Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Wednesday, June 26, 2013

Mengasah Kecerdasan Emosi Dalam Bekerja.



Mengasah kecerdasan emosi dalam bekerja
“Jadilah pribadi pembelajar, pro aktif, dan bertanggung jawab terhadap kehidupan diri. Kehidupan akan menyambut hangat pribadi-pribadi yang cerdas,pro aktif, memiliki energy kreativitas tinggi, ide-ide segar bagi pembaruan dan kemajuan peradaban. Bisa! Bisa! Pasti Bisa! Never give up!”
(Faqih Syarif,2013)

Sobat, dalam dunia kerja atau bisnis setidaknya ada tiga faktor kunci kemampuan utama yang menentukan : 1. Kemampuan teknis dalam bidangnya. 2. Kemampuan analisis dan membuat keputusan. 3. Kemampuan kecerdasan emosional dan spiritual.  Kemampuan pertama dan kedua disebut hard skills sedangkan, kemampuan kecerdasan emosi dan spiritual di sebut soft skills. Dalam artikel ini penulis  membahas akan pentingnya mengasah kecerdasan emosi atau soft skills selain hard skills.
Sobat, Kecerdasan emosi merupakan bagian dari soft skill yang berperan sangat penting dalam keberhasilan. Penelitian para ahli membuktikan bahwa kemampuan kecerdasan emGolemosi sangat mempengaruhi keberhasilan seseorang dalam karier maupun dalam bisnis. Bahkan ada pakar yang mengungkapkan bahwa keberhasilan seseorang dalam karier dan bisnis, 80% ditentukan oleh kecerdasan emosionalnya.
Banyak contoh sobat, yang membuktikan mereka yang memiliki kecerdasan intelektual biasa saja, tetapi mampu meraih kesuksesan professional mengagumkan karena memiliki ketrampilan tinggi dalam membangun kerja sama, memiliki kreativitas tinggi, dan membina hubungan baik dengan orang lain. Kemampuan inilah merupakan bagian dari kecerdasan emosional.
Diantaranya kelebihan orang yang menggunakan kecerdasan emosionalnya dalam bekerja adalah : Lebih jeli melihat sebuah peluang, lebih kreatif dalm mengambil kesempatan,memiliki inisiatif dan lebih cekatan dalam bertindak, mampu melakukan negosiasi dengan baik, pandai melakukan presentasi atau komunikasi bisnis, pandai bergau, membangun networking dan bekerja sama, lebih mampu melakukan langkah strategis, memiliki kepekaan dan daya cipta serta komitmen yang tinggi. Goleman menyatakan bahwa kecerdasan emosional merupakan jembatan antara apa yang kita ketahui dengan apa yang kita lakukan. Kecerdasan emosional itu dapat dilatih dan ditingkatkan.


Sobat, ada beberapa elemen penting untuk meningkatkan kecedasan emosi kita :
1.      Komunikasi ke dalam diri. Bahasa sederhananya adalah bagaimana kita dapat mengenali siapa diri kita, apa saja kekuatan, kelemahan, nilai atau value yang kita anut, apa yang memotivasi dan bagaimana emosi-emosi kita. Membangun komunikasi intensif ke dalam diri, dapat menjadikan kita lebih mengenali karakter, bakat, dan keunikan, potensi dan emosi diri. Menjadikan seseorang memiliki kesadaran diri, mengenali perasaan diri sewaktu perasaan itu muncul dan tidak dikendalikan kekuasaan perasaan. Berani mengakui kelemahan-kelemahan yang kita miliki, sehingga dapat memperbaiki dirinya, dan memahami kelebihan yang kita miliki, sehingga dapat mengoptimalkannya.
2.      Sikap Optimisme. Orang yang optimis selalu memandang segala sesuatunya dengan positif. Dengan demikian, sikap optimism ini akan melahirkan sikap positif dan menjadi salah satu landasan dalam mengasah kecerdasan emosi seseorang. Sikap optimism berkaitan dengan kemampuan seseorang mengelola emosi dirinya. Orang yang optimistis biasanya jauh lebih sehat, berumur lebih panjang, dan mampu menggali kemampuannya serta menikmati keberhasilan yang dicapainya.
3.      Fleksibiltas Pribadi. Kita harus mampu bersikap fleksibel dalam menyikapi berbagai masalah dalam kehidupan. Seringkali kita dihadapkan pada berbagai benturan,hambatan, dan kegagalan dalam mencapai apa yang kita inginkan. Melatih diri menjadi lebih fleksibel, lebih luwes, dan mampu menyesuaikan diri dengan berbagai situasi tentu tidak mengorbankan prinsip hidup yang kita yakini adalah salah satu cara mengasah kecerdasan emosi seseorang. Berani melakukan perubahan-perubahan dan siap menyesuaikan diri dengan perubahan yang datang. Tidak sedikit keberhasilan yang luar biasa dan memuaskan dicapai ketika berani memikirkan sesuatu yang baru, atau berani memikirkan sesuatu di luar apa yang pernah kita rencanakan.
4.      Membangun hubungan antar pribadi. Kembangkan sikap kerja sama yang baik dengan orang lain. Membangun hubungan yang luas dengan banyak orang. Senang berbagi informasi, ilmu pengetahuan, kebaikan, maupun bantuan lainnya. Selalu mengembangkan sikap positif dengan membantu rekan di sekitar anda untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Berempati dan memahami perasaan, pikiran dan kepentingan orang lain. Bersimpati dan memiliki kepedulian membantu kesulitan orang lain, member jalan dan membantu orang lain mencapai tujuannya. Ungkapkan apresiasi atau penghargaan anda pada keberhasilan orang lain.
5.      Continues Learning. Teruslah belajar mengembangkan diri dalam kecerdasan emosi melalui membaca buku, membaca artukel, mengikuti training dan menghadiri seminar atau talkshow yang berhubungan dengan pengembangan diri atau kecerdasan emosi. Pembelajaran berkelanjutan tidak hanya dilakukan dalam sekolah formal melainkan melalui kesempatan dalam berorganisasi dan berinteraksi dengan orang lain.
6.      Meningkatkan kesabaran diri. Kesabaran adalah tulang punggung dan basis utama bagi peningkatan kecerdasan emosi. Melatih kesabaran berarti melatih kemampuan mengelola emosi dengan baik dan menjadikan pribadi lebih bijaksana. Sebuah penelitian komparatif Di AS menunjukkan anak-anak yang memiliki daya tahan emosi tinggi (sabar) dibandingkan dengan anak-anak yang memiliki kepandaian atau kecerdasan IQ yang baik ternyata 15 tahun kemudian (saat dewasa) jauh lebih berhasil dalam karier hidupnya daripada mereka yang memiliki IQ yang tinggi.
Sobat, sebagai penutup Jadilah pribadi pembelajar, pro aktif, dan bertanggung jawab terhadap kehidupan diri. Kehidupan akan menyambut hangat pribadi-pribadi yang cerdas,pro aktif, memiliki energy kreativitas tinggi, ide-ide segar bagi pembaruan dan kemajuan peradaban. Bisa! Bisa! Pasti Bisa! Never give up!
(Spiritual motivator – N.Faqih Syarif H, Penulis buku Thanks GOD dan Never Give Up pengasuh acara Interaktiv motivation Thanks GOD Tommorow is Friday di Radio SMART 88.9 FM Surabaya. www.faqihsyarif.com )





Next Prev home

0 comments:

Post a Comment

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co