Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Wednesday, August 7, 2013

Idul Fitri - Kelahiran kembali Orang-orang yang Mendapatkan Ampunan dari Allah SWT.

Idul Fitri atau Lebaran tersebut harus dipandang sebagai kelahiran kembali orang-orang yang mendapatkan ampunan dari Allah Swt. dan menjelma menjadi orang bertakwa. Lebaran bukanlah akhir dari ketaatan, melainkan awal dari ketakwaan baru. Karenanya, Lebaran akan bermakna hanya jika setiap Muslim menampakkan ketakwaan tersebut dalam aktivitas sehari-hari
 
Di antara aktivitas yang lahir dari ketakwaan dan akan menjadikan Idul Fitri bermakna tersebut adalah:

1. Lebih taat kepada Allah Swt. setelah Ramadhan.
2. Memelihara amalan-amalan rutin Ramadhan. Shaum, shalat, zikir, sedekah, membaca dan mengkaji al-Quran, shalat berjamaah, istighfar, bangun malam, memperbanyak amalan sunat, dan aktivitas lain yang selama ini dilakukan pada bulan Ramadhan dilakukan pula di luar Ramadlan. Semangat untuk taat pada bulan Ramadhan tetap dikobarkan setelah itu. Karenanya, semangat dalam mencegah diri dari perbuatan maksiat anggota tubuh (mata, telinga, lisan, tangan, kaki) serta akal dan hati, keikhlasan, kesabaran, keistiqamahan, semangat jihad fi sabîlillâh, dan semangat dakwah akan terus menyala bahkan nyalanya lebih besar lagi sejak Lebaran.
3. Lebih meningkatkan silaturahmi dan ukhuwah islamiyah.
4. Lebih meningkatkan upaya mengetahui hukum-hukum Allah Swt. dengan cara menuntut ilmu. Setiap Muslim yang berharap Lebarannya lebih bermakna akan terus meningkatkan pengetahuan dan pemahamannya tentang hukum Allah Swt.
5. Lebih giat berdakwah. Bulan Ramadhan merupakan bulan diturunkannya al-Quran sebagai petunjuk bagi seluruh umat manusia. Tidak mungkin petunjuk itu sampai bila tidak didakwahkan. Atas dasar inilah dakwah merupakan karakter kaum Mukmin.
6. Terus bertobat dengan tobat yang sebenar-benarnya (tawbatan nashûhâ). Sekalipun Allah Swt. menjamin mengampuni orang-orang yang benar-benar puasa Ramadhan, kaum Mukmin tidak akan terlena dengan itu. Mereka tetap bertobat sebagai salah satu karakter orang bertakwa, seperti tercantum dalam firman Allah Swt.:



وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ اللهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ

Orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka segera mengingat Allah lalu memohon ampunan atas dosa-dosa mereka; siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedangkan mereka mengetahui (QS Ali Imran [3]: 135).
 
Andai tangan tak kuasa berjabat....
Setidaknya kata masih berucap.....
Tulus hati memohon maaf... atas segala dosa dan khilaf

Selamat Idul Fitri 1434 H ; Minal 'aidzin wal faizin Taqobbalallahu minna waminkum. Mohon Maaf Lahir dan Bathin.
( Spiritual Motivator - N.Faqih Syarif H beserta keluarga )

Next Prev home

0 comments:

Post a Comment

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co