahwa dia lebih jelek dibandingkan orang lain akan menjadikan anak kecewa pada orang tua. Si anak bisa mengira orang tuanya akan lebih menyayangi orang lain disbanding dirinya.
2. Anak kecewa pada diri sendiri. Karena dia tidak bisa membanggakan orang tuanya dan rasa kecewa pada diri sendiri ini bisa mengurangi kepercayaan dirinya.
3. Anak tumbuh selalu meragukan dirinya. Akibat lainnya adalah anak tumbuh menjadi pribadi yang selalu meragukan dirinya. Anak akan meragukan potensinya sendiri karena secara traumatik dia menyadari bahwa ada kemampuan teman-temannya yang lebih orang tuanya banggakan.
4. Menjadikan orang lain sebagai paramater keberhasilan hidupnya. Menjadikan anak akan membandingkan-bandingkan dirinya dengan orang lain. Jika anak melihat si A disukai oleh orang tuanya, maka dia akan menjadikan Si A sebagai model sukses baginya. Padahal, setiap orang memiliki potensi masing-masing.
5. Anak akan cemburu dan lambat laun bisa membenci temannya sendiri. Kemungkinan lain yang bisa timbul apabila orang tua sering membanding-bandingkan anak secara tetap dengan satu orang temannya yang dianggap bagus dalam segala hal adalah anak merasa cemburu. Hal ini akan menyebabkan anak mulai membenci temannya,ketika dia tidak bisa menyamai teman yang selalu disbanding-bandingkan dengannya.
6. Jika orang selalu mengungkapkan perbandingan bahwa anaknya lebih dari si A, lebih dari Si B secara tidak sadar orang tua sedang menanamkan sombong dalam benak si anak.
Sekarang sobat, bagaimana tips menahan diri untuk tidak membandingkan si Anak dengan teman mainnya.
1. Sadari bahwa setiap orang itu istimewa dan spesial. Allah itu Maha Adil, itulah yang harus diyakini setiap orang tua bahwa manusia diciptakan dengan membawa potensinya masing-masing, lengkap dengan kelebihan sekaligus kekurangannya. Tugas orang tua adalah melejitkan potensi anaknya. Dan kelebihan setiap anak berbeda sebagaimana skill dalam kehidupan nyata pun berbeda-beda.
2. Kenali Potensi Anak. Selalu gali potensi anak dan jangan menyibukkan diri melihat potensi anak orang lain untuk dijadikan perbandingan. Mengenali potensi anak akan membuat orang tua bahagia dan merasa bersyukur.

3.Fokus pada target pribadi sesuai kemampuan Anak.Akan didukung menjadi apa anak kita, apa saja yang diperlukannya untuk melejitkan potensi anak kita. Dengan fokus, kita bisa merancang program pendidikan yang lebih efektif dan efisien.
4. Selalu tanamkan rasa bangga dan syukur ketika anak melakukan kebaikan sekecil apa pun. Karena bisa jadi hal itu terlihat kecil di mata orang tua, tetapi sangat besar dan berkesan di mata anak.
5. Memuji dengan bijaksana. Bijaksanalah dalam memberikan pujian. Pujian diberikan bukan untuk menjadikan mereka bangga hati, tetapi mengajaknya bersyukur atas karunia Allah SWT.

Sobat, Orang tua wajib merasa bangga pada anaknya, namun tetap harus realistis sehingga tetap dapat melihat hal yang perlu dikhawatirkan dan bertindak tepat serta segera mengatasi masalah yang dialami oleh anak. Bangga bukan berarti menutup mata dengan kesulitan yang di alami oleh anak. Bangga dengan kelebihan yang dimiliki anak kemudian mengembangkan kelebihan tersebut, serta melihat juga keterbatasan anak sebagai hal yang dapat dikembangkan lebih lanjut. Segala sesuatu harus dikembangkan secara proporsional atau seimbang.
Salam dahsyat dan Luar biasa !!!
(Spiritual Motivator – N.Faqih Syarif H, Penulis Buku Thanks GOD dan Never Give Up! Pengasuh acara Live talk motivation Thanks GOD Tommorow is Friday tiap Kamis jam 17.00 – 18.00 di Radio SMART 88.9 FM Surabaya. www.faqihsyarif.com  )

Next Prev home

1 comments:

  1. Assalam.wr.wb
    ini saya Arifin Saddoen tad Mahasiswa STAIL SMster VII
    oya tad kmrin kita udah siaran bareng di SMART FM namun ana blm sempet nanya ni...pada ksmptan kali ini ane mau tanya walaupun disini..

    oya berkaitan dengan, tema kali ini itu
    1. Apakah ada batasan-batasan orang tua dalam memberikan perhatiannya kepada anak ? soalnya kalau terlalu sering, nanti ortu dibilang rempong, pressnya terlalu, disisi lain lau tidak dibilang apatis, jadi serba salah tad, gimna ni tad ?

    2. bukankah lebih bagus, baik tad lau kita mencontohkan teman sejawatnya dalam memotivasi anak kita agar lebih baik, apakah itu salah ?

    3. dalam pembentukan character building seorang anak itu lebih condong dari seorang ibu atau seorang ayah tad ..?

    ya sekian ini ja dulu tad yg ana tanya,,hehehe

    ReplyDelete

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co