Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Thursday, July 18, 2013

Mengendalikan Hawa nafsu



Pengendalian Hawa Nafsu
Segala puji bagi Allah yang telah mencurahkan kebaikan kepada kita, yang memberi kebebasan memilih kepada makhlukNya. Mencurahkan segala keberkahan rizki yang halal dan baik. Mengaharamkan kepada kita yang buruk dan kotor. Melarang kepada kita kepada kedzaliman dan syub-hat. Dan menyiksa kepada mereka yang memperturutkan hawa nafsunya.

Jasad manusia tidak akan sanggup menanggung dasyatnya adzab-adzab api neraka yang disiapkan Allah lantaran kedurhakaan dan kemaksiatan. Oleh karenanya ketakwaan adalah perisai utama dari adazab-adzab Allah itu. Dan mari kita berpegang teguh kepada tali agama Islam sebagai pedoman hidup dan kita jadikan tali ikatan yang kuat bagi kehidupan di dunia. Selanjutnya istiqomahlah berpegang kepada sunah-sunnah Rasulullah saw.

Allah meniciptakan manusia di dunia ini pada hakikatnya adalah untuk beribadah kepadaNya. Oleh karena itu setiap hamba Allah hendaknya memahami dan mengetahui hakikat penciptaanya (Adz-Dzariayat: 56). Allah menjadikan manusia di muka bumi ini sebagai khalifah yang bertugas untuk memakmurkan bumi, sebagaimana rencana ini telah Allah kabarkan kepada para malaikat. Yang “disanggah” oleh Malaikat; “Apakah Allah hendak menciptakan makhluk yang akan membuat kerusakan dan pertumpahan darah di muka bumi. Tetapi dijawab Allah: Aku lebih tahu dari apa-apa yang kamu ketahui “.(al-Baqarah: 30)

Selanjutnya Allah mengutus para Rasul dan menurunkan kitab-kitab suciNya untuk membimbing manusia kepada jalan yang benar. Allah telah menjelaskan kepada manusia mana jalan yang baik dan mana jalan yang buruk. Sebagai khalifah yang bertugas pemakmur bumi, manusia dimuliakan Allah dengan melengkapinya akal fikiran. Fenomena dalam kehidupan dunia, manuisa selain dilengkapi dengan akal juga diberi hawa nafsu (syahwat). Tetapi syahwat itu dibatasi oleh Allah sesuai dengan apa yang dibolehkan. Allah melarang hambanya mengikuti syahwat dan melanggar apa yang diharamkan oleh Allah swt. Allah tidak melarang manusia untuk memenuhi syahwatnya, selama dalam batas-batas yang telah digariskan oleh Allah dan RasulNya. Allah justru melarang manusia membunuh potensi syahwatnya. Karena syahwat adalah makhluk Allah yang juga diciptakan untuk manusia. Dengan potensi hawa nafsunya manusia meramaikan (memakmurkan) dunia. Allah tidak melarang manusia mencintai wanita, harta, tahta, anak, dan semua kesenangan yang lain (ali Imran: 14). Asal hal itu tetap dalam koridor syariat Islam. Dan dimanfaatkan semua itu semata-mata sebagai sarana untuk mengabdi atau beribadah kepada Allah. Allah menciptakan nafsu syahwat pada diri manusia agar ia mencapai kemaslahatan, jika hawa nafsunya di kendalikan dan diletakkan pada hal yang benar.

Allah menciptakan Malaikat dan melengkapinya dengan akal, tanpa syahwat. Allah menciptakan binatang dilengkapi dengan syahwat tanpa akal. Sementara Allah menciptakan manusia dibekali dengan akal dan syahwat. Oleh karena itu kata seorang mufassir Imam al-Qotadah: “Barangsiapa yang akalnya menang atas syahwatnya, maka dia berada pada barisan para malaikat, dan barang siapa yang syahwatnya menang atas akalnya, maka dia berada pada barisan binatang”. Oleh karena itu manusia janganlah memperturutkan syahwat atau hawa nafsunya.

Selanjutnya akan muncul fitnah pada zaman ini, dengan berkembangnya berbagai fasilitas dan sarana yang melingkupi kebutuhan manusia. Seperti kemudahan mengakses internet, penggunaan antene parabola, telah menjadikan manusia terjerumus dalam syahwat. Kemajuan teknologi dan informasi yang tidak terkendali, adalah tantangan atau fitnah terberat bagi kaum muslimin. Mereka (musuh-musuh) Islam menginginkan bahwa kaum muslimin mengikuti hawa nafsunya, seperti kemudahan mengakses situs porno, dan hal-hal yang menjerumuskan manusia kepada hawa nafsunya. Ketahuilah bahwa orang yang selalu mengikuti syahwatnya dampaknya adalah akan berhadapan dengan Adzab Allah yakni api neraka yang manusia tidak akan sanggup menerimanya. Sedangkan orang yang taat kepada Allah dan Rasulnya, maka dia akan diselamatkan oleh Allah swt. Sebagaimana disabdakan oleh Nabi saw; bahwa neraka itu diliputi dengan syahwat, yang penuh kenikmatan, sedangkan surga diliputi oleh hal-hal yang tidak disenangi. Oleh karena itu seseorang hendaknya tidak memperturutkan syahwatnya, tetapi mengendalikan nafsu syahwatnya mengikuti tuntunan Allah swt dan RasulNya.

Orang-orang yang selalu mengikuti hawa nafsunya, berdampak adzab Allah akan turun diantara mereka. Salah satu sebab utama bencana dan malapetaka yang menimpa manusia, adalah karena manusia telah mengikuti syahwat mereka, dan berpaling dari tuntunan Allah dan Rasulullah saw. Selanjutnya dampak dari manusia yang mengikuti syahwatnya, menyebabkan para wali-wali Allah akan murka kepadanya. Orang yang menjadi penyebab murkanya para wali-wali (kekasih-kekasih) Allah, maka Allah akan memerangi mereka. Syahwat yang tak terkendali, juga dapat menjerumuskan pada kekufuran dan kemaksiatan.

Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra: suatu ketika Rasulullah berpidato di hadapan kami: “ wahai orang-orang Muhajirin ada 5 hal apabila kalian mengerjakannya maka Allah akan menurunkan bencana, dan aku berlindung kepda Allah dari 5 perkara itu: pertama jika kejahatan telah merajalela dan engkau membiarkannya, maka Allah akan menurunkan bala’ penyakit Tho’un; kedua jika kalian mengurangai takaran dan timbangan, maka Allah kan mencabut keberkahan dan pertolongan Allah; ketiga jika kalian tidak mengeluarkan zakat, maka Allah akan menahan turunnya hujan dari langit, jika tidak karena binatang kehausan, niscaya tidak diturunkan hujan oleh Allah; keempat jika kalian mengkhianati perjanjian Allah dan Rasulnya maka Allah akan mengangkat pemjmpin yang kejam ditengah-tengan kalian; kelima jika pemimpin kalian tidak berhukum dengan kitab Allah, dan tidak memilih hukum yang diturunkan Allah dan Rasulnya, maka Allah akan menurunkan kekalutan dan bencana ditengah-tengah kalian.

Ketika Allah selesai menciptakan surga dan neraka, Allah memerintahkan kepada Jibril untuk melihat keduanya. Ketika melihat surga dan kriteria calon penghuninya, Jibril berkata: “Demi keagunganMu saya yakin semua hambamu kan berbodong-bondong masuk kedalamnya. Namun setelah Allah meliputi jalan ke surga dengan sesuatu yang tidak menyenangkan, maka Jibril berkata kepada Allah :”Demi keagungan dan kemuliaanMu, saya psimis surga akan dipenuhi oleh hambaMu. Kemudian Allah berkata kepada JIbril, sekarang pergilah lihat ke Neraka. Setelah Jibril melihat kengerian dan dasyatnya siksa neraka, Jibril berkata: ”saya yakin tak seorangpun dari hambaMu mau masuk kedalam neraka. Maka Allah melingkupi jalan ke Neraka dengan kesenangan, kemudian Allah berkata kepada jibril lihatlah sekarang keneraka. Maka setelah melihat kesenagan yang meliputi jalan ke neraka Jibril berkata: ”Demi keagungan dan kemuliaanMu; saya optimis bahwa akan banyak dari hambaMu yang akan masuk kedalam neraka”.

Maka bila kita ingin memilih jalan ke surga Allah, kuncinya adalah kita harus mempunyai sifat zuhud terhadap kenikmatan dunia dan bersabar dalam menghadapi ujian kenikmatan hawa nafsu. Tetapi bila kita ingin memilih jalan ke neraka maka kita nikmati kesenagan hawa nafsu di dunia yang sesaat, tetapi di kahirat kita akan celaka selamanya.

Oleh karena itu marilah kita jahui dari mengikuti hawa nafsu dan syahwat yang tidak terkendali seperti minuman keras, zina, melihat kepada lawan jenis yang bukan mahramnya, ghibah, dlsb adalah penyebab terbesar dari terjerumusnya seseorang ke dalam neraka. Mari kita berpegang teguh kepada tuntunan Allah dan Rasulnya. Menjaga diri dari akibat-akibat yang ditimbulkan karena mengikuti hawa nafsu dan syahwat. Semoga Allah memberikan keberkahan kepada kita dalam amal perbuatan kita, ucapan-capan kita, keluarga dan harta kita, juga negeri Indonesia dan penduduknya, sehingga kita mendapatkan keridhaan Allah swt.
( Terjemahan Khutbah  Prof. Dr. Ibrahim Sulaiman bin Salim Ar-Ruhaily di Masjid Nasional Al-Akbar )

Next Prev home

0 comments:

Post a Comment

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co