Talkshow di Radio SMART FM 88.9 FM.

Ikuti Program Kami tiap hari Kamis jam 17.00 s.d 18.00 Talkshow di Radio SMART FM 88.9 FM."Sukses Bisnis bersama Kekuatan Spirit Tanpa Batas"

Kumpulan Kisah Teladan

Simak kisah teladan yang penuh inspirasi yang akan membuat hidup anda lebih semangat lagi.

Selamatkan Indonesia dengan Syariah dan Khilafah

Hanya dengan kembali tegaknya Khilafah Islamiyah, dunia ini kembali menjadi indah.

Fikrul Mustanir

Membentuk pribadi yang selalu menebar energi positif di dalam kehidupannya.

Karya-karya kami

Kumpulan karya-karya kami yang sudah terjual di toko buku Gramedia, Toga Mas dan lain-lain.

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Tuesday, January 29, 2013

Temukan Alasan yang kuat untuk berubah!

Temukan Alasan yang kuat untuk berubah! Banyak orang yang ingin sukses tetapi banyak yang tidak berhasil untuk meraihnya. Tak jarang mereka juga membuat goal untuk mencapainya tetapi tidak juga membuat mereka mau mencapainya atau mengejarnya. Apa yang membuat mereka seperti itu? Karena mereka tidak mempunyai alasan kuat untuk berubah. Dalam pertemuan mentor FM di rumah Inspirasi, pernah saya sampaikan pada para murid saya di dunia ini, yang kekal adalah PERUBAHAN dan yang pasti adalah KETIDAKPASTIAN.Jika Anda setuju, maka Anda memiliki persepsi yang sama dengan kami. Setiap kita tak mampu membendung PERUBAHAN, karena PERUBAHAN bergerak sekencang perputaran waktu. Masalahnya kemana Anda berubah, bisakah Anda kendalikan KETIDAKPASTIAN dan puaskah Anda dengan PERUBAHAN yang terjadi. Ketika PERUBAHAN dan KETIDAKPASTIAN adalah keseharian, maka tidak ada pilihan bagi kita kecuali : Membangun KEYAKINAN dan Menuju KESEMPURNAAN; Keyakinan untuk mengambil keputusan dan Kesempurnaan mewujudkan harapan dan cita-cita Sobat, Anthony Robbins dalam bukunya Awaken Giant within membuat perumpamaan seperti sebuah meja dengan 4 kaki. Meja yang menjadi permukaan meja adalah sebuah keinginan untuk berubah atau disebut ide. Misalnya saya harus kaya dan menjalankan hidup berkah serta berkelimpahan. Maka kaki meja menjadi sebuah keyakinan yang akan menopang sebuah keinginan atau ide. Misalnya kaki pertama alasan penghinaan di masa kecil, kaki kedua karena melihat keluarga hidup sengsara dan menderita, kaki ketiga karena ingin membantu orang yang susah dan berjuang seperti sahabat Nabi Abdurrahman bin Auf, kaki keempat ingin membahagiakan orang tua dan menjadi anak sholeh. Semakin banyak kakinya atau alasan yang kuat maka orang tersebut akan berubah. Semakin besar dan kuat alasan atau peristiwa yang besar dan berarti maka semakin besar akan tercapai perubahan itu. Karena kuncinya adalah alasan atau peristiwa yang besar, kuat dan berarti. Sobat, KESADARAN adalah kata kunci keberhasilan tetapi tidak setiap orang mampu membangun KESADARAN. Kenapa ? Karena KESADARAN membutuhkan KEPEDULIAN dan tidak semua orang mau mengabdikan diri pada KEPEDULIAN. Kenapa ? Karena KEPEDULIAN muncul diakibatkan oleh KEPENTINGAN. Dan tidak semua orang menyadari arti pentingnya hidup dan kehidupan, bahkan pentingnya keberadaan diri di muka bumi. Dan Apa misi hidup kita di muka bumi ini? Sobat, Keberadaan kita di bumi ini pasti memiliki Misi. Dan untuk menjalankan Misi itu harus efisiensi yaitu antara input dan output itu serasi dan selaras untuk menghasilkan dan mewujudkan misi hidup dengan menggunakan segala daya dan potensi yang kita miliki untuk menuju tercapainya misi hidup sesungguhnya itulah yang disebut dengan efektif dalam menjalankan hidup. Sejatinya kita adalah agen di bumi ini dari tuan kita yaitu Allah SWT dengan memberikan kita ladang berupa kehidupan dunia yang merupakan momen penentuan kebahagiaan dan keberhasilan hidup nanti setelah kehidupan di dunia. Di dunia ini kita “bekerja” kepada Allah. Sikap hidup seorang muslim dalam menjalankan misi hidupnya adalah berbuat Tepat ( artinya melakukan ‘yang benar’) dan berbuat Optimal (artinya melakukan ‘dengan benar’) dalam rangka pengabdian tertinggi hanya kepada Allah SWT. Dan kita bakal kembali kepada-Nya dan akan dimintai pertanggungjawaban atas misi yang sudah kita jalankan di dunia ini. Inilah salah satu alasan yang cukup kuat untuk melakukan perubahan dalam hidup ini ;ketika kita telah memiliki kesadaran akan pentingnya menjalankan Misi hidup yang berasal dari Allah SWT. Sobat, berikut ini gambaran bagaimana agar hidup kita menjadi lebih produktif ? lakukan 4 M gunakan 4i 1. Melihat apakah sesuatu : benda,kejadian,pengetahuan,kenyataan,pengalaman atau hal lain yang kemudian mampu membuat kita tertarik untuk mensikapi dengan ambil peran terhadapnya itulah Ilham kemudian tergugah hati dan pikiran kita sehingga menghasilkan Inspirasi. Kemudian dilanjutkan dengan menggunakan segala daya kekuatan untuk mewujudkannya itulah Imajinasi dan akhirnya menghasilkan intuisi yang harus diselaraskan dengan Kesadaran yang kita dapatkan karena memiliki kepedulian terhadap hidup ini karena memiliki kepentingan untuk menjalankan misi hidup yang berasal dari Allah SWT. 2. Melakukan atau segera take Action untuk mewujudkannya 3. Serta jangan lupa Menyelesaikannya dengan tuntas maka Insya Allah hidup jadi lebih produktif artinya produktivitas kita meningkat. 4. Terakhir jangan sampai lupa Mensyukurinya dengan terus lagi merajut impian dan prestasi yang menjadikan Allah bangga dan Ridho kepada kita dalam menjalankan Misi-Nya. Kembali lakukan 4 M dan gunakan 4i dengan terus naik tangga lebih tinggi menuju spiral kehidupan yang lebih tinggi dan mulia. Sobat, diakhir tulisan ini saya akan sampaikan tips bagaimana cara yang efektif untuk berubah menjadi lebih baik, tentu dengan landasan yang saya terangkan di atas dengan memiliki kesadaran akan pentingnya menjalankan Misi hidup yang berasal dari Allah SWT. • Pertama, buat tulisan hal apa yang hendak diubah. Apakah Anda berkomitmen dan memutuskan untuk berubah? • Kedua, Peristiwa apa atau alasan apa yang mendukung untuk yang pertama. Semakin sakit perasaan itu, maka semakin kuat untuk berubah. • Ketiga, apa kerugiannya bila tidak berubah? Semakin sakit perasaan itu juga semakin kuat untuk berubah. • Keempat, apa keuntungannya bila berubah? Buat sebesar mungkin keuntungannya dan semakin berarti maka semakin bagus. Salam Perubahan! Salam Dahsyat dan Luar Biasa! Allahu Akbar! (Spiritual Motivator – N.Faqih Syarif H Penulis buku Thanks God dan Never Give up! www.faqihsyarif.com )

Si MumTaz yg lagi Belajar Nulis di Al-Amri

JADILAH INSAN YANG LUAR BIASA JANGAN JADI INSAN BIASA
Assalamualaikum WR.WB ... wahai ...sobat apa kabarnya jika baik, baca artikel Saya yang berjudul jadilah insan yang luarbiasa jangan jadi orang biasa,oke sobat maka bacalah artikel ini dengan seksama.Teman setiap nafas kita harus berpikiran positif dan jangan kamu berpikiran negatif ,jika kamu berpikiran positif kamu akan memiliki semangat hidup dan menjadi orang yang luar biasa ,jika kamu berpikiran negatif kamu akanseperti malas dan orang tdk bermakna ya begitu dan inilah cara untuk memiliki pikiran positif ya itu.

Sadari apa yang menjadi kelebihan kita dan di mana letak kekurangannya,kalau kita lemah dalam suatu bidang akuilah dan jangan memaksakan diri untuk berkonsentrasi di sana.carilah kelebihan kita dan fokuslah disana, berusahalah mencapai hasil-hasil yang terbaik dari pekerjaan yang dapat kita lakukan ,jangan setengah-setengah,kalahkan diri sendiri dan buat lah target pribadi karena persaingan yang sebenarnya addalah melawan hawa nafsu yang ada dalam diri kita

Beranilah meraih impian dan cita -cita jangan merasa minder dengan cita cita sendiri karena merasa terlalu tinggi atau tidak mungkin tercapai tanpa keberanian,sulit bagi kita untuk meraih cita-cita.bukankah Allah swt telah, berfirman= niscaya allah akan meninggikan orang yang beriman di antara kamu dan orang diberi ilmu penggetahuan beberapa drajat(QS AL-Mujadilah) teruslah meningkatkan ke ilmuan kita karena untuk meraih kesuksesan di dunia dan di akherat adalah ilmu,``surat tanda terus belajar’’(STTB) Teruslah menempa kepribadian agar menjadi orang yang bahagia dunia akherat, yang kedua jika kita menjadi orang berpikiran positif dan luar biasa kita harus mempunyai konstri busi yang baik dan memberikan inspirasi kepada orang ,agar seperti orang luar biasa sobat jika kita menjadi orang luar biasa kita harus bisa menginspirasi orang yang belum luar biasa(orang biasa) yang ketiga kita harus setiap bertindak kita harus berfikir dahulu karena jika kita tidak . kita tidak tau apakah itu perbuatan baik atau bukan mangkannya kita harus berfikir dulu dan ketika kita ingin menyeberang ke seberang sana kitakan harus tengok kanan dan tengok kiri dan berfikir agar tidak ketabrak oleh mobil atau montor yang melintas .ha itulah contohnya. yang ke empat setiap nafas kita haruslah memanfaat kan waktu dengan baik.

Bersukurlah kita masih bernafas jika kita tidak hidup ini akan tidak bermakna, maka kita harus mensyukuri nikmat ini. Bersyukurlah kepada Allah yang telah memberikan kita seluruh tubuh dan nafas yang tidak bisa di hitung coba shobat bisakah kita menghitung nikmat Allah yang berlimpah dan bisakah kau menghitung nafas yang kalian hembuskan berhari hari. Ayo buatlah proposal hidupmu! Sobat kalimat provokaktif di atas muncul dari ayah saya sang Spiritual Motivator telah menggugah saya untuk membuat proposal hidup dan membuat goal setting di tahun 2010 ia telah mencontohkan dirinya menyusun proposal hidup untuk sekian ke depan termasuk capaian -capaian dan lompatan hidup yang akan di tujuh secara rinci.detil dan sedemikian rupa sehingga arah hidup kita menjadi jelas.

 Proposal itu dibuat untuk menuntunnya menggapai prestasi tertinggi yang bisa di banggakan di hadapan Allah .Beliaw menceritakan bahwa ketika dirinya berangkat haji .dia tidak lupa membawa proposal hidup nya .sambil thawaf di masjidil haram ia hannya minta kepada Allah agar ia dapat mewujudkan cita cita suksek mulianya dalam proposal itu,mangkannya sobat kita harus membuat proposal hidup hidup kita akan menjadi sukses mulia dan cita-cita sobat akan terwujud, mangkannya kita harus bisa menjadi orang yang sukses mulia. Bagaimana membuat proposal hidup itu ?

  1. menulis impian atau goal & cita-cita, 
  2. specific harus jelas dan rinci mengenai apa yang anda inginkan 
  3. hidup yang seimbang,
  4. alasan emosional,
  5. batas waktu,
  6. diingat setiap hari 
Aspek apa yang harus di perhatikan saat membuat atau merancang impian? 
  1. sepiritual,
  2. materi,
  3. finansial,
  4. sosial,
  5. keluarga,
  6. bisnis karier,
  7. perkembangan diri,
  8. petualangan wisata. 
sekian ini dari saya teman and sobat. wasalamualaikum wr wb


( Mumtaz Masyhari Faqih – Siswa Kelas 7 SMP IT Al-Amri Leces Probolinggo)

Friday, January 25, 2013

Kiat Menghadapi Tantangan Dakwah

Kiat Menghadapi Tantangan Dakwah Dakwah bukanlah jalan tol yang bebas hambatan. Dakwah adalah jalan perjuangan yang terjal, namun di dalamnya banyak kemuliaan. Apalagi di era cengkeraman penjajahan Kapitalisme sudah demikian menggurita, tantangan dakwah terasa makin jelas. Tidak mengherankan apabila di sana-sini terdapat pengemban dakwah yang gugur di tengah jalan. Lantas, apa yang harus dilakukan? Dakwah: Pilihan Hidup Hal pertama yang penting dilakukan adalah pengokohan sikap bahwa dakwah ini merupakan pilihan dan poros kehidupan. Kita telah memilih dakwah sebagai poros kehidupan. Rasulullah saw. mencontohkan betapa dakwah menjadi poros hidup beliau. Ketika para pembesar Quraisy mendatangi pamannya untuk meminta beliau menghentikan aktivitas dakwah, beliau menyatakan dengan tegas, “Andai mereka dapat meletakkan matahari di tangan kananku dan bulan di tangan kiriku agar aku menghentikan dakwah ini maka hingga Allah memenangkannya atau aku binasa di jalannya, aku tak akan meninggalkan dakwah ini.” (Ibnu Hisyam, Sîrah Ibnu Hisyâm, I/266). Sejatinya, umat Islam menjadikan dakwah sebagai poros kehidupan mereka. Dengan demikian rintangan, tantangan dan hambatan apapun di jalan dakwah akan disikapi sebagai bunga-bunga perjuangan. Dakwah sangat urgen dan merupakan kewajiban. Tidak melakukan dakwah berarti meninggalkan kewajiban. Orang yang melakukan dakwah akan terpagari perilakunya. Dakwah akan membentuk diri pelakunya bertambah salih. Dakwah juga sangat urgen dalam membangun keluarga pejuang. Allah SWT memerintahkan kepada umat Nabi Muhammad saw. untuk menjaga diri dan keluarganya dari api neraka (TQS at-Tahrim [66]: 6). Oleh karena itu, tidak mengherankan apabila Rasulullah saw. melakukan dakwah pertama kali kepada istrinya, keponakannya, pembantunya dan kawan terdekatnya. Tanpa dakwah, Islam tidak akan tegak. Rasulullah saw. menyampaikan bahwa bila dakwah tidak dilakukan maka akan turun azab, doa tidak dikabulkan (HR Ahmad, at-Tirmidzi) serta umat dikuasai oleh orang zalim dan buruk (HR Abu Dawud). Berdasarkan hal ini jelas bahwa dakwah merupakan pilar kebaikan individu, keluarga dan masyarakat. Oleh karena itu, menjadikan dakwah sebagai poros kehidupan merupakan suatu keniscayaan. Dakwah merupakan aktivitas besar untuk membangun peradaban agung. Pada sisi lain, kewajiban menafkahi, mendidik anak, dll pun harus dilakukan. Untuk memadukan hal tersebut diperlukan manajemen aktivitas kehidupan. Bahkan dakwah kadang harus mengerem yang lain untuk kepentingan yang lebih besar. Mengatasi Tantangan Tantangan dalam diri pengemban dakwah yang umumnya dirasakan dalam era Kapitalisme saat ini adalah masalah rezeki. Apalagi ketika melihat orang lain yang sebaya sudah banyak yang sukses dan mapan dari segi ekonomi. Anak-anak pun mulai besar sehingga membutuhkan biaya yang semakin besar. Hati kadang ciut. Namun, bagi seorang beriman, hal itu tidak menjadi penghambat dakwah. Mengapa? Sebab, dia meyakini bahwa rezeki itu dari Allah SWT. Dialah Yang memberikan rezeki kepada orang yang Dia kehendaki tanpa ada hitung-hitungan (TQS al-Baqarah [2]: 212; an-Nur [24]: 38). Kita semua tentu pernah mengalami saat rezeki datang tanpa disangka-sangka dan dari arah yang tidak terduga-duga. Tidak jarang, ada pengemban dakwah yang hidupnya biasa-biasa saja, tetapi dia mendapatkan rezeki sehingga bisa haji dan umrah. Ada juga pengemban dakwah kesulitan rumah, tiba-tiba ada yang meminjamkan rumahnya dengan gratis. Memang, ada juga kesulitan. Namun, bukankah Allah SWT telah menggariskan bahwa kesulitan selalu bergandengan dengan kemudahan? Para Sahabat adalah contoh terbaik dalam hal ini. Salah satu contoh yang jelas adalah saat mereka berhijrah dari Makkah ke Madinah. Mereka tidak tahu kelak akan tinggal dimana, bisa bekerja atau tidak, makan apa, dsb. Namun, dengan dorongan iman dan ketaatan, mereka berangkat meninggalkan kampung halaman, handai taulan dan harta kekayaan. Demi ketaatan kaum Muhajirin rela hidup dalam kefakiran (TQS al-Hasyr [59]: 8). Lalu apa yang terjadi? Perjuangan mereka berbuah manis. Mereka tetap bisa makan, minum dan punya tempat tinggal, bahkan menjadi orang-orang pertama pendukung peradaban Islam di Madinah. Sudah merupakan sunnatullâh, jalan dakwah itu terjal. Dulu para Sahabat ditimpa kesulitan yang luar biasa, kesempitan, bahaya dan berbagai peristiwa yang mengguncangkan. Begitu beratnya cobaan yang menimpa kaum beriman di jalan dakwah tersebut mereka bertanya kepada Nabi saw., “Kapan pertolongan Allah itu tiba, matâ nashrullâh?” Allah pun cukup menjawab dengan menyatakan, “Ingatlah, pertolongan Allah itu dekat.” (Lihat: QS al-Baqarah [2]: 214. Para Sahabat pun bersabar dalam kondisi demikian. Mereka menyadari betul bahwa tidak ada sesuatu pun yang menimpa mereka kecuali hal tersebut terbaik dari Allah SWT bagi mereka sebagaimana difirmankan Allah SWT dalam surat at-Taubah [9]: 51. Oleh sebab itu, tidak ada rasa kekhawatiran dalam diri seorang pengemban dakwah mendapatkan perlakuan semena-mena oleh penguasanya, namun tidak berarti juga berlaga sombong menantang datangnya cobaan baginya. Dia berprinsip, ‘musuh jangan dicari; kalau ada, hadapi’, dan ‘kalau ingin selamat, ketika ada kemungkaran, hadapi dan jangan lari’. Ubahlah pola pikir! Perkokoh keimanan bahwa rezeki dan kematian berasal dari Allah SWT. Sadarlah bahwa dakwah adalah poros kehidupan dan sangat urgen bagi diri, keluarga dan masyarakat. Lalu aktivitas dimenej sedemikian rupa hingga tantangan dakwah apapun akan disikapi secara proporsional. Pikiran pada waktu menghadapi tantangan itu pun tetap jernih. Insya Allah. Mengundang Pertolongan Allah SWT Selain mengubah pola pikir, tantangan dakwah dapat dihadapi dengan semakin dekat kepada Allah SWT. Pendekatan diri (taqarrub) kepada Allah SWT akan menjadikan kita kekasih-Nya. Semakin kita mendekat kepada Allah, Dia pun semakin dekat kepada kita. Pada saat itulah pertolongan, bantuan dan kemudahan akan diberikan oleh Allah Rabbul ‘alamîn. Rasulullah saw. bersabda dalam salah satu hadis qudsi: Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, “Aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku kepada Diri-Ku. Aku bersama dia ketika dia mengingat Aku dalam dirinya maka Aku mengingatnya dalam diri-Ku. Apabila ia mengingat Diri-Ku di dalam suatu forum maka Aku mengingat dirinya di dalam forum yang lebih baik daripada mereka. Apabila ia mendekat kepada Diri-Ku sejengkal maka Aku mendekat kepada dia sehasta. Apabila ia mendekat kepada Diri-Ku sehasta maka Aku mendekat kepada dia sedepa. Apabila ia mendekat kepada Diri-Ku sedepa maka Aku mendekat kepada dia semil. Apabila ia datang kepada Diri-Ku dengan berjalan maka Aku datang kepada dia dengan berlari.” (HR al-Bukhari). Dengan mendekatkan diri (taqarrub) kepada Allah berarti kita telah mengundang bantuan, pertolongan dan pemeliharaan dari Diri-Nya. Di antara taqarrub kepada Allah SWT adalah salat tahajud (salat malam). Abdullah bin Umar ra. sangat rajin dalam tahajud. Rasulullah saw. memuji beliau sebagai orang salih yang selalu melewati malam dengan shalat dan hanya sedikit tidur (HR al-Bukhari). Baginda Rasulullah saw. juga bersabda, “Pada setiap malam Rabb kami tabaraka wa ta’ala turun (ke langit dunia) ketika tinggal sepertiga malam yang akhir. Ia berfirman, ‘Siapa saja yang berdoa kepada Diri-Ku, Aku akan memperkenankan doanya. Siapa saja yang meminta kepada Diri-Ku, Aku akan memngabul-kan permintaannya. Siapa meminta ampunan kepada Diri-Ku, Aku pun akan mengampuni dia.’” (HR al-Bukhari dan Muslim). Pada saat tahajud inilah setiap orang bisa mengadukan kesulitan hidupnya kepada Allah SWT. Insya Allah, Allah akan memberi dia solusi. Taqarrub kepada Allah juga dapat berupa shalat dhuha, membanyak zikir, berdoa, shaum sunnah, tilawah al-Quran dan banyak ber-muhasabah. Pada sisi lain, tantangan dakwah akan dapat diatasi dengan sikap menerima apa yang ada (qana’ah), syukur, sabar dan tawakal. Sering orang tidak memahami bahwa sikap-sikap tersebut sebenarnya dapat mendatangkan solusi. Hanya saja, solusinya tidak langsung dari manusia, melainkan langsung dari Allah SWT sesuai dengan cara yang Dia kehendaki. Sebagai contoh, Allah SWT akan menambah kenikmatan bagi orang yang bersyukur (TQS Ibrahim [14]: 7). Artinya, semakin banyak bersyukur maka akan semakin banyak pula kenikmatan yang diperoleh. Begitu juga ketika ada kesulitan dan tantangan, lalu dihadapi dengan penuh kesabaran. Dalam kesabaran, Allah akan memberikan bantuan sehingga kesulitan dan tantangan itu akan dapat diselesaikan. Memang, kalau menggunakan logika boleh jadi sulit dipahami, apa hubungan sabar dengan solusi. Padahal bukan sabar itu sendiri yang menjadi solusi, melainkan dalam keadaan sabar tersebut Allah SWT memberikan pertolongan-Nya. Pertolongan Allah SWT itulah yang menjadikan solusi itu datang. “Wahai, orang-orang beriman, mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat, sesungguhnya Allah bersama dengan orang yang sabar,” begitu makna firman Allah SWT dalam surat al-Baqarah ayat 153. Selain itu, dengan tawakal kepada Allah SWT berarti kita meyakini dan menyerahkan urusan untuk diselesaikan oleh Allah SWT, tanpa berpangku tangan. Allah pun telah berjanji kepada siapa saja yang bertawakal kepada Diri-Nya bahwa Dialah yang akan menyelesaikan persoalan yang dihadapi (TQS ath-Thalaq [65]: 3). Rasulullah saw. bersabda, “Andaikata kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakal, sungguh kalian akan diberi rezeki sebagaimana burung diberi rezeki. Di pagi hari keluar dalam keadaan perut kosong dan kembali dalam keadaan kenyang.” (HR Ahmad). Ketika bertawakal kepada Allah, menyerahkan urusan untuk diselesaikan oleh Allah SWT, sebagai seorang Muslim sudah selayaknya kita meyakini bahwa persoalan apapun yang dihadapi akan ada jalan keluar terbaik karena Allah Yang Mahagagah yang menyelesaikan persoalan tersebut. Mengokohkan Tindakan Sikap yang kokoh dan aktivitas ruhiah untuk mengundang pertolongan Allah SWT akan sempurna apabila diikuti dengan memperkokoh tindakan dalam dakwah. Di antara upaya untuk mengokohkan tindakan dalam dakwah adalah terus berdakwah bersama dengan jamaah dakwah. Kita perlu belajar dari lidi. Apabila lidi itu hanya satu atau dua, mudah sekali patah. Berbeda dengan itu, lidi yang diikat menjadi sapu lidi sangat kokoh dan tidak mudah dipatahkan. Begitu juga apabila dakwah hanya seorang diri. Oleh karena itu, kekokohan dakwah akan diperoleh dengan tidak keluar dari jamaah dakwah. Berkaitan dengan masalah ini, Rasulullah saw. bersabda, “Kalian harus berpegang pada jamaah dan menjauhi perpecahan. Sebab, sesungguhnya setan bersama dengan orang sendirian, dan lebih jauh terhadap orang yang berdua. Siapa saja yang menghendaki surga maka berpegang teguhlah pada jamaah. Siapa saja yang merasa senang dengan kebaikannya dan merasa buruk dengan kesalahannya maka ia adalah Mukmin.” (HR at-Tirmidzi dan an-Nasa’i). Hal lain yang penting dilakukan adalah mempersiapkan keluarga (istri, anak) untuk sama-sama memahami pentingnya dakwah sebagai poros hidup. Dakwah merupakan proyek besar dan perjalanan panjang. Risiko pun bukan hanya sekadar dihadapi oleh pengembannya saja, melainkan juga oleh anak dan istrinya. Anak dan istri harus turut menanggung beban sosial dari masyarakat apabila suami dan ayahnya yang pengemban dakwah dicap negatif sebagai ‘garis keras’, misalnya. Mereka harusnya menjadi orang-orang pertama yang membela dakwah. Merekalah orang-orang pertama yang terus memompakan semangat perjuangan. Itulah yang dilakukan oleh Rasul dan para Sahabat. Khadijah ra. adalah istri Rasulullah saw. yang menghabiskan hartanya untuk mendukung dakwah suaminya. Dia orang yang beriman saat orang lain kufur kepada beliau, mencintai beliau ketika orang lain membenci beliau dan membela beliau saat kaum Quraisy berupaya untuk membunuh beliau. Yasir dan Sumayah adalah pasangan suami-istri yang berjuang di jalan Allah. Begitu juga Amar bin Yasir ra. Ia merupakan putra mereka yang menjadi sahabat dekat Rasulullah saw. Umar bin al-Khaththab adalah sahabat yang menjadi khalifah setelah Abu Bakar. Sementara itu, Abdullah bin Umar adalah anak beliau yang berjuang bersama beliau dan menjadi salah satu rujukan di kalangan sahabat. Dengan cara seperti itu, tantangan sebesar apapun akan dihadapi bersama oleh keluarga. Konsekuensinya, risiko yang dirasakan lebih ringan. Sebaliknya, tanpa mempersiapkan keluarga dalam satu barisan dakwah Islam, tantangan justru boleh jadi datang dari keluarga sendiri. Terkait masalah ini kita perlu banyak belajar meneladani prilaku Rasulullah saw., sahabat dan orang-orang shalih. Last but not least, tantangan dakwah akan dapat diselesaikan dengan cara terus menjalankan karakter kepartaian dakwah (tabi’ah hizbiyah). Orang akan dapat merasakan manisnya gula apabila dia memakan gula tersebut. Tidak cukup sekedar diberi tahu bahwa rasa gula itu manis. Begitu juga dakwah. Dakwah akan terasa manis apabila aktivitas dakwah dilakukan. Untuk itu, proses pembinaan (halqah) harus dijalani dengan penuh antusias. Sikap para Sahabat dalam mengikuti pembinaan di Darul Arqam mencerminkan keseriusan dalam pembinaan. Begitu pula apabila ada seseorang tidak sempat mengikuti majelis Nabi saw. maka orang yang hadir akan menyampaikan isinya kepada mereka yang tidak hadir. Di samping menambah tsaqafah, halqah akan menjadikan ikatan dakwah makin erat. Meninggalkan halqah laksana membiarkan diri dimakan serigala. Namun, halqah saja tidak cukup, not sufficient. Para Sahabat tidak hanya mengikuti kajian dengan Nabi saw. Mereka pun menyebarkan Islam yang telah mereka pahami itu kepada masyarakat dengan melakukan kontak. Dengan melakukan dakwah berarti kita menolong agama Allah SWT. Padahal siapapun yang menolong agama-Nya niscaya Dia akan memberikan pertolongan kepada dirinya (TQS Muhammad [47]: 7). Pengorbanan pun harus terus dilakukan. Salah satu wujud pengorbanan itu adalah menginfakkan hartanya di jalan dakwah. Para Sahabat Nabi tidak segan mengeluarkan harta. Mereka menggemgam harta seperti menggemgam tanah. Sekadar contoh, suatu waktu Nabi Muhammad saw. mengirim utusan kepada Utsman bin Affan agar ia dapat membantu pasukan al-’usrah. Tanpa berpikir dua kali, Utsman menyerahkan uang senilai sepuluh ribu dinar (sekitar Rp 12,975 miliar) melalui utusan tersebut (diriwayatkan oleh Ibnu ‘Adi, Daruquthni, Abu Nu’aim, dan Ibnu Asakir; al-Muntakhab, V/ 12). Salman al-Farisi selalu menyisihkan sepertiga hasil usahanya untuk berinfak (Ibnu Sa’ad, IV/ 64). Betapa ringan para Sahabat dalam berinfak di jalan Islam. Tanpa disadari, infak harta yang diberikan di jalan Allah SWT akan dibalas sebanyak tujuh ratus kali lipat, bahkan lebih. Hal ini dijelaskan dalam surat al-Baqarah [2] ayat 261. Ringkasnya, tantangan dakwah akan dapat diatasi dengan cara mengokohkan keimanan, mengundang pertolongan Allah SWT dengan cara ber-taqarrub kepada-Nya, serta melakukan aktivitas dakwah itu sendiri dengan penuh kesungguhan. Ketiga hal tersebut merupakan langkah praktis dalam menghadapi segala tantangan dakwah. Salam Dahsyat dan Luar biasa! Allahu Akbar! Wallâhu a’lam.

Sunday, January 20, 2013

Insan yang Luar Biasa! ( karya santriku Al-Amri Leces)

Insan yang Luar Biasa Bismillahirrahmanirrahim ­ *_^ Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Haiy Remaja Islam.,!! Bagaimana kabar kalian saat ini.? Karena saya bilang kalian adalah “Remaja Islam”, maka pastinya kalian akan mengisi hidup lebih berarti, tidak terlena akan kehidupan dunia yang fana, mengisi hidup dengan taat, menjadikan usia kalian bermanfaat, dan tidak akan membiarkan waktu terlewat untuk segala kebaikan. Akan tetapi, bagaimana fakta saat ini.?

Fakta remaja saat ini amat sangat bertolak belakang. Mengapa.? Remaja sekarang hanya memikirkan bagaimana pertanggungjawabannya pada saat di akhirat nanti. Dalam contoh kecil saja, mereka tidak bersyukur atas apa yang telah diberikan oleh Allah SWT kepada mereka. Mereka dapat bernafas, berfikir, dan bertindak atas segala sesuatu itu adalah hal yang biasa baginya. Dan pastinya kalian berbeda, para remaja islam.,!! Tentu kalian berbeda dengan para remaja biasa diluar sana. Jika kalian faham untuk apa keberadaan kalian di dunia ini, pasti segala sesuatunya akan terkonstribusi dengan baik. Setiap kali kita bernafas, berfikir, bertindak, dan segala sesuatu yang akan kita lakukan pasti mengarah pada kebaikan. Itulah yang akan terjadi jika kita mendasari setiap sesuatu itu berhubungan dengan Sang Khaliq, yakni Allah SWT. Jika kita sudah seperti itu, maka sudahlah kita termasuk insan yang luar biasa, bukan yang biasa. Dan yakinlah bahwasannya kita memang adalah insan yang luar biasa. Insan yang luar biasa pasti akan mendapatkan kesuksesan dalam hidupnya. Kesuksesan itu akan selalu menyertainya. Betapa bahagianya ia menjadi insan yang bersahaja dalam hidupnya. Tentunya kalian, para remaja islam tidak akan pantang menyerah untuk mendapatkan kesuksesan yang dimiliki oleh insan yang luar biasa.
Nah, untuk itu, saya ingin berbagi tips dengan kalian, remaja islam…

Ada empat kata kunci pembuka kesuksesan, yakni:

  1. Jadilah diri anda sendiri Kita bisa mengambil sebuah pelajaran dengan melihat sungai. Di dalam sungai terdapat air, batu, ikan, sampah, dsb… Dalam kehidupan itu, kita harus meneladani ikan. Karena ia memiliki jati diri. Kemana pun ia mau, ia akan menjalaninya walaupun harus melawan arus air yang bertolak belakang. Sedangkan sampah tidak seperti itu. Ia hanya bisa mengikuti arus air. Kemanapun air mengalir, ia akan mengikutinya. Demikian pula dengan batu, ia tidak seperti ikan. Ia hanya bisa berdiam diri saja di tempatnya. Tidak mau brjalan sendiri, juga tidak mengikuti air. Maka, ikanlah yang patut dicontoh. Karena ia menjadi diri sendiri. Begitu juga dengan kalian, harus menjadi diri sendiri. 
  2. Jadilah yang luar biasa, jangan menjadi yang biasa Menjadi yang luar biasa adalah idaman semua orang. Orang biasa itu sudah banyak, karena mereka hanya melakukan segala sesuatu itu dengan target “cukup atau minimal”. Sedangkan yang luar biasa itu sedikit. Karena mereka mengambil target yang “lebih atau maximal”. Maka mereka lebih dari biasa.
  3. Selalu berfikir yang positif Kita harus menghilangkan fikiran-fikiran yang negative. Karena itu bisa merusak fikiran kita. Dan kita harus berfikiran positif.
  4. Percaya diri Jika kita yakin dengan suatu kebenaran, maka janganlah malu-malu untuk melakukannya. Kita harus percaya diri untuk mengutarakan suatu kebenaran. Janganlah takut jika nantinya kita akan dicemooh. Percayalah pada diri kita sendiri.! Maka berloma-lombalah dalam kebaikan. Jadilah yang terbaik, yang terdepan, dan yang akan meraih kesuksesan yang gemilang. 
Dan janganlah lupa, bahwa semua itu hanyalah semata-mata karena Allah Ta’ala. Semoga apa yang telah saya berikan ini, bermanfaat untuk kalian, walaupun banyak kekurangan. Karena segala kesalahan dalam diri saya datangnya dari saya sendiri. Adapun kelebihan itu datangnya dari Allah SWT.

Terima kasih atas perhatiannya. SEMANGAT., Remaja Islam.,!! Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

 Nama : Jihad Ravida Putri Kelas : VIII Putri Sekolah : SMPIT Al-Amri

Saturday, January 19, 2013

Salah Satu Tulisan Santriku di Al-Amri Leces

Let’s Be The Extraordinary People, Not The Ordinary People! Ada sebuah pertanyaan yang kadang mengganggu pikiran kita, “mengapa ada orang yang bisa mendapat semua kainginannya, sukses, berhasil, mempunyai jabatan tinggi, bekerja sebagai dosen, insinyur, pejabat tinggi, direktur. Namun ada orang yang hanya bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, syukur- syukur ada keinginan yang tercapai, kerjanya tiap hari nyangkulin sawah, mandiin ternak, motongin rumput. Dunia ini seperti tak adil!”. Dari pernyataan tadi, terdengar kabar burung yang menjawab pernyataan tadi, “dunia ini adil, ada yang kaya dan ada yang miskin, kalau semua orang kaya, trus siapa yang akan membersihkan selokan mampet? Siapa yang akan membuang sampah yang numpuk depan rumah? Siapa yang akan motongin ilalangdepan rumah?, kalau tak ada si miskin, dunia ini bakal kumuh dan kotor!”. Memang tidak seluruh pernyataan tadi salah, juga tidak semuanya benar, tapi permasalahannya, apa yang membuat adanya orang kaya dan orang miskin? Apa yang menjadi pembeda antara si jas licin dan si kaos bolong? Apa yang menjadi jurang pemisah antara yang sarapan roti dan susu dan yang sarapan karak dan air putih berjentik jentik nyamuk?. Jawabannya, yang menjadi penyebab adanya kaya dan miskin, yang menjadi pembeda antara si jas licin dan si kaos bolong, yang menjadi jurang pemisah antara yang sarapan roti dan susu dengan yang sarapan karak dan air putih berjentik nyamuk hanya satu, yakni habit-nya. Habit atau kebiasaan ini bukan kebiasaan karena sering memakai jas licin tanpa alasan yang pasti, bukan pula karena sering sarapan roti dan susu, bukan pula karena sering bertamasya bersama cangkul ke sawah, namun kebiasaan di sini deraarti kebiasaan memberi kontribusi. Si kaya, si sukses, si jas licin, dkk. terbiasa menyumbangkan kontribusi positif pada dirinya, lingkungan, maupun dunia, namun bukan berarti para petani, buruh, dkk. tidak memberi kontribusi kepada dirinya, lingkungannya, maupun dunia, tapi kualitas dan kuantitas yang disumbangkan para petani dkk. masih di bawah para pengusaha sukses, para pengubah dunia, dkk., jangan berpikir bahwa orang-orang sukses ini berkontribusi banyak dan memiliki kualitas yang tinggi karena bekerja pada sebuah instansi dengan jabatan tinggi, bahkan banyak dari para kontributor pengubah dunia yang pengangguran seumur hidupnya. Para kontributor pengubah dunia ini tidak memberi kontribusi ketika mereka bekerja saja, tapi mereka memberi kontribusi ketika mereka bernafas, berjalan, bergerak, berpikir, diam, sendiri, bersama orang lain, bahkan ketika koma sekalipun mereka masih memberikan kontribusi nyata. Hal yang selalu ada pada pikiran orang-orang sukses itu hanya “Jangan pernah menunggu kesuksesan datang menjemput, nanti yang datang duluan malah maut, pergilah tuk menjemput, jangan cuma dalam mulut, berilah kontribusi yang patut, jangan Cuma bisa menyulut, terakhir kepastian yang didapat adalah hasil, mahakarya, dan kesuksesan yang pastinya salut!” Kita sebagai seorang muslim diperintahkan oleh Allah untuk berusaha sebagaimana dalam QS. Ar-Ra’du ayat 12 yang berbunyi: “sesungguhnya Allah tidak akan merubah apa-apa (keadaan) dari suatu kaum hingga mereka merubah-nya sendiri”. Para ulama muslim meyakini betul ayat tadi, mereka berpikir bahwa umat Islam tidak akan pernah maju, mulia, dan berubah lebih baik jika tidak di rubah oleh umat muslim itu sendiri, sehingga muncul banyak ilmuan muslim dan ulama ulung pada masa “The Dark Age” di hamparan negara-negara Eropa dan “The Golden Age” di hamparan negeri Khilafah. Mereka adalah Al-Khawarizmi sang penemu aljabar yang sampai sekarang terus di gunakan oleh khalayak ramai, Abbas Ibn Firnas orang yang pertama kali bisa terbang jauh sebelum Wright bersaudara berpikir untuk membuka bengkel sepeda, Ibnu Sina yang terkenal sebagai Aveccena sang bapak ilmu kedokteran modern. Apakah dunia “The Golden Age” hanya diwarnai oleh kaum laki-laki? Katanya Islam memuliakan wanita?. Tentu, ada Maryam Ijliya Al-Asturlabi, penemu alat astronomi yang bernama astrolube, lalu ada Al-Firhi bersaudara, Fathimah Al-Firhi, dan adiknya Maryam Al-Firhi, mereka memberi kontribusi kepada dunia dunia sesuai kemampuan masing-masing. Fathimah lebih memilih untuk membangun sebuah universitas Al-Qarawiyyin(Al-Karaouine) yang diperkirakan masih terus berjalan sampai 1200 tahun kemudian dan menginspirasi universitas-universitas terkemuka di dunia. Maryam memilih untuk membengun masjid agung Al-Andalus, masjid tersebut membantu teknik membangun masjid menawan lainnya. Caranya? Cara memberi kontribusi yang berkualitas dan berkuantitas tinggi sebagaimana dalam beberapa training motivasi itu mengacu pada rumus “D.U.I.T.”. Tapi, jangan mengira D.U.I.T. disini berarti fulus bin money alias uang bin arto, tapi Do’a, Usaha, Istiqomah, dan Tawakkal. Dalam sebuah hadist diriwayatkan bahwa senjata seorang muslim adalah do’a, bekan berarti do’a sebagai tembak ataupun pedang, tapi mu’min berdo’a agar diberi kemenangan dan kemudahan dalam menjalani hidup. Usaha, sebagaimana telah disebutkan dalam ayat tadi , Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum atau seseorang melainkan mereka yang akan merubah nasib atau keadaan mereka sendiri, berarti Allah mewajibkan orang-orang islam untuk berusaha menjadikan keadannya lebih baik. Istiqomah, inilah rumus kesuksesan yang paling sulit untuk dilakukan, selain membutuhkan waktu yang tidak sedikit, juga membutuhkan biaya, tenaga, kesabaran, serta keikhlasan yang tak kalah banyaknya, tapi inilah yang menjadi kunci utama kesuksesan. Tawakkal, bukan berarti menyerahkan segalanya kepada Allah tanpa ada usaha sedikitpun, juga bukan berarti menyerahkan segalanya kepada Allah tanpa dibarengi dengan usaha yang mentok, melainkan Tawakkal berarti menyerahkan hasil akhir kepada Allah sepenuhnya dengan disertai kejujuran, keikhlasan, dan telah melewati masa usaha yang nganti mentok,sebagaimana dalam Al-Qur’an QS. Ali Imran, ayat 159 yang berbunyi: “Dan ketika kalian telah bertekat(setelah memutuskan atau mengerjakan perkara) maka bertakwalah pada Allah. Sesungguhnya Allah mencintai orang yang bertawakkal” Tapi ingat bahwa setiap apa-apa yang dilakukan oleh seorang muslim harus ada kontribusi positif kepada dunia muslim yang sedang terpuruk ini, entah bernafas, bergerak, berpikir, beraktivitas, bertindak- tanduk, berjalan, hingga koma pun tetap memberi kontribusi positif kepada dunia. Dikisahkan Imam Al-Ghazali ketika ia sedang membaca suatu kita, beliau sakit perut, kemudian beliau menyuruh asistennya untuk membacakan kitab tersebut selagi Imam Al-Ghazali buang hajat. Ada lagi, seorang yang dia dalam keadaan koma selama beberapa hari, setelah orang tersebut sadar dari komanya, dia meminta bolpoin dan kertas untuk menulis karyanya. Sampai begitunya orang-orang yang “LUAR BIASA” ini walaupun dalam keadaan koma, malah mendapat inspirasi untuk karyanya. Kalau mereka bisa, kenapa kita tidak bisa? Caranya?. Jadikan setiap nafas, pikiran, perasaan, tidur, bangun, berjalan, duduk, hingga hal-hal yang sepele seperti, makan, minum, dll. hanya demi kemuliaan islam dan kaum muslim, selalu memikirkan cara agar Islam bisa menerangi Alam semesta, Islam bisa memayungi jagat raya, Islam memberi keselamatan bagi seluruh ciptaan-Nya. “Jangan lihat dirimu hari ini, tapi lihat apa yang terjadi padamu besok”. Takbir! Takbir! Takbir!!! (Haidar Azzamuddin - Santri PP Al-Amri Leces )

Wednesday, January 16, 2013

Go Internasional

Mohon Doa nya Semoga bermanfaat dan lancar semuanya dan Tahun ini bisa berbagi kebaikan dan memberikan Spiritual Motivation go Internasional di Hongkong, Malaysia,Australia,Jepang,Jerman, Mesir dll

Tuesday, January 15, 2013

Didiklah dan berbuatlah lebih banyak maka hidup kita pun jadi mulia!

Didiklah dan berbuatlah lebih banyak maka hidup kita pun jadi mulia! Jika kita menyibukkan diri dengan segala bentuk kekurangan, maka kita juga akan membangun medan resonansi yang penuh kekurangan. Sebaliknya, jika kita menyibukkan diri dengan keadaan yang serba kelebihan, maka kita juga akan membangun sebuah medan resonansi yang penuh dengan kelimpahan. ( Law of Resonance ) Sobat, salah satu kunci sukses di bidang apa pun disebabkan karena mereka-mereka mengajar dan mendidik lebih banyak orang. Misalnya banyak penulis buku di gramedia pustaka utama adalah trainer yang memiliki usaha pelatihan manajemen atau motivasi dan pengembangan diri. Itulah sebabnya dengan mengajar lebih banyak orang, seorang penulis akan mencapai kesuksesan. Tentu saja ini juga akan membawa dampak terhadap perusahaan di mana ia bergabung. Robert T. Kiyosaki menjadi sukses karena mengajarkan kemadirian financial kepada lebih banyak orang. Demikian juga Tung Desem Waringin. Jamil Azzaini, Mario Teguh, Gede Prama menjadi sukses karena mereka-mereka mengajarkan lebih banyak kearifan dan memotivasi lebih banyak orang di Indonesia. Dik Doang dengan Kandang Jurangnya juga memiliki misi mengajar lebih banyak anak-anak Indonesia untuk mengenal lingkungan hidup. Sobat, mengerjakan lebih banyak dan mengajarkan lebih banyak sebenarnya dituntut pada setiap insan di negeri ini, baik penjual,guru,dosen,mahasiswa,pegawai,polisi, tentara, editor,penerbit dan siapapun yang peduli dengan keadaan bangsa Indonesia. Mengerjakan lebih banyak, sebenarnya bisa dikerjakan siapa saja dan hasilnya secara kumulatif akan sangat luar biasa. Mengerjakan lebih banyak harus dimulai ketika pagi hari dan tidak boleh dilakukan menjelang jam pulang kantor sehingga kantor terpaksa membayar lembur yang tidak perlu. Sobat,bagi makhluk Allah yang menyadari bahwa hidup ini hanya sebentar dan di dunia ini adalah sawah ladangnya akherat tentu di sisa hidup ini kita berusaha memberikan prestasi yang terbaik yang menjadikan Allah Ridho dan layak menolong kita. Dalam Law of Resonance disebutkan Jika kita menyibukkan diri dengan segala bentuk kekurangan, maka kita juga akan membangun medan resonansi yang penuh kekurangan. Sebaliknya, jika kita menyibukkan diri dengan keadaan yang serba kelebihan, maka kita juga akan membangun sebuah medan resonansi yang penuh dengan kelimpahan. Prof. Zig Ziglar mengatakan, bilamana kita mengerjakan lebih daripada bayaran kita untuknya, akhirnya kita akan dibayar lebih untuk apa yang dikerjakannya. Beri orang lebih dari yang mereka harapkan inilah prinsip service. Alangkah Indahnya bila penguasa negeri ini memahami hal di atas apalagi mereka melayani rakyat dengan sepenuh hati sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW dan Khulafa’ Ar –Rasyidin. Suatu ketika ada sepasang suami isteri yang isterinya lagi hamil tua berniat menuju Madinah hendak menemui Amirul mukmin khalifah Umar bin Khattab, di tengah perjalanan mereka mengalami kelelahan dan berkemah di tengah padang pasir. Di saat itu isterinya merasa sakit sekali perutnya tanda-tanda akan segera melahirkan, kebetulan ada seorang pejabat yang menyamar sebagai rakyat jelata lagi sidak di tengah-tengah masyarakat dan membantunya dengan setulus hati, dia pulang sebentar mengajak isterinya kembali ke tenda dan membawa peralatan serta makanan untuk sepasang suami isteri yang sedang menunggu kelahiran anaknya. Kemudian Sang pejabat perintahkan kepada isterinya, “ Kamu masuklah ke tenda segera kamu tolong persalinan isteri bapak ini.” Saya bersama suaminya akan masak air dan makanan untuk keperluan mereka malam ini.” Kata Sang Pejabat. Sambil berbincang-bincang dengan gayeng mereka berdua senda gurau. Si Bapak membicarakan tentang kepemimpinan Umar. Kemudian muncullah Isteri Sang Pejabat dengan menggedong jabang bayi mungil yang menangis nyaring. “ Alhamdulillah ,Wahai Amirul mukminin, bayinya telah lahir laki-laki dan sehat nan tampan” Kata isteri Sang Pejabat. Kemudian mereka berdua begitu senang gembira dan mendoakan bayi itu. Sepasang suami isteri yang barusan melahirkan putranya tertegun diam seribu bahasa dan kagum ternyata yang menolong mereka adalah seorang Khalifah (Kepala Negara) yaitu Umar Bin Khattab beserta isterinya. Subhaanallah!!!! Sobat, Khalifah Umar Bin Khattab seorang sahabat Nabi yang banyak belajar, bekerja dan mengajarkan serta mendidik jauh lebih banyak kepada kaum muslimin pada masa itu, sehingga sampai hari ini namanya harum dan mulia sebagai pemimpin yang layak diteladani bagi para pemimpin di dunia ini. Sobat, terinspirasi dari beliau kami bersama dengan teman-teman mengelola Pesantren Al-Amri Leces probolinggo, yang santrinya udah mencapai sekitar 250 orang, PP Al-Ihsan Baro Nganjuk Insya Allah tahun ini mencapai 100 Santri, Mentor FM Plus yang telah menelorkan ratusan trainer dan penulis muda, kemudian setiap kami sore ngisi live-talk Motivation di SMART 88.9 FM Surabaya. Tahun ini saya menargetkan mampu menginspirasi dan mencetak 1000 orang kader dakwah yang ideologis untuk berbuat lebih banyak untuk menjadikan Indonesia menjadi lebih baik. Semoga Allah memudahkan segala urusan kita semua. Aamiin. Ayo sobat, berbuatlah lebih banyak dan Ajarlah serta didiklah lebih banyak orang! Sebagai bekal kita untuk menghadap keharibaan Allah SWT. Buatlah tanda di alam semesta! Allahu Akbar!!!! Salam Dahsyat Dan Luar Biasa! (Spiritual motivator – N. Faqih Syarif H, S.Sos.I,M.Si Penulis Buku Thanks God dan Never Give Up! www.faqihsyarif.com )

Monday, January 14, 2013

Mentor FM Plus Menjadi Trainer dan penulis hebat

Mentor FM Plus Menjadi Trainer dan penulis hebat membuka kelas baru Angkatan XXX di awal tahun 2013 dibimbing langsung oleh Spiritual motivator N.Faqih Syarif H tiap kelas hanya 10 Orang. Lama Pendidikan tiap minggu sekali selama 6 Bulan. Dinyatakan lulus /wisuda jika sudah punya karya atau melakukan Training di masyarakat dengan rata-rata nilai Min 3,00 dibuktikan dengan Bentuk Karya buku serta dokumentasi saat melakukan training. Pelepasan Wisuda dgn Outbound atau Rafting. Uang Pendaftaran Rp 100 ribu.( Dapat buku panduan ) Infaq tiap bulan 50 Ribu. Pendaftaran lgs di Rumah Inspirasi FM Jl.S.Parman IVA no 8 Waru - Sidoarjo atau Hub. Bunda Aini 088804953440

Wednesday, January 9, 2013

Membangkitkan Raksasa yang ada dalam diri kita

Membangkitkan Raksasa yang ada dalam diri kita.
Optimisme adalah keyakinan yang menunjukkan Anda pada kemajuan. Tidak ada prestasi yang dapat diraih tanpa harapan dan kepercayaan diri. (Helen Keller) Sobat, ada banyak potensi yang ada dalam diri ini yang Allah berikan kepada kita sehingga layak kita bersyukur kepada-Nya, semakin banyak kita menuliskannya dan mensyukurinya akan menjadikan kita memiliki kepercayaan diri yang luar biasa dan memiliki rasa optimisme dalam hidup ini. Sobat, jika anda ingin membangun medan resonansi yang penuh dengan rasa hormat dan rasa dihargai, maka kita bisa melakukan hal berikut ini : • Tuliskan pada sehelai kertas atau lebih baik pada sebuah buku kecil, semua yang membuat Anda merasa bangga terhadap diri Anda sendiri dan bersyukur sama Allah. • Ingatlah, tentunya banyak hal yang telah berhasil Anda capai. • Garis bawahi semua kelebihan-kelebihan Anda. • Lalu, pikirkanlah sekali lagi dengan baik. Hal-hal apa lagi yang bisa membuat Anda bersyukur dan bangga. • Tarik nafas Anda dalam-dalam, lalu hembuskan nafas . Awali dengan Alhamdulillah Ya Allah ….(baca daftar yang Anda buat tadi perlahan-lahan). • Rasakan bagaimana rasanya dalam diri Anda. • Rasakan kekuatan yang ada di dalam diri Anda.Rasakan kebanggaan Anda. Lalu rasakan bagaimana senangnya jika Anda bisa merasa bangga terhadap diri Anda sendiri. Sangat menyenangkan tentunya, karena telah banyak berhasil mencapai sesuatu dalam hidup Anda. • Tambahkanlah daftar tersebut sesering mungkin. Bawalah ke mana pun Anda pergi. Sobat,semakin sering kita lakukan hal di atas semakin membuat kita semakin optimis dan percaya diri, dan kita akan merasa terkejut, jika mengetahui berapa banyak keberhasilan yang telah kita capai selama ini. Semakin banyak yang kita ingat, semakin bersyukur kita, maka akan semakin baik. Sobat, apa pun progresnya, disyukuri. Ya semuanya disyukuri. Justru dengan bersyukur : Energi akan positif, pikiran akan jernih, perasaan akan teduh, potensi rezeki akan terbuka, nikmat-nikmat akan ditambah, ujung-ujungnya, kita akan dikayakan oleh Allah SWT. Subhaanallah! Sobat,Yakinlah bahwa Allah menginginkan kita sukses dan bahagia. Berikut ini tiga hal yang terpenting dalam meraih impian kita adalah : 1. Apa pun yang Anda inginkan, bawalah hal itu dari daya nalar anda ke dalam hati. 2.Jika kita mengharapkan keinginan kita terpenuhi, maka kita harus yakin bahwa keinginan itu akan menjadi kenyataan. 3.Jika kita mengharapkan keinginan kita terpenuhi, pertama-tama kita harus selalu berada dalam suasana hati yang bahagia. Sobat, Antony Robin pernah menyatakan, Salah satu alasan begitu sedikit orang yang meraih apa yang diinginkannya adalah karena kita tidak pernah fokus; kita tidak pernah konsentrasi pada kekuatan kita. Kebanyakan orang hanya mencoba-coba berbagai macam jalan dalam hidup mereka. Mereka tidak pernah memutuskan untuk menguasai suatu bidang khusus. Fokus pada kekuatanmu dan kembangkan kekuatan itu. Di sanalah Anda harus mencurahkan waktu, energi dan sumber daya Anda. Teruslah bertumbuh dan tingkatkan diri. Dalam kepemimpinan, jika Anda berhenti bertumbuh,habislah Anda. Sobat, Sugesti diri atau afirmasi yg efektif. Setidaknya ada 9 pedoman : 1. Mulailah dengan kata Aku atau saya. 2. Gunakan keterangan waktu sekarang. Misalnya Aku sedang menikmati sebuah tempat Inspirasi dan pelatihan di area 10 hektar di pegunungan 3. Nyatakan dalam kalimat positif.Tegaskan apa yang anda inginkan, bukan apa yg tidak anda inginkan. 4.Singkat saja. Bayangkan afirmasi anda seperti sebuah jingle iklan. 5. Buat yang lebih spesifik. Afirmasi yang tidak jelas membuat hasil yang tidak jelas pula. 6. Sertakan kata kerja aktif 7. Sertakan sedikitnya satu kata dinamis atau perasaan. 8. Buat afirmasi untuk diri anda sendiri. 9. Tambahkan atau sesuatu yang lebih baik. Sobat, Ingatlah selalu setiap melakukan afirmasi diri awali dengan kalimat syukur. Alhamdulillah Ya Allah……. Di akhir artikel ini sobat, Ingat 3 Berusaha : 1. Berusaha mempersembahkan yang terbaik di hadapan Allah SWT. 2. Berusaha memberi makna dan manfaat kepada sesama. 3. Berusaha mencari Ridho-Nya Insya Allah akan memberi keberlimpahan dalam hidup kita. Ya Allah Jadikanlah kami hamba-hamba-Mu yg senantiasa taat dan bersyukur kepada-Mu. Aamiin Salam Dahsyat dan Luar biasa! (Spiritual Motivator – N.Faqih Syarif H www.faqihsyarif.com )

Friday, January 4, 2013

Temukan Misi Hidupmu!

Pertanyaan yg membantu kita menemukan jati diri dan Misi hidup kita di dunia ini ! 1. Siapakah diri anda ? 2. Darimana anda berasal ? 3. Siapa yang mengirim anda ke muka bumi ini ? 4. Mengapa saya dilahirkan pada tahun (Tulis di mana tahun anda dilahirkan), sehingga saya aqil baligh dewasa dan punya kemampuan di dalam kondisi kaum muslim terpuruk, rosul dihina, al-quran dibakar,kaum muslim dibantai,kita dipimpin oleh penguasa yang dzalim ? 5. Dari pertanyaan no.4, apa maksudnya aku dilahirkan dimuka bumi ini ? 6. Apa yang Allah inginkan dariku ? 7. Apa misi anda di jagad raya ini ? 8. Apa yang akan anda tinggalkan ketika meninggal nanti, sehingga orang setelah anda tau bahwa anda pernah ada di dunia ? 9. Andai tiba saatnya ada yang mengirim kita dan kembali padanya,ketika diakhirat nanti allah bertanya padaku: “wahai (sebut nama anda) apa saja yang telah engkau lakukan didunia, sehingga Aku harus memasukkanmu kesurgaku ?” Bagi Mahasiswa saya di Kampus UHT inilah salah satu soal UAS yang harus anda jawab dengan melakukan kontemplasi terlebih dahulu. Salam Dahsyat dan Luar Biasa! Spiritual Motivator N.Faqih Syarif H< S.Sos.I,M.Si,

Tuesday, January 1, 2013

Buatlah Resolusi Tahun 2013 Hidup Anda!

BUatlah Resolusi Tahun 2013 Hidup Anda! “kegagalan itu memberi pelajaran, memberi kesempatan untuk mencoba lagi membawa hikmat dan berkah. Kegagalan tidak berarti : Anda tidak melakukan sesuatu,tidak menyelesaikan sesuatu, ini berarti Anda telah belajar sesuatu.” Sobat, kita telah memasuki awal tahun 2013. Sudahkah kita mengevaluasi apa saja yang sudah kita lakukan dalam pencapaian prestasi selama tahun 2012? Seberapa meingkat kebaikkan dan ketaatan kita kepada Allah SWT selama tahun yang lalu? Lakukan muhasabah diri, perubahan dan perbaikkan diri secara terus-menerus dan menjaga apa yang sudah kita capai di tahun kemarin. Ayo jadikan tahun 2013 tahun prestasi dan kegemilangan hidup kita dan teruslah membuat tanda di alam semesta. Be The Best Not Be Asa! Sobat, jika kemarin kita mengalami kegagalan, ingatlah bahwa kegagalan itu memberi pelajaran, memberi kesempatan untuk mencoba lagi membawa hikmat dan berkah. Kegagalan tidak berarti : Anda tidak melakukan sesuatu,tidak menyelesaikan sesuatu, ini berarti Anda telah belajar sesuatu. Kemenangan kita bukan karena tidak pernah jatuh, namun karena berani bangkit setiap kali kita jatuh. Berdiri dan tataplah diri-sendiri dan berjanjilah untuk menjadi yang terbaik di bidang tertentu agar berguna bagi banyak orang. Jaga pikiran Anda, karena akan menjadi kata-kata Anda. Jaga kata-kata Anda, karena akan menjadi tindakan Anda. Jaga tindakan anda, karena akan menjadi kebiasaan Anda. Jaga kebiasaan Anda karena akan mengubah nasib Anda. Sobat, Ayolah buat Resolusi 2013 hidup anda dan visualisasikan dengan menggunakan afirmasi positif yang efekti. Ingatlah bahwa Kau bisa menjadi apa pun yang kau inginkan,jika saja keyakinanmu cukup besar dan tindakanmu sesuai dengan keyakinanmu. Allahu Akbar! Kau bukan sebuah kebetulan.Kau tidak diproduksi secara massal.kau bukan produk jalur rakitan.Kau sengaja dirancang,khusus dikaruniai talenta. Kau sengaja dirancang, khusus dikaruniai talenta, dan dengan penuh kasih di tempatkan di bumi oleh Sang Maha Guru dan Sang Maha Pencipta. Jika anda ingin sukses dlm menciptakan kehidupan impian anda, anda harus yakin bahwa anda mampu mewujudkannya. Sobat, JIka Anda punya kemauan untuk menang, Anda sudah mencapai 1/2 sukses.Jika tidak punya kemauan utk menang,Anda sudah mencapai 1/2 kegagalan. Jangan biarkan kesalahan dan kekecewaan masa lalu menentukan dan mengatur masa depan. Berbuat lebih banyak untuk dunia dibanding yg di buat dunia untuk kita, bahasa Rasul “ Sebaik-baik manusia adalah manusia yang paling bermanfaat bagi sesama.” Sobat, Ubahlah kesulitan-kesulitan menjadi peluang karena setiap kesulitan adalah operasi dari Yang Maha Kuasa utk membuat kita menjadi lebih baik. memiliki impian dan cita-cita itu tidak bodoh.Yang bodoh adalah tidak memiliki impian dan cita-cita. Never give Up! Jangan cemas tentang apakah matahari akan terbit atau tidak. Siapkan diri untuk menikmatinya. Bagaimana agar kita menjadi pribadi yg hebat dan berprestasi? 1. Kenali potensi diri dan maksimalkan. Jangan pernah berhenti belajar. Gagal coba lagi,coba lagi dan coba lagi 2. Memiliki tujuan hidup dengan jelas dan memiliki visi utk melakukan terobosan-terobosan baru. 3. Do the best. Lakukan yang terbaik. Be The Best not Be asa. 4. Tidak takut dengan perubahan,hindarilah stagnasi dan lakukan inovasi-inovasi yang kreatif 5. Amati bagaimana orang-orang sukses berpikir, berprilaku.Praktekkan prinsip-prinsip tokoh-tokoh besar sepanjang zaman diantaranya Rasulullah SAW. 6. Berani mengambil resiko dan memiliki dorongan yang besar untuk berkarya. 7. Setia pada perkara kecil, terdorong oleh setiap prestasi kecil. Selalu menyelesaikan apa yg telah di mulai. Jangan menyerah di tengah jalan. 8. Memiliki tekad yang kuat untuk sukses. Tekad berasal dari hasrat yang menyala-nyala. 9. Jagalah hati! jangan kau kotori! Dengan Iman, Takwa serta tawakkal kepada Allah SWT. Kuatkan keyakinanku,Ya Allah utk terus melangkah dan terus melangkah hingga akhirnya aku dan semua orang yang bersamaku meraih berkah dan ridho-Mu. Sesungguhnya aku tiada daya dan upaya melainkan dengan pertolongan-Mu Ya Allah. Ya Allah, karuniakanlah segala kebahagiaan dunia dan segala kemuliaan akherat. Aamiin Ayo Buatlah Resolusi 2013 dalam hidup Anda! Salam Dahsyat dan Luar Biasa! Never give up! (Spiritual Motivator – N.Faqih Syarif H Penulis Buku Thanks God Menebar Rahmat meraih Nikmat dan buku Never Give Up! www.faqihsyarif.com )

Next Prev home

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co