Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Wednesday, August 22, 2012

Ramadhankan 11 bulan yang lainnya.

Ramadhan telah Usai,

Lanjutkan dan beristiqomahlah dalam beribadah “Sesungguhnya yang paling menentukan dalam kesuksesan hidup seseorang adalah seberapa besar manusia mengontrol dirinya, bukan seberapa pandai dia.” Sobat, Ramadhan telah usai bukan berarti kita kembali ke kebiasaan kita sebelum ramadhan,tetapi mari kita jadikan 11 bulan yang lain seperti kita melakukan ibadah di bulan suci ramadhan. Ukuran keberhasilan kita di bulan suci ramadhan bukanlah saat ramadhan, melainkan apakah setelah ramadhan terjadi perubahan dan peningkatan ke arah yang lebih baik dan semakin dekat kepada Allah SWT? Inilah perjuangan kita selanjutnya di 11 bulan yang lainnya sebagai persiapan kita ketika menghadap ke haribaan Allah SWT. Sobat, Puasa mengajarkan kita untuk disiplin dan jujur serta melatih secara bijak untuk mengontrol diri ini untuk senantiasa berada di jalan-Nya. Bukankah Sesungguhnya yang paling menentukan dalam kesuksesan hidup seseorang adalah seberapa besar manusia mengontrol dirinya, bukan seberapa pandai dia. Mudah-mudahan kita mampu meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita di bulan suci Ramadhan serta mampu menjaga dan beristiqomah dalam beribadah di 11 bulan yang lain. Aamiin. Sobat, sudah selayaknya bagi seorang muslim untuk berusaha menggapai kelezatan dalam beribadah. Baginda Rasulullah SAW pernah bersabda kepada Bilal,” Bangkitlah Wahai Bilal dan tenangkanlah kami dengan Sholat,” karena beliau merasakan kelezatan dan kebahagiaan hati di dalamnya, dan Nabi memanjangkan sholat malam sebagai bukti atas ketenangan dan kebahagiaan yang dirasakan dalam bermunajat kepada Allah SWT. Sebagaimana Allah SWT berfirman : “ Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. dan Sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’ (QS. Al-Baqarah :45) Sobat, bagaimana caranya agar meraih kenikmatan dalam beribadah? Dalam artikel singkat ini kita akan membahasnya, diantaranya sebagai berikut: 1. Berusaha terus mengajak diri kita untuk selalu taat kepada Allah SWT sehingga kita terbiasa dan senang dengannya. Terkadang jiwa ini menjauh pada permulaan langkah mengawali amal namun jika kita tetap istiqomah/konsisten dalam beramal, dan kita memiliki keinginan dan tekad yang kuat. Kita akan mendapatkannya dengan izin Allah SWT. Jadi hal ini menuntut kesabaran dan ketahanan dalam menanggung beban. Allah SWT berfirman : “Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.” (QS. Ali Imran :200) Ibnu Rajab berkata, “Ketahuilah bahwa jiwamu itu bagaikan tungganganmu, jika ia mengetahui bahwa engkau sedang bersemangat ia pun akan bersemangat, dan jika ia mengetahui bahwa engakau sedang malas, ia akan menuntut darimu dan meminta bagiannya dalam memenuhi syahwat.” Dinukil dari kitab Ladzatul Ibadah hal. 12. 2. Menjauhi dosa-dosa, baik yang kecil maupun yang besar.Sesungguhnya kemaksiatan adalah dinding yang menghalangi seseorang dari merasakan kelezatan beribadah, karena maksiat tersebut melahirkan kekerasan hati, kekasaran dan kegersangan jiwa. Ibnu qoyyim berkata, “Setiap kali dosa-dosa bertambah banyak kegelisahan akan meningkat, dan kehidupan yang paling pahit adalah kehidupan orang yang dihantui rasa gelisah dan takut, sedangkan hidup yang paling indah adalah kehidupan orang yang tenang, seandainya orang yang berakal melihat dan membandingkan kelezatan bermaksiat dan apa-apa yang diakibatkannya dari rasa takut dan gelisah, dia akan menyadari buruknya keadaannya dan besar ketertipuannya, di mana ia menjual ketenangan ketaatan dan kenyamanan serta kemanisannya dengan kegelisahan maksiat dan apa-apa yang dilahirkannya dari rasa takut dan bahaya yang diakibatkannya.” 3. Meninggalkan makanan, minuman dan pembicaraan serta pandangan yang berlebihan, cukup bagi seorang mslim untuk memakan dan meminum yang bisa membantunya menunaikan ibadah dan amalnya, janganlah ia berlebihan dalamnya. Allah SWT berfirman: “Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di Setiap (memasuki) mesjid[1], Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan[2]. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. [1] Maksudnya: tiap-tiap akan mengerjakan sembahyang atau thawaf keliling ka'bah atau ibadat-ibadat yang lain. [2] Maksudnya: janganlah melampaui batas yang dibutuhkan oleh tubuh dan jangan pula melampaui batas-batas makanan yang dihalalkan. Seorang ulama salaf berkata, ketenangan hati terletak pada sedikitnya dosa, dan ketenangan perut pada sedikitnya makanan dan ketenangan lisan pada sedikitnya berbicara. 4. Hendaklah seorang hamba meresapi bahwa ibadah yang dilakukan ini, baik sholat,zakat,puasa, haji atau apa pun selama mengikatkan diri pada hukum syara’ adalah merupakan wujud ketaatan kepada Allah SWT dan guna mengharap keridhoan-Nya, dan bahwa ibadah ini yang disukai oleh Allah SWT dan diridhoi-Nya dan ibadah inilah yang akan mendekatkan dirinya kepada Allah. 5. Hendaklah seorang hamba menyadari bahwa semua ibadah yang dilakukannya tidak sia-sia dan tidak menghilang seperti sebagaimana punahnya harta duniawi, baik berupa harta atau jabatan serta kelezatannya, bahkan seorang hamba akan merasakan bahwa itulah yang paling dibutuhkannya, bahkan juga dia akan mendapatkan buahnya di dunia selain dari apa yang ditabung untuknya oleh Allah SWT di akherat berupa ganjaran yang lebih mulia dan lebih besar. Barangsiapa yang menyadarinya niscaya dia tidak akan menghiraukan apa yang tidak dapat diraihnya dari dunia, dan akan merasa senang dengan ibadah-ibadah yang ia rasakan manis dan kelezatannya tersebut. Subhaanallah! “ Orang yang akan merasakan lezatnya keimanan adalah orang yang ridha Allah sebagai Rabbnya, Islam sebagai agamanya dan Muhammad sebagaiRasul-Nya.” ( HR Muslim) Taqabalallahu minna wa minkum. Mohon maaf atas segala khilaf. Semoga iman dan takwa kita meningkat.Prestasi dan rezeki terangkat.Hidup kita semakin nikmat dan terhormat. Keluarga kita ikatannya semakin kuat dan erat dan hubungan kita dengan Allah semakin dekat dan semakin taat. Salam dahsyat dan luar biasa! Allahu Akbar (Spiritual Motivator – N.Faqih Syarif H,S.Sos.I,M.Si, penulis buku Al Quwwah ar ruhiyah kekuatan spirit tanpa batas dan buku Menjadi Dai yang dicinta. www.faqihsyarif.com )

Next Prev home

0 comments:

Post a Comment

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co