Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Wednesday, August 14, 2013

Tiga Kata Kunci

Tiga Kata Kunci yang berdampak positif.
Orang yang akan mendapatkan makna Lebaran sebenarnya adalah orang yang berhasil meraih ketakwaan dengan puasanya itu. Tanpa takwa, Lebaran hanyalah sebuah kehampaan. Sebab, Idul Fitri bukanlah diperuntukkan bagi orang yang mengenakan pakaian baru, tetapi dipersembahkan bagi orang yang ketaatannya bertambah. Singkatnya, Idul Fitri sejatinya membawa setiap Muslim kembali ke ketaatan sejati.
Sobat, di bulan kemenangan ini harusnya kita terus meningkatkan kualitas hidup kita dengan menambah Iman,Ilmu dan Amal kebajikan sehingga buah Takwa bisa kita raih setelah sebulan menunaikan puasa Ramadhan.

Ada tiga kata yang paling kita dengar dalam suasana lebaran dan tiga kata ini adalah kata-kata kunci yang terlihat sederhana, namun memiliki arti yang sangat besar dan berdampak positif bagi siapa saja yang mendengarnya. Ingin tahu kata-kata itu? Ok kita akan mulai pembahasannya :
  1. Maaf : Meminta maaf dan memaafkan.Manusia adalah tempatnya salah dan khilaf, ada ungkapan bahasa Inggris “Nobody’s perfect”. Dari mulai abang becak sampai seorang presiden sekalipun, pasti pernah berbuat kesalahan. Kenapa mengucapkan kata “maaf” itu seringkali susah sekali? Karena “maaf” membutuhkan keihlasan yang luar biasa bagi yang mengucapkannya. Selain itu banyak yang beranggapan salah selama ini yang menyatakan bahwa minta maaf itu berbanding lurus dengan kekalahan, kelemahan, dan ketidakberdayaan. Padahal, meminta maaf justru akan membuat semakin mulia,bukan hanya di sisi manusia namun juga di sisi Allah SWT. Meminta maaf akan menumbuhkan rasa kasih sayang di antara sesama. Jika orang yang meminta maaf tulus dan ikhlas, maka itu bisa dirasakan oleh orang yang dimintakan maaf, dan hal tersebut akan menyambung kembali tali silaturahim. Meminta maaf dapat menghilangkan rasa sombong yang ada dalam hati karena membuat kita bisa menerima keadaan diri sebagai makhluk yang tidak mungkin luput dari kesalahan.
  2. Tolong : Tolong-menolong dalam mengerjakan kebajikan dan takwa. Manusia diciptakan sebagai makhluk sosial.Maksudnya, tidk akan bisa hidup tanpa bantuan orang lain. Bahkan, sampai meninggal dunia pun kita masih membutuhkan bantuan orang lain, untuk mensholati, mengkafani, mengantarkan jenazah kita dan menguburkannya. Setelah sadar dengan kenyataan tersebut, lalu mengapa kata “tolong” sulit diucapkan ya? Apalagi, bagi orang-orang yang merasa memiliki kedudukan sosial yang tinggi. Di antara manusia tidak ada perbedaan status, kecuali tingkat ketakwaannya. Kata “tolong” membuat kita sadar akan keterbatasan dan kelemahan yang dimiliki. “Tolong” membuat kita lebih mampu untuk menerima diri sendiri secara apa adanya, dan melihat apa yang bisa dan tidak bisa kita lakukan. Padahal hidup ini seperti roda. Kadang di atas, kadang di bawah. Kadang kita minta pertolongan orang lain, di saat lain orang akan meminta pertolongan kepada kita. Sungguh indah jika kita hidup dalam suasana saling tolong menolong, karena agama islam sendiri telah mengajarkan budaya ini. Subhaanallah!
  3. Terima kasih : Salah satu bentuk rasa syukur kita kepada Allah SWT melalui perantara manusia. Syukur sendiri merupakan hal yang diperintahkan Allah SWT. Jangan pernah lupa mengucapkan “terima kasih” karena itu adalah penghargaan terhadap segala kebaikan yang telah diberikan oleh orang lain kepada kita. Namun sayangnya, kita sering sekali lupa untuk mengucapkan kata sakti ini. Bagi sebagian orang bahkan mengucapkan “terima kasih” sangat sulut untuk diucapkan karena mengucapkan “terima kasih” membutuhkan ketulusan dan keikhlasan. Menurut riset, ternyata dalam menjalani hubungan dengan orang lain, ucapan “terima kasih” sekecil apa pun dapat membuat suatu hubungan menjadi harmonis dan menjadi lebih baik.Baik itu dalam rumah tangga, dalam pekerjaan, dan lain-lain. Kalau tidak percaya silahkan bertanya dari pedagang asongan sampai pedagang besar pun, dari rakyat jelata sampai penguasa pasti mereka senang jika dihargai, terlepas apa pun profesinya. Karena memang dasarnya manusia itu suka dihargai.
Manusia yang senang dengan kasih sayang dan kelembutan, hatinya akan tenteram dan nyaman. Allah SWT memiliki sifat Yang Maha Pengasih, Yang Maha Penyayang dan Yang Maha Lembut. Maka Dia suka dengan kasih sayang dan kelembutan.

Sobat,Salah satu cara cara untuk meraih ketenangan jiwa adalah melakukan perbuatan yang mengarahkan pada pengembangan karakter prinadi yang islami. Pribadi Islami adalah pribadi yang memiliki kapabilitas sebagai insan beriman yang selalu melakukan koreksi diri dan evaluasi diri, serta menerima segala tanggung jawab sesuai dengan nilai-nilai Islam.
Tujuh mutiara iman : 1. Khusyuk dan kerendahan hati. 2. menjauhi hal-hal yang tidak berguna.3. Kedermawanan.4. memelihara diri dari zina.5. menjaga amanah dan 6. setia pada janji serta 7. Mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Hakikat syukur adalah mengakui nikmat Allah dan menggunakannya sesuai keridhoan Allah SWT.sedangkan hakikat sabar adalah tenang di bawah kekuasaan takdir tanpa mengeluh di hadapan makhluk dan putus asa terhadap karunia Allah SWT.

Mohon Maaf Lahir dan Bathin.
Salam dahsyat dan luar biasa!!!!!

(Spiritual motivator – N.Faqih Syarif H, Penulis Buku Thanks GOD dan Neve Give Up! Pengasuh acara Thanks GOD Tommorow is Friday di Radio SMART 88.9 FM Sby tiap kamis sore jam 17.00-18.00. www.faqihsyarif.com )

Next Prev home

0 comments:

Post a Comment

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co