Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Tuesday, April 2, 2013

Catatan perjalanan dakwah di Hongkong.



Catatan perjalanan dakwah di Hongkong.(1)
Sobat, engkau akan dikenal dengan karyamu.Engkau dikenang dengan prestasi gemilangmu.Engkau akan memiliki amal jariyah dengan rintisan amal jariyah yang kau tunjukkan.

Tepat waktu 14.00 waktu hongkong, kami mendarat bandara di Hongkong Internasional untuk memulai lawatan dalam rangka road dakwah di negerinya jaky chan, di mana ada sekitar 200 ribu TKI kita mengadu nasib menjadi pembantu rumah tangga di negeri bekas jajahan Inggris yang sekarang dikembalikan ke China. Sampai di Bandara kami dibuat terkejut akan besarnya dan luasnya bandara hongkong perkiraan saya 10 kali dari bandara juanda dengan berjibun pesawat dari berbagai maskapai Negara-negara di dunia termasuk Garuda Indonesia. Jumlah Gatenya lebih dari 100 pintu di mana juanda hanya sekitar 10 gate, dengan fasilitas yang canggih sarat dengan IT, serta kereta api cepat yang menghubungkan dari bandara ke kota-kota  besar di hongkong. Sebuah kereta api yang bersih dan indah di mana pemerintah hongkong  memberikan pelayanan kendaraan umum yang murah bagi rakyatnya seperti kereta api cepat yang berada di terowongan yang membelah gunung dan di bawah permukaan laut. Masyarakatnya gila kerja dan memiliki disiplin diri serta benar-benar menghargai waktu. Memang bagi mereka “time is money” sehingga kalau berjalanpun mereka seperti berlari-lari kecil dengan cepat sementara di Indonesia nyantai banget. Kalau lampu merahpun mereka berhenti dan disiplin berada di jalur khusus, Kalau khusus pejalan kaki ya pejalan kaki, bagi penyandang cacat mereka juga membuatkan fasilitas yang sesuai untuk mereka ketika beraktivitas.

Sisi positif apa yang bisa kita ambil adalah disiplin diri dan benar-benar menghargai waktu. Bagi kita seorang muslim, deadline waktu kita untuk menggugah jiwa ini dengan melahirkan karya gemilang bagi sesama. Jika engkau di sore hari, jangan menunggu pagi harinya.Jika engkau berada di pagi hari, janganlah menunggu sore hari. Biasakan selalu untuk mendeadline waktu kita. Jangan sampai kita kehilangan momentum. Jangan sampai waktu berlalu tanpa prestasi yang bemutu.Tanpa amal yang di bawa. Tanpa warisan kebaikan yang ditinggalkan. Alhamdulillah deadline itulah yang memicu dan memacu diri untuk berprestasi. Jangan sampai mati tanpa meninggalkan jejak-jejak sejarah dalam hidup kita. Umar bin Khattab pernah memberikan nasehat,”Kalau aku tidur siang hari, berarti aku menyia-nyiakan hak-hak rakyatku, kalau aku tidur di malam hari, berarti aku menyia-nyiakan hak-hak Tuhanku.”

Di pintu keluar bandara telah menunggu dua Ibu yaitu BU Mur dan Mak Nem yang udah lebih sepuluh tahun di hongkong. Merekalah yang membuat salah satu komunitas TKI yang tiap minggu membuat majelis Taklim dan tiap bulan membuat Majalah setebal 22 hal Peduli Umat melalui Kediri Peduli. Melihat semangat dan wajah yang tersenyum menyambut kami seakan kepedihan dan kegalauan yang mereka alami selama ini di hongkong telah mereka lupakan. Kemudian kami menuju ke tempat Kereta Api cepat yang akan membawa kami melewati lorong di bawah gunung dan bawah permukaan laut serta melihat panorama pantai yang bersih tanpa sampah berserakan menandakan masyarakat dan pemerintah di sana sangat memperhatikan kebersihan lingkungan dan bangunan-bangunan megah di hongkong.

Sepanjang perjalanan kami bertanya bagaimana awal mula bisa sampai ke Hongkong,memang sebagian besar karena himpitan dan persoalan ekonomi di daerah mereka yang membuat nekat meninggalkan Indonesia sebagai PRT, dari cerita mereka banyak diantara TKI di hongkong yang bekerja sebagai PRT, Penjaga Anak-anak majikan mengantar sekolah, memandikan, membuat makanan mereka serta menjemput dan mengantar mereka les,renang,dsb. Bahkan ada yang sebagai Penjaga Anjing memberi makan, memandikan dan mengajak jalan-jalan Anjing majikannya. Untuk sholat pun banyak di antara mereka yang sembunyi-sembunyi sebab ada yang ketahuan dia dipecat, bahkan sampai Ada yang melaksanakan sholat di toilet. Mendengar itu semua rasa miris dan prihatin yang dalam ada banyak TKI di negerinya Jaky Chan sekitar 200 ribu mengalami semacam ini memang sih ndak semuanya, seakan bangsa ini disamakan dengan Anjing, memang mereka gajinya lebih tinggi dibandingkan dengan TKI kita yang di Timur tengah, sementara malah pemerintah di Indonesia malah bangga mengekspor rakyatnya untuk jadi jongos di Negara lain  dan mengambil serta mengeruk devisa dari rakyatnya dan sangat minim terhadap penjagaan, pengayoman dan perlindungan terhadap warga negaranya. Penulis pernah di ceritai oleh seorang driver dari ASTRA Rent A Car yang barusan mengantarkan salah satu warga Negara perancis yang bekerja sebagai tenaga ahli di Paiton dengan di damping oleh staf konjen Perancis di Surabaya. Beliau menceritakan bahwa staf konjen itu sampai harus memastikan ke kapolres dan kapolsek setempat di mana nanti warga negaranya tinggal di Probolinggo Indonesia itu aman dan jalan yang menuju tempat warganya tinggal sampai-sampai dia survey apakah rawan kecelakaan atau tidak? Bagaimana dengan penguasa negeri si komo ini apakah sangat peduli dan cinta terhadap rakyatnya? Baik yamg lagi di dalam negeri atau di luar negeri? ………..

Hikmah yang bisa kita ambil dari kedua Ibu ini adalah Semangat mereka untuk tetap berjuang dan menjaga agar terus menjaga Aqidah dengan mengajak teman-teman sesama TKI untuk melakukan Kajian Keislaman dan saling membantu sesama mereka. Sebab banyak di antara TKI kita di sana yang tersesat dengan keglamora, kemewahan gaya hidup yang bebas  bahkan melakukan pergaulan bebas dan pelaku Lesbi banyak juga yang dari Indonesia. Astaghfirullah!!! Semangat ibu-ibu komunitas muslim hongkong untuk berjuang di jalan Allah di negeri seberang itulah yang patut diacungi jempol dan jadi pelajaran yang berharga bagi kita.

Senyum mereka dan semangat mereka menyiapkan kajian dan menyebarkan majalah ke temen-temen mereka sesama TKI menandakan pesan  Hadapi hidup ini dengan senyuman. Sebab apa pun masalah yang menghampiri baik suka maupun duka di hati, itu sesuatu yang pasti. Tak da orang yang sedih terus-menerus. Dan tak ada juga orang yang gembira terus-menerus. Semua itu tentu ada batasnya. Maka kalau kita sedang bergembira, tetaplah mengingat Allah, agar Allah mengingat kita di kala berduka. Orang yang bahagia, akan selalu gembira kala menjalani hidup ini apa adanya, ridho terhadap segala ketentuan Allah. Menghadapi tantangan dengan full senyuman dan semakin dekat dengan Allah serta jauhi perbuatan maksiat.

Bergembiralah dengan nikmat hidayah yang begitu mahal harganya. Bersyukurlah kepada Allah dengan iman yang tetap menyala di dalam dada dan berbahagialah dengan anugerah istiqomah yang kita punya. Kegembiraan sesungguhnya adalah ketika jiwa selalu tersandar kepada pemilik dan pencipta alam semesta yaitu Allah SWT. Karena kegembiraan itu adalah saat yang dipinjamkan-Nya untuk kita isi dan nikmati semestinya. Itulah salah satu materi kajian keislaman yang saya sampaikan di Victory Park sebuah taman yang luas tempat berkumpulnya  orang-orang dengan berbagai aktivitas olahraga, jalan-jalan, senam bahkan kemaksiatan, tapi justru kita berani melakukan pengajian di tengah itu semua dengan duduk melingkar ada sekitar 50-an Kemudian saya tutup dengan Visualisasi dan Renungan Kekuatan Syukur banyak diantara mereka yang menangis tersedu-sedu mengingat begitu banyaknya nikmat yang Allah berikan kepada kita tapi kita malah melupakan bahkan mengkufuri nikmat-Nya.

Carilah kebahagianmu dengan memperbaiki lingkunganmu dan jadikan dirimu asset kebaikkan di lingkunganmu.Engkau akan dikenal dengan karyamu.Engkau dikenang dengan prestasi gemilangmu.Engkau akan memiliki amal jariyah dengan rintisan amal jariyah yang kau tunjukkan. Komunitas Muslim TKI hongkong telah melakukan itu dengan susah payah membentuk majelis taklim di negeri orang. bagaimana dengan kita?

Ok cukup dulu ya,  sabar ya,nantikan tulisan selanjutnya, ini baru seri pertama lho ….
Salam Dahsyat dan Luar biasa! ( Victory Park Hongkong 30 maret 2013 – N.Faqih Syarif H Spiritual Motivator www.faqihsyarif.com )

Next Prev home

0 comments:

Post a Comment

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co