Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Thursday, August 9, 2012

Mengasah jiwa kepemimpinan Ala Rasulullah SAW

Mengasah jiwa kepemimpinan Ala Rasulullah SAW Sobat, kalau kita ingin menjadi pemimpin sejati,pengusaha sukses, entrepreneurship yang handal, sekaligus sukses dunia akherat, contohlah pribadi yang ada dalam diri Nabi Muhammad SAW. (N.Faqih Syarif H) Sobat pada pertemuan ke-tiga Thank God It’s Ramadhan SMART 88.9 FM di Mercure Grand Mirama Surabaya kemarin sebagai bintang tamunya adalah Gus Ipul wakil gubernur Jawa Timur, kita kembali membahas dan menggali kepemimpinan dan spiritualitas para CEO,pimpinan perusahaan dan Instansi. Ada inspirasi yang menarik yang disampaikan oleh Gus Ipul tentang bagaimana dia memimpin selama ini baik sebagai ketua GP Anshar dulu, Menteri Negara Percepatan Daerah Tertinggal atau sekarang sebagai salah satu ketua PBNU dan wakil gubernur jawa timur. “ Segalanya adalah amanah yang harus dilakukan dengan totalitas dan penuh semangat serta berusaha menjadikan diri bermanfaat bagi sesama sebagai bekal menghadap keharibaan Allah SWT.” Jawab Gus Ipul dengan gayanya yang santai dan bersahaja. Gus ipul juga mengingatkan bahwa menjadi seorang pemimpin bukanlah sesederhana pegang komando, lantas asal beri perintah. Ganti sana, ganti sini. Perintah inilah, perintah itulah. Rasulullah SAW dalam sebuah hadits mengingatkan kepada kita semua, “ Kamu semua adalah seorang pemimpin dan masing-masing kamu kelak akan dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah SWT atas apa yang kamu pimpin.” Sobat, seorang pemimpin haruslah cerdas (fathonah), karena seluruh pernyataannya berimplikasi pada kehidupan orang banyak. Sekali saja ia salah melangkah, cost-nya akan sangat besar dan dampaknya bisa berimplikasi kepada yang dipimpinnya. Maka selain cerdas, seorang pemimpin harus mampu memahami situasi dan kondisi yang dipimpinnya. Seorang pemimpin harus berada di tengah-tengah masyarakat. Bukan hanya kongkow-kongkow di gedung mewah ber AC. Seorang pemimpin juga harus memiliki kepekaan sosial yang tinggi dan ini tentunya perlu dilatih jauh hari. Sobat, Rasulullah SAW pemimpin yang paling agung,juga ternyata telah melatih sens of lesdership-nya sejak ia masih kecil. Sewaktu kecil, beliau telah menjadi penggembala kambing/domba yang setiap harinya mengatur ratusan kambing. Ia tahu betul mana kambing yang sedang sakit, mana kambing yang nakal dan mana kambing yang sedang birahi. Muhahammad juga tahu bagaimana seharusnya ia bersikap dengan kambing-kambingnya itu. Kapan ia harus menggiring ke padang rerumputan dan kapan ia harus membawanya pulang. Sebagai seorang penggembala, Muhammad kecil dilatih bersikap sabar, teliti, untuk mencurahkan perhatiannya secara ekstra untuk mengawasi kambing-kambingnya itu. Karena sekali ia lengah, maka sekawanan serigala siap memangsa hewan ternaknya itu. Sobat, dengan menjadi seorang penggembala karakter kepemimpinannya menjadi terasah dan terlatih. Kepekaan terhadap umatnya, siapapun tak bisa meragukannya. Beliau juga menjalani sebagai manusia biasa. Apa yang dimilikinya tidak serta merta turun dari langit, tapi lebih dari itu, melalui proses pembelajaran yang panjang. Beliau pernah bersabda, “ Nabi-nabi yang diutus Allah itu adalah penggembala kambing. Musa diutus,ia penggembala kambing. Daud diutus, ia penggembala kambing. Aku diutus juga adalah penggembala kambing keluargaku di Ajyad,” Sobat, menjadi pemimpin sejati dibutuhkan keuletan dan kerja keras. Thomas Alva Edison mengukapkan kata-kata yang luar biasa, gagasan(inspirasi) hanya menyumbang 1 % sedangkan yang 99 % adalah kerja keras untuk mewujudakannya (Perspirasi). Kata-kata ini patut juga kita renungkan bersama. Untuk menjadi pemimpin, keuletan dan bekerja keras menjadi salah satu factor penentu yang menyumbang kesuksesan. Jangan berharap, ketika kita bermalas-malasan, akan bisa menjadi pemimpin yang sukses. Hal di atas sangat layak kita terapkan dalam membangun jiwa-jiwa entrepreneurship. Selain tertanamnya jiwa kewirausahaan dari diri, yang terpenting juga adalah aspek eksternal untuk menjadi entrepreneurship. Semuanya menjadi factor pendukung yang komprehensip untuk dapat mengembangkan mental wirausahawan. Selain harus kreatif, inovatif,pekerja keras,tegar, dan ulet. Ada lagi beberapa hal yang bisa menjadi stimulan untuk mengasah mental entrepreneurship. 1. Pekerja keras. Rasulullah SAW ketika tidur, matanya terpejam, dan berada di tempat tidur, hatinya senantiasa terbuka, merasa dan berkontemplasi. Pikirannya selalu bekerja, berpikir, mengevaluasi dan merancang masa depan umatnya. Di dalam “kamus dir” beliau senantiasa menjadikan malam dan siang, sebagai waktu yang tak ada batasnya dalam memikirkan umatnya. Inilah teladan yang harus diambil bagi siapa saja yang menginginkan menjadi pemimpin atau entrepreneur sejati. 2. Pola pikir multi tasking dalam arti positif. Seorang pemimpin atau wirausahawan sejati mampu melihat sesuatu dalam perspektif atau dimensi yang berlainan pada satu waktu.Bahkan ia juga mampu melakukan beberapa hal sekaligus.Kemampuan inilah yang membuatnya piawai dalam menangani persoalan yang dihadapi oleh intitusi atau perusahaan yang mereka pimpin. 3. Mampu menahan nafsu untuk cepat menjadi kaya. Wirausahawan yang bijak biasanya hemat dan sangat berhati-hati dalam menggunakan uangnya. Dia mengerti juga bahwa membangun sebuah perusahaan yang kokoh dan mapan memerlukan waktu bertahun-tahun. Dia mampu menahan nafsu konsumtifnya.Baginya pengeluaran yang tidak menghasilkan akan dianggap sebagai sebuah kemewahan. 4. Berani mengambil resiko. Semakin resiko yang diambilnya, semakin besar pula kesempatan untuk meraih keuntungan karena jumlah pemain semakin sedikit. Tentunya, resiko-resiko ini sudah harus diperhitungkan terlebih dahulu. 5. Dan masih banyak lagi faktor yang belum terungkap pada tulisan ini bisa Anda lengkapi bacaan Anda dengan membaca artikel-artikel saya sebelumnya di www.faqihsyarif.com Sebagai penutup sobat, , kalau kita ingin menjadi pemimpin sejati,pengusaha sukses, entrepreneurship yang handal, sekaligus sukses dunia akherat, contohlah pribadi yang ada dalam diri Nabi Muhammad SAW. Berani mencoba! Sukses dunia dan akherat bakalan Anda raih. Salam Dahsyat dan luar biasa! ( Spiritual Motivator N.Faqih Syarif H, S.Sos.I,M.Si, Penulis buku Al quwwah ar ruhiyah kekuatan spirit tanpa batas dan buku Menjadi Dai yang Dicinta email mumtaz.oke@gmail.com )

Next Prev home

0 comments:

Post a Comment

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co