Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Wednesday, July 17, 2013

Catatan Dakwah hari ke-2 di VICO Muara Badak Kaltim



Catatan dakwah hari ke-2 di VICO Muara Badak Kaltim
“ Ya Allah, Wahai Zat Yang Mahakaya dan Yang Maha Terpuji, wahai Yang Menciptakan kembali makhluk-Nya, Wahai Yang Maha Pengasih dan Yang sangat mencintai, takdirkan aku kaya dengan rezeki-Mu yang halal yang bukan yang haram. Berilah aku kekuatan untuk taat kepada-Mu, bukan maksiat kepada-Mu. Anugerahkanlah aku karunia-Mu, bukan karunia selain dari-Mu. Aamiin.”

Setelah sholat Tarawih dan memberikan Taushiah di Masjid Al-Muhajirin VICO kembali ke Mess untuk istirahat. Begitu masuk ruang tamu sudah berkumpul para ustadz dari Balikpapan dan Samarinda kemudian kita sharing mengenai persoalan umat di negeri ini dan bagaimana solusinya menurut Islam. Beberapa menit kemudian saya pamit menuju kamar untuk istirahat karena mungkin kelelahan perjalanan seharian dari bandara menuju muara badak dengan perjalanan darat. Tepat jam 3.30 pagi bunyi sirene dan pengumuman dari masjid untuk membangunkan kita semua dan karyawan PT VICO yang memang diasramakan untuk sahur bersama di Ruang Makan Mess Hall A. Suasana di Perusahaan Eksplorasi GAS ini seperti di Pesantren.

Setelah sholat shubuh saya kembali memberikan kultum dengan tema Rasulullah sangat sayang kepada umatnya bagaimana dengan kita? Saat detik-detik terakhir ketika beliau sakaratul maut yang ditanyakan kepada malaikat jibril, “Bagaimana kondisi umatku nanti Ya Jibril?”  Melihat Rasul ketika didatangi Izrail beliau masih gunda gulana dan menanyakan keberadaan Jibril kepada Izrail kemudian turunlah malaikat jibril dan menjawab pertanyaan Rasul itu, “ Saya mendengar langsung dari Allah SWT bahwa diharamkan umat-umat Nabi sebelum Engkau masuk surga sebelum umat  engkau masuk di dalamnya.”  Mendengar itu Rasulullah SAW tersenyum bahagia dan kemudian mempersilahkan Izrail melakukan tugasnya untuk mencabut nyawanya. Dengan penuh lemah lembut Izrail melakukan tugasnya.  Terdengar jeritan Rasul, “ Sungguh sakit nian sakaratul maut ini Ya Allah. Jadikan sakitnya sakaratul maut ini hanya untukku Ya Allah! Jangan untuk umatku.” Subhaanalllah! Di saat sakaratul maut beliau masih mengingat umatnya dan mendoakan untuk umatnya.

Tubuh Rasul kaku membujur dan dingin tapi mulutnya seakan mau bicara, maka saydina Ali RA yang saat itu menunggui Rasul menempelkan telinganya ke bibir Rasulullah SAW, “ Jagalah sholatmu ! Peliharalah orang-orang terlantar di antara kalian.”  Pesan ini juga pesan bagi kita umatnya dan para pemimpin kaum muslimin di penjuru dunia ini. Dan kalimat terakhir yang keluar dari lisan Rasul sebelum menghadap ke haribaan Allah SWT. “ Ummatii, ummatii, ummatii… Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘alaihi Muhammad. Begitu sayangnya Rasul sama kita umatnya, bagaimana dengan kita?

Sobat,  di akhir catatan singkat ini saya mau menyampaikan sesuatu yang mudah-mudahan bermanfaat. Buatlah Masalah dan kegagalan menjadi bosan menghampiri Anda, karena ketekunan dan ketangguhan anda.
Ayo teruslah meningkatkan kualitas diri, memperbaiki sisi financial, menunjukkan etos kerja yang tinggi, menghasilkan sebuah prestasi dan berkarya yang mengagumkan. Buktikan Anda bisa bersinar, tanpa mengemis sinar orang lain. Jangan pernah nyaman dengan  menjadi redup, karena sesungguhnya redup sangat dekat dengan kegelapan.Jangan pernah nyaman dengan kemiskinan, karena kemiskinan mendekatkan pada kekufuran.

Salam dahsyat dan luar biasa!

( Ramadhan, 16 Juli 2013 Muara Badak.  Spiritual Motivator – N.Faqih Syarif H, Penulis Buku Thanks GOD dan Never Give up! www.faqihsyarif.com )

Next Prev home

0 comments:

Post a Comment

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co