Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Monday, September 2, 2013

Jangan Pernah Putus Asa - Never Give up !



Never Give Up!
Untuk setiap bukit yang harus kudaki,
Untuk setiap batu yang melecetkan kakiku,
Untuk semua darah, keringat dan kaki, untuk badai yang membutakan dan panas yang membakar,
Hatiku hanya menyanyikan lagu syukur --- Ini semua adalah hal-hal yang membuatku kuat.
Untuk semua sakit hati dan air mata,
Untuk semua penderitaan dan rasa nyeri,
Untuk hari-hari yang muram dan tahun-tahun tanpa hasil,
dan untuk pengharapan yang dihayati dengan sia-sia, Aku mengucapkan terima kasih, sebab sekarang Aku tahu – Ini adalah hal-hal yang membantuku tumbuh!
Bukanlah hal-hal yang lebih lunak dalam kehidupan
Yang merangsang kemauan untuk berjuang.
Tetapi kesusahan dan penderitaan yang gersang.
Berbuat paling banyak untuk menjaga kehendak kita tetap hidup.
Di atas jalan setapak bertabur mawar orang yang lemah merayap, Tetapi hati yang tabah berani mendaki tebing.

Sobat, kesalahan terbesar yang dibuat kebanyakan orang adalah MENYERAH. Justru kesusahan adalah sebuah pengalaman, bukan babak terakhir. Kehidupan selamanya merupakan medan perjuangan. Kalau segala-galanya mudah, maka kehidupan mungkin tidak berharga.
Ingatlah sobat, Orang tidak pernah terlalu muda atau terlalu tua untuk mengubah citra dirinya. Tidak pernah terlambat untuk memulai kehidupan yang lebih produktif dan lebih kreatif.
Strategi pertama agar kita tetap bisa bertahan dan terus berjuang dan berani menghadapi tantangan adalah  Belajarlah melihat gambaran besar. Gambaran besar ini memberi tahu kita bahwa kita berharga, bahwa kita mampu, dan bahwa kehidupan bermakna.

Ada sebuah kisah tentang seorang petani labu yang berjalan melalui ladangnya, pada suatu hari ketika dia menemukan sebuah guci kaca yang kecil. Karena rasa ingin tahu dia memasukkan  sebatang sulur labu muda ke dalam leher guci kaca. Sulur labu ini mulai tumbuh di dalam guci sampai pada suatu hari sebuah labu kecil muncul. Dan labu ini tumbuh sampai hanya sebesar guci tersebut.

Sobat, marilah kita bandingkan diri kita dan citra diri kita dengan labu dalam guci kaca. Kita memperlakukan batas atas diri kita dalam hal kita masing-masing membuat gambaran mental tentang “diri” kita. Tindakan dan emosi kita biasanya sesuai dengan citra diri kita. Kita percaya kepada gambaran yang kita lukis tentang diri kita dan kita tidak mempertanyakan keabsahannya. Orang yang melihat dirinya sendiri sebagai orang gagal biasanya berprilaku dalam cara-cara untuk gagal—tidak peduli sekeras apa pun mereka berusaha untuk berhasil.

Sobat, sekali lagi  Belajarlah melihat gambaran besar. Gambaran besar ini memberi tahu kita bahwa kita berharga, bahwa kita mampu, dan bahwa kehidupan bermakna. Beberapa waktu yang lalu saat saya ngisi pengajian di Gesik Kota baru, saya ketemu murid saya yang dulu kuliah di Ummuh Gresik. Sekarang dia telah menjadi pengusaha Jamu dengan mempunyai 5 cabang atau outlet  dan memiliki impian memiliki outlet sejumlah kecamatan di Jawa Timur dan Kota-kota besar di Indonesia. Imam namanya dia bercerita saat ngantar saya pulang abis selesai pengajian dengan mobil barunya, bahwa dia pernah mengalami kebangkrutan dan terlilit utang sekitar 260 juta dan sempat terlunta-lunta ngenger ikut orang. Dia tetap teguh terhadap impian dan cita-citanya serta semakin dekat dengan Allah SWT. “Terima kasih Pak Faqih saya telah membaca buku Al-Quwwah Ar ruhiyah  dan mempraktekkannya sehingga saya bisa bangkit dari keterpurukan.” Kata dia. Dia bercerita sambil menangis terharu ternyata Allah memberikan kejaiban pada hidupnya dan Allah tidak pernah ingkar janji asalkan syarat-syaratnya bisa kita penuhi. Pengalaman dia dalam membuka usaha dan membuat usaha lancar dan langgeng adalah setiap membuka cabang atau outlet dia azamkan juga untuk segera memiliki anak asuh untuk dibiayayai sekolahnya baik yatim piatu atau anaknya orang yang tidak mampu. Ternyata semakin banyak anak yatim yang mereka asuh semakin besar pula omzet perusahaan jamunya. Subhaanallah!!!

Sobat, berikut ini beberapa strategi yang akan membantu kita mengembangkan potensi kita dan merubah kehidupan kita menjadi jauh lebih baik :
1.      Belajarlah melihat gambaran besar.
2.      Masukkan ke dalam hati keyakinan bahwa kita memiliki lebih banyak kemampuan dan kekuatan dan potensi daripada yang kita gunakan dan itu semua anugerah Allah SWT.
3.      Belajarlah menerima tekanan jiwa dan kemunduran sementara.
4.      Belajarlah menggunakan waktu secara konstruktif.
5.      Kembangkan kemampuan dan berikan kepada diri sendiri motivasi untuk mengambil tindakan positif.
6.      Belajarlah menetapkan tujuan dan mencapainya
7.      Belajarlah berkomunikasi dengan internal dan eksternal.
8.      Belajarlah untuk negosiasi dengan keadaan kehidupan dan pekerjaan.

Sobat, sebagai penutup dari artikel ini mari kita merenungkan salah satu hikmah yang penulis dapatkan dari surat al-fatihah . JIka hati tersinari cahaya Ilahi, mata dan telinga memiliki ketajaman utk membedakan benar dan salah,pahala dan dosa. Ketika membaca “Ihdinas shirathal mustaqim”,rasakanlah,Anda sangat membutuhkan petunjuk Allah.Mintalah petunjuk-Nya pada setiap tarikan nafas. Jika tidak,pasti kita akan binasa.Tidak ada yang lebih penting selain petunjuk Allah SWT. Setiap manusia yang bersungguh-sungguh untuk  berubah menjadi orang baik dan selalu memohon pertolongan Allah SWT tentu ia akan dimudahkan jalannya oleh Allah SWT.

Salam Dahsyat dan Luar Biasa! Never Give Up!

( Spiritual Motivator – N.Faqih Syarif H, Penulis Buku Al Quwwah ar ruhiyah Kekuatan spirit tanpa batas dan Never Give Up! www.faqihsyarif.com )

Next Prev home

0 comments:

Post a Comment

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co