Talkshow di Radio SMART FM 88.9 FM.

Ikuti Program Kami tiap hari Kamis jam 17.00 s.d 18.00 Talkshow di Radio SMART FM 88.9 FM."Sukses Bisnis bersama Kekuatan Spirit Tanpa Batas"

Kumpulan Kisah Teladan

Simak kisah teladan yang penuh inspirasi yang akan membuat hidup anda lebih semangat lagi.

Selamatkan Indonesia dengan Syariah dan Khilafah

Hanya dengan kembali tegaknya Khilafah Islamiyah, dunia ini kembali menjadi indah.

Fikrul Mustanir

Membentuk pribadi yang selalu menebar energi positif di dalam kehidupannya.

Karya-karya kami

Kumpulan karya-karya kami yang sudah terjual di toko buku Gramedia, Toga Mas dan lain-lain.

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Tuesday, July 30, 2013

Prinsip-prinsip Keimanan untuk menjadi Entrepreur yang mulia dan berkah.

Sobat, Iman dan amal adalah dua sejoli yang saling terikat satu sama lainnya sebagaimana ruh dan jazad. Kita mendapati adanya lebih dari 200 kali penyebutan lafal iman yang dikaitkan dengan amal sholeh dalam Al-Qur'an. Imam Hasan Basri mendefinisikan Iman : Maa wafaro fiil qolbi wa shoddaqhul'amalu - "Apa yang telah menetap dalam hati manusia, kemudian dibenarkan dengan perbuatan."

Seorang Entrepreneur muslim harus menyakini bahwa Allah lah yang telah menganugerahkan kekuatan ilmu dan amal, kesehatan dan fisik yang kuat kepadanya. Dan dengan bekal nikmat itu,ia dapat mengumpulkan harta. Tanpa ada nikmat Allah yang demikian, seorang entrepreneur tidak akan mampu berbuat apa-apa.Menyadari dan meyakini bahwa harta milik Allah, manusia hanya diberi mandat untuk berupaya semaksimal mungkin utk menundukkan akalnya,ilmunya, keinginannya, dan ambisinya agar bisa memanfaatkan apa yg ada dengan sebaik mungkin serta menumbuhkembangkan segala benih kebaikan yang ada di muka bumi ini. Subhaanallah!

Ingatlah sobat akan Hadits Rasulullah SAW : " Jika seorang manusia meninggal, maka amalnya akan terputus kecuali tiga hal; sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak sholeh yang mendoakan orang tuanya." Hadits yang terus menginspirasi saya untuk istiqomah membuat tanda di alam semesta sebagai bekal ketika menghadap ke haribaan Allah SWT. "Ya Allah di bulan yang penuh berkah ini ampuni segala dosa-dosa kami,teguhkan hati kami tetap berjuang di jalan-Mu Ya Allah Ya Rahman Ya Rahiim."

Rasulullah SAW bersabda hadits yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Abbas: " Barangsiapa yang melanggengkan istighfar, maka Allah akan menjadikan jalan keluar bagi setiap kesusahan, kelapangan di setiap kesempitan, dan akan memberi rezeki dari sisi yang tidak terduga."

sobat, ketika dunia dianggap sbg ladang akherat dn adanya kewajiban bagi manusia utk mempertanggungjawabkan hartanya.Dari mana dia dapatkan dan untuk apa dia belanjakan, maka nampaklah eratnya hubungan antara dunia dan akherat dalam perilaku seorang muslim.Hendaknya hartanya tdk menyibukkannya hingga lalai ntuk melaksanakan kewajiban agama,Kewajiban agama itu misalnya, berdakwah,dzikir,menegakkan sholat,zakat, melakukan ibadah haji, berbakti kpd orang tua,Menyambung tali silaturrahim, berbuat baik kepada sesama manusia, menjaga hak-hak persaudaraan dalam islam,menjaga hak-hak tetangga,menerima pemberian Allah dalam hal-hal yg halal, dan tidak tergiur utk mengambil sesuatu yg haram.

Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari al-Quran dan mengajarkannya kepada orang lain (HR al-Bukhari).

Sejatinya setiap Muslim adalah pengemban al-Quran. Mengemban al-Quran sama dengan mengemban dakwah. Sebab, al-Quran turun kepada Baginda Nabi saw. memang untuk didakwahkan. Allah SWT. berfirman:

نَزَلَ بِهِ ٱلرُّوحُ ٱلْأَمِينُ ﴿١٩٣﴾ عَلَىٰ قَلْبِكَ لِتَكُونَ مِنَ ٱلْمُنذِرِينَ ﴿١٩٤﴾

Al-Quran itu dibawa turun oleh Ruh al-Amin (Jibril) ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan (TQS asy-Syu’ara [26]:193-194).

Karena itu, sudah selayaknya setiap Muslim senantiasa berinteraksi dengan al-Quran, ‘bersahabat’ dengan al-Quran, bahkan selalu merasa sangat bergantung pada al-Quran.

Maka tdk layak bila seorang Entrepreneur muslim hanya menyibukkan dirinya mencari sumber penghidupan dunia, dan melalaikan  sumber kehidupan akherat.
Insya Allah dengan menjalankan prinsip-prinsip keimanan di atas kita akan menjadi seorang entrepreneur yang mulia dan berkah, bahagia dunia dan akherat. 
Salam Dahsyat dan luar biasa!
( Spiritual Motivator _ N. Faqih Syarif H, Penulis buku Thanks GOD dan Never Give Up! www.faqihsyarif.com )


.
 

Saturday, July 20, 2013

Muhasabah Diri



Saat ngisi pengajian Majelis Taklim Ibu-ibu se-bontang di masjid Al-Kautsar diminta materi dengan tema muhasabah diri. berikut ini materi yang saya sampaikan saat renungan dan doa :

Bismillahirrahmanirrahim,
Wahai diri, Umur, Ilmu, harta dan Tubuh kita nanti akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT di Yaumul Hisab, maka hisablah dirimu sebelum datangnya yaumul hisab.
Tundukkanlah hatimu selalu di hadapan-Nya, pasrahkan jiwamu selalu kepada-Nya, lihatlah dirimu yang lemah lagi hina itu, pandanglah jasadmu yang rapuh itu, lihatlah apa yang telah engkau usahakan untuk-Nya, dan renungkanlah olehmu untuk apa umurmu engkau habiskan selama ini..!
Teruslah engkau bermuhasabah diri dan jangan pernah melewatkannya! Cobalah ambil cermin olehmu untuk melihat gambaran dirimu dan lihatlah dirimu yang berdiri disana! Pandanglah dengan seksama semua bagian tubuhmu yang lemah dan fana itu! Pandanglah ia dengan penuh kerendahan dirimu di hadapan-Nya!
Wahai diri,
Pandanglah kepalamu !
Apakah ia senantiasa engkau tundukkan dan sujudkan dengan penuh harap, takut dan penuh kehinaan di hadapan Rabb-mu, atau apakah ia masih tetap menengadah penuh keangkuhan, kecongkakan dan kesombongan kepada Rabbmu juga hamba-hamba-Nya, sehingga engkau pun semakin melampaui batas?

Pandanglah matamu..!
Apakah ia senantiasa engkau gunakan untuk menatap keindahan, kekuasaan serta keagungan-Nya melalui Ayat-ayat-Nya juga ciptaan-Nya, atau apakah engkau gunakan matamu untuk memandang perkara yang dilarang-Nya juga berbagai bentuk kemaksiatan yang tampak dihadapanmu, sehingga membutakan matamu dari Kalamullah?
Pandanglah telingamu..!
Apakah ia senantiasa engkau gunakan untuk mendengarkan firman-firman-Nya, mendengarkan suara bacaan Al Quran, tausiyyah dan seruan kebaikan lainnya, atau apakah ia masih engkau gunakan untuk mendengarkan suara-suara yang tiada berguna bagimu, sehingga ia pun mengeraskan hati dan pikiranmu?
Pandanglah hidungmu..!
Apakah ia senantiasa engkau gunakan untuk mencium bumi Allah atau hamparan sajadah sebagai alas untuk shalat dan sujudmu, mencium orang tuamu, istrimu, suamimu dan anak-anak tercintamu serta mencium kepala anak-anak kaum papa yang kehilangan cinta dan kasih sayang kedua orang tuanya, atau apakah ia masih engkau gunakan untuk bermaksiat kepada-Nya, sehingga engkau pun tak akan mendaptkan harumnya bau surga?
Pandanglah mulutmu..!
Apakah ia senantiasa engkau gunakan untuk menyampaikan Ayat-ayat-Nya, menyebarkan ilmu-Nya, mengatakan kebenaran dan kebaikan, nasehat-nasehat yang bermanfaat dan menjaga diri dari keburukan lisannya, atau apakah ia masih engkau gunakan untuk mengatakan kata-kata yang tiada berguna, mencaci, memaki, ghibah, memfitnah, mengadu domba, berdusta , sehingga Allah benci dan murka terhadap dirimu?
Pandanglah tanganmu..!
Apakah ia senantiasa engkau gunakan untuk bersedekah, menolong orang yang kesusahan, membantu sesama yang kena musibah, menciptakan karya-karya yang berguna untuk umat, atau apakah ia masih engkau gunakan untuk mendzalimi orang lain, mencuri yang bukan menjadi hakmu, menganiaya saudaramu yang tak berdaya, sehingga engkau pun akan menjadi binasa karena tanganmu sendiri?
Pandanglah kakimu..!
Apakah ia senantiasa engkau gunakan untuk melangkah ke tempat-tempat yang diridhai-Nya, tempat ibadah, tempat menuntut ilmu pengetahuan, tempat-tempat pengajian yang benar lagi lurus, atau apakah ia masih engkau gunakan untuk membawa dirimu ke lembah kemasiatan, melangkahkan kakimu ke tempat yang dilarang-Nya, dan melangkahkan kakimu untuk melakukan kejahatan dan keresahan umat, sehingga engkau pun mendapatkan adzab dari-Nya?
Pandanglah dadamu..!
Apakah di dalam dadamu tersimpan kelapangan dan kelembutan hati, keikhlasan dan kesabaran, rasa syukur dan tawadhu, juga keimanan dan ketauhidan yang benar, atau apakah engkau masih menyimpan dan membiarkan penyakit hatimu tumbuh subur, membiarkan hatimu gelap gulita, menggadaikan jiwamu untuk urusan dunia, mengotorinya dengan dosa dan permusuhan, sehingga hidupmu merasa hampa dan jiwamu menjadi teman syaitan laknatullah?
Mudah-mudahan catatan pengingat ini selalu akan menjadi penggugah dan penyemangat diriku agar senantiasa mengkaji diri, bermuhassabah diri dan berusaha menjadi seorang hamba Allah yang senantiasa memperbaiki diri….Aamiin yaa Robbal Alamin.

Bontang, Badak LNG Kaltim,19 juli 2013

Thursday, July 18, 2013

Mengendalikan Hawa nafsu



Pengendalian Hawa Nafsu
Segala puji bagi Allah yang telah mencurahkan kebaikan kepada kita, yang memberi kebebasan memilih kepada makhlukNya. Mencurahkan segala keberkahan rizki yang halal dan baik. Mengaharamkan kepada kita yang buruk dan kotor. Melarang kepada kita kepada kedzaliman dan syub-hat. Dan menyiksa kepada mereka yang memperturutkan hawa nafsunya.

Jasad manusia tidak akan sanggup menanggung dasyatnya adzab-adzab api neraka yang disiapkan Allah lantaran kedurhakaan dan kemaksiatan. Oleh karenanya ketakwaan adalah perisai utama dari adazab-adzab Allah itu. Dan mari kita berpegang teguh kepada tali agama Islam sebagai pedoman hidup dan kita jadikan tali ikatan yang kuat bagi kehidupan di dunia. Selanjutnya istiqomahlah berpegang kepada sunah-sunnah Rasulullah saw.

Allah meniciptakan manusia di dunia ini pada hakikatnya adalah untuk beribadah kepadaNya. Oleh karena itu setiap hamba Allah hendaknya memahami dan mengetahui hakikat penciptaanya (Adz-Dzariayat: 56). Allah menjadikan manusia di muka bumi ini sebagai khalifah yang bertugas untuk memakmurkan bumi, sebagaimana rencana ini telah Allah kabarkan kepada para malaikat. Yang “disanggah” oleh Malaikat; “Apakah Allah hendak menciptakan makhluk yang akan membuat kerusakan dan pertumpahan darah di muka bumi. Tetapi dijawab Allah: Aku lebih tahu dari apa-apa yang kamu ketahui “.(al-Baqarah: 30)

Selanjutnya Allah mengutus para Rasul dan menurunkan kitab-kitab suciNya untuk membimbing manusia kepada jalan yang benar. Allah telah menjelaskan kepada manusia mana jalan yang baik dan mana jalan yang buruk. Sebagai khalifah yang bertugas pemakmur bumi, manusia dimuliakan Allah dengan melengkapinya akal fikiran. Fenomena dalam kehidupan dunia, manuisa selain dilengkapi dengan akal juga diberi hawa nafsu (syahwat). Tetapi syahwat itu dibatasi oleh Allah sesuai dengan apa yang dibolehkan. Allah melarang hambanya mengikuti syahwat dan melanggar apa yang diharamkan oleh Allah swt. Allah tidak melarang manusia untuk memenuhi syahwatnya, selama dalam batas-batas yang telah digariskan oleh Allah dan RasulNya. Allah justru melarang manusia membunuh potensi syahwatnya. Karena syahwat adalah makhluk Allah yang juga diciptakan untuk manusia. Dengan potensi hawa nafsunya manusia meramaikan (memakmurkan) dunia. Allah tidak melarang manusia mencintai wanita, harta, tahta, anak, dan semua kesenangan yang lain (ali Imran: 14). Asal hal itu tetap dalam koridor syariat Islam. Dan dimanfaatkan semua itu semata-mata sebagai sarana untuk mengabdi atau beribadah kepada Allah. Allah menciptakan nafsu syahwat pada diri manusia agar ia mencapai kemaslahatan, jika hawa nafsunya di kendalikan dan diletakkan pada hal yang benar.

Allah menciptakan Malaikat dan melengkapinya dengan akal, tanpa syahwat. Allah menciptakan binatang dilengkapi dengan syahwat tanpa akal. Sementara Allah menciptakan manusia dibekali dengan akal dan syahwat. Oleh karena itu kata seorang mufassir Imam al-Qotadah: “Barangsiapa yang akalnya menang atas syahwatnya, maka dia berada pada barisan para malaikat, dan barang siapa yang syahwatnya menang atas akalnya, maka dia berada pada barisan binatang”. Oleh karena itu manusia janganlah memperturutkan syahwat atau hawa nafsunya.

Selanjutnya akan muncul fitnah pada zaman ini, dengan berkembangnya berbagai fasilitas dan sarana yang melingkupi kebutuhan manusia. Seperti kemudahan mengakses internet, penggunaan antene parabola, telah menjadikan manusia terjerumus dalam syahwat. Kemajuan teknologi dan informasi yang tidak terkendali, adalah tantangan atau fitnah terberat bagi kaum muslimin. Mereka (musuh-musuh) Islam menginginkan bahwa kaum muslimin mengikuti hawa nafsunya, seperti kemudahan mengakses situs porno, dan hal-hal yang menjerumuskan manusia kepada hawa nafsunya. Ketahuilah bahwa orang yang selalu mengikuti syahwatnya dampaknya adalah akan berhadapan dengan Adzab Allah yakni api neraka yang manusia tidak akan sanggup menerimanya. Sedangkan orang yang taat kepada Allah dan Rasulnya, maka dia akan diselamatkan oleh Allah swt. Sebagaimana disabdakan oleh Nabi saw; bahwa neraka itu diliputi dengan syahwat, yang penuh kenikmatan, sedangkan surga diliputi oleh hal-hal yang tidak disenangi. Oleh karena itu seseorang hendaknya tidak memperturutkan syahwatnya, tetapi mengendalikan nafsu syahwatnya mengikuti tuntunan Allah swt dan RasulNya.

Orang-orang yang selalu mengikuti hawa nafsunya, berdampak adzab Allah akan turun diantara mereka. Salah satu sebab utama bencana dan malapetaka yang menimpa manusia, adalah karena manusia telah mengikuti syahwat mereka, dan berpaling dari tuntunan Allah dan Rasulullah saw. Selanjutnya dampak dari manusia yang mengikuti syahwatnya, menyebabkan para wali-wali Allah akan murka kepadanya. Orang yang menjadi penyebab murkanya para wali-wali (kekasih-kekasih) Allah, maka Allah akan memerangi mereka. Syahwat yang tak terkendali, juga dapat menjerumuskan pada kekufuran dan kemaksiatan.

Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra: suatu ketika Rasulullah berpidato di hadapan kami: “ wahai orang-orang Muhajirin ada 5 hal apabila kalian mengerjakannya maka Allah akan menurunkan bencana, dan aku berlindung kepda Allah dari 5 perkara itu: pertama jika kejahatan telah merajalela dan engkau membiarkannya, maka Allah akan menurunkan bala’ penyakit Tho’un; kedua jika kalian mengurangai takaran dan timbangan, maka Allah kan mencabut keberkahan dan pertolongan Allah; ketiga jika kalian tidak mengeluarkan zakat, maka Allah akan menahan turunnya hujan dari langit, jika tidak karena binatang kehausan, niscaya tidak diturunkan hujan oleh Allah; keempat jika kalian mengkhianati perjanjian Allah dan Rasulnya maka Allah akan mengangkat pemjmpin yang kejam ditengah-tengan kalian; kelima jika pemimpin kalian tidak berhukum dengan kitab Allah, dan tidak memilih hukum yang diturunkan Allah dan Rasulnya, maka Allah akan menurunkan kekalutan dan bencana ditengah-tengah kalian.

Ketika Allah selesai menciptakan surga dan neraka, Allah memerintahkan kepada Jibril untuk melihat keduanya. Ketika melihat surga dan kriteria calon penghuninya, Jibril berkata: “Demi keagunganMu saya yakin semua hambamu kan berbodong-bondong masuk kedalamnya. Namun setelah Allah meliputi jalan ke surga dengan sesuatu yang tidak menyenangkan, maka Jibril berkata kepada Allah :”Demi keagungan dan kemuliaanMu, saya psimis surga akan dipenuhi oleh hambaMu. Kemudian Allah berkata kepada JIbril, sekarang pergilah lihat ke Neraka. Setelah Jibril melihat kengerian dan dasyatnya siksa neraka, Jibril berkata: ”saya yakin tak seorangpun dari hambaMu mau masuk kedalam neraka. Maka Allah melingkupi jalan ke Neraka dengan kesenangan, kemudian Allah berkata kepada jibril lihatlah sekarang keneraka. Maka setelah melihat kesenagan yang meliputi jalan ke neraka Jibril berkata: ”Demi keagungan dan kemuliaanMu; saya optimis bahwa akan banyak dari hambaMu yang akan masuk kedalam neraka”.

Maka bila kita ingin memilih jalan ke surga Allah, kuncinya adalah kita harus mempunyai sifat zuhud terhadap kenikmatan dunia dan bersabar dalam menghadapi ujian kenikmatan hawa nafsu. Tetapi bila kita ingin memilih jalan ke neraka maka kita nikmati kesenagan hawa nafsu di dunia yang sesaat, tetapi di kahirat kita akan celaka selamanya.

Oleh karena itu marilah kita jahui dari mengikuti hawa nafsu dan syahwat yang tidak terkendali seperti minuman keras, zina, melihat kepada lawan jenis yang bukan mahramnya, ghibah, dlsb adalah penyebab terbesar dari terjerumusnya seseorang ke dalam neraka. Mari kita berpegang teguh kepada tuntunan Allah dan Rasulnya. Menjaga diri dari akibat-akibat yang ditimbulkan karena mengikuti hawa nafsu dan syahwat. Semoga Allah memberikan keberkahan kepada kita dalam amal perbuatan kita, ucapan-capan kita, keluarga dan harta kita, juga negeri Indonesia dan penduduknya, sehingga kita mendapatkan keridhaan Allah swt.
( Terjemahan Khutbah  Prof. Dr. Ibrahim Sulaiman bin Salim Ar-Ruhaily di Masjid Nasional Al-Akbar )

Wednesday, July 17, 2013

Waspadalah terhadap Tiga Penyebab Utama Kegagalan!



Waspadalah terhadap Tiga Penyebab Utama Kegagalan!
Orang boleh tidak mempercayai bahwa Anda bisa sukses, tapi Anda harus lebih mempercayai diri Anda bahwa Anda adalah orang sukses, sebab jika Anda tidak mempercayai diri anda sendiri, lantas siapa yang akan percaya kepada Anda?

Sobat, dalam beberapa pelatihan atau seminar yang saya lakukan saya sering menyampaikan waspadalah terhadap lima hal yang akan menghambat kita meraih sukses. Kali ini saya akan uraikan mengenai tiga hal yang harus juga kita waspadai karena inilah tiga utama penyebab kegagalan. Apa saja itu? Sabar yaa tunggu yang satu ini lewat………

·         Pertama: Menganggap kesuksesan  itu sebuah kemustahilan. Ketika seseorang sudah menanamkan kata “Mustahil” terhadap pencapaian sebuah kesuksesan, selamanya orang itu tidak akan pernah mampu tergerak untuk menggapainya. Jadilah pikirannya pun terkunci untuk berkembang maju, apalagi terinspirasi untuk mencari solusi. Biasanya kata-kata yang sering dimunculkan seperti ini: Orang seperti kita mustahil bisa kaya, orang seperti kita mustahil bisa naik haji, orang seperti kita mustahil bisa sukses, orang seperti kita mustahil bisa punya mobil dan rumah,….  Padahal kata mustahil bisa kita ganti semoga agar menjadi harapan dan doa. Misalnya; Saya memang miskin, tapi semoga saya bisa kaya, saya memang belum punya apa-apa, tapi semoga saya bisa naik haji. Saya memang biasa-biasa, tapi semoga saya bisa sukses. Sesungguhnya sobat, tidak ada kata-kata “mustahil” bagi orang-orang yang memiliki dan merasakan adanya kekuatan Allah SWT Yang Maha Perkasa.

·         Kedua : Suka mencari-cari alasan. Kebanyakan orang suka mencari-cari alasan dan pembenaran untuk menutupi kelemahan dan kemalasannya. Seringkali alasan dijadikan senjata ampuh untuk melepaskan beban dan tanggung jawab yang harus dilakukan. Perbedaan mencolok antara orang yang sukses dan orang yang gagal terletak pada alasannya. Orang sukses selalu punya alasan yang kuat untuk berbuat sedangkan orang gagal selalu punya alasan yang dibuat-buat. Kalau kita ingin menjadi orang sukses, berhentilah mencari-cari alasan dan pembenaran, tapi carilah solusi dan jalan keluarnya.

·         Ketiga : Merasa tidak membutuhkan Kesuksesan. Dorongan terbesar yang membuat manusia mau bergerak dan bertindak disebabkan kebutuhannya. Apa yang membuat seseorang mampu melakukan perubahan besar dalam hidupnya, tentunya juga didasari oleh kebutuhan terhadap perubahan itu. Tanpa adanya kebutuhan untuk menjadi orang sukses, kita akan tetap saja menjadi orang kebanyakan. Meskipun sebenarnya kita mampu mencapai yang tidak mampu dicapai oleh orang kebanyakan. Tanpa memiliki perasaan “membutuhkan”, kita tidak akan punya alasan yang kuat untuk melakukannya.

Ok. Artikel ini saya tulis saat istirahat siang di Mess PT VICO Indonesia Muara Badak setelah menyampaikan kuliah dhuhur. Semoga bermanfaat dan membawa berkah.
Salam Dahsyat dan luar biasa!
( Spiritual Motivator – N. Faqih Syarif H, Penulis Buku Thanks GOD dan Never Give Up! www.faqihsyarif.com )


Catatan Dakwah hari ke-3 di VICO Muara Badak




Catatan dakwah hari ke-3 di VICO Muara Badak
JIka kita menemukan sebuah inspirasi, jangan pernah tunda-tunda mengikatnya dengan pena, lalu ikuti kata hati Anda, karena sesungguhnya inspirasi menuntun Anda kepada sesuatu yang besar dan luar biasa.

Bunyi sirene di VICO Muara Badak membangunkan saya dari tidur untuk segera mengambil air wudhu dan sholat tahajut kemudian menuju Mess Hall A untuk sahur bersama seluruh karyawan VICO yang berpuasa. Setelah itu kemudian mandi dan segera menuju masjid untuk sholat shubuh dan materi kuliah shubuh hari ini saya menjelaskan QS Al-Lail ayat 5-10  dengan rumus sederhana Kemudahan hidup = Sedekah + Taqwa + Khusnudzan dan Yakin Akan janji Allah SWT. Pokoknya pantaskan diri kita dan lakukan Take Action maka keajaiban dan kemuliaan hidup akan menghampiri kita.
Sobat, jika Anda punya ide untuk memulai suatu bisnis , lakukan segera. Anda tidak akan pernah tahu usaha itu akan mengubah kehidupan anda dan banyak orang menjadi lebih baik. Jika anda punya inspirasi menulis buku, tulskanlah apa yang ada di benak anda. Siapa tahu buku anda akan menjadi best seller dan menginspirasi banyak orang. Jika anda ingin melakukan sebuah amal kebaikan bagi orang lain, jangan ditunda-tunda,siapa tahu di sanalah letak sumber kelimpahan rezeki Anda.
Sobat, Inspirasi sederhana bisa menjadi sesuatu yang luar biasa. Jika kita melakukan prinsip hukum-hukum seperti berikut ini.
·         Bantu orang lain untuk sukses, pasti Allah akan menginspirasi kita untuk menjadi pribadi yang lebih sukses.
·         Bantu orang lain untuk kaya, pasti Allah akan menginspirasi untuk menjadi lebih kaya.
·         Bantu orang lain untuk cerdas, pasti Allah akan menginspirasi kita untuk menjadi jauh lebih cerdas.
·         Bantu orang lain dan permudah mereka mendapatkan rezekinya, pasti Allah akan menginspirasi kita untuk mendapatkan rezeki yang lebih banyak.
Sobat, ingatlah orang-orang yang meyakini bahwa hidupnya beruntung, jauh lebih beruntung daripada orang yang meratapi kemalangan nasibnya sendiri. Ketika kita bangun tidur, katakan kepada diri sendiri, “ Hari ini adalah hari keberuntungan bagi saya!” Sambutlah datangnya hari-hari bahagia Anda setiap hari! Dan lihatlah perubahan besar dalam hidup Anda! Never Give up!
Sobat, tetaplah kita bersyukur dan bersabar dalam menjalani kehidupan ini. Bersyukurlah dengan melakukan hal-hal berikut :
1.      Upayakan sering melakukan sholat  berjamaah di masjid atau di musholla.
2.      Perbanyak melakukan sholat dhuha dan sholat tahajud
3.      Bacalah Al-Qur’an minimal 10 ayat per hari baca terjemahan dan tafsirnya ajarkan dan dakwahkan kepada orang lain.
4.      Tunaikan hajat orang yang berhajat kepada Anda.
5.      Bahagiakanlah orang lain, agar ada banyak kebahagiaan lainnya senantiasa menghampiri kita.
6.      Biasakanlah bersedekah setiap hari.
7.      Jangan menunda membayar hutang, sebab Allah akan menunda pula rezeki kita.
8.      Jangan menahan rezeki orang lain, sebab Allah akan menahan rezeki kita.
9.      Hindari riba, sebab riba akan membuat rezeki kita tidak akan berkah
10.  Berusahalah untuk selalu jujurm karena  kejujuran adalah kunci keberkahan.
Sobat, saya petikkan nasehat saydina Ali Kw semoga hal ini menggugah dan menyadarkan kita, “ Bagaimana mungkin doamu diterima, padahal engkau telah menutup seluruh pintu dan jalan doa tersebut. Engkau beriman kepada Allah SWT, mengetahui Allah, tetapi tidak melaksanakan kewajibanmu kepada-Nya. Maka tidak ada manfaat keimananmu itu. Engkau mengatakan beriman kepada Rasul-Nya, tetapi engkau menentang sunnah-Nya dan mematikan syariat-Nya. Apalagi buah dari keimananmu itu? Engkau membaca Al-qur’an yang diturunkan melalui Rasul-Nya, tetapi tidak kau amalkan. Bertakwalah kepada Allah, salehkan amalmu, bersihkan batinmu, dan lakukan amar ma’ruf nahi munkar. Nanti Allah akan mengijabah doa-doamu.
Ok. Sampai di sini dulu ya ini udah waktu dhuha mau sholat dulu. Semoga semuanya membawa keberkahan bagi kita semua. Aamiin.
Salam Dahsyat dan Luar biasa!
( Ramadhan 1434 H, 17 Juli 2013 Muara Badak Kaltim – Spiritual Motivator N.Faqih Syarif H Penulis Buku Thanks GOD dan Never Give up! www.faqihsyarif.com)

Next Prev home

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co